cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 21 Documents clear
MITOS GUNUNG PAWITRA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS AGUSTIE, TEO; , WINARNO
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Pawitra adalah gunung berapi purba yang terletak diantara 2 kecamatan yaitu kabupaten Pasuruan dan kabupaten Mojokerto. Gunung Pawitra yang sekarang dikenal sebagai gunung Penanggungan adalah gunung yang sangat indah dan salah satu gunung favorit bagi pendaki pemula karena jalurnya tidak terlalu jauh tetapi cukup curam untuk disebut miniatur gunung semeru di Malang. Selain keindahannya, ada banyak mitos di gunung Pawitra yang masih dipertahankan turun-temurun hingga saat ini dan masih dipercaya oleh masyarakat setempat, seperti gunung Pawitra. Selain itu, di gunung Pawitra ada banyak peninggalan yang tersebar di sekitar Gunung Pawitra, hampir mencapai puncaknya, seperti candi, altar, punden, patung, tragedi, dan banyak lagi, setiap situs juga memiliki mitos sendiri terkait dengan bangunan maupun terkait dengan kemanjuran atau gangguan. Sebagai penduduk asli gunung Pawitra, sangat sering mendaki gunung mulai dari menikmati keindahannya dan membangkitkan minat tentang situs-situs yang terdapat di gunung Pawitra, dari kehidupan sehari-hari yang dibawa ke studi penutup seniman yang masih penasaran dengan mitos-mitos yang ada. sangat banyak tentang bangunan yang bahkan terhubung dengan para sejarawan nusantara. Selain itu, karya yang akan diwujudkan oleh penulis didasarkan pada kecemasan penulis tentang kemajuan teknologi yang mengakibatkan orang-orang muda diusia milenium ini malas pergi ke tempat dimana mereka kaya akan ilmu kehidupan, bahkan hanya untuk berkunjung, hampir tidak ada yang mau. Karena lebih ingin pergi ke tempat-tempat seperti café dan mall. Mulai dari membaca buku, melakukan wawancara dengan pengasuh, meminta warga setempat, mencari artikel, hingga mencari informasi diyoutube terkait dengan gunung Pawitra untuk mendapatkan ide mengangkat karya seni lukis dengan mitos-mitos Gunung Pawitra yang difokuskan pada agama Hindu. Ada empat petirtaan diempat penjuru mata angin yang terletak di gunung Pawitra, tetapi penulis hanya memilih dua pertirtaan karena dua pertirtaan lainnya hanya berupa mata air walaupun ada intervensi manusia tetapi tidak ada mitos atau cerita sejarah tentang keduanya. Dua petirtaan yang diangkat oleh penulis yaitu Jolotundo dan Sumber Tetek yang sangat berharga dan mitos-mitos masih dipercaya oleh masyarakat setempat. Petirtaan juga merupakan tanda bahwa gunung Pawitra adalah gunung suci yang diperuntukkan bagi para pertapa sebelum beribadah untuk menyucikan diri terlebih dahulu di pertirtaan sebelum melakukan ibadah. Kemudian melalui proses yang sangat panjang mulai dari mengamati objek yang akan diangkat, membuat sketsa, berkonsultasi sketsa, melakukan evaluasi kepada seniman, hingga menjadi karya seni kontemporer yang dapat menarik perhatian masyarakat, terutama kaum muda, hingga membangkitkan rasa ingin tahu tentang mitos-mitos yang memiliki nilai sejarah maupun nilai seni.Kata Kunci: Mitos Gunung Pawitra, lukis.
PERANCANGAN WEB-KOMIK SPIRIT OF SAKERA SEBAGAI ALTERNATIF PENGENALAN TOKOH SAKERA UNTUK REMAJA USIA 12-17 TAHUN ADI SASONGKO, GARIN; ROIS ABIDIN, MUHAMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tokoh Sakera menjadi ikon perjuangan bagi suku Madura di Pasuruan namun sosok dan sejarahnya belum banyak diketahui oleh masyarakat, bahkan di daerahnya sendiri, membuat penulis mengangkat cerita dan nilai luhur tokoh ini ke dalam format yang lebih segar untuk disajikan lewat media web-comic dan diharapkan menjadi media yang menarik, mudah dipahami dan praktis. Tujuan perancangan ini untuk mendeskripsikan nilai luhur perjuangan Sakera pada abad ke 19 melalui tokoh fiksi, yaitu Hasan yang merupakan cucu Sakera.Perancangan media web-comic ini menggunakan metode pengumpulan data yang didapat dari observasi,, wawancara, dan dokumentasi. Konsep desain yang meliputi komposisi visual karakter, latar, layout, tipografi, pewarnaan, dan menggunakan gaya gambar yang mengarah ke kartun agar lebih menarik. Keseluruhan proses visualisasi menggunakan proses digital dengan menggunakan software Paintool SAI, sementara pada proses finishing menggunakan software Adobe Photoshop CC 2014 untuk memberikan teks, detail, dan efek visual yang diperlukan. Komik ini disajikan dalam format memanjang kebawah dengan cara baca menggulir layar (scrolling) pada platform Webtoon.Hasil perancangan terlebih dahulu melalui tahap validasi untuk menilai kelayakan media web-comic terkait desain dan materi sebelum dipublikasikan. Dalam promosi komik ini, media pendukung yang dipilih yaitu, poster, x-banner, merchandise seperti stiker, kaos, dan softcase handphone. Komik Spirit of Sakera dapat dijadikan media pengenalan tokoh Sakera secara ringkas dan mempelajari nilai-nilai ksatrianya.Kata Kunci: Komik, Sejarah, Sakera, Web Comic
ANALISIS ASPEK NONTEKNIS KARYA FOTOGRAFI PADA KOMUNITAS ANALOG SURABAYA AJI PRASETYO, MUKHAMAD; CAHYO KUSUMANDYOKO, TRI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kamera analog pada era digital menjadikan karya-karya komunitas Analog Surabaya patut untuk diteliti. Dengan keterbatasan jenis kamera film yang mulai ditinggalkan, Analog Surabaya mampu menyajikan karya fotografi jalanan Surabaya yang menarik dari sudut pandang mereka. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karya anggota komunitas Analog Sub dengan aspek teori fotografi nonteknis oleh Yuyung Abdi. Pengambilan karya berdasarkan seleksi 5 karya dari 50 karya dengan jenis streetphotography yang dipamerkan di pameran foto analog Boiler Zoom pada tanggal 3 maret 2019 di studio Omah Jaman Now. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang didapat dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian karya fotografi komunitas Analog Surabaya, terdapat dimensi visual disetiap karya yaitu sudut pengambilan, jarak pengambilan, format, latar, komposisi, elemen geometris dan warna yang sesuai teori nonteknis fotografi oleh Yuyung Abdi. Kecenderungan karya foto komunitas Analog Surabaya mempunya format landscape dan latar belakang yang mendukung objek utama, Serta kecenderungan warna yang kontras dan lebih matang yang disebabkan dari cirikhas warna roll film. Substansi yang terkandung dalam karya foto komunitas Analog Surabaya menceritakan bagaimana fotografi jalanan menjadi media untuk mengkomunikasikan kehidupan sosial yang sedang terjadi di kota Surabaya.Kata kunci: Fotografi, Aspek nonteknis, Komunitas Analog Surabaya
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL MENGGAMBAR MODEL PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 WONOAYU PARAMITA, RAJENDRADEWI; , MARTADI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya masalah media pembelajaran yang ada di sekolah, sehingga peneliti membantu mengembangkan media pembelajaran menggambar model guru seni budaya kelas VIII di SMP Negeri 1 Wonoayu. Penggunaan media pembelajaran dinilai kurang variatif , Guru menggunakan media pembelajaran pendukung seperti media presentasi yang berisi materi gambar model, tetapi berisi tulisan yang banyak. Sehingga pembelajaran kurang maksimal, bosan, dan minat dalam menggambar model kurang. Selain itu guru juga menggunakan media gambar yang diambil dari internet sebagai media pembelajaran menampilkan bentuk foto sehingga tujuan menggambar model tidak sesuai. Sehingga memerlukan penambahan media pembelajaran audio visual agar peserta didik tertarik dengan pelajaran menggambar model, dan meningkatkan hasil belajar mereka. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan, mengetahui kualitas hasil pengembangan, dan mengetahui kelayakan penggunaan media pembelajaran audio visual menggambar model. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yaitu R&D atau Research and Developmet, dengan metode 4D oleh Thiagarajan yaitu Define, Design , Develop, and Disseminate. Teknik analisis yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dengan kualitatif, serta untuk menguji kelayakan produk tertentu digunakan metode kuantitatif. Pada tahap uji kelayakan produk dilakukan metode eksperimen yang bersifat kuantitatif. Juga perolehan data akan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari uji validasi ahli materi kedua dan mendapat persentase 90%. Untuk uji validasi ahli media pertama, peneliti mendapatkan persentase 80%. Hasil uji coba terbatas menghasilkan persentase Kelayakan media pembelajaran audio visual menggambar model pada mata pelajaran seni budaya dapat dikatakan ?layak?. Hal ini dapat dilihat dari hasil rekapitulasi respon siswa, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Untuk hasil respon siswa dikatakan ?positif?yaitu 76,2% , untuk hasil aktivitas siswa dinilai ?sangat tampak? yaitu 89,2%, dan hasil belajar siswa yaitu sangat tuntas dengan persentase 85,94%.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Audio Visual, Menggambar Model.
PERANCANGAN COFFEETABLE BOOK GRAFFITI DEIKI SAN VICTORY ROZAQ, ROBBY; ARIFFUDIN ISLAM, MUHAMMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini dilatarbelakangi oleh DEIKI yang merupakan salah satu inisial pelaku graffiti yang berasal dari Jombang. Sebagai pelaku seni, Deiki mempelajari graffiti secara otodidak (tidak ada basic kesenian atau sekolah seni). Sampai saat ini, DEIKI masih aktif pada kegiatan-kegiatan graffiti di kota Jombang. Berangkat dari keinginan DEIKI supaya karakter graffitinya lebih dikenal masyarakat luas khususnya masyarakat Jombang dan bukan hanya orang-orang pelaku graffiti saja, dan juga melihat dari trend budaya dan faktor estetika seni yang saat ini sudah menjadi bagian dari industri, DEIKI mencoba membuka sayap untuk mengambil peran menjadi bagian dari perkembangan budaya tersebut. Maka adanya hal tersebut, peneliti merancang coffeetable book sebagi media sarana untuk mengenalkan karakter graffiti DEIKI, pemilihan coffeetable book dimana fungsi coffeetable book berisi tentang gambar/foto/ilustrasi yang tampak lebih menonjol dengan sedikit tulisan agar pembaca tidak bosan. Dengan demikian coffeetable book dibutuhkan graffiti DEIKI untuk menunjukkan hasil karya graffiti DEIKI kepada masyrakat. Perancangan coffeetable book ini dimulai dengan mencari data dan informasi mengenai graffiti DEIKI melalui berbagai sumber dari tim graffiti DEIKI beserta sumber buku dan wawancara. Kemudian informasi yang telah terkumpul dipilah melalui proses analisis 5W+1H. Hasil analisis selanjutnya digunakan sebagai konsep hingga menjadi hasil perancangan. Perancangan ini meliputi pembuatan coffetable book yang berisi gambar dan foto-foto karakter dari graffiti DEIKI, kemudian diaplikasian terhadap beberapa media pendukung yang dibutuhkan seperti X banner, Poster, Totebag, Sticker, dan lain-lain. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses validasi, proses revisi, dan final.Kata Kunci: Coffeetable book, Deiki, Desain, Graffiti, Karakter.
PERAN HISMA DALAM DINAMIKA SENI RUPA EKS KARESIDENAN MADIUN JULI SAPTA RAHITA, DWI; , WINARNO
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh organisasi HISMA sejak tahun 1994 saat resmi dibentuk sampai tahun ini kondisi seni rupa di Madiun mengalami pasang surut. Cakupan 1994 ? 2018 diambil karena ada beberapa point yang harus dibahas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rekam jejak dari HISMA pada tahun 1994-2018 dan Peran HISMA dalam dinamika seni rupa Karesidenan Madiun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa didalam proses untuk mencapai tujuan, pergerakan HISMA mengalami pasang surut dan sempat kehilangan arah, munculnya komunitas-komunitas baru di beberapa kota eks-karesidenan Madiun dan munculnya ruang-ruang alternatif untuk pameranm selain munculnya komunitas dan ruang-ruang alternatif peran HISMA sebagai wadah perupa ternyata juga berdampak pada perkembangan dan minat seni rupa di Madiun dan wilayah eks-karesidenan Madiun. Dinamika Himpunan Pelukis Sekaresidenan dimulai pada 1994 yaitu tahun berdirinya HISMA. Pameran, diskusi, bedah karya, sketsa bersama telah di lakukan perupanya yang berhimpun dalam organisasi tersebut. Naiknya eksistesi HISMA pada sekitaran tahun 1997 sampai tahun 2000 yang dapat diartikan perkembangan dan juga pemantik menurunnya kinerja HISMA. Regenerasi mulai ditata dalam internal HISMA yang bertujuan agar yang muda juga dapat menjadi motor penggerak untuk mencapai tujuan awal di bentuknya HISMA.Kata Kunci : HISMA, organisasi, seni rupa, gerakan seni rupa, eks karisedenan, Madiun
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN STILASI RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA DI SMP NEGERI 3 NGADIROJO, PACITAN DIEA CHOIRUM ANISSA, YUANDA; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna merupakan sebuah pengembangan bahan ajar yang menciptakan kemandirian pada siswa untuk belajar mengenai ragam hias flora dan fauna khususnya ragam hias khas Pacitan. Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna diperuntukkan bagi siswa kelas VII dengan materi yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diterapkan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana konsep pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?, 2) Bagaimana proses dan prosedur pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan? dan 3) Bagaimana hasil ujicoba pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan skala Likert yang diubah menjadi persentase untuk menarik kesimpulan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Uji coba modul dilakukan sebanyak 3 tahap yaitu uji coba individu yang terdiri dari 3 siswa, uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 siswa dan uji coba kelompok besar 20 siswa. Hasil penelitian menghasilkan modul dengan ukuran A5 dengan jenis huruf Arial dan memiliki warna dominan biru dan jingga dengan gambar ragam hias pendukung. Hasil uji coba modul yang dilakukan yaitu 1) Uji coba individu menunjukkan persentase yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik, 2) Uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase yaitu 90,53% dengan kategori sangat baik dan 3) Uji coba kelompok besar menunjukkan persentase yaitu 90,73% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba keseluruhan menyatakan bahwa modul memiliki kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Stilasi Ragam Hias Flora dan Fauna.
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN STILASI RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA DI SMP NEGERI 3 NGADIROJO, PACITAN DIEA CHOIRUM ANISSA, YUANDA; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna merupakan sebuah pengembangan bahan ajar yang menciptakan kemandirian pada siswa untuk belajar mengenai ragam hias flora dan fauna khususnya ragam hias khas Pacitan. Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna diperuntukkan bagi siswa kelas VII dengan materi yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diterapkan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana konsep pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?, 2) Bagaimana proses dan prosedur pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan? dan 3) Bagaimana hasil ujicoba pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan skala Likert yang diubah menjadi persentase untuk menarik kesimpulan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Uji coba modul dilakukan sebanyak 3 tahap yaitu uji coba individu yang terdiri dari 3 siswa, uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 siswa dan uji coba kelompok besar 20 siswa. Hasil penelitian menghasilkan modul dengan ukuran A5 dengan jenis huruf Arial dan memiliki warna dominan biru dan jingga dengan gambar ragam hias pendukung. Hasil uji coba modul yang dilakukan yaitu 1) Uji coba individu menunjukkan persentase yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik, 2) Uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase yaitu 90,53% dengan kategori sangat baik dan 3) Uji coba kelompok besar menunjukkan persentase yaitu 90,73% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba keseluruhan menyatakan bahwa modul memiliki kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Stilasi Ragam Hias Flora dan Fauna.
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN STILASI RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA DI SMP NEGERI 3 NGADIROJO, PACITAN DIEA CHOIRUM ANISSA, YUANDA; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna merupakan sebuah pengembangan bahan ajar yang menciptakan kemandirian pada siswa untuk belajar mengenai ragam hias flora dan fauna khususnya ragam hias khas Pacitan. Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna diperuntukkan bagi siswa kelas VII dengan materi yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diterapkan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana konsep pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?, 2) Bagaimana proses dan prosedur pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan? dan 3) Bagaimana hasil ujicoba pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan skala Likert yang diubah menjadi persentase untuk menarik kesimpulan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Uji coba modul dilakukan sebanyak 3 tahap yaitu uji coba individu yang terdiri dari 3 siswa, uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 siswa dan uji coba kelompok besar 20 siswa. Hasil penelitian menghasilkan modul dengan ukuran A5 dengan jenis huruf Arial dan memiliki warna dominan biru dan jingga dengan gambar ragam hias pendukung. Hasil uji coba modul yang dilakukan yaitu 1) Uji coba individu menunjukkan persentase yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik, 2) Uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase yaitu 90,53% dengan kategori sangat baik dan 3) Uji coba kelompok besar menunjukkan persentase yaitu 90,73% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba keseluruhan menyatakan bahwa modul memiliki kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Stilasi Ragam Hias Flora dan Fauna.
PENGEMBANGAN BATIK NGERONG SEBAGAI IDENTITAS KABUPATEN NGANJUK FAHRUDINSYAH, M.REZA; RATYANINGRUM, FERA
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Ngrong berasal dari Kabupaten Nganjuk. Motif batik Ngrong ini diciptakan pada bulan Maret 2015 oleh seorang guru Seni Budaya yang bernama Agus Sugianto S. Pd. Batik Ngrong hanya menggunakan satu warna yaitu biru tosca dan kurang dikenal masyarakat. Hal tersebut juga dipengaruhi adanya keterbatasan dari segi promosinya. Batik Ngrong mengangkat bentuk angin sebagai motif dan digambarkan menyerupai bentuk awan. Pengambilan bentuk angin ini didasari oleh identitas kota Nganjuk yang mempunyai julukan sebagai kota angin. Metode awal pengembangan yaitu dengan survey lokasi yang terletak di Reza Art Bengkel Seni yang berada di Jl. P.B Sudirman, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Proses pengembangan dimulai dengan mengidentifikasi potensi dan masalah dan dilanjutkan dengan pengumpulan data, pembuatan desain pengembangan batik Ngrong, validasi desain, revisi desain, validasi ulang, kemudian pembuatan produk dari desain yang sudah dipilih. Produk pengembangan yang diwujudkan meliputi 5 karya yaitu: baju seragam guru, busana wanita, baju pria, kain panjang/jarit, dan kostum carnival. Pengembangan batik Ngrong diciptakan untuk menambah value added yang ada pada Kabupaten Nganjuk dan diharapkan mampu berkembang dan menjadi salah satu icon yang mampu mendorong Kabupaten Nganjuk menjadi lebih dikenal.Kata Kunci: Pengembangan, Batik Ngerong, Nganjuk.

Page 1 of 3 | Total Record : 21