cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 61 Documents clear
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING FISIKA PESERTA DIDIK NUURUL HIDAAYATULLAAH, HASAN; , DWIKORANTO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian pre-eksperimental dengan desain one-grup pretest-posttest menggunakan satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh secara keseluruhan diinterpretasikan dalam kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Fisika dengan menggunakan model Problem Based Learning terlaksana dengan kategori sangat baik dengan persentase keterlaksanaan pada kelas eksperimen sebesar 88,47%, kelas replikasi I sebesar 85,80%, dan kelas replikasi II sebesar 87,43%. Kata Kunci : Problem Based Learning, Keterlaksanaan Pembelajaran
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MESIN CARNOT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING CAHYO EKO SAPUTRO, VICHI; , PRABOWO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini yaitu menghasilkan alat peraga mesin Carnot sebagai media pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE dengan tahapan meliputi Analysis (Analisis), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), Implementation (Penerapan), dan Evaluation (Evaluasi). Alat praktikum yang dikembangkan diujicobakan secara luas pada peserta didik di SMA dengan menggunakan rancangan penelitian ?One Group Pre-test Post-test Design? dengan tiga kelas eksperimen. Data hasil penelitian ini berupa validitas alat praktikum sebesar 84% dengan kategori sangat positif sehingga dapat dikatakan layak untuk digunakan. Adapun ketuntasan hasil belajar peserta didik sebesar 87% dari 87 peserta didik yang tersebar dalam tiga kelas. Berdasarkan hasil analisis lembar evaluasi hasil belajar peserta didik untuk mengetahui tingkat kenaikan nilai ranah kognitif peserta didik didapatkan nilai gain sebesar 0,65 yang tergolong pada kategori sedang. Sedangkan untuk respon peserta didik didapatkan respon yang sangat positif dengan presentase 85%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa alat peraga mesin Carnot telah layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika materi Hukum II Termodinamika. Kata kunci : Alat peraga mesin Carnot, media pembelajaran, kelayakan
PENGEMBANGAN ALAT PERCOBAAN TUMBUKAN SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN FISIKA MATERI MOMENTUM UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ARUM SARI, NOVITA; , PRABOWO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat percobaan tumbukan sebagai penunjang pembelajaran fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan model ADDIE dengan tahapan Analysis (analisis), Design (rancangan), Development (realisasi), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Alat percobaan yang dikembangkan diujicobakan kepada peserta didik kelas X di SMA Negeri 12 Surabaya menggunakan rancangan penelitian ?One Group Pre-test Post-test Design? dengan tiga kelas eksperimen. Data hasil penelitian ini berupa validitas alat percobaan sebesar 88,34% dengan kategori layak digunakan dalam pembelajaran. Adapun ketuntasan hasil belajar peserta didik sebesar 95,19% dari 104 peserta didik yang tersebar dalam tiga kelas. Berdasarkan hasil analisis pre-test dan post-test untuk mengetahui kenaikan ranah kognitif peserta didik didapatkan nilai gain sebesar 0,64 yang tergolong dalam kategori sedang. Untuk respon peserta didik didapatkan respon yang baik dengan presentase 76,79%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa alat percobaan tumbukan telah layak digunakan sebagai media penunjang pembelajaran fisika materi momentum. Kataikunci: tumbukan, validitas, pre-test, post-test
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X NUR CAHYAQI, NABILLA; , SUPARDIYONO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar Fisika peserta didik kelas X. Jenis penelitian yang digunakan adalah ex post facto dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus, yakni seluruh kelas X MIPA. Untuk variabel bebas pada penelitian ini yaitu kebiasaan belajar yang dikategorikan menjadi kebiasaan baik dan kebiasaan buruk dalam belajar. Teknik analisis data yang digunakan analisis butir soal, uji prasyarat angket yaitu Kaiser Meyer Olkin dan Bartlett (KMO), kemudian uji normalitas, uji linieritas, uji regresi linier sederhana, dan koefisien korelasi pearson product moment serta koefisien determinasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah nilai KMO dari angket kebiasaan belajar sebesar 0,817 dan uji Bartlett ( = 793,508, df = 120, p < 0,000) dengan empat faktor yang terbentuk dan dengan cumulative sebesar 51,329%. Untuk hasil regresi linier sederhana kebiasaan baik dalam belajar memiliki pengaruh sebesar 16,1% terhadap prestasi belajar Fisika, sedangkan kebiasaan buruk memiliki pengaruh sebesar 4,9% terhadap prestasi belajar Fisika. Kata Kunci : Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar Fisika, Uji Regresi Linier.
KETERLAKSANAAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PESERTA DIDIK HADI KUSUMA, FITRIAH; SETYARSIH, WORO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran creative problem solving (CPS). Penelitian pre-experimental ini menggunakan desain one-grup pretest-posttest dengan 1 kelas eksperimen dan 2 kelas replikasi pada satu SMAN di Surabaya. Instrumen lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran creativr problem solving digunakan untuk pengambilan data. Skor rata-rata keterlaksanaan pembelajaran dihitung secara keseluruhan dan dikonversikan dalam kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata setiap fase pembelajaran Fisika dengan menggunakan model creative problem solving pada ketiga kelas berbeda-beda. Rata-rata persentase tertinggi keterlaksanaan pembelajaran sebesar 88,89% dicapai pada fase acceptance-finding, sedangkan persentase terendah sebesar 87,04% dicapai pada fase problem finding. Keterlaksanaan pembelajaran creative problem solving pada ketiga kelas terlaksana dengan kategori sangat baik dengan persentase keterlaksanaan sebesar 88,26%. Kata Kunci : Creative Problem Solving, Keterlaksanaan Pembelajaran. Kemampuan Pemecahan Masalah
PENGEMBANGAN BUKU AJAR FISIKA SMA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI SUHU DAN KALOR DHIYA SARI HARSONO, FARAH; , SULIYANAH
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar fisika sebagai penunjang pembelajaran untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis yang layak, berdasarkan kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil validitas buku ajar sebagai penunjang pembelajaran yang dikembangkan memiliki rata-rata persentase 98,5% ditinjau dari kesesuaian materi diperoleh persentase 97,35% dengan kriteria sangat valid. 2) Hasil analisis kepraktisan ditinjau dari segi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan persentase 87,5% dengan kriteria sangat praktis. 3) Hasil analisis keefektifan ditinjau dari pengamatan keterampilan berpikir kritis menunjukkan persentase 87% dengan kriteria efektif dan analisis angket respon perserta didik menunjukkan persentase 94,44% dengan kriteria efektif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buku ajar fisika sebagai penunjang pembelajaran untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi suhu dan kalor yang telah dikembangkan layak digunakan dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA. Kata kunci : Buku ajar fisika, Keterampilan Berpikir Kritis.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA. SRI UMININGSIH, YUNI; BUDININGARTI, HERMIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan CTL, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan CTL. Jenis penelitian ini yaitu pre-eksperimental dengan desain pre-test and post-test design menggunakan tiga kelas eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan CTL pada materi gerak harmonik sederhana dapat meningkatkan masing-masing indikator kemampuan berpikir kritis yaitu terdapat pada nilai post-test dengan taraf signifikasi 0,05 dengan rerata n-gain berada pada level sedang serta konsisten pada ketiga kelas, dan mendapatkan respon yang positif dengan kategori baik sekali dari rata-rata ketiga kelas. Kata kunci: CTL, guided inquiry, kemampuan berpikir kritis. Abstract This research aims to describe the implementation of guided inquiry learning model using the CTL approach, to improve students critical thinking skills, also find out responses of students to the guided inquiry learning model with the CTL. The type of research used was pre-experimental design with pre-test and post-test using three experimental. The results show that the neglect of guided inquiry learning model with CTL approach to simple harmonic motion can improve each indicator of critical thinking ability. This research has the post-test value with the level the significance of 0,05 with the mean of n-gain was at the level of increasing the moderate and consistent category in the three groups, the and received a positive response with an excellent grade from the average of the three groups. Keywords: CTL, Guided Inquiry, Critical Thinking Skills.
EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI KELAS X SMA KUNTHI MUFLIKAH, NUNIK; SUCAHYO, IMAM
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model guided discovery adalah salah satu pembelajaran yang memudahkan siswa untuk melakukan penemuan yang dibimbing. Hasil observasi yang dilakukan di SMAN 1 Waru menemukan bahwa 70% dari siswa kurang tertarik dengan materi usaha dan energi serta kesulitan untuk memahami konsep-konsep Fisika. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan model penemuan terbimbing untuk mendeskripsikan efektifitas model guided discovery terhadap hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efektifitas peningkatan hasil pembelajaran model guided discovery pada materi usaha dan energi. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimental menggunakan one group pre test - post test design, dengan satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi. Metode pengambilan data yang digunakan adalah tes (pretest dan posttest). Data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest dianalisis oleh uji normalitas, uji homogenitas, uji t berpasangan, uji Gain, dan uji hipotesis ANAVA. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu hasil analisis uji Gain pada hasil belajar siswa untuk kelas eksperimen meningkat dengan kategori tinggi sebesar 0,71 sedangkan kelas replikasi 1 dan replikasi 2 meningkat dengan kategori sedang dengan masing-masing nilai sebesar 0,69 dan 0,49. Peningkatan yang terjadi menunjukkan hasil yang konsisten dengan kategori signifikan di tiga kelas subjek penelitian. Berdasarkan penjelasan diatas, proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan model guided discovery mampu efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: guided discovery, hasil belajar, usaha dan energi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY DENGAN CONCEPT MAP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP INTAN FITRIYANI, PRATIWI; , SUPARDIYONO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, peningkatan pemahaman konsep siswa serta respon siswa terhadap pembelajaran dengan model guided discovery dengan concept map. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pre-test post-test. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X IPA di SMA Negeri 1 Jombang yang berjumlah empat kelas. Sampel penelitian ditentukan atas rekomendasi guru dan diperoleh kelas X IPA 2, X IPA 3 dan X IPA 4 yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran guided discovery dengan concept map pada materi momentum dan impuls terlaksana dengan sangat baik. Pemahaman konsep fisika materi momentum dan impuls mengalami peningkatan yang cukup signifikan untuk ketiga dengan kategori rata-rata sedang pada kelas eksperimen, replikasi 1 dan replikasi 2 berturut-turut sebesar 0,70; 0,66; 0,64. Model Pembelajaran guided discovery dengan concept map secara konsisten dapat mengingkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Pembelajaran guided discovery dengan concept map memperoleh respon yang sangat baik dari siswa. Kata kunci: Guided Discovery dengan Concept Map, Pemahaman Konsep, Momentum dan Impuls
ECOPRENEURSHIP ON PROJECT-BASED LEARNING (PBL) : AN APPROACH TO INCREASE LEARNING RESPONSE IN PHYSICS NOER ABIDIN, ENDAH; HARIYONO, EKO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine students? response to the implementation of ecopreneurship-oriented Project-Based Learing (PBL) model in physics learnig. The type of this reasearch is descriptive quantitative with true-experimental methods and control group pre-test and post-test design, which is applied to 49 science-majored sophomore students in SMA Negeri 1 Mojosari, Mojokerto.Students? response were collected through responses questionnaire which is arranged with Likert scale and the results were analyzed descriptive-quantitatively. Based on the results? analysis, students? response to ecopreneurship-oriented PBL model is in very good criteria with the average percentage of 83% which shows that the model is well accepted by the students and able to be applied more on physics learning and other subjects.