cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
IDENTITAS INKOHEREN DALAM NOVEL TABULA RASA" KARYA RATIH KUMALA (KAJIAN TEORI QUEER JUDITH BUTLER) AISSATHU ROHMAH, MARSYA; INDARTI, TITIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Novel Tabula Rasa menceritakan perubahan identitas diri tokoh dalam novel. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh kehidupan pada masa lalu yang kurang baik. Sebagai perempuan, identitas dirinya telah berubah menjadi seorang lesbian. Menjadi lesbian berarti seorang perempuan tidak lagi memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis dan lebih tertarik pada sesama jenis. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan 1) performativitas perbincangan lesbian tokoh Raras dalam novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala, 2) performativitas penampilandan fisik tokoh Raras dalam novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala, 3) performativitas aktivitas seksual tokoh Raras dalam novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Queer Judith Butler yang mengatakan bahwa identitas seseorang tidak tetap. Identitas merupakan hasil dari sebuah tindakan yang dapat ditandai dengan performativitas perbincangan lesbian, performativitas penampilan dan fisik, performativitas aktivitas seksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik baca dan catat. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan kredibilitas yang terdiri atas perpanjangan pengamatan dan analisis kasus negatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh simpulan yakni pertama, performativitas perbincangan lesbian tokoh Raras dalam novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala ditemukan kesadaran dan pengakuan diri yang dilakukan tokoh Raras. Kedua, performativitas penampilan dan fisik tokoh Raras dalam novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala ditemukan penampilan dan sikap lesbian. Ketiga, performativitas aktivitas seksual tokoh Raras dalam novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala ditemukan angan-angan seksual lesbian dan perlakuan seksual lesbian. Kata kunci: identitas, inkoheren, dan teori Queer
INTERAKSI SOSIAL DALAM NOVEL "TANJUNG KEMARAU" KARYA ROYYAN JULIAN (KAJIAN TEORI GEORG SIMMEL) NADIRA, AINUN; INDARTI, TITIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, hakikat manusia sebagai makhluk sosial seharusnya dapat berinteraksi dengan baik. Kedua, novel Tanjung Kemarau karya Royyan Julian menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat Madura dengan segala seluk beluknya, misalnya pertukaran, konflik, prostitusi dan sosiabilitas yang ada di masyarakat Madura tersebut. Kisah dalam novel ini didominasi oleh fenomena interaksi sosial. Karena itu, digunakan teori interkasi sosial milik Georg Simmel. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan pertukaran dalam novel Tanjung Kemarau karya Royyan Julian. (2) Mendeskripsikan konflik dalam novel Tanjung Kemarau karya Royyan Julian. (3) Mendeskripsikan prostitusi dalam novel Tanjung Kemarau karya Royyan Julian. (4) Mendeskripsikan sosiabilitas dalam novel Tanjung Kemarau karya Royyan Julian. Penelitian ini menggunakan teori milik Georg Simmel yang beranggapan bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan harus memiliki tujuan mendeskripsikan, mengklasifikasikan, menganalisis, dan melakukan penyelidikan tentang bentuk hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Salah satu teori yang terkenal dari Georg Simmel adalah teori interaksi. Menurut Simmel, masyarakat dapat terbentuk karena keberadaan interaksi, bukan hanya berisi orang-orang yang diam, tidak ada interaksi sama sekali. Simmel juga tidak mementingkan berapa jumlah orang yang berinteraksi, yang terpenting hanya ada interaksi di dalamnya. Berdasarkan teori Simmel, terdapat empat konsep mengenai interaksi sosial yang digunakan untuk menganalisis sebuah karya sastra, hal tersebut meliputi 1) pertukaran, 2) konflik, 3) prostitusi, dan 4) sosiabilitas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Pendekatan objektif yang dimaksudkan di sini adalah pendekatan yang memusatkan perhatiannya ke dalam unsur-unsur pembangun dalam karya sastra atau yang lebih dikenal dengan istilah analisis intrinsik. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tanjung Kemarau karya Royyan Julian sedangkan data penelitiannya berupa unit-unit teks yang berhubungan dengan keempat rumusan masalah yang merupakan konsep interaksi sosial menurut Georg Simmel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah baca catat, teknik baca catat digunakan untuk memperoleh data melalui membaca teks yang menjadi sumber data penelitian, kemudian mencatat data yang sesuai dengan keempat konsep interaksi sosial milik Georg Simmel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalan teknik deskripstif analitis. Teknik deskriptif analitis ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi data yang dilanjutkan dengan menganalisis data. Hasil dari penelitian ini adalah temuan interaksi sosial dalam novel Tanjung Kemarau karya Royyan Julian berdasarkan teori interaksi sosial milik Gerog Simmel yang memiliki empat konsep: 1) ditemukan 13 bukti data pertukaran, 2) ditemukan 16 bukti data konflik, 3) ditemukan 7 bukti data prostitusi, dan 4) ditemukan 6 bukti data sosiabilitas.Kata kunci: Interaksi Sosial, Pertukaran, Konflik, Prostitusi, Sosiabilitas
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL "DAWUK: KISAH KELABU DARI RUMBUK RANDU" KARYA MAHFUD IKHWAN (KAJIAN TEORI RALF DAHRENDORF) RIZKYAH PUTRI, RANY
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Konflik terjadi karena adanya permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Konflik dapat menjadi benang merah dalam novel. Konflik juga ada karena masalah yang rumit, baik konflik sosial yang menggunakan strategi tanpa aksi kekerasan, hingga konflik sosial yang berujung pada aksi balas-membalas dengan kekerasan atau perkelahian masal. Konflik muncul dalam novel sebagai wadah agar cerita dalam novel berjalan dengan bagus. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) dua wajah masyarakat; (2) kekuasaan dan wewenang; (3) kelompok yang terlibat dalam konflik sosial; (4) pengendalian konflik sosial bentuk arbitrase dalam novel Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randukarya Mahfud Ikhwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif yang berfokus pada unsur intrinsik atau analisis intrinsik. Sumber data penelitian ini yakni novel Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan. Data penelitian ini berupa informasi mengenai unit-unit teks novel yang berhubungan dengan rumusan masalah. Selanjutnya Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik baca catat. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah dua wajah masyarakat, dalam hal ini terdapat empat bentuk konflik yang ditemukan yakni penganiayaan, perkelahian, pembunuhan, dan pelecehan seksual; kekuasaan dan wewenang; kelompok yang terlibat dalam konflik; penyelesaian atau pengendalian konflik (arbitrasi). Kata Kunci: Konflik, konsensus, kekuasaan, wewenang, kelompok, pengendalian
PENGEMBANGAN MEDIA LOGICO PICCOLO KOSAKATA BAHASA INDONESIA BERBASIS PSYCHOWRITING UNTUK MAHASISWA BIPA UNESA NOR MIFTAH FARIDL, MUHAMMAD; SODIQ, SYAMSUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychowrtiting merupakan psikologi menulis yang didalamnya terdapat empat karakteristik psikologi eksistensiali, behavioris, psikoanalisis, dan humanis. Tujuan Penelitian ini adalah menghasilkan produk dan deskripsi tentang media Logico Piccolo kosakata berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA Unesa yang didalamnya membahas tentang proses pengembangan dan kualitas media. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, disusun rumusan masalah yaitu bagaimana pengembangan media Logico Piccolo kosakata bahasa Indonesia berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA unesa yang didalamnya membahas tentang proses pengembangan dan kualitas media. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian pengembangan menurut Sadiman untuk mengembangkan dan memvalidasi produk yang digunakan dalam pembelajaran. Hasil penelitian Pada tahap pngembangan, telah dilakukan validasi, uji coba, dan revisi draf media Logico Piccolo. Revisi merupakan kegiatan penentuan draf akhir media Logico Piccolo. Proses pengembangan akan diulang ketika ada yang salah. Kualitas media Logico Piccolo kosakata berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA Unesa terbagi menjadi tiga bagian yaitu kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Kevalidan media Logico Piccolo dilihat dari dua hal yaitu aspek penyajian memiliki kualitas ?Sangat layak? dengan presentasi 89,69% dan aspek isi memiliki kualitas ?Sangat Layak? dengan presentasi 84%, dapat disimpulkan jumlah akhir kualitas kevalidan media tersebut ?Sangat Layak? dengan presentasi 86,84%. Kepraktisan media Logico Piccolo dilihat dari hasil lembar angket respon peserta didik yang memiliki kualitas media ?Sangat Praktis? dengan presentasi 96,07%. Keefektifan media Logico Piccolo dilihat dari tiga aspek yaitu hasil belajar dengan presentasi 95,58%, pengamatan peserta didik dengan presentasi 83% dan pengamatan pendidik dengan presentasi 83%. Dapat disimpulkan jumlah akhir kualitas keefektifan media tersebut ?Sangat Efektif? dengan presentasi 87,19%, sehingga media Logico Piccolo Kosakata Bahasa Indonesia Berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA Unesa termasuk kreteria kualitas sesuai hasil presentasi 90,03% yang tergolong ?Sangat Efektif? dalam pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan, BIPA, Logico Piccolo, psychowriting
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU PERMAINAN LABIRIN FANTASI (BUPERLAFA) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI BERBASIS PSYCHOWRITING KELAS VII SMP LAILA, IZATUL; SODIQ, SYAMSUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Penelitian pengembangan media Buperlafa merupakan pengembangan media untuk materi cerita fantasi pada semester gasal dan diujicobakan di SMP Negeri 1 Cerme, Gresik. Penelitian ini dilatarbelakangi dari pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran di sekolah. Media pembelajaran dapat membantu peserta didik dalam belajar bahasa Indonesia dengan mudah dan menyenangkan. Diciptakannya produk baru berupa media pembelajaran Buperlafa sebagai media yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Media Buperlafa digunakan untuk membantu peserta didik dalam belajar materi cerita fantasi khusunya pembelajaran menulis, sehingga menambah semangat dan minat peserta didik terhadap budaya literasi. Penelitian pengembangan media ini menggunakan model pengembangan Sadiman yang memiliki enam langkah. Hasil dari penelitian ini meliputi 1) proses pengembangan media menggunakan model pengembangan Sadiman, 2) kualitas pengembangan media Buperlafa berbasis psychowriting dalam pembelajaran cerita fantasi kelas VII semester gasal di SMP Negeri 1 Cerme, Gresik dari tiga aspek, yaitu kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan media Buperlafa dalam pembelajaran cerita fantasi. Kevalidan media memiliki persentase keseluruhan 88,72%, sehingga media Buperlafa termasuk dalam kategori ?sangat layak?. Keefektifan pengembangan media Buperlafa berdasarkan hasil belajar peserta didik, aktivitas pendidik, dan aktivitas peserta didik memiliki persentase 87,75% termasuk dalam ketegori ?sangat baik? dan tergolong ?efektif?. Kepraktisan media Buperlafa didapatkan dari hasil respons peserta didik terhadap media Buperlafa. Kepraktisan media Buperlafa berbasis psychowriting termasuk dalam kategori ?sangat praktis? dengan persentase 90% dan mendapatkan skor 2,65 yang menunjukkan kriteria ?memenuhi?. Kata Kunci: Pengembangan, Media Buperlafa, Cerita Fantasi, Pendekatan Psychowriting. Abstract The research is type of research development that produce the media Buperlafa product. The research development media Buperlafa is a media development for fantasy story material in odd semester and tested in SMP Negeri 1 Cerme, Gresik. This research is motivated from the importance of using media in learning process in school. Learning media can help the learners in learning Indonesian language easily and fun. The creation of new products in the form of learning media Buperlafa as an innovative media, creative, and fun. Media Buperlafa is used to help learners in fantasy story materials especially writing lessons, thus increasing the spirit and interests of learners to literation culture. This research development uses Sadiman development model which has six steps. The results of this study include 1) media development process using Sadiman development model, 2) the quality of media development Buperlafa based on psychowriting in learning fantasy story of class VII in odd Semester at SMP Negeri 1 Cerme, Gresik from three aspects, namely the validity, effectiveness, and practicality of media Buperlafa in fantasy story learning. The validity media have an overall percentage of 88.72%, so the Buperlafa media is included in the "very decent" category. The effectiveness of Buperlafa media development based on learners learning outcomes, educator activities, and learner activities has 87.75% percentage included in "excellent" category and "effective" category. Practicality of media Buperlafa obtained from the response of learners to the media Buperlafa. The practicality of Buperlafa media is included in the "very practical" category with a 90% percentage and gets the score 2.65 which indicates the "fulfill" criteria. Keywords: Development, Media Buperlafa, Fantasy Story, Psychowriting Approach.
REPRESENTASI JARINGAN DALAM NOVEL "NADIRA" KARYA LEILA S. CHUDORI (KAJIAN TEORI JARINGAN-AKTOR MICHEL CALLON) WULANDARI, INDRIA; INDARTI, TITIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Nadira banyak berhubungan dengan tokoh-tokoh dan menempati posisi penting dalam cerita karena ketokohannya mendominasi pusat penceritaan dalam novel. Hal tersebut memunculkan sebuah kesatuan kisah yang saling berkelindan secara fungsional seperti sebuah jaringan. Kemenjadian jaringan tersebut dapat diteliti dengan Teori Jaringan-Aktor (TJA) Michel Callon. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan aktor; aktan; translasi yang meliputi momen problematisasi, penarikan, pelibatan, dan mobilisasi; intermediari, dan representasi jaringan. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan objektif karena bertumpu pada sumber data novel Nadira karya Leila S. Chudori cetakan kedua, Februari 2017, secara keseluruhan. Data dikumpulkan dengan teknik baca sesuai dengan konsep TJA. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis?deskriptif. Agar data yang diperoleh dan dianalisis absah, maka peneliti memerpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan untuk meningkatkan tingkat keterpercayaan penelitian. Simpulan penelitian ini, yaitu pertama, aktor yang membentuk jaringan ada dua puluh dua. Kedua, aktan dalam jaringan adalah Nadira. Ketiga, proses translasi dapat dilihat dari (1) momen problematisasi, yaitu pencarian alasan kematian ibu Nadira; (2) momen penarikan, ditandai dengan kemunculan respons terhadap kematian ibu Nadira; (3) momen pelibatan, keterkaitan konflik-konflik, yaitu Nadira dengan keluarga, majalah Tera, Bapak X, Tito, dan Niko; dan (4) momen mobilisasi, yaitu hubungan Nadira dengan Tara sebagai sebuah penyelesaian. Keempat, intermediari dalam jaringan adalah Tara. Kelima, kemenjadian jaringan aktor-Nadira terbentuk karena adanya sebuah kausalitas antara inisiasi konflik, yaitu alasan kematian ibu Nadira, Kemala, dengan kehidupan yang dijalani anak-anaknya, khususnya Nadira yang selanjutnya menjadi konflik-konflik saling terkait.Kata Kunci: TAJ, Novel Nadira, representasi jaringan aktor.
PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERBASIS PSYCHOWRITING PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 1 SRENGAT KABUPATEN BLITAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 RIFQI AZIZAN, YOGA; SODIQ, SYAMSUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis puisi merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan dan melepaskan kepenatan jiwa. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan untuk melahirkan dan mengungkapkan perasaan,ide,dan gagasan dalam bentuk tertulis dengan memperhatikan diksi (pilihan kata), bentuk dan bunyi serta ditata sedemikian rupa sehingga mengandung makna yang sesuai dengan kondisi diri penulis dan juga lingkungan yang ada di sekitarnya. Salah satu media pembelajaran yang mampu mengatasi kendala siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Srengat untuk menyusun puisi adalah media pop up book. Media pop up book berbentuk buku timbul yang di dalamnya berisi materi pembelajaran dengan efek gambar tiga dimensi sehinga mampu memberikan visualisasi cerita menarik.Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses pengembangan dan kualitas media pembelajaran dari segi kevalidan, keefektifan, serta kepraktrisan. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut disusun dua rumusan masalah yakni, bagaimana proses pengembangan media pop up book, dan bagaimana kualitas media pop up book dari segi kevalalidan, keefektifan, dan juga kepraktisan media pop up book. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan kualitas yang nampak pada pengembangan media pop up book dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar dikategorikan pada kriteria ?berkualitas?. Kualitas pengembangan media pop up book sesuai dengan hasil penilaian dari aspek kevalidan, keefektifan, dan juga kepraktisan media pop up book. Kevalidan media pop up book berdasar penilaian dua validator ahli menunjukkan angka 86.14% sehingga dikategorikan sebagai media ?valid?. Keefektifan media pop up book berdasar aktivitas pengajar, aktivitas pebelajar, dan juga ketuntasan hasil belajar menunjukkan kriteria ?efektif?. Hal itu berdasar hasil pengamatan aktivitas pengajar dalam pembelajaran menulis puisi dikategorikan ?baik? yang mencapai persentase 84,4%. Selain itu, aktivitas pebelajar ketika menulis teks puisi dikategorikan sangatbaik dngan persentase 88,8%. Kemudian untuk hasil tes pebelajar rerata nilai yang berhasil dikumpulkan adalah 80. Hal ini termasuk dalam kategori ?sangat baik?. Kepraktisan media pop up book dapat dilihat berdasar respon pebelajar terhadap penggunaan media guna menunjang dan mempermudah proses pembelajaran menulis puisi. Berdasar respon pebelajar, tingkat kepraktisan media pop up book terkategorikan sebagai media yang ?memenuhi? untuk proses pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar dengan angka hasil respon sebesar 98%. Kata Kunci: media pop up book, menulis, menulis puisi
PENGARUH MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS CERITA FABEL PESERTA DIDIK KELAS VII MTS. SUNAN GIRI GRESIK TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018 AYU ANJARSARI, PUTRI; , SUYATNO
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media film animasi dalam pembelajaran menulis teks cerita fabel peserta didik kelas VII MTs. Sunan Giri tahun pembelajaran 2017/2018, Mendeskripsikan pengaruh media film animasi terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel peserta didik kelas VII MTs. Sunan Giri tahun pembelajaran 2017/201, Mendeskripsikan respon peserta didik setelah menggunakan media film animasi dalam pembelajaran menulis teks cerita fabel peserta didik kelas VII MTs. Sunan Giri tahun pembelajaran 2017/2018. Jenis penelitian Quasi Eksperimental Design. Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari True Experimental Desaign yang sulit dilaksanakan. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Nonequivalent Control Group Desaign. Penelitian ini menggunakan pretest?postest control group desain. Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Sunan Giri Driyorejo Gresik, karena sekolah tersebut tidak pernah menggunakan media pembelajaran saat proses pembelajaran. Variabel yang terdapat pada penelitian ini adalah variabel bebas (menggunakan media animasi) dan variabel terikat (kemampuan menulis teks cerita fabel). Hasil penggunaan media film animasi ?Pada Zaman dahulu? sangat berpengaruh terbukti dari adanya perbedaan nilai antara kelas kontrol dan eksperimen. Perhitungan menggunakan perhitungan mean atau rata-rata nilai kelas yakni 3,20. Berdasarkan perhitungan uji-t hasil yang diperoleh ialah t0 = 3,30 dengan db = 68. Diketahui ts 0,05= 2,00, maka t0 = 3,30 > 2,00. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis teks cerita fabel dengan menggunakan media film animasi ?Pada Zaman Dahulu? dinyatakan berhasil. Hal tersebut didukung dengan hasil respon peserta didik yang memilih aspek ?Belajar dengan menggunakan media film animasi ?Pada Zaman Dahulu?? merupakan hal yang baru bagi saya? mendapatkan persentase 86,11% peserta didik sangat setuju dengan aspek tersebut Kata Kunci: Menulis, Febel, Film Animasi
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN TEKS PERSUASI BERDASARKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK KELAS VIII SHOLICHAH, MARATUS
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan dan kualitas buku suplemen yang dikembangkan, meliputi aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan.Model pengembangan yang digunakan adalah 4D Thiagarajan, yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembagan, dan penyebaran.Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan.Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-3 dan VIII-4 MTs. Ma?arif Sidomukti.Pengumpulan data dilakukan melalui teknik angket, observasi, dan tes.Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Proses pengembangan buku suplemen telah melewati tahap pendefinisian dengan melakukan analisis ujung depan, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan analisis tujuan pembelajaran. Pada tahap perancangan, telah dilakukan langkah pemilihan format buku suplemen dan desain awal buku suplemen.pada tahap pengembangan, telah dilakukan validasi, uji coba terbatas, uji coba luas, dan revisi; 2) Kualitasbuku suplemen dinilai berdasarkan aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Kevalidan dari segi kelayakan isi dinilai sangat layak dengan persentase 82,5%, dari segi kelayakan bahasa dinilai sangat layak dengan persentase 98,67%, dari segi kelayakan penyajian dinilai sangat layak dengan persentase 92,31% dan kelayakan kegrafikaan diperoleh nilai sangat layak dengan persentase 89,67%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kevalidan buku suplemen mendapat predikat sangat layak.Keefektifan buku suplemen berdasarkan rata-rata hasil belajar peserta didik menunjukan kualifikasi sangat efektif, diperoleh dari nilai rata-rata peserta didik 82,19 pada uji coba terbatas dan 86,78 pada uji coba luas. Berdasarkan hasil observasi, keefektifan buku suplemen menunjukkan kualifikasi sangat efektif, diperoleh dari persentase skor 81,67% pada uji coba terbatas dan 83,33% pada uji coba luas. Kepraktisan buku suplemen yang diperoleh dari hasil angket respon peserta didik menunjukkan kualifikasi sangat layak, dengan persentase skor 82,75% pada uji coba terbatas dan 87,05% pada uji coba luas.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa buku suplemen teks persuasi berdasarkan model pembelajaran berbasis masalah layak, efektif, dan praktis untuk digunakan peserta didik kelas VIII. Kata Kunci: Buku suplemen, teks persuasi, model pembelajaran berbasis masalah
LEGENDA-LEGENDA DI KECAMATAN AROSBAYA KABUPATEN BANGKALAN (KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI BUDAYA) DEWI ROSITA, ASTRIA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Arosbaya adalah salah satu wilayah di Kabupaten Bangkalan yang kaya dengan budaya berupa legenda. Arosbaya memiliki lebih banyak cerita daripada kecamatan lainnya karena merupakan pintu masuk islam pertama di Madura Barat. Rumusan masalah penelitian ini mencakup tiga aspek, yaitu struktur, fungsi, dan nilai budaya yang terkandung dalam legenda-legenda di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hal itu disebabkan oleh data yang didapat bukan berupa angka, melainkan fenomena budaya yang ada di Kecamatan Arosbaya. Dengan kata lain, objek penelitian ini adalah cerita atau sastra lisan yang berupa legenda. Sumber data yang digunakan adalah sesepuh atau tetua setempat yang didapat dari hasil pengamatan. Kemudian dilakukan wawancara yang disertai dengan perekaman, dokumentasi, dan pencatatan. Dalam analisis data, digunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini adalah mendefinisikan (a) struktur yang terdapat dalam legenda-legenda di Kecamatan Arosbaya, (b) fungsi yang terdapat dalam legenda-legenda di Kecamatan Arosbaya, dan (c) nilai budaya yang terdapat dalam legenda-legenda di Kecamatan Arosbaya. Struktur yang didapat adalah formula yang menggambarkan hubungan sebab--akibat antarterem dan fungsi. Fungsi yang terkandung meliputi: sebagai bentuk hiburan, sebagai alat pendidikan, sebagai alat meningkatkan rasa solidaritas, dan sebagai alat meningkatkan rasa percaya diri. Nilai budaya yang terkandung meliputi: nilai kesetiaan, nilai keadilan, nilai kepahlawanan, nilai pantang menyerah, dan nilai keagamaan. Kata Kunci: struktur, fungsi, dan nilai budaya. Abstract Arosbaya Sub-district is one of the areas in Bangkalan Regency which is rich with culture in the form of legend. Arosbaya has more stories than other districts as it is the first Islamic entrance in West Madura. The formulation of this research problem includes three aspects, namely structure, function, and cultural values contained in the legends in Arosbaya Sub-district, Bangkalan Regency.This research uses qualitative method with descriptive approach. This is caused by the data obtained not in the form of numbers, but the cultural phenomenon in Arosbaya District. In other words, the object of this study is a story or oral literature in the form of legend. Sources of data used are local elders or elders obtained from the observation. Then an interview is accompanied by recording, documentation, and recording. In data analysis, content analysis method is used. The results of this research are to define (a) the structures contained in the legends of Arosbaya sub-district, (b) the functions contained in the legends of Arosbaya sub-district, and (c) the cultural values contained in the legends in Arosbaya sub-district. The structure obtained is a formula that describes the cause-effect relationship between antarterem and function. The functions contained include: as a form of entertainment, as an educational tool, as a means of enhancing a sense of solidarity, and as a means of enhancing self-confidence. Cultural values contained include: the value of loyalty, the value of justice, the value of heroism, the value of abstinence, and religious values. Keywords: structure, function, and cultural value.

Page 3 of 18 | Total Record : 173