cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI" : 8 Documents clear
ADOPTION OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY TO ENHANCE VETERINARY PHARMACOLOGY EDUCATION IN NIGERIAN UNIVERSITIES Adamkolo Mohammed Ibrahim; Mohammed Bashir Tijjani
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.551 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.23348

Abstract

 In resource-constraint countries like Nigeria, it is envisaged that the adoption of information and communication technology (ICT) in veterinary pharmacology education at university level can enhance both quality knowledge delivery and improve students’ performance as well as ICT use skills. The literature consistently demonstrates that exposure to variety of digital and online educational resources and facilities encourages critical thinking among the students and enhance their independent problem-solving capabilities. It is long overdue cost-effective and efficient technology systems suitable for e-learning and teaching in Nigerian university education system, particularly in veterinary pharmacology academic context are explored. Emphasis should be placed on audio-visual e-learning systems such as large screen computer, digital projector and whiteboard in addition to constant power supply and Wi-Fi internet service. Being a medical course, veterinary pharmacology education will be immense enhanced if digital collaborative research and education systems are provided. To achieve this objective, relevant software and applications tailored to veterinary pharmacology students’ specific needs in the e-education process are strongly recommended given the rapid innovations in the ICT sector, which is increasingly making both hardwater and software more affordable and user-friendly.Di negara-negara dengan keterbatasan sumber daya seperti Nigeria, diperkirakan adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan farmakologi veteriner di tingkat universitas dapat meningkatkan penyampaian pengetahuan yang berkualitas dan dapat meningkatkan kinerja siswa serta keterampilan penggunaan TIK. Literatur secara konsisten menunjukkan bahwa paparan berbagai sumber daya dan fasilitas pendidikan digital dan sarana melalui (online) mendorong pemikiran kritis di antara siswa dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah independen mereka. Hal ini sudah lama diharapkan sebagai sebuah sistem teknologi yang hemat biaya dan efisien serta cocok untuk pembelajaran e-learning dan pengajaran di sistem pendidikan universitas Nigeria, terutama dalam konteks akademik farmakologi veteriner yang dieksplorasi. Penekanannya ditempatkan pada sistem-sistem perpustakaan dengan sistem online audio-visual seperti komputer layar besar, proyektor digital dan papan tulis di samping catu daya yang konstan dan layanan internet Wi-Fi. Melalui kursus medis, pendidikan farmakologi veteriner akan mudah ditingkatkan jika penelitian kolaboratif digital dan sistem pendidikan disediakan. Untuk mencapai tujuan ini, perangkat lunak dan aplikasi yang relevan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mahasiswa kedokteran hewan dalam proses e-edukasi sangat disarankan mengingat inovasi berkembang cepat di sektor TIK, yang semakin menjadikan air keras dan perangkat lunak lebih terjangkau dan ramah pengguna.
THE LANGUAGE USE OF SEX ARTICLES IN WOMEN LIFESTYLE MAGAZINE IN INDONESIA CASE STUDY: COSMOPOLITAN INDONESIA Sarwono, Dian
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.983 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.24505

Abstract

The choice of words is one of important aspects in writing articles in printed media. Creative language use in lifestyle magazine may create interest for readers. The purpose of this research is to analyze the language use in sex articles in Cosmopolitan Indonesia. Launched in 1997, Cosmopolitan Indonesia is the first licensed Indonesian women lifestyle magazine and the first women magazine in Indonesia that openly discusses sex. This marks a change in Indonesian printed media. Before the publication of Cosmopolitan, sex and intimacy were only discussed in non-public spheres. Although the topics are discussed openly, the magazine uses special terms to describe man and women genital organs. After 22 years, Cosmopolitan Indonesia is still using the same terms in its sex articles, despite the fact that other women magazines are now discussing sex more openly and most of them are using the medical terms to describe genital organs. The focus of this research is mainly on what factors that consider Cosmopolitan Indonesia to use special terms in sex articles. The methodology will include purposive sampling interview and content analysis of 6 editions of Cosmopolitan Indonesia. The findings of this research may help the media and journalists to be more creative in choosing words for particular articles to attract readers interest, also to established the media unique identity, especially for lifestyle magazine.  Pemilihan kata-kata adalah aspek penting dalam penulisan artikel dalam media cetak. Bahasa yang kreatif digunakan dalam penulisan untuk majalah gaya hidup agar menarik perhatian pembaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan Bahasa pada majalah Cosmopolitan Indonesia. Diterbitkan tahun 1997, Cosmopolitan Indonesia adalah majalah gaya hidup berlisensi Internasional untuk perempuan pertama dan majalah perempuan pertama di Indonesia yang mendiskusikan topik seks secara terbuka. Hal ini menandai perubahan pada sejarah media cetak di Indonesia. Sebelum terbitnya majalah Cosmopolitan Indonesia, seks dan hubungan intim umumnya tidak didiskusikan secara terbuka pada media cetak. Walaupun topik-topik didiskusikan secara terbuka, majalah ini tetap menggunakan istilah tersendiri untuk menggambarkan alat kelamin lelaki dan perempuan. Setelah 22 tahun, Cosmopolitan Indonesia tetap menggunakan istilah istimewa untuk artikel seks, walaupun majalah perempuan lainnya kita telah membicarakan seks dengan lebih terbuta dan umumnya menggunakan istilah medis untuk menggambarkan alat kelamin. Fokus dari riset ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang membuat Cosmopolitan Indonesia mempertimbankan untuk memilih istilah khusus dalam penulisan artikel seks. Metodologi yang digunakan adalah purposive sampling interview dan content analysis dari 6 edisi Cosmopolitan Indonesia. Penemuan hasil riset ini diharapkan dapat membantu media dan jurnalis untuk lebih kreatif dalam memilih kata-kata untuk beberapa artikel spesifik untuk menarik perhatian pembaca, juga membentuk identitas unik sebuah media, khususnya majalah gaya hidup.
THE ANALYSIS OF THE SOCIO-POLITICAL FICTION NOVELS UNDER BINARY OPPOSITION (CASE STUDY OF INDONESIAN NOVEL ENTITLED "ORANG-ORANG PROYEK" BY AHMAD TOHARI) Abdul Muqit
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.682 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.23728

Abstract

 The socio-political fiction novel is generally realistic and gives an implicit picture of the social environment of a place. This type of reading is less popular because it is difficult to interpret and is also of less interest to readers than other literature. One of the works that can reflect this literary type is the novel entitled “Orang-Orang Proyek” by Ahmad Tohari, which represents the real condition of the Indonesian community under their politic and social circumstances. This paper tries to break down the literary work using the deconstructive-reading method to read a text with multi-interpretation understanding where the version contains many probabilities of meaning. This study will be able to provide insight into the correct reading method according to the purpose and type of literacy used in literary works.  Novel fiksi sosial-politik umumnya realistis dan memberikan gambaran implisit tentang lingkungan sosial suatu tempat. Jenis bacaan ini kurang populer karena sulit untuk ditafsirkan dan juga kurang menarik bagi pembaca daripada literatur lainnya. Salah satu karya yang dapat mencerminkan jenis sastra ini adalah novel berjudul “Orang-Orang Proyek” oleh Ahmad Tohari, yang mewakili kondisi nyata masyarakat Indonesia di bawah kondisi sosial dan politik mereka. Makalah ini mencoba untuk memecah karya sastra menggunakan metode membaca dekonstruktif untuk membaca teks dengan pemahaman multi-interpretasi di mana representasi mengandung banyak kemungkinan makna. Penelitian ini akan dapat memberikan wawasan tentang metode membaca yang benar sesuai dengan tujuan dan jenis literasi yang digunakan dalam karya sastra. 
Front Benni Setiawan
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.7 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.26555

Abstract

Cover-Daftar Isi
THE PERSUASIVE DA’WAH COMMUNICATION OF KH ASYHARI MARZUQI AND ITS IMPLICATIONS IN MODERN LIFE Anton Prasetyo
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.55 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.23115

Abstract

This research was aimed to find out one of the Da’wah activists, namely KH Asyhari Marzuqi in delivering Da’wah material. Was it using persuasive words or just the opposite, coercive that causes fear? By using persuasive communication theory and other related theories, researchers analyzed the data using qualitative research methods. The approach used in this study was a case study. Data analysis model was with explanation development. Qualitative research is identical to a critical and interpretative research. After conducting the research, the researcher obtained the result that KH Asyhari Marzuqi was a figure of Da’i who was able to preach persuasively. As a communicator, he meets the standards for persuasive da’i. Meanwhile, the message delivered was also a language of invitation that is soft and without coercion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu aktivis dakwah, yakni KH. Asyhari Marzuqi, dalam menyampaikan materi dakwah. Apakah menggunakan kata-kata persuasif atau justru sebaliknya, koersif yang menimbulkan ketakutan? Dengan menggunakan teori komunikasi persuasif dan teori terkait lainnya, peneliti menganalisis data dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Model analisa data dengan pengembangan penjelasan. Penelitian kualitatif identik dengan sebuah penelitian yang bersifat kritis dan interpretatif. Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa KH Asyhari Marzuqi merupakan sosok da’i yang mampu berdakwah secara persuasif. Sebagai seorang komunikator, ia memenuhi standar untuk dikatakan da’i persuasif. Sementara, pesan yang disampaikan juga berupa bahasa ajakan yang bersifat lembut dan tanpa paksaan.
SEMIOTICS OF BORDER (ANALYSIS OF BATAS, A FILM OF RUDI SOEDJARWO) Sumekar Tanjung; Indra Ramanda
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.122 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.25396

Abstract

 This research was conducted to explain the presentation of the boundary meanings presented by Batas film through their character. The border becomes the front face of a country. The social conditions of people who are still lagging behind and far from infrastructure development make the people living in the border vulnerable to various problems. As a message delivery medium, meanings are represented by character in film. The author analyzed five scenes on each character in Batas film. These are, Ubuh’s character is threatened by the bad people who chase her in the middle of the forest, Arif’s character as a police officer who looking for the information in the community, Jaleswari’s character who cares about education problems at the border, Adeus’s character who has great desire for the advancement of the people at the border but get threats from individuals who do not want the people on the border to get a high education, the character of the Panglima who has power in the Dayak tribe community. This study uses a critical paradigm with a qualitative approach. The process describes the meaning of signs into denotations, connotations, and myths. The results of this study indicate that meanings are defined as areas that have complex problems. Access to transnational crime is still very easy as security is needed in the area. Despite the increase in technology and technology, the region must have the slightest education, strive to advance the regions, without prioritizing their own interests without ignoring the cultural values of their ancestors. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan reperesentasi makna batas yang dihadirkan oleh pembuat film Batas melalui karakter tokohnya. Perbatasan menjadi wajah terdepan dari suatu negara. Keadaaan sosial masyarakat yang masih tertinggal dan jauh dari pembangunan infrastruktur, membuat masyarakat suku Dayak yang tinggal di pedalaman rentan terhadap berbagai permasalahan. Sebagai medium penyampai pesan, film ini penting dikaji untuk menjelaskan bagaimana makna batas direpresentasikan melalui masing-masing karakter. Peneliti melakukan analisis terhadap lima scene pada masing-masing karakter dalam film Batas. Kelima scene tersebut adalah, karakter Ubuh yang terancam dengan adanya orang-orang jahat yang mengejar di tengah hutan, karakter Arif sebagai aparat penegak hukum yang mencari informasi di tengah masyarakat, karakter Jaleswari yang peduli terhadap masalah pendidikan yang terjadi di perbatasan, karakter Adeus yang memiliki keinginan besar demi kemajuan masyarakat di perbatasan namun mendapatkan ancaman dari oknum yang tidak ingin masyarakat di perbatasan mendapatkan pendidikan yang tinggi, karakter Panglima yang memiliki kuasa di masyarakat suku Dayak. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif. Proses analisis yang dilakukan adalah semiotika model Roland Barthes yang menjabarkan makna tanda menjadi denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna batas dimaknai adalah daerah-daerah yang memiliki masalah kompleks. Akses kejahatan transnasional masih sangat mudah, sangat diperlukan pengamanan di daerah tersebut. Meskipun terjadi peningkatan teknologi dan teknologi, wilayah harus tetap memiliki pendidikan sekecil apapun, berjuang memajukan daerah, tanpa mementingkan kepentingan sendiri tanpa mengabaikan nilai budaya leluhurnya.
Self Representation In Social Media Machmiyah, Siti
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.292 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.25480

Abstract

Editorial
COMMUNICATION PATTERN BETWEEN FEMALE BREADWINNERS AND THEIR CHILDREN Chatia Hastasari
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.929 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.25432

Abstract

This study examines the communication pattern between female breadwinners and their children and the barriers in that communication process. This qualitative study was carried out among 12 female breadwinners from low-income families in Wedomartani Village, Ngemplak, Sleman, Special Region of Yogyakarta. It is drawn from the study that, first, there is good interpersonal communication between a female breadwinner and her children. It is clearly seen as all factors leading to an effective interpersonal communication are fulfilled, namely a) openness – the mother is actively creating a pleasant conversation so that her children will feel more comfortable in telling her everything that happens to them; b) empathy – the mother instills a sense of independence and respect for others in her children; and c) positive behaviors – the mother has a strong commitment to improve her family’s condition as shown in all her positive behaviors. Second, as the mother and her children can interchangeably be the communicator (sender) or the communicant (recipient) of information, this communication is categorized as direct (face-to-face), either one-way or two-way. Third, the barrier existing in the communication process between a female breadwinner and her children is mainly related to the mother’s limited time available to do her main duties as a mother, causing her housework to become abandoned. Another obstacle in this communication process is due to the children’s psychological condition that is affected by the lack or even the absence of father’s roles in their family, leading to an unstable emotion.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi wanita sebagai kepala keluarga dengan anaknya dan apa saja hambatan yang terjadi pada proses komunikasi antara wanita kepala keluarga dengan sang anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data utama para wanita kepala keluarga miskin di desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman yang berjumlah 12 informan. Hasil penelitian ini adalah 1) komunikasi interpersonal yang terjalin antara ibu sebagai wanita kepala keluarga dengan sang anak sudah berjalan dengan baik. Hal itu tampak dari pemenuhan faktor-faktor yang dapat memengaruhi komunikasi interpersonal agar menjadi lebih efektif diantaranya a) Keterbukaan yang ditandai dengan adanya peran aktif sang ibu dalam proses komunikasi agar sang anak merasa nyaman bercerita segala hal; b) Empati yang ditanamkan oleh sang ibu pada diri sang anak adalah kemandirian dan rasa menghargai orang lain terutama orang tua; dan c) Perilaku positif yang ditunjukkan dari komitmen yang kuat sang ibu dalam memperbaiki kondisi keluarga. 2) pola komunikasi interpersonal yang terjadi bersifat langsung (tatap muka) baik satu arah maupun dua arah. Hal ini tampak dari posisi komunikator (pengirim pesan) dan komunikan (penerima pesan) dapat dilakukan oleh ibu maupun anak. Dan 3) hambatan dalam proses komunikasi yang terjalin antara ibu sebagai wanita kepala keluarga dengan anaknya saat berinteraksi adalah minimnya waktu yang dimiliki oleh sang ibu menyebabkan tugas dan kewajiban utamanya sebagai seorang ibu di rumah menjadi terbengkalai dan hambatan lainnya adalah kondisi psikologis anak yang mengalami kekurangan atau bahkan kehilangan sosok ayah dalam keluarga menyebabkan emosinya menjadi tidak stabil. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8