cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 37 Documents clear
PENGGUNAAN MEDIA INSTAGRAM UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN SMA IMANUEL RINTJAP, MENSA; PUJOSUSANTO, ARI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan survey awal yang dilaksanakan di SMAN 1 Kediri, diperoleh informasi bahwa peserta didik memiliki hambatan dalam proses pembelajaran dalam keterampilan menulis bahasa Jerman. Oleh karena itu diperlukan media yang dapat memberikan motivasi pada peserta didik dalam proses pembelajaran serta dapat digunakan saat diluar jam pelajaran. Salah satu media yang tepat untuk digunakan adalah Instagram. Instagram adalah media sosial yang berbasis multimedia yang memiliki jumlah pengguna yang tinggi oleh kalangan remaja seperti peserta didik. Media tersebut memiliki beragam fitur yang mendukung untuk pembelajaran bahasa Jerman secara mandiri. Melalui materi yang diunggah dalam bentuk multimedia, peserta didik dapat fokus dan tertarik pada materi tersebut. Selain itu, Instagram mempermudah kegiatan belajar karena dapat digunakan sebagai sarana berdiskusi. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana respons peserta didik terhadap penggunaan media Instagram untuk pembelajaran menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respons peserta didik terhadap media Instagram untuk pembelajaran menulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Instagram untuk pembelajaran menulis bahasa Jerman mendapatkan respons positif dari peserta didik kelas XI, sehingga dapat disimpulkan bahwa media Instagram dapat dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran menulis bahasa Jerman. Kata kunci : Instagram, Media Pembelajaran, Respons.
MEDIA POSTER UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ANAK USIA DINI RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN , WILDANIYAH; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEDIA POSTER UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ANAK USIA DINI RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN Wildaniyah Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya wildaniyahwildaniyah@mhs.unesa.ac.id Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya ABSTRAK Bahasa Jerman diajarkan di RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dan lembar analisis media yang diisi oleh guru bahasa Jerman, pembelajaran tersebut terkendala oleh kurangnya media pembelajaran bahasa Jerman untuk anak usia dini yang tersedia disekolah. Untuk itu, diperlukan media pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar bahasa Jerman untuk anak usia dini. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah pembuatan media Poster untuk pembelajaran bahasa Jerman pada anak usia dini RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan Poster sebagai media pembelajaran bahasa Jerman pada Anak Usia Dini RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Media poster yang digunakan dalam penelitian ini berisi materi abjad (das Alphabet), angka-angka(die Zahlen)dan warna-warna (die Farben) dalam bahasa Jerman. Tema tersebut disesuaikan dengan acuan Permendiknas nomor 58 tahun 2009 tentang tema pembelajaran di PAUD. Sementara itu, model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan yang dikemukakan oleh Sadiman. Model tersebut terdiri atas (1) mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan pembelajaran, (3) mengembangkan materi, (4) menetapkan alat pengukur keberhasilan, (5) menuliskan naskah media, dan (6) validasi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket tersebut diberikan pada ahli media dan ahli materi untuk validasi. Setelah dilakukan validasi, diperoleh hasil 83,3% untuk media, dan 100% untuk materi. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh rata-rata sebesar 91,65% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan skala Likert media poster ini layak digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman di RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Kata kunci: pendidikan anak usia dini, media poster, dan pembelajaran bahasa Jerman Abstract Learning German in Indonesia has begun to be introduced at the level of PAUD / TK / RA, one of them in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Based on the results of interviews and media analysis sheets filled by German teachers, the learning was constrained by the lack of the availability German learning media for early childhood at school. For this reason, learning media are needed to support German learning activities for early childhood. The purpose of this study is to describe the steps of making poster media and knowing the validity of the poster media. The poster media used in this study contained alphabetical material (das Alphabet), numbers (die Zahlen) and colors (die Farben) in German. The theme was adjusted to the reference of Permendiknas number 58 of 2009 concerning the theme of learning in PAUD. Meanwhile, the development model used in this study is a model of development proposed by Sadiman. The model consists of (1) identifying the needs and characteristics of students, (2) formulating learning objectives, (3) developing the material, (4) determining the measure of success, (5) writing the media script, and (6) validation. The research subjects were students of RA Mawahirul Athfal Bangkalan class B. The instruments used in this study were validation questionnaires. The questionnaire was given to media experts and material experts to measure the validity of learning media. After validation, the results obtained 83.3% for the media, and 100% for the material. Based on these results, obtained an average of 91.65% with very good criteria. Based on the Likert scale the media poster is suitable for use in learning German in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Keywords: Kinder Garden, poster media, and learning German. POSTER MEDIEN FÜR DEUTSCHUNTERRICHT, DIE KINDERGARTEN RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN Wildaniyah Studienprogramm S1 Pädagodik der Deutsche Sprache, Fakultät für Sprache und Kunst , Staatliche Universität von Surabaya wildaniyahwildaniyah@mhs.unesa.ac.id Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Pädagogische Deutschabteilung, Fakultät für Sprache und Kunst, Staatliche Universität von Surabaya AUSZUG Im Kindergarten wird Deutsch unterrichtet, zum Beispiel bei RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Im Lernprozes hat die Lehrern Probleme. Es gibt wenige Medien für Deutsch Kindergarten. Die Formulierung des Problems dieser Untersuchung: Wie macht man Poster Medien für Deutschunterricht in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Das Ziel dieser Untersuchung ist es, Poster als Medium für die Deutschunterricht in RA Mawahirul Athfal Bangkalan zu produzieren. Die Poster median hat drei Themen. Das besteht aus: 1) das Alphabet, 2) die Zahlen, und 3) die Farben. Die Unterrichtsmaterien wird von Permendiknas nummerr 58 in Jahr über das Thema Lernen in Paud angepasst. Diese Untersuchung benutzt das Modell der Entwicklung von Sadiman. Das besteht aus (1) Ermittlung der Bedürfnisse und Merkmale der Schüler, (2) Formulieren von Lernzielen, (3) Entwickeln des Materials, (4) Bestimmen des Erfolgsmaßes, (5) Schreiben des Medienskripts und (6) Validierung. Das Instrument der Untersuchung ist Fragebögen. Der Fragebogen wird zu Medienexperten und Materialexperten für Validierung übergegeben.Nach der Validierung gemacht wird, zeigen die Ergebnisse 83,3% für das Medien und 100% für das Materie. Basierend auf diesen Ergebnissen wurden durchschnittlich 91,65% mit sehr guten Kriterien bekommen. Basierend auf der Likert-Skala können das Medienposter in RA Mawahirul Athfal Bangkalan zum lernen verwendet werden Schlüsselwörter: Kindergarten, Postermedien und Deutschlernen.
ANALISIS LATIHAN KETERAMPILAN MENULIS PADA BUKU AJAR "WELTMEISTER 1" SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN UNTUK SISWA KELAS X SMA SEMESTER 1 RATNI PRIJONO, SYLVIA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Membaca merupakan keterampilan menulis yang membutuhkan banyak latihan. Buku latihan Weltmeister 1 dibuat dengan tujuan membantu siswa melatih keterampilan Bahasa Jermannya. Namun sebelum menjadikan buku ini sebagai bahan latihan tambahan, perlu dilakukan analisis agar dapat diketahui apakah buku ini sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Jerman untuk kelas X I berdasarkan teori pengelompokkan jenis ? jenis keterampilan menulis yang dirumuskan Bernd Kast sehingga dapat diketahui jenis latihan manasaja yang sesuai terhadap materi keterampilan menulis pada Kurikulum 2013. Analisis data pada penelitian ini dihasilkan : 1) 4 latihan jenis Vorbereitende Übungen, 2) 14 jenis latihan Aufbauende Übungen, dan 3) 1 latihan jenis Strukturiende Übungen. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 19 latihan menulis pada buku Weltmeister 1 sesuai dengan materi pemebelajaran Kennenlernen ada di Kurikulum 2013 berdasarkan teori pengelompokkan jenis ? jenis latihan menulis yang dirumuskan Bernd Kast. Kata kunci : latihan menulis, Weltmeister 1, Kurikulum 2013 Abstract Writing is a skill that requires a lot of practice. The Weltmeister 1 exercise book was created with the aim of helping students practice their German language skills. But before making this book in accordance with the German language learning material in the first semester class X , which studied the theme of Self Identity (Kennenlernen). In this study Qualitative Descriptive type was used and analyzed the data with Document Analysis techniques based on Bernd Kast?s grouping of types of writing skills so that any type of writing skills so that any type exercise was suitable for the writing skills in the 2013 curriculum were know. Data analysis in the research was produced : 1) 4 exercise of the type of aufbauende Übungen, 2) 14 exercise of the type of vorbereitende Übungen, and 3) 1 exercise of the type of structure Übungen. The results of the study can be concluded that as many as 19 wrote in the teacher book in accordance with the Kennenlernen learning material in the 2013 curriculum based on the theory of grouping the types of writing exercise formulated by Bernd Kast. Keywords: Writing practice, Weltmeister 1, 2013 curriculum AUSZUG Schreibenisteine von 4 Fertigkeiten für Deutsch unterricht, das viele Übungen braucht. Das Übungsbuch Weltmeister 1 hat das Ziel gemacht., das Schreibenfertigkeits übungen für Anfanger schüler anbietet. Deshalb ist es wichtig zu analysieren, die Eignungzwischen die Übungs materiallen des Buches und die Kompetenzs beschreibung des gültigen Kurikulums (Kurikulum 2013). Das Themafür Klasse X in ersten Semesternist Kennenlernen. Die Forschungs Methodist qualitätfür das Übungsbuch Weltmeister 1. Die Teknikist auf die Schreibenfertigkeit Übungsart von Bernd Kastberührt. Die Analyse in dieser Forschunger gibt Schreibenfertigkeits übungen wiefolgendes : 1) 4 Übungen an vorbereitende Übungen, 2) 14 Übungen an aufbauende Übungen, and 3) 1 Übungen an strukturierende. Also das Ergebnisist 19 Schreibenfertigkeit Übungen in Übungsbuch Weltmeister 1vergleich mit der Materiefür Klasse X in ersten Semestern (Kennenlernen), welche die Übungenschon auf die Schreibenfertigkeit Übungsart Theorie von Bernd Kastberührten.
MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS APLIKASI POWTOON UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SMA KELAS XI SEMESTER 2 RATNA APRILIA, DIAN
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS APLIKASI POWTOON UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SMA KELAS XI SEMESTER 2 Berdasarkan wawancara dengan pendidik bahasa Jerman SMAN 1 Driyorejo, didapatkan bahwa peserta didik membutuhkan peningkatan dalam keterampilan berbicara. Maka dibutuhkan media untuk mengatasi masalah ini. Beberapa media dapat digunakan untuk membantu meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman, salah satunya adalah media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon. Media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon merupakan sebuah media yang berisi video-video animasi yang dibuat menggunakan aplikasi PowToon. Materi dan Latihan soal dalam media ini adalah lebensmittel einkaufen karena digunakan untuk kelas XI. Rumusan masalah penelitian ini adalah: bagaimana proses pengembangan media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon untuk pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman. Tujuan penelitian ini mengembangkan media pembelajaran video berbasis aplikasi PowToon untuk pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan media menurut Asyhar, yang terdiri dari (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan butir-butir materi, (4) menyusun instrumen evaluasi, (5) menyusun naskah/draft media, (6) melakukan validasi ahli, (7) melakukan uji coba atau revisi. Instrumen yang digunakan adalah angket. Angket diberikan kepada ahli materi dan media untuk validasi. Setelah melakukan validasi didapatkan hasil 100% untuk materi dan 96% untuk media. berdasarkan hal tersebut, media ini layak digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman. Kata kunci: Media Pembelajaran Video Berbasis PowToon, pengembangan, bahasa Jerman AUSZUG VIDEO LERNMEDIEN BASIEREND AUF POWTOON-ANWENDUNG FÜR SPRECHFERTIGKEIT DER SMA SCHÜLER KLASSE XI IN 2. SEMESTER Basierend auf interviews mit Deutschlehrerin von SMAN 1 Driyorejo: die Schüler brauchen Verbesserung der Sprachkenntnisse. So brauchen die Lehrer Medien, um diese Probleme zu lösen. Einige Medien können für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht benutzt werden. Das ist die Medien ? Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung?. Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung ist eine Medien, die das Video enthält-animiertes video erstellt mit der app PowToon. Das Material und die Übungen in den Medien sind Lebensmittel einkaufen, weil es zur Klasse XI verwendet wird. Die Formulierungprobleme dieser Untersuchung: wie ist Entwicklugsprozess Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht. Das Ziel dieser Untersuchung ist die Entwicklung der Video Lernmedien basierend auf PowTooon-Anwendung für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht. Diese Untersuchung benutzt das Modell der Entwicklung von Asyhar.Das besteht aus (1) Bedarfsanalyse; (2) Formulierung des Lernziels; (3) Formulierung des Materie; (4) Aufstellung des Instruments; (5) Aufstellung der Design-Medien (6) Validierung; und (7) Prüfen oder Revision. Das Instrument der Untersuchung ist Fragebogen. Der Fragebogen wird zu Materienexperte und Medienexperte für Validierung übergegeben. Nach der Validierung gemacht wird, zeigen die Ergebnisse 100% für Materie und 96% für Medien. Basierend auf der Ergebnisse der Validierung, die Zusammenfassung ist, dass Medien würdig für die Sprechfertigkeit Deutschunterricht ist. Schlüsselwort: Video Lernmedien Basierend auf PowToon, Entwicklung, Deutsche Sprache
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 GEDANGAN AZIZA NUR ISLAMIYAH, ERLY
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 GEDANGAN Nama : Erly Aziza Nur Islamiyah Prodi / Jurusan : Pendidikan Bahasa Jerman NIM : 15020094033 Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. Suwarno Imam S., M.Pd Tahun : 2019 Kemampuan berbicara merupakan suatu unsur penting terhadap keberhasilan dalam semua bidang kehidupan. Sebagai suatu bentuk penggunaan bahasa, berbicara merupakan kegiatan berbahasa yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbicara seseorang berusaha untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain secara lisan. Oleh karena itu, keterampilan berbicara menjadi salah satu komponen penting dalam mempelajari bahasa asing, tetapi masih banyak peserta didik merasa kesulitan terhadap keterampilan berbicara bahasa Jerman. Model pembelajaran Word Square adalah salah satu yang dapat mempermudah peserta didik untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman. Peserta didik dapat menemukan kata-kata tersembunyi di dalam kotak yang telah disediakan. Dari kata-kata tersebut dapat menjadi ide awal untuk berbicara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas peserta didik dalam penerapan model pembelajaran Word Square untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas peserta didik dalam penerapan model pembelajaran Word Square untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gedangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif berbentuk deskriptif. Data diperoleh dari hasil lembar observasi dan angket. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kemampuan berbicara peserta didik semakin meningkat dengan menggunakan model pembelajaran Word Square. Dan model pembelajaran Word Square untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman mendapatkan respon hasil sebesar 94% dari peserta didik, yang masuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci : Model Pembelajaran Word Square, Keterampilan Berbicara.
AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WRITE AROUND UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 1 GEDANGAN PURWASISTI, ILMALA
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WRITE AROUND UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 1 GEDANGAN Nama : Ilmala Purwasisti NIM : 15020094027 Program Studi : S1 Pendidikan Bahasa Jerman Jurusan : Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Fahmi Wahyuningsih, M.Pd. Tahun : 2019 Keterampilan menulis dalam Bahasa Asing merupakan keterampilan yang sulit dikuasai dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa peserta didik di SMAN 1 Gedangan kesulitan menemukan ide untuk menulis. Hal ini disebabkan karena minimnya penguasaan kosakata. Oleh karena itu, pengajar membutuhkan model pembelajaran inovatif yang bisa membuat pembelajaran lebih menarik. Untuk membantu peserta didik, maka salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model pembelajaran Write Around. Model pembelajaran ini diterapkan karena menunut semua peserta didik dalam kelompok menuliskan idenya secara bergiliran untuk membuat sebuah rangkaian kalimat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas peserta didik dalam proses penerapan model pembelajaran Write Around untuk keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMAN 1 Gedangan. Data penelitian ini diperoleh melalui hasil analisis lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Write Around telah diterapkan dengan baik sesuai dengan prosedur. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Write Around dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis Bahasa Jerman. Kata kunci : model pembelajaran Write Around, keterampilan menulis
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 DRIYOREJO DECENCY LIAN, HONESTY; PUJOSUSANTO, ARI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 DRIYOREJO Honesty D.Lian Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya hd.lian96@gmail.com Drs. Ari Pujosusanto, M. Pd Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya ABSTRAK Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan yang harus dikuasai dalam pembelajaran Bahasa Jerman. Demi mencapai suatu tujuan pembelajaran guru harus dapat mengatur lingkungan belajar yang ada. Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud ialah media Flash Card. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Jerman banyak metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dari sekian banyak metode pembelajaran tersebut ditemukanlah metode menggunakan media Flash Card yang mempermudah dan mempercepat pembelajaran. Media Flash Card dipilih karena penggunaan media ini sangat mudah dan praktis sehingga biasa dipelajari setiap saat. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh penggunaan media Flash Card terhadap kemampuan berbicara pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh penggunaan media Flash Card terhadap kemampuan berbicara pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang diuraikan secara kuantitatif. Data penelitian ini berupa data dari media Flash Card yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Flash Card dapat diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara Bahasa Jerman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Teknik pembelajaran dengan menggunakan media Flash Card memberikan pengaruh pada keterampilan berbicara pada siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo, hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan. Berdasarkan Uji normalitas diketahui bahwa uji normalitas terpenuhi baik secara normal maupun visual sehingga dapat dilakukan paired sample t test. Berdasarkan output diperoleh nilai t hitung sebesar -34,014 dengan sig 0,000. Karena nilai sig < a maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, artinya rata-rata nilai pretest dan posttest berbeda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media flash card mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Driyorejo. Hal ini dapat di buktikan dari hasil belajar pretest dan posttest bahwa pertemuan kedua lebih baik dari pertemuan pertama. Kata kunci: Keterampilan berbicara, media pembelajaran, Flash Card
MEDIA KALENDER BERBASIS POWERPOINT UNTUK LATIHAN MENULIS KALIMAT BAHASA JERMAN SISWA KELAS XII SEMESTER 1 CITRA AGUSTINA, ANINDA; WAHYUNINGSIH, FAHMI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Jerman dan analisis kebutuhan media di SMAN 12 Surabaya, didapatkan bahwa peserta didik kelas XII masih kesulitan dalam menulis kalimat bahasa Jerman. Selain itu, tidak adanya media pembelajaran yang mendukung menjadi salah satu faktor. Media kalender berbasis Powerpoint dibuat dengan harapan dapat digunakan untuk membantu meningkatkan minat belajar serta pemahaman peserta didik. Media kalender berbasis Powerpoint ini dibuat dan digunakan menggunakan aplikasi Powerpoint. Media ini berisi kumpulan soal latihan menulis yang disajikan secara interaktif, sehingga peserta didik dapat langsung menuliskan jawabannya di kolom jawaban yang tersedia. Materi yang dipilih dalam media ini yaitu pada subtema Tagesablauf. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan media menurut Sadiman, yang terdiri (1) analisis kebutuhan, (2) merumuskan tujuan pembelajaran, (3) merumuskan butir-butir materi, (4) mengembangkan alat ukur keberhasilan media, (5) menyusun draft media, (6) melakukan revisi media. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala tertutup yang diberikan kepada validator media. Validasi media dilakukan sebanyak 2 kali dengan hasil validasi media sebesar 95%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa media kalender berbasis Powerpoint layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis kalimat bahasa Jerman. Kata kunci : Media kalender berbasis Powerpoint, Keterampilan Menulis, Bahasa Jerman
ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN FONEM BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER 2 SMAN 4 BOJONEGORO KUSUMA PRATIWI, ARINDA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti jenis-jenis kesalahan pelafalan peserta didik kelas XI IPA 2 tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 2 sebanyak 33 orang. Pengambilan sampel dilakukan melalui random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen teks dan rekam suara. Intrumen teks terdiri atas dua bagian yaitu bagian A membaca kosakata dan bagian B membaca kalimat pendek. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan fonetis artikulatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik belum menguasai cara melafalkan fonem-fonem dalam bahasa Jerman. Pada bagian A, kesalahan pelafalan pada fonem vokal antara lain: fonem /e:/ sebanyak 29 responden (87,88%), kesalahan pada fonem /ü/ sebanyak 29 responden (87,88%), dan kesalahan pada fonem /ü:/ sebanyak 26 responden (78,79%). Kesalahan pelafalan pada fonem konsonan antara lain: fonem /v/ sebanyak 33 responden (100%), kesalahan pada fonem /z/ sebanyak 33 responden (100%), dan kesalahan pada fonem /ç/sebanyak 21 responden (63,64%).Pada bagian B kalimat dengan kesalahan terbanyak yaitu ?Ich möchte Salat?, ?Ich esse Brot mit Butter und Honig?, dan ?Ich habe nur Saft und Wasser?. Sedangkan untuk kalilmat yang dilafalkan bervariasi adalah ?Mein lieblingsessen ist Müsli?, ?ich bin hungrig?, dan ?Am liebsten trinke ich Wein?. Dari temuan itu maka dapat diketahui jenis kesalahan pelafalan bahasa Jerman yang dilakukan oleh responden yaitu: Taksonomi Kategori Linguistik, Taksonomi Siasat Permukaan, Taksonomi Komparatif, dan Taksonomi Efek Komunikatif.Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya: interfensi bahasa ibu, interfensi dari bahasa Inggris, perbedaan fonem antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman, dan ketidakhati-hatian responden. Kata kunci: analisis kesalahan pelafalan, fonem, jenis-jenis kesalahan
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER I DENGAN MODEL INDUKTIF KATA BERGAMBAR (PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL) ANGRAINI, DIAN; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasar pengamatan peneliti dan wawancara dengan guru Bahasa Jerman, peserta didik cenderung mengalami kesulitan dalam menulis karangan Bahasa jerman. Peserta didik selalu minta diberi contoh cara pengerjaan terlebih dahulu. Kurangnya penguasaan kosakata juga membuat peserta didik cenderung menggunakan kata-kata yang sama berulang kali. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dapat membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis. Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) ini berupa gambar, sehingga dapat memacu peserta didik lebih semaangat dalam proses pembelajaran dan meningkatan imajinasi peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik dengan penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dengan tema Familie kelas XI Semester 1 SMAN 3 Sidoarjo.? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik dengan penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dengan tema Familie kelas XI Semester 1 SMAN 3 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan hasil belajar berupa uraian kata. Instrument penelitian ini adalah tes menulis karangan. Dan data penelitian didapat dari hasil tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai yang cukup baik dalam keterampilan menulis yang di peroleh peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dalam keterampilan menulis Bahasa Jerman kelas XI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMAN 3 Sidoarjo.Kata kunci : Hasil belajar, keterampilan menulis, Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model)

Page 3 of 4 | Total Record : 37