cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI" : 10 Documents clear
PERSEPSI MAHASISWA UNY TERHADAP POLA PELAKSANAAN KKN-PPL TERPADU DI WILAYAH KABUPATEN PURWOREJO Suparmini *
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.24 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa praktikan terhadap (1) pola bimbingan; (2) intensitas bimbingan; (3) optimalisasi pelaksanaan program; (4) waktu pelaksanaan dan (5) pencapaian kompetensi  pelaksanaan KKN-PPL terpadu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari lima variabel yaitu pola bimbingan, intensitas bimbingan, optimalisasi pencapaian progam, waktu pelaksanaan, dan pencapaian kompetensi. Populasi penelitian adalah mahasiswa praktikan KKN-PPL yang berlokasi di wilayah Kabupaten Purworejo, berjumnlah 274 mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 101 ditentukan berdasarkan Nomogram Henry King dengan derajat kesalahan 7%. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster dan proposional sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa (1) Persepsi mahasiswa terhadap pola bimbingan KKN-PPL terpadu, pada umumnya baik terutama dalam hal arti penting keberadaan dan peran pembimbing, tetapi berpersepsi kurang baik terhadap cakupan aspek pembimbingan yang dianggap kurang komprehensif, struktur waktu yang tidak terjadwal dan metode bimbingan yang kurang variatif; (2) Persepsi terhadap intensitas bimbingan pada umumnya kurang baik terutama dalam hal jumlah kunjungan DPL KKN dan DPL PPL. Persepsi praktikan tergolong baik dalam hal kebermanfaatan dan efektivitas bimbingan waktu  bimbingan; (3) Persepsi mahasiswa terhadap optimalisasi pelaksanaan program, umumnya kurang baik terutama dalam hal kesulitan alokasi waktu untuk kegiatan KKN dan PPL, kurang optimalnya pelaksanaan progam dan kurang menganggap baik terhadap pola KKN-PPL terpadu; (4) Persepsi mahasiswa terhadap waktu pelaksanaan KKN-PPL terpadu umunya menyatakan cukup, dan tingkat ketercapaian alokasi waktu untuk KKN dan PPL cukup proporsional, tetapi pengaturan waktu pelaksanaan untuk  KKN dan PPL kadang menyulitkan, kesempatan untuk pengembangan potensi mahasiswa kurang; (5) Persepsi mahasiswa terhadap pencapaian kompetensi melalui KKN-PPL umumnya positif untuk ketercapaian dan peningkatan kompetensi keguruan terutama dalam hal kompetensi pedagogik dan profesional. Kompetensi yang ketercapaiannya rendah adalah kompetensi sosial. Peran pembimbingan oleh pihak sekolah dan DPL sangat membantu dalam peningkatan kompetensi keguruan.
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN DAN MEBERDAYAKAN PULAU-PULAU TERLUAR INDONESIA PASCA LEPASNYA SIPADAN DAN LIGITAN (2002-2007) Widiyanta, Danar
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.684 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6201

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang konflik atas beberapa pulau terluar di wilayah Indonesia karena permasalahan hukum dan politik serta permasalahan ekonomi. Ketidakjelasan batas negara dan status wilayah, situasi politik negara, regional dan internasional, serta kepentingan ekonomi  merupakan sumber sengketa potensial. Upaya mempertahankan pulau terluar dilakukan dengan menyiapkan perangkat hukum yang jelas serta meningkatkan kemampuan Angkatan Laut untuk menopang kemampuan penegakkan hukum di wilayah pulau-pulau terluar khususnya dan Indonesia pada umumnya. Upaya untuk memberdayakan pulau-pulau terluar dilakukan melalui langkah pengembangan aspek kelembagaan, aspek yuridis dan aspek program. Aspek kelembagaan dengan dibentuknya Tim Koordinasi Pengelolaan pulau-pulau terluar, dalam aspek yuridis disiapkan berbagai undang-undang yang memadai untuk menopang proses hukum yang mungkin terjadi, sedang aspek program dengan melanjutkan dan menyelesaikan penegasan batas wilayah serta meningkatkan pembangunan di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia.   Kata Kunci : Mempertahankan, Memberdayakan, Pulau Terluar Indonesia.
Imlek sebagai Pesta Rakyat Cina di Yogyakarta Dina Dwikurniarini
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.488 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6203

Abstract

Semenjak dibangun hubungan kembali Indonesia – Cina maka nampak bahwa segala sesuatu tentang Cina marak diseluruh Indonesia.  Di Yogyakarta juga tidak beda dengan kota-kota besar lain dalam perayaan pergantian tahun dan jika terdapat  perbedaan terutama hubungan Cina dan pribumi yang tanpa konflik. Tujuan tulisan ini  mengkaji kebijakan Negara terhadap Cina dalam bidang budaya serta  hubungan Cina dan pribumi yang harmanis dapat diciptakan di Yogyakarta. Kajian ini adalah kajian historis yang menggunakan metode sejarah dengan empat langkah yaitu heuristik, yaitu mencari dan mengumpulkan sumber sejarah, kritik sumber, inteprettasi dan historigrafi. Hubungan Cina dan pribumi sudah terjadii semenjak kedatangan awal Cina sebelum terbentuknya Negara Indonesia hingga sesudah Indonesia menjadi sebuah negara merdeka. Kenyataan menunjukkan bahwa arang-orang pribumi dan Cina dapat saling menerima sebagai warga negara yang sama, merupakan proses panjang. Dalam sejarah menunjukkan bahwa peran pemerintah dengan kebijakan-kebijakannya turut mempengaruhi hubungan antar pribumi dan Cina. Diskriminasi juga memperlambat terjalinnya perkembangan hubungan tersebut.  Di Yogyakarta, misalnya perayaan imlek atau pergantian tahun dirayakan semua orang dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata  memasukkannya dalam agenda wisata Yogyakarta dan kelompok muslim mengizinkan merayakannya di masjid untuk Cina yang beraga Islam. Kata Kunci : Imlek di Yogyakarta, Pesta Rakyat Cina
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA (Kunci Keberhasilan Organisasi) Sunarta *
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.96 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6197

Abstract

Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat seiring dengan meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset organisasi yang tidak tergantikan. Kecanggihan dan kemajuan teknologi menjadi tidak berarti jika tidak ada unsur manusia di dalamnya. Kualitas SDM yang seperti apa dan dalam jumlah (kuantitas) berapa suatu organisasi/perusahaan harus merekrut dan mempekerjakannya, perlu adanya sistem perencanaan SDM yang baik dan terpercaya. Perencanaan SDM merupakan upaya memproyeksikan berapa jumlah karyawan yang dibutuhkan saat ini dan masa datang. Semua organisasi harus menentukan masa depannya dengan berbagai rencana yang relevan dengan tuntutan jaman. Pada era seperti sekarang ini, masa depan sangat sukar diprediksi karena perubahan yang terjadi sangat cepat. Pada kondisi lingkungn bisnis yang kompetitif, kehidupan organisasi dituntut untuk terus bergerak mengikuti arus perubahan yang sangat cepat dan massif. Dalam konteks ini, perencanaan SDM menjadi lebih penting bagi perusahaan karena globalisasi, teknologi baru, dan proses restrukturisasi organisasi selalu membayangi kehidupan organisasi. Agar dalam pelaksanaan perencanaan SDM bisa berhasil, sedikitnya terdapat empat aspek perencanaan SDM yang harus diperhatikan/dilakukan yaitu: (1) berapa proyeksi jumlah karyawan yang dibutuhkan (forecasting of employees), (2) melakukan identifikasi SDM yang tersedia dalam organisasi (human resource audit), (3) melakukan analisis keseimbangan penawaran dan permintaan (demand and suplay analysis), (4) menjalankan program aksi (action program).   Kata kunci: perencanaan SDM, organisasi.
PARIWISATA DAN PELESTARIAN SENI TRADISI MENYONGSONG YOGYAKARTA PUSAT BUDAYA 2020 HY. Agus Murdyastomo
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.016 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6204

Abstract

Yogyakarta merupakan kota yang mempunyai sejarah panjang terkait dengan keberadaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di kota ini terdapat banyak peninggalan sejarah dan budaya, baik berupa bangunan bersejarah maupun seni tradisi yang  adiluhung.   Namun seni tradisi khususnya tari keberadaannya kini semakin terdesak oleh sarana hiburan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan pemerintah daerah dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisi, mengkaji strategi pemerintah dalam pengembangan pariwisata serta kerjasama kelompok tradisi dengan pengelola pariwisata. Pada penelitian ini akan ditempuh cara penelitian dengan menerapkan prinsip-prinsip metode etnografi, untuk melihat seni tradisi atraksi wisata, dan latar belakang pelakunya. Di samping juga dilakukan studi dokumen untuk melihat kebijakan pemerintah dalam bidang pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan atraksi wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa seni tradisi boleh dikata mulai jauh dari masyarakat pendukungnya, sehingga jika tidak ada keberpihakan dari pemertintah terhadap seni tradisi maka dalam satu atau generasi ke depan seni tradisi akan menjadi kebudayaan mati. Berbagai strategi yang ditempuh pemerintah antara lain melalui festival seni, pembukaan sekolah seni baik di tingkat menengah maupun perguruan tinggi, serta peningkatan industri pariwisata. Pelestarian seni tradisi khususnya tari justru muncul dari dunia pariwisata, yang memanfaatkan seni tradisi sebagai sajian wisata. Sayang penghargaan dunia pariwisata terhadap seniman tradisi sebagai pekerja seni masih jauh dari memadai, sehingga terkesan seni tradisi hanya dimanfaatkan dunia pariwisata.   Kata kunci: Budaya, Seni Tradisi, Pariwisata, Yogyakarta
MENGUKUR KEBERHASILAN KOPERASI Sugiharsono *
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.816 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6206

Abstract

Melalui Kementerian Koperasi, pemerintah era reformasi telah melakukan reorganisasi koperasi. Dengan reorganisasi koperasi ini ternyata tidak sedikit koperasi yang terpaksa dibubarkan, karena tidak lagi memenuhi persyaratan atau tdak layak lagi untuk dihidupkan. Namun demikian, di antara sekian banyak koperasi yang tumbuh di Indonesia, ada pula beberapa koperasi yang sempat mencapai keberhasilannya dalam memerankan fungsinya sebagai wadah gerakan ekonomi rakyat Indonesia. Untuk koperasi yang berhasil ini, perlu dikaji faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilannya. Di samping itu perlu juga diketahui indikator-indikator apa yang dapat digunakan menilai atau mengukur keberhasilan koperasi, serta kriteria untuk menentukan tingkat keberhasilan koperasi tersebut. Atas dasar perlunya mengetahui tingkat keberhasilan koperasi, tulisan ini akan mencoba mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan koperasi, serta indikator-indikator yang digunakan untuk menilai/mengukur keberhasilan koperasi dan kriteria untuk menentukan tingkat keberhasilan koperasi. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu landasan bagi para pejabat yang terkait dengan koperasi untuk dapat melakukan penilaian/ pengukuran terhadap keberhasilan (kesehatan) koperasi. Informasi mengenai tingkat keberhasilan (kesehatan) koperasi ini tentu sangat penting dan berguna bagi stake holder koperasi, khususnya yang menjalin kerjasama dengan koperasi.   Kata Kunci: keberhasilan koperasi, indikator keberhasilan, dan kriteria   keberhasilan
SULITNYA MEMBANGUN DISIPLIN MASYARAKAT (HOW DIFFICULTY TO DEVELOP PEOPLE DISCOPLINE) suhadi Purwantara
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.984 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6200

Abstract

Discipline is the basic character toward success. Some people in this country too much do not discipline. It causes some problems are disadvantage till the killing. Some cases about accident in highway, air crash, explosion of gas, etc are the evident of indiscipline  of people. So that is all be responsibility of educational institutional.
KEEFEKTIFAN SEKOLAH, FUNGSI DAN MODEL Teguh Sihono; Norlia Binti Mat Norwani
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.648 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6198

Abstract

School functions are created forthe learner’s reproduction of knowledge, attitudes, values, and techniques that have a culture. There are five types of school function: engineering/economic function, political function, human/social function, cultural function, and educational function. Each type of the school function operates at five levels (individual, institution, community, society, and international). The effectiveness of a school is the capacity of the school to maximize its functions or the extent to which the school can perform the functions which consists of five types: technical/economic, human/social, political, cultural, and educational. The effectiveness of the school shows effective school performance in order to improve the quality of education. There are eight models of school effectiveness that places emphasis on each different aspect to the dynamic process of the school in an effective struggle for survival. The models are: the model of destination; input source model; process model; satisfaction model; legitimacy model; ineffectiveness model, organizational learning model, and total quality management (TQM) models. In maximizing the school’s function, school administrators can choose among the eight models of school effectiveness, in accordance with the interests, needs and condition of each school. Keywords: Effectiveness, Function, Model
Menakar Kesejahteraan Buruh: Memperjuangkan Kesejahteraan Buruh diantara Kepentingan Negara dan Korporasi Hendrastomo, Grendi
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6205

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan antara kesejahteraan dengan peluh kerja buruh, melihat hubungan antara negara, pengusaha dan buruh, serta mengajukan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Kesejahteraan buruh mutlak diperjuangkan untuk lebih memanusiakan buruh. Kebijakan yang diambil negara selayaknya tidak mengorbankan kaum buruh. Isu tentang perburuhan sampai saat ini merupakan salah satu isu sexi yang sering kali dijadikan alat tawar politik maupun obyek pencitraan. Buruh menjadi komoditas jualan parpol yang disatu sisi penopang dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional tetapi disatu sisi dipandang sebelah mata, terlihat dari kehidupan kaum buruh yang tak kunjung membaik. Desakan dari serikat pekerja maupun perundingan antara pengusaha, pemerintah dan buruh selalu berujung pada kegagalan. Outsourcing, Pemutusan hubungan kerja (PHK), Upah minimum regional (UMR), upah yang tak kunjung dibayar hingga kemiskinan yang menghinggapi kaum buruh menjadi permasalahan akut yang tak kunjung ada jalan keluarnya. Satu kesamaan diantara semua masalah, buruhlah yang harus menanggung semuanya. Peningkatan kesejahteraan menjadi dorongan buruh untuk terus berjuang.   Kata kunci: Kesejahteraan, Buruh, Kemiskinan, Marginalisasi
PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERINTEGRASI DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Masruri, Muhsinatun Siasah
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.808 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6199

Abstract

Dewasa ini seolah-olah bangsa Indonesia kehilangan pedoman moral sebagai acuan sikap dan perilaku yang luhur untuk hidup bermasyarakat dan bernegara.  Kasus-kasus tindak pidana korupsi di kalangan pejabat formal, dan penganiayaan keji di kalangan rakyat yang belum dikenal, merupakan sebagian indikator terjadinya kemerosotan moral atau akhlak bangsa Indonesia.  Untuk itu diperlukan upaya oleh segenap pihak, terutama bidang pendidikan untuk menyemai kembali bibit-bibit akhlak mulia sejak anak duduk di Taman Kanak-kanak sampai ke perguruan tinggi.  Disamping itu perlu dipertegas kembali Pancasila sebagai acuan moral bangsa Indonesia yang terbebas dari berbagai kepentingan. Tulisan ini merupakan hasil kajian deduktif  terhadap literatur dan hasil-hasil penelitian tentang Pendidikan Karakter di sekolah.  Hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Karakter bangsa Indonesia  adalah sikap dan perilaku yang mengacu kepada Pancasila sebagai idiologi bangsa.   2) Pancasila tidak boleh dilupakan, dan harus tetap dijadikan landasan moral (budi pekerti luhur) bangsa Indonesia.  3) Pendidikan karakter belum tersurat dalam standar isi pendidikan, oleh karena itu pelaksanaannya harus diintegrasikan`ke dalam semua mata pelajaran, sehingga semua guru harus terlibat dan bertanggungjawab terhadap proses dan hasil pendidikan karakter;  4) Geografi merupakan mata pelajaran di tingkat SMA/MA yang sangat tepat sebagai wadah integrasi pendidikan karakter, karena hakikat Geografi merupakan studi tentang alam, manusia dan hubungan timbal-balik antara keduanya.  5) Pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam pembelajaran Geografi dapat menggunakan berbagai strategi, antara lain Value Clarification Tachnique (VCT), karena proses klarifikasi terhadap nilai-nilai terutama yang berkaitan dengan current events akhir-akhir ini.   Kata kunci: Pendidikan karakter, Pancasila, integrasi, VCT, current evens

Page 1 of 1 | Total Record : 10