cover
Contact Name
Umi Nurhayati
Contact Email
binaperfidiaakademia@gmail.com
Phone
+6282193108166
Journal Mail Official
editor@perfidiajournal.com
Editorial Address
Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Novera: Journal of Economics and Business
ISSN : -     EISSN : 31643000     DOI : 10.67964
Core Subject :
Novera: Journal of Economics and Business is an international peer-reviewed journal that publishes original research articles, review articles, conceptual papers, and case studies in the fields of economics and business. The journal aims to advance scholarly understanding of economic development, business innovation, and organizational performance by disseminating high-quality research that addresses contemporary economic and business issues from local, national, regional, and global perspectives. Scope The journal publishes manuscripts in, but is not limited to, the following areas: Economics Business and Management Accounting Finance and Banking Entrepreneurship Marketing Development Economics
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Spatial patterns and inequality of Blue Economy sustainability in Indonesia: Evidence from the 2024 Indonesia Blue Economy Index Abdul Azis; Etty Soesilowati; Thomas Soseco; Inayati Nuraini Dwiputri; Farida Rahmawati; Agus Romadhon; Endang Tri Wahyurini
Novera: Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 1 (2026): Novera: Journal of Economics and Business
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/9acm8y14

Abstract

The blue economy has become a strategic approach to integrating marine resource utilization with environmental sustainability and societal well-being, yet its performance remains uneven across regions. This study aims to analyze the spatial distribution and dependence of blue economy sustainability across 34 Indonesian provinces using the 2024 Indonesia Blue Economy Index (IBEI). Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) was conducted using Global Moran’s I and Local Indicators of Spatial Association (LISA) with a Queen contiguity spatial weight matrix. The results show that IBEI scores range from 11.61 to 66.51, with a mean of 37.24, while Moran’s I of 0.290 indicates positive spatial autocorrelation. LISA identifies South Sulawesi as High–High, South Sumatra and Lampung as Low–Low, West Sulawesi as Low–High, and the Riau Islands as High–Low. These findings demonstrate distinct spatial configurations of blue economy inequality and provide a basis for differentiated regional policies tailored to the spatial characteristics of each province. Abstrak Ekonomi biru menjadi pendekatan strategis untuk mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya laut dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi kinerjanya menunjukkan ketimpangan antardaerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi dan ketergantungan spasial keberlanjutan ekonomi biru pada 34 provinsi di Indonesia berdasarkan Indonesia Blue Economy Index (IBEI) 2024. Penelitian menggunakan Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) melalui Global Moran’s I dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan matriks bobot spasial Queen contiguity. Hasil menunjukkan IBEI berkisar 11,61–66,51 dengan rata-rata 37,24, sedangkan Moran’s I sebesar 0,290 mengindikasikan autokorelasi spasial positif. LISA mengidentifikasi Sulawesi Selatan sebagai High–High, Sumatera Selatan dan Lampung sebagai Low–Low, Sulawesi Barat sebagai Low–High, serta Kepulauan Riau sebagai High–Low. Temuan ini menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi biru memiliki konfigurasi spasial yang berbeda dan memberikan dasar bagi kebijakan regional yang lebih terdiferensiasi sesuai karakteristik spasial setiap provinsi.
Religiosity and halal food quality in shaping customer loyalty: The mediating role of perceived value in Banda Aceh Nurmeida Nurmeida; Ridwan Nurdin; Hendra Halim; Meutia Dwi Novita Sari; Syahriyal Syahriyal
Novera: Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2026): Novera: Journal of Economics and Business
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/9p459h90

Abstract

Competition within the halal food industry in Banda Aceh indicates that customer loyalty cannot be explained by halal compliance alone but is also shaped by food quality and consumers’ perceived value. This study aims to examine the effects of religiosity and food quality on customer loyalty and to investigate perceived value as a mediator among Muslim consumers in Banda Aceh. A quantitative cross-sectional design was employed with 100 Muslim consumers selected through purposive non-probability sampling and analyzed using PLS-SEM with SmartPLS 4.0. The results show that religiosity positively affects customer loyalty (β = 0.318) and perceived value (β = 0.449), while food quality positively affects customer loyalty (β = 0.175) and perceived value (β = 0.534). Perceived value also positively affects customer loyalty (β = 0.504). Furthermore, perceived value partially mediates the effects of religiosity (β = 0.226) and food quality (β = 0.269) on customer loyalty. These findings highlight the importance of creating perceived value through consistent food quality and alignment with consumers’ religious expectations to strengthen loyalty toward halal food products. Abstrak Persaingan dalam industri makanan halal di Banda Aceh menunjukkan bahwa loyalitas konsumen tidak cukup dijelaskan oleh pemenuhan standar halal, tetapi juga oleh kualitas makanan dan nilai yang dirasakan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas dan kualitas makanan terhadap customer loyalty serta menguji perceived value sebagai mediator pada konsumen Muslim di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 konsumen Muslim yang dipilih melalui purposive non-probability sampling dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh positif terhadap customer loyalty (β = 0.318) dan perceived value (β = 0.449), sedangkan kualitas makanan berpengaruh positif terhadap customer loyalty (β = 0.175) dan perceived value (β = 0.534). Perceived value juga berpengaruh positif terhadap customer loyalty (β = 0.504). Selain itu, perceived value memediasi secara parsial pengaruh religiusitas (β = 0.226) dan kualitas makanan (β = 0.269) terhadap customer loyalty. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun nilai yang dirasakan melalui kualitas makanan yang konsisten dan kesesuaian dengan ekspektasi religius konsumen untuk memperkuat loyalitas terhadap produk makanan halal.
The effect of financial literacy on financial management behavior among non-economic vocational students: Evidence from digital office management students Ricka Irkhatul Aini; Muhammad Daffa Cahya Putra Hariono; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Novera: Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2026): Novera: Journal of Economics and Business
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/zrk91f55

Abstract

Financial literacy is important for university students because the ability to understand and manage finances may influence how they make financial decisions in everyday life. This study aims to analyze the effect of financial literacy on the financial management behavior of students in the Digital Office Management program at Universitas Airlangga. A quantitative associative study was conducted with 64 students from the 2024–2025 cohorts selected through purposive sampling, with data collected using a questionnaire and analyzed using simple linear regression. Financial literacy had a positive and significant effect on financial management behavior (B = 0.283; t = 3.580; p < 0.001), with an R² of 0.171, indicating that financial literacy explained 17.1% of the variance in financial management behavior. This finding contributes to the development of research on financial behavior among non-economic vocational students and highlights the importance of strengthening financial literacy to support students’ financial management practices. Abstrak Literasi keuangan menjadi penting bagi mahasiswa karena kemampuan memahami dan mengelola keuangan dapat memengaruhi cara mereka mengambil keputusan finansial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan mahasiswa D4 Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga. Penelitian kuantitatif asosiatif dilakukan terhadap 64 mahasiswa angkatan 2024–2025 yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan (B = 0,283; t = 3,580; p < 0,001), dengan R² = 0,171, yang menunjukkan bahwa literasi keuangan menjelaskan 17,1% variasi perilaku manajemen keuangan. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian perilaku keuangan mahasiswa vokasi non-ekonomi dan menunjukkan pentingnya penguatan literasi keuangan dalam mendukung pengelolaan keuangan mahasiswa.
From consumption space to productivity space: The effects of service quality and facilities on Generation-Z customer loyalty at Kopi Kenangan Surabaya Fiyanka Amelia Putri; Erva Nur Aidah; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Novera: Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2026): Novera: Journal of Economics and Business
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/ey36bm44

Abstract

The growing use of coffee shops as productivity spaces among Generation-Z makes service quality and facilities increasingly important in shaping customer loyalty. This study aims to analyze the effects of service quality and facilities on Generation-Z customer loyalty at Kopi Kenangan Surabaya as a productivity space. A quantitative survey was conducted with 80 Generation-Z consumers selected through purposive sampling, using a Likert-scale questionnaire and multiple linear regression analysis with IBM SPSS. The results show that service quality has no significant effect on customer loyalty (β = 0.181, p = 0.114), whereas facilities have a positive and significant effect (β = 0.456, p < 0.001). Simultaneously, service quality and facilities significantly affect customer loyalty, with an R² of 0.335. These findings indicate that facilities play a more decisive role in Generation-Z loyalty when coffee shops are used as productivity spaces, suggesting that productivity-supporting facilities should be prioritized to retain customers. Abstrak Perkembangan coffee shop sebagai ruang produktivitas bagi Generasi-Z menjadikan kualitas layanan dan fasilitas semakin penting dalam membentuk loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas layanan dan fasilitas terhadap loyalitas konsumen Generasi-Z pada Kopi Kenangan Surabaya sebagai ruang produktivitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 80 konsumen Generasi-Z yang dipilih dengan purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert dan analisis regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS. Hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (β = 0,181, p = 0,114), sedangkan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,456, p < 0,001). Secara simultan, kualitas layanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap loyalitas dengan R² sebesar 0,335. Temuan ini menunjukkan bahwa fasilitas lebih menentukan loyalitas Generasi-Z dalam penggunaan coffee shop sebagai ruang produktivitas, sehingga penyediaan fasilitas yang mendukung aktivitas kerja dan belajar perlu menjadi prioritas.

Page 2 of 2 | Total Record : 14