cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI" : 9 Documents clear
DINAMIKA LSM DI INDONESIA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN DEMOKRASI cholisin, Cholisin
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3681.741 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6752

Abstract

Orientasi awal LSM atau NGO adalah ikut mengembangkon-kesejahte­raan, pembangunan dan kemudian berkembang kearah empowerment yang bersifat politis (demokrasi partisipatoris). Oleh karena itu kemudian dikenal 3 paradigma LSM yaitu korformisme, reformasi dan. transformasi. LSM yang aktivitasnya berkontribusi besar terhadap perkembangan demokrasi (LSM transfonnasi) jumlahnya relatif kecil. Sehingga LSM sering dikecam ikut andil dalam proses marginalisasi masyarakat. Koniribusi LSM terhadap perkembangan demokrasi, antara lain sangat tergantung pada upaya LSM untuk iilelakukan konsolidasi, rekonsiliasi, kerjasama dengan kelompok-kelompok grass-root, dialog dengan pemerintak untuk melahirkan saling pengertian. Disamping itu lembaga-lembaga politik yang ada (seperti parpol, DPR) perlu ditingkatkan fungsinya agar pember­dayaan masy arakat tidak hanya akan menjadi kumpulan masy arakat yang . selalu protes terhadap lembaga-lembaga politik, sementara itu lembaga­lembaga politik hanya sebagai proforma demokrasi belaka.
ANALISIS PERMINTAAN UANG KAS DI INDONESIA TH. 1975 - 1996 Teguh Sihono
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3445.727 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6758

Abstract

Semenjak deregulasi pada tahun 1983 sektor moneter mendominasi perkembangan perbankan di Indonesia. Pengawasan dan Pengendalian penawaran uang secara langsung dipengaruhi olen Bank Indonesia, suku bunga dan bantuan kredit bank komersial kurang lebih' 85% modal perban­kan telah didominasi/dikuasai oleh Bank Pemerintah.Semenjak deregulasi perbankan 1 Juni 1983, menghasilkan'lebih fleksi­bel sektor perbankan, celling credit ditiadakan ddnstlku-bunga menjadi pembatasan pasar. Akibat meningkatny a mobilitas dona semakin banyak produk perbankandan-persaingan yang semakin. tajam; perkembangan perbankan menpunyai peranan penting dalam mepgupas pe,r:uqaban permin- taan uang.Menggunakan data pada periode 1975 - 19'96 dan kemudian ketidak menyeluruhnya sebelum dan sesudah deregulasi menyebabkan kenyataan. a) Pada periode 1975 -1996 suku bunga/ tingkat bunga merupakan faktor penting yang mepengaruhi permintaan uang ; dan elastisitas yang lebih besar dari satu terutama setelah dergulasi, ini menunjukan liqudity trap dan kebijaksanaan lebih efektif b) Skala ekonomi ditunjukan dengan kurangnya elatisitas permintaan uang, berkenaan dengan pendapatan, alasan dan laju pertumbuhan system pem­bayaran. c) Akhirnya pengunaan chow test menunjukan permintaan uang tidak stabil. Implikasainya adalah kebijaksanaan sektor real lebih tepat dari pada kebijaksanaan moneter.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI PERDESAAN Hastuti hastuti
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3848.116 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6753

Abstract

Perdesaan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dengan pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahun berarti lahan usaha taninya menjadi semakin sempit. Apabila sektor perta­nian tetap menjadi tumpuan sumber pendapatan tanpa pengelolaan lebih maju maka kemiskinan akan melanda penduduk di perdesaan. Oleh karena itu untuk mengelola sumber daya yang terbatas tersebut memerlukan sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan keterbatasan sumber daya di perdesaan diperlukan peng embangan sumber daya manusia untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Peng embang an sumber day a manusia dilaksanakan melalui berbagai upaya antara lain melalui pendidikan, peningkatan kesehatan dan peningkatan pendapatan. Melalui langkah pengembangan sumber daya manusia tersebut diharapkan mampu menciptakan kondisi perdesaan yang progresif, kondusif dan inova~ tif. Dengan kondisi perdesaan sedemikian tersebut diharapkan 'secara nyata membebaskan penduduknya dari belenggu kemiskinan.
MENGENAL PULAU HONSU DAN PERKEMBANGANNYA Suhadi Purwantara; Udia Haris Hadori
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3255.043 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6759

Abstract

Untuk dapat lebih jauh belajar mengenai geografi regional suatu ne­gara, perlujuga membandingkan dengan negeri lain. Tulisan ini meny aji­kan tentang Pulau Honsu, salah satu pulau besar yang ada di Jepang, Hal yang disajikan berupa kondisi geografi fisis, demografis dan perkemban­gannya. Untuk memberikan gambaran Pulau Honsu, dalam setiap pemba­hasan sub topiknya, dalam tulisan ini selalu dibandingkan dengan Pulau Jawa. Tulisan ini diangkat berdasarkan permasalahan bahwa kepadatan penduduk di kedua pulau, lain negara tersebut hampir sama, tetapi dalam perkembangan kemajuannya jauh berbeda. Apa saja persamaan perbe­daannya dapat dibaca pada sajian berikut.
KODIFIKASI HUKUM ISLAM: GAGASAN DAN DASAR-DASARNYA Marzuki *
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.197 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6754

Abstract

Eksistensi hukum Islam, terutama yang berdimensi syariah, bisa dilihat dalam sumber pokoknya, yaitu al-Quran dan Sunnah. Sedang dalam dimensi fikih, hukum Islam bisa dilihat dalam kitab-kitab fikih maupun pemikiran­pemikiran para ulama yang didasarkan pada kedua sumber pokok tersebut dengan cara melakukan ijtthad. Seiring dengan perkembangan zaman, eksistensi hukum Islam juga berkembang dan mengalami pembaruan. Hukum Islam yang semula diang­gap cukup da/am sumber-sumber seperti tersebut ternyata membutuhkan kekuatan hukum atau daya ikat yang kemudian dikenal dengan kodifikasi hukum. Dengan kodifikasi, maka kedudukan hukum Islam akan lebib mantap lagi dan dapat diakui eksistensinya sebagai hukum positif. Kodifikasi hukum Islam ternyata membawa berbagai implikasi, baik yang bersifat positif maupun negatif. Namun, dalam era modern ini kodifika­si merupakan suatu keharusan. Dan negara-negara Islam sekarang ini sudah memberlakukan berbagai kodifikasi hukum Islam, terutama kodifikasi dalam bidang hukum perdata Islam, termasuk di negara kita Indonesia.
Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan Agama Islam di IKIP Yogyakarta Saefur Rochmat
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3801.941 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6756

Abstract

Pendidikan dalam aneka bentuk dan jenisnya menjadi salah satu instru­men untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Yaitu pendekatan restropektif dan progresif. Pendekatan restropektif dilakukan untuk menye­laraskan dengan nilai-nilai yang menjadi motor penggerak budaya bangsa. Hal ini untuk menentukan strategi dan teknik pembaharuan. Dalam pendeka­tan progresif kita mencari metoda dan teknik penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan agama berperanan dalam pembentukan jiwa dan pribadi yang utuh. Dalam agama ditekankan pendidikan akhlak untuk merangsang aspek moralitas dan religiusitas. Dengan keimanan itu, mereka tidak mudah tergoncang deng an perubahan sesaat , namun mereka akan meny esuaikan dengan tuntutan zaman. dan lingkungannya. Bagaimanakah pendidikan agama di IKIP Yogyakarta berperanan dalam peningkatan sumber daya manusia? Kedudukan pendidikan agama samg at fundamental dalam pendidikan akhlak, namun hanya diberi bobot 2 sks. Hal ini mendorong jamaah "Ar­Rokhman" menyelenggarakan assistensi agama, bagi mahasiswa semester satu, bekerjasama dengan dosen agama. Hal ini mendapat dukungan dari fakultas-fakultas lain, bahkan Rektor memberikan dukung an moral dan meterial. Para pengelola harus jeli dalam menanamkan nilai-nilai agama karena mahasiswa mempunyai peng etahuan agama dan tingkat keberaga­maan yang tidak sama. Didalam meng ajarkan peng etahuan agama harus mampu merumuskan landasan filosofis berdasarkan warisan peradaban Islam sehingga dapat dihasilkan pemikiran yang asli dan menjadi rekayasa sosial.
BASIS DATA SEBAGAI SALAH SATthPENDEKATAN DALAM MANAJEMEN SUMBER'DAYA·MANUSIA DI IKIP YOGYAKARTA sukirno, Sukirno
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3414.283 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6757

Abstract

Teknologi informasi dalam era globalisasi seakan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan organisasi yang harus dipenuhi. Teknologi informasi menawarkan kemudahan keiYadct manusia, karena mampu'mengo­lah, menyediakan, dan mengirim informasi secara lebih cepatdan.mudah. Basis data (data base) adalan suatu bentuk pengorganisasiandanpengelo­laan data organisasi dengan menggunakan teknologi injorm,as{b,eriujuan membantu menyediakan informasi kepada manajemen dalam proses pengam- bilan keputusan ekonomi. . Makalah ini mengupasperan basis data sebagai suatu pendekatan dalam manajemen sumber daya manusia. Analisis dan pembahasan artikel ini diarahkan pada perancangan dan pemanfaatan basis data dalam mendukung penyediaan informasi kepegawaian secara lebih cepat, mudah, dan murah di IKIP Yogyakarta.
PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN Suparmini Suparmini
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2943.105 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6760

Abstract

. Pendapatan perkapita Indonesi~ saat ini mencapai 800 US $ ternyata paling rendah dibanding negara di Asia Tenggara lainnya. Disamping itu kemiskinan masih mem-bayangi sebagian penduduknya sehingga merupakan beban pembangunan yang segera memerlukan penyelesaian. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghapuskan kemiskinan selama Orde Baru, namun demikian penduduk miskin masih tetap dapat dijumpai sementara pertumbu­han ekonomi telab mampu melaju pesat. Harapan yang dinantikan oleb bangsa dan negara ini tentu saja peran sertanya kaum Cendikiawan turut memikirkan dalam pemecahan masalah kemiskinan. Sementara itu disinyalir bahwa lulusan dari perguruan tinggi yang diharapkan mampu segera berke­cimpung memajukan kesejahteraan rakyat semakin kesulitan untuk mensejah­terakan dirinya. Solusi yang perlu digencarkan perguruan tinggi berkiprah dalam pengen­tasan kemiskinan adalah menggalang kemitraan antar lembaga diluarnya serta antar Civitas Akademika didalamnya. Memecahkan segala permasala­han di masyarakat yang semakin kompleks dalam era globalisasi diperlukan strategi yang terus dikaji dan diujicoba. Dinamisasi masyarakat akibat derasnya arus informasi disatu sisi sementara masih dijumpai sebagian penduduk yang masih terpuruk dalam kemiskinan merupakan tantangan bagi pengembangan perguruan tinggi untuk menemukan formulasi yang tepat dalam rangka peran sertanya mengentaskan penduduk dari belenggu kemis­kinan.
MEMBERDAYAKAN INDUSTRI KECIL DENGAN KOPERASI (Suatu Prom Koperasi INTAKO Sidoarjo Jawa Timur) Nurhadi nurhadi
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3874.948 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6755

Abstract

Pertumbuhan ekonomi yang dikehendaki dalam pembangunan nasional adalah pertumbuhan yang dibarengi dengan proses pemerataan. Untuk itu, pemerintah masih tetap diperlukan untuk berpihak pada golongan ekonomi lemab dan koperasi. Kendala umum yang dihadapi oleb koperasi adalah kurangnya tenaga trampil dan profesional, lemahnya manajemen, dart. kekurangan modal. Dengan lahirnya UU No. 25 Tahun 1992, diharapkan koperasi bisa lebilv dapat berkembang, sebab mengenai kemandirian dan pendidikan koperasi mendapat perhatian secara lebih intens. Selain itu, untuk memupuk pertumbuhan koperasi perlu adanya kesamaan persepsi dan langkah yang koordinatif dari instansi-instansi yang terkait dalam menerjemahkan kebija­kan pemerintah pusat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9