cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA ILUSI CARD UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI BAGI SISWA KELAS VII SMP HARYANI CHASANA, SITI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada kurikulum 2013, cerita fantasi menjadi kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan di tingkat SMP/MTs kelas VII. Kompetensi dasar mengenai cerita fantasi mampu memacu dan mengembangkan daya imajinasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media ilusi card dalam pembelajaran menulis cerita fantasi bagi siswa kelas VII SMP. Media ilusi card yang dikembangkan berdasarkan pada pengembangan media dan kualitas media yang memperhatikan tiga aspek, yakni kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan (research and development) bermodel Sadiman dkk. Data pengembangan media ilusi card berupa deskripsi proses pengembangan media. Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini adalah siswa SMPN 29 Surabaya. Uji coba dilakukan melalui dua tahap, yakni uji coba terbatas untuk sepuluh siswa kelas VII B dan uji coba luas untuk 32 siswa kelas VII A. Teknik pengumpulan data dengan teknik angket, validasi, observasi, dan tes, dianalisis menggunakan metode deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan media ilusi card dilakukan dengan melalui beberapa tahap, di antaranya analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, perumusan tujuan, perumusan butir-butir materi, perumusan alat pengukur keberhasilan, penulisan rancangan media, pemvalidasian dan perevisian, pengujicobaan, dan pemproduksian media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas media ilusi card untuk pembelajaran menulis cerita fantasi bagi kelas VII SMP layak digunakan dengan predikat ?sangat baik? dengan persentase 91,2%. Pada aspek kevalidan, media ilusi card divalidasi berdasarkan kesesuaian isi/materi dan penyajian mendapatkan hasil persentase 87,7% dengan predikat ?sangat baik?. Pada aspek keefektifan, media ilusi card dinilai berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan siswa dan hasil tes belajar siswa menunjukkan hasil persentase 87,6% dengan predikat ?sangat baik?. Pada aspek kepraktisan, media ilusi card dinilai berdasarkan penyebaran angket repons siswa menunjukkan persentase 98,2% dengan predikat ?sangat baik?. Kata Kunci: Pengembangan, Ilusi Card, Menulis Cerita Fantasi. Abstract In the 2013 curriculum, fantasy stories became the basis of knowledge and skills competency in SMP / MTs class VII. Basic competence about fantasy story is able to stimulate and develop childs imagination. This research aims to develop ilusi card media for fantasy story writing lessons for student class VII SMP. Ilusi card media are developed based on media development and media quality that pay attention to three aspects, namely the validity, effectiveness, and practicality. This study uses research and development design modeled Sadiman et al. Data ilusi card of media development in the form of a description of media development process. Subjects trials in research and development are students of SMPN 29 Surabaya. The trials were conducted through two stages: a limited trial for ten students of class VII B and extensive trial for 32 students of VII B. Data collection techniques using questionnaires, validation, observation, and tests were analyzed using quantitative description method. The results of developing the ilusi card media is done through several stages, including the analysis of the needs and characteristics of the students, the formulation of objectives, the formulation of material points, the formulation of measuring tools of success, writing media design, validation and revision, trial, and production ready script. The results showed that the quality of ilusi card media for fantasy story riting lessons for student class VII SMP worthy to be used with a ?very good? predicate with a percentage of 91.2%. In the aspect of validity, the ilusi card media is validated based on the content / material conformity and the presentation gets the result of 87.7% percentage with the predicate "very good". In the effectiveness aspect, the ilusi cad media was assessed based on the observation result of teacher and student activity and the result of student learning test showed the result of percentage 87,6% with the predicate "very good". In the aspect of practicality, the ilusi card media judged based on the questionnaire of repons students showed 98.2% percentage with the predicate "very good". Keywords: Research and Development, Ilusi Card, Writing Fantasy Stories.
MITOS KECANTIKKAN DALAM NOVEL DRUPADI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA ROUDATUL MASITO, RIZA; , SETIJAWAN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mitos kecantikan merupakan alat feminisasi perempuan yang membuat mereka terpenjara dalam ketidakpuasan terhadap tubuhnya, rasa tidak bisa memuaskan laki-laki, bahkan membenci dirinya sendiri. Perempuan yang memiliki rambut lurus ingin memiliki rambut keriting dan perempuan berambut keriting ingin meluruskan rambutnya. Sebagai sebuah konstruksi kecantikan, idealisasi itu tidak abadi. Ia berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman dan kepentingan. Konstruksi tidak perlu ditakuti selama sebagai perempuan kita telah memiliki pengetahuan dan mengenal diri sendiri. Ada yang menilai cantik dari paras semata, ada juga yang menilai dari hatinya. Meski selama ini definisi dan kategori cantik dinilai kebanyakan orang dari fisik semata. Hal tersebut telah dijabarkan oleh Naomi Wolf dalam perspektif mitos kecantikkan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji mengenai mitos kecantikkan yang terdapat dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan objektif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma tahun 2017 dan refleksi gambaran sosial yang terjadi dalam masyarakat. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kata, kalimat dan paragraph yang menunjukkan mitos kecantikkan dalam novel dan berita. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pustaka. Metode analisi data yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian yang ditemuka dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma yaitu, gambaran Drupadi yang dilihat dari berbagai aspek seperti asal-usul, penampilan fisik, sifat, dan status sosialnya . Mitos kecantikan yang terdapat di dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma merupakan permasalahan tentang feminisme, di mana terjadi semacam praktik patriarki di dalamnya. Tentu saja, kecantikan Drupadi di sini juga terkait dengan praktik yang membelenggunya. Kita bisa membayangkan bagaimana jika Drupadi tidak memiliki paras yang cantik, atau paling tidak, tidak ada keistimewaan sama sekali mengenai wajah Drupadi serta tubuhnya, maka Drupadi bisa saja menjadi perempuan yang diabaikan oleh para laki-laki. Tidak hanya itu, novel ini pun berupaya untuk melampaui mitos kecantikan dengan menghancurkan stereotipe yang menganggap bahwa kecantikan fisik berbanding lurus dengan kecantikan nonfisik. Selain itu, novel ini juga membuat sebuah mitos tandingan. Namun, upaya-upaya yang dilakukan oleh novel ini cenderung masih lemah. penilaian yang dihancurkan oleh novel ini hanya penilaian yang melekat pada tokoh perempuan saja. Sementara itu, para tokoh yang "tidak cantik" belum bisa lepas dari mitos kecantikan yang memuja kecantikan fisik. Hal ini menggambarkan bahwa mitos kecantikan tandingan yang dibuat belum bisa menghancurkan mitos sebelumnya. Mitos kecantikan yang terdapat di dalam novel ini merupakan representasi dari kekuasaan. . Kata Kunci : mitos kecantikan, wacana, tokoh, novel Drupadi, Naomi Wolf Abstract beauty myth is a feminization of women that keeps them imprisoned in dissatisfaction with their bodies, a sense of not being able to satisfy men, even hate themselves. Women who have straight hair want to have curly hair and curly haired women want to straighten her hair. As a beauty construction, idealization is not eternal. He changes with the times and interests. Construction need not be feared as long as we women have knowledge and know ourselves. There is a beautiful rate from the mere paras, there is also a judge of his heart. Although all this time, the definition and the beautiful category are considered mostly from the physical. It has been described by Naomi Wolf in the perspective of beauty myth. Based on this, this study examines the beauty myths contained in Drupadis novel by Seno Gumira Ajidarma. This research is a qualitative research using object approach. Sources of data in this study consisted of Drupadis novel by Seno Gumira Ajidarma in 2017 and a reflection of the social picture that occurred in society. The data in this study are quotations of words, sentences and paragraphs that show the beauty myth in novels and news. Data collection method used is literature method. Data analysis method used is descriptive analysis method. The result of research which is found in Drupadis novel by Seno Gumira Ajidarma is Drupadis picture which seen from various aspect such as origin, physical appearance, nature, and social status. The beauty myth contained in Drupadis novel by Seno Gumira Ajidarma is a matter of feminism, in which there is a kind of patriarchal practice in it. Of course, the beauty of Drupadi here is also linked to the practice of binding it. We can imagine what if Drupadi did not have a beautiful face, or at least, no privileges at all about Drupadis face and body, then Drupadi could have been a woman ignored by men. Not only that, this novel also seeks to go beyond beauty myth by destroying stereotypes that assume that physical beauty is directly proportional to nonphysical beauty. In addition, this novel also makes a counter myth. However, the efforts made by this novel tend to be weak. the judgment destroyed by this novel is only an inherent judgment on the female character alone. Meanwhile, the characters who are "not beautiful" can not be separated from the beauty myth that worships the physical beauty. This illustrates that the rival beauty myths created can not destroy the previous myth. The beauty myth contained in this novel is a representation of power. Keywords: beauty myths, discourses, characters, novels Drupadi, Naomi Wolf
PERKEMBANGAN JENIS KALIMAT DALAM BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) BAYU PRASTYO, AHMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran BIPA sama halnya membelajarkan seorang amatir hingga menjadi profesional. Problematika utama pemelajar BIPA dalam belajar bahasa Indonesia terletak pada tata bahasa. Penggunaan tata bahasa yang tepat dalam bahan ajar dapat memudahkan pembelajaran. Pemelajar BIPA memiliki bahan ajar yang terdiri atas enam jenjang, yaitu A1, A2, B1, B2, C1, dan C2 yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Oleh karena itu, dalam penilitian ini akan dilihat apakah perkembangan tata bahasa dalam bahan ajar BIPA sesuai dengan hakikat perkembangan dan teori oxford reding tree, yaitu dari sederhana ke kompleks pada bahan ajar jenjang awal ke jenjang yang lebih tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam bahan ajar BIPA. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang ada dalam bahan ajar BIPA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik catat. Instrumen pengumpulan data adalah tabel klasifikasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding menyamakan (HBS), teknik hubung banding membedakan (HBB), dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil penelitian menunjukkan jenis kalimat dalam bahan ajar BIPA menunjukkan perkembangan baik pada kalimat tunggal dan pada kalimat majemuk menunjukkan perkembangan yang tidak baik. Kata kunci: Afiksasi, Reduplikasi, Komposisi, Jenis Kalimat, Perkembangan, Bahan Ajar BIPA
PERUBAHAN MAKNA PADA KOMENTAR PERTANDINGAN SEPAK BOLA TIMNAS INDONESIA U19 PIALA AFF 2017 SHOHIBURRIDA, MUHAMMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perubahan makna adalah peralihan makna satuan bahasa dari satu susunan ke susunan lain atau peralihan makna bahasa dalam sejarah suatu bahasa atau konteks dengan bahasa lain. Perubahan makna dapat diakibatkan oleh berbagai faktor yang mengakibatkan sebuah makna kata berubah dari makna awalnya sehingga akan muncul makna baru dari kata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis perubahan makna, (2) faktor penyebab perubahan makna, (3) konteks situasi perubahan makna. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa dan kalimat yang mengandung fenomena perubahan makna dalam komentar pertandingan Pertandingan Sepak Bola Timnas Indonesia U-19 pada Piala AFF 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. kajian ini. Instrumen pengumpulan data adalah tabel check list. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) perubahan makna yang terjadi pada komentar pertandingan sepak bola timnas Indonesia pdi piala AFF U19 adalah perubahan makna meluas, perubahan makna total, perubahan makna pengasaran, dan perubahan makna asosiasi. perubahan makna yang paling banyak muncul adalah perubahan makna asosiasi karena penutur lebih banyak mengeluarkan kata-kata atau frasa yang mengandung sifat yang sama dengan kata atau frasa dalam konteks sepak bola; (2) faktor penyebab perubahan makna yang pada jenis perubahan makna adalah faktor perbedaan bidang pemakaian, perkembangan istilah, dan faktor asosiasi. faktor penyeban perubahan makna yang paling banyak adalah faktor perbedaan bidang pemakaian; (3) konteks situasi yang menyebabkan mumculnya kata-kata yang mengandung perubahan makna adalah konteks situasi peristiwa. . Kata kunci: jenis perubahan makna, faktor penyebab perubahan makna, konteks situasi perubahan makna.
PENGARUH METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS TEKS ULASAN KELAS VIII MTS AL-MUSTHOFA TAHUN AJARAN 2017/2018 ALI WAFA ASWIN, KHARIS
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 yang berlaku pada pembelajaran adalah kurikulum berbasis teks. Untuk menuangkan suatu ide ke dalam bentuk teks diperlukan ketrampilan menulis yang cukup.Berdasar hasil wawancara dengan pendidik mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII di MTs Al-Musthofa Mojokerto menunjukkan bahwa pencapaian kompetensi menulis teks ulasan peserta didik kelas VIII kurang optimal. Dalam upaya membelajarkan peserta didik menulis teks ulasan, metode CIRC dapat digunakan atau bisa menjadi solusi metode pengajaran bagi pendidik. Hal itu disebabkan CIRC merupakan komposisi terpadu antara membaca dan menulis secara kooperatif-kelompok. CIRC adalah jenis pembelajaran cooperative learning, yaitu suatu pembelajaran yang menggunakan semua jenis kerja kelompok yang lebih dipimpin dan diarahkan oleh pendidik. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jenis Quasi Experimental Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di MTs Al-Musthofa Mojokerto. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII B dan C. Kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, tes dan angket. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan perhitungan uji signifikansi menggunakan uji-t. Pada perhitungan hasil T0 = 3,8, db = 60. Dengan db 60 diperoleh ttabel pada ts-0,05 = 1,67 dan ts-0,01 = 2,39, karena t yang diperoleh dalam perhitungan, yaitu t0 = 3,8 lebih besar dari ttabel baik pada taraf siginifikansi 0,05 maupun pada taraf signifikansi 0,01. Karena t hitung menunjukkan lebih besar dari ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat memengaruhi kemampuan menulis peserta didik kelas VIII MTs. Al-Musthofa. . Kata kunci: pengaruh, ulasan, CIRC.
PERKEMBANGAN KOSAKATA DAN FONOTAKTIK PADA BUKU AJAR BIPA TINGKAT A1—C2 TERBITAN KEMENDIKBUD CHABIBAH, SHELYA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2 ditujukan untuk warga asing yang ingin mahir berbahasa Indonesia. Kemahiran berbahasa berindikator utama memiliki penguasaan kosakata yang cukup. Karena itu, buku yang ideal ialah yang meningkatkan penguasaan kosakata. Kata terdiri atas deret fonem yang sistematis. Deret tersebut adalah fonotaktik. Dengan penganalisisan fonotaktik, diketahui tingkat kerumitan kosakata yang dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan kosakata dan fonotaktik pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2. Data penelitian adalah kosakata bahasa Indonesia pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik catat. Instrumen pengumpulan data adalah tabel klasifikasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding menyamakan (HBS), teknik hubung banding membedakan (HBB), dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil penelitian adalah 1) perkembangan kosakata pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2 fluktuatif dengan proporsi kelas kata seimbang: Buku A1 berisi 1930 kata, A2 1663, B1 2569, B2 3524, C1 2617, dan C2 2629 sehingga dinyatakan kurang baik dan 2) perkembangan fonotaktik pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2 meningkat berdasarkan jumlah: ada 10 pola pada Buku A1, 10 pada A2, 11 pada B1, 11 pada B2, 11 pada C1, dan 11 pada C2 tetapi berdasarkan kerumitan pola fluktuatif sehingga dinyatakan kurang baik.Kata kunci: perkembangan, kosakata, kelas kata, fonotaktik, dan Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2.
NILAI-NILAI BUDAYA PAPUA DALAM NOVEL CINTA PUTIH DI BUMI PAPUA KARYA DZIKRY EL HAN WORO MAHMUDAH, WINDA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci : novel Cinta Putih di Bumi Papua, nilai budaya, antropologi sastra Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk nilai-nilai budaya yang terkait hubungan manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, orang lain, dan diri sendiri pada novel Cinta Putih di Papua karya Dzikry el Han. Novel ini mengisahkan tentang Kampung Adat Patipi yang terletak di Semenanjung Onim, Fak-fak, Papua. Masyarakat Patipi memegang teguh adat dan ajaran nenek moyang secara turun temurun, sehingga aturan-aturan dari moyang sudah mendarah daging dalam diri masyarakat Kampung Patipi di mana pun mereka berada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber datanya adalah novel Cinta Putih di Bumi Papua karya Dzikry el Han. Data penelitian ini berupa penggalan kalimat, paragraf, dan dialog tokoh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Untuk teknik analisis data menggunakan model pembacaan heuristik dan hermeneutik. Pengujian keabsahan data penelitian ini menggunakan model triangulasi, member check, dan konsultasi ahli. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah menjabarkan nilai budaya dalam novel Cinta Putih di Bumi Papua terkait hubungan dengan Tuhan, yaitu taat beribadah, pasrah kepada Tuhan, sabar menerima cobaan, dan selalu mengingat Tuhan; nilai budaya terkait hubungan dengan alam, yaitu memahami alam; nilai budaya terkait hubungan dengan masyarakat, yaitu tolong menolong, dan musyawarah; nilai budaya terkait hubungan dengan orang lain, yaitu ketaatan, kekerabatan, saling toleransi, dan cinta kasih; nilai budaya terkait hubungan dengan diri sendiri, yaitu keberanian, keseimbangan, kejujuran dan mencari ilmu.
KUMPULAN PUISI TIDAK ADA NEW YORK HARI INI (KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK) ROSANTI, DIAN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia hidup selalu berdampingan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka saling berinteraksi, kehidupan seperti itu merupakan kehidupan sosial. Dalam kehidupan sosial dapat mengetahui sifat, perilaku, karakter, dan perkembangan masyarakat yang ada di sekitar kita. Untuk mempelajari kehidupan sosial seperti itu digunakan ilmu tersendiri yaitu sosiologi. Ketika karya sastra yang mengisahkan kehidupan dapat dikaji atau diteliti dengan ilmu sosiologi sastra. Salah satu karya sastra yang berhubungan dengan kehidupan sosial yaitu kumpulan puisi yang berjudul Tidak Ada New York Hari Ini. Kumpulan puisi ini mengisahkan tentang kehidupan seseorang yang sedang berada di luar negeri untuk suatu tujuan. Karya sastra ini dapat diteliti menggunakan teori sosiologi sastra dengan subdisiplin strukturalisme genetik karena memandang karya sastra sebagai cerminan perilaku hidup masyarakat yang dituliskan penulis. Penelitian ini perlu dilakukan sebab memiliki referensi khusus yang terkait dengan penciptaan sebuah karya sastra. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, stukturasi dan dialektika pemahaman-penjelasan dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur? Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendektan sosiologis dengan subdisiplin strukturalisme genetik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pustaka dan dokumen, karena metode ini menggunakan sumber pustaka sebagai bahan acuan dalam penelitian yang diterapkan ketika mencari dan mengumpulkan data dari sumber tertulis. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode hermeneutika. Penelitian yang diangkat penulis ini membahas tentang fakta kemanusiaan yang berisi tentang aktivitas tokoh yang sering dilakukannya sendiri, seperti berjalan, berbicara, dan mencari kebahagiaan. Tidak hanya fakta infividual tokoh juga melakukan aktivitas subjek kolektif yakni ketika tokoh sedang berinteraksi dengan penduduk sekitar, seperti halnya saat dia membuat puisi dan dibaca oleh orang-orang yang lewat. Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan tokoh karena dia sedang merasakan rindu dan cinta kepada seseorang. Dalam hal ini pandangan dunia pengarang mengenai cinta dan rindu di gambarkan seperti rasa rindu dan rasa cinta yang ada dalam kehidupan nyata. Saat tokoh merasa rindu, cinta, sedih dan bahagia, dia sering kali menghubungkan dirinya dengan objek-objek disekitarnya dan objek yang dimilikinya sendiri. Dari yang dialami tokoh pengarang juga menjelaskan beberapa hal dalam puisi seperti rasa cinta, sebuah kenangan dan sebuah tempat yang pernah tokoh lihat. Kata kunci: Aktivitas sosial, Dunia pengarang, Ideologi Humans live always side by side with the people around them. They interact with each other, life like that is social life. In social life can know the nature, behavior, character, and development of the community around us. To study social life like that used its own science, namely sociology. When literary works that tell the story of life can be studied or examined with the sociology of literature. One of the literary works related to social life is a collection of poems entitled No New York Today. This collection of poems tells about the life of someone who is abroad for a purpose. This literary work can be investigated using the theory of sociology of literature with subdiscipline of genetic structuralism because it views literature as a reflection of the behavior of society written by the author. This research needs to be done because it has special references related to the creation of a literary work. The problems in the research are how humanity facts, collective subjects, worldview, structure and dialectics of understanding-explanations in poetry collections No New York Today is the work of M. Aan Mansyur? The approach in this study uses sociological approaches with subdisciplines of genetic structuralism. Data collection in this study is done by library and document methods, because this method uses library resources as reference material in the research applied when searching for and collecting data from written sources. The data analysis technique in this study used the hermeneutic method. The research appointed by this author discusses humanitarian facts that contain the characters activities that he often does himself, such as walking, talking, and looking for happiness. Not only is the fact that infividuals also carry out collective subject activities, namely when the character is interacting with the surrounding population, as well as when he makes poetry and is read by passersby. These activities are carried out by a character because he is feeling a longing and love for someone. In this case, the authors worldview of love and longing is described as a sense of longing and love that exists in real life. When a character feels homesick, loving, sad and happy, he often connects himself with the objects around him and his own objects.. From what was experienced by the authors character also explained a number of things in poetry such as love, a memory and a place that figures had seen Keywords: Social activity, World author, Ideology
PILIHAN PADANAN ISTILAH ASING BAHASA INGGRIS OLEH MAHASISWA DAN PENGGIAT MEDIA MASSA DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA , AMANAH
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pilihan bahasa (language choice) umumnya terjadi pada masyarakat multilingual yang memiliki pilihan dua bahasa atau lebih dalam situasi global yang mengalami kemajuan di berbagai bidang. Situasi global memunculkan istilah-istilah baru dari bahasa Inggris yang dipadankan dalam bahasa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan berbahasa masyarakat. Penelitian ini memiliki tiga masalah mendasar yang meliputi pilihan istilah, pemahaman, dan penyebab pilihan istilah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pilihan padanan istilah asing, pemahaman pilihan istilah, dan penyebab pilihan istilah oleh mahasiswa dan penggiat media massa di Universitas Negeri Surabaya. Penilitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif yang ditujukan kepada mahasiswa dan penggiat media massa dengan metode survei. Responden mengisi kuesioner berisi 50 istilah bahasa Inggris dan padanan dalam bahasa Indonesia dari empat bidang yaitu, bidang keilmuan, perkomputeran atau internet, keseharian, dan jurnalistik. Berdasar hasil penelitian, dapat ditunjukkan sebesar 87,4% mahasiswa dan 85,9% penggiat media massa memilih istilah dalam bahasa Inggris. Selanjutnya, hasil tersebut dicocokkan dengan mengukur pemahaman dan alasan atau penyebab responden atas pilihan kata yang digunakan. Berdasar hasil penelitian, responden memahami istilah yang dipilih. Di sisi lain, padanan istilah tidak lebih dipilih dibanding istilah asing karena padanan istilah dalam bahasa Indonesia karena tidak populer maupun praktis. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, dalam pembentukan istilah baru yang akan dibentuk di massa mendatang perlu mempertimbangkan lima hal, yaitu kebanggaan (prestise), kepraktisan, kebergunaan, pembaruan, dan sosialiasi bahasa. Kata kunci: pilihan bahasa, pemahaman, penyebab pilihan istilah AbstractLanguage choice generally occurs in multilingual people who has a choice of two or more languages ??in a global situation that has progressed in various fields. The global situation raises new terms of English that are matched in Indonesian to meet the language needs of the community. This research has three fundamental problems which include choice of terms, understanding, and causes of choice of terms. The purpose of this study was to determine the choice of equivalent foreign terms, understanding the choice of terms, and the causes of choice of terms by students and activists of mass media at State University of Surabaya. This research includes descriptive quantitative research aimed at students and activists of mass media using the survey method. Respondents filled out a questionnaire containing 50 English terms and equivalents in Indonesian from four fields, namely, scientific fields, computer or internet, daily life, and journalism. Based on the results of the research, 87.4% of students can be shown and 85.9% of mass media activists choose the term in English. Furthermore, the results are matched by measuring the understanding and reasons or causes of respondents for the choice of words used. Based on the results of the study, respondents understood the terms chosen. On the other hand, the equivalent terms are no more preferred than foreign terms because they are equivalent in Indonesian because they are neither popular nor practical. The results of the study show that in the formation of new terms that will be formed in the next mass, it is necessary to consider five things, namely pride (prestige), practicality, usefulness, renewal, and language socialization. Keywords: language choice, understanding, causes of choice of terms
KECENDERUNGAN NEUROTIK TOKOH UTAMA NOVEL SUPERNOVA GELOMBANG DAN SUPERNOVA INTELIGENSI EMBUN PAGI KARYA DEE LESTARI (KAJIAN PSIKOANALISIS KAREN HORNEY) PAMUNGKAS, SEPTIANA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang kecenderungan neurotik pada tokoh utama dalam novel Supernova Gelombang dan Supernova Inteligensi Embun Pagi karya Dee Lestari. Kecenderungan neurotik tersebut merupakan strategi dalam mengatasi kecemasan dasar yang dialami tokoh utama akibat rasa takut akan mimpi buruk yang dipengaruhi oleh kondisi orang tua dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kecenderungan neurotik bergerak mendekati orang lain, (2) kecenderungan neurotik bergerak melawan orang lain, dan (3) kecenderungan neurotik bergerak menjauhi orang lain pada tokoh utama dalam novel Supernova Gelombang dan Supernova Inteligensi Embun Pagi karya Dee Lestari. Hasil dari penelitian ini adalah (1) tokoh utama memiliki kepribadian yang berkecenderungan untuk mendekatkan diri pada orang lain sebagai upaya mengatasi kecemasan dasarnya dengan memenuhi kebutuhan kasih sayang dan penerimaan diri, partner yang kuat, serta membatasi diri dalam lingkup yang sempit, (2) tokoh utama memiliki kepribadian yang berkecenderungan melawan orang lain sebagai upaya mengatasi kecemasan dasarnya dengan memenuhi kebutuhan akan kekuasaan, memanfaatkan orang lain, pengakuan dan penghargaan sosial, kekaguman pribadi, juga ambisi untuk pencapaian pribadi, dan (3) tokoh utama memiliki kepribadian yang berkecenderungan menjauhi orang lain sebagai upaya mengatasi kecemasan dasarnya dengan memenuhi kebutuhan akan kebebasan dan kemandirian, serta kebutuhan akan kesempurnaan dan tidak salah. Kata Kunci: kecenderungan neurotik, kepribadian, psikoanalisis sosial, tokoh utama . Abstract This study discusses neurotic tendencies in the main character in the novel Supernova Wave and Supernova Morning Dew Intelligence by Dee Lestari. The neurotic tendency is a strategy in overcoming the basic anxiety experienced by the main character due to fear of nightmares that are influenced by parents conditions and environmental factors. This study aims to describe (1) neurotic tendencies moving closer to other people, (2) neurotic tendencies moving against others, and (3) neurotic tendencies moving away from other people in the main character in the novel Supernova Wave and Supernova Morning Dew Intelligence by Dee Lestari. The results of this study are (1) the main character has a personality who tends to get closer to others as an effort to overcome his basic anxiety by fulfilling the needs of affection and self-acceptance, a strong partner, and limiting himself in a narrow scope, (2) figures main has a personality that tends to oppose others as an effort to overcome basic anxiety by fulfilling the need for power, utilizing other people, recognition and social appreciation, personal admiration, also ambition for personal achievement, and (3) the main character has a personality that tends to stay away from others as an effort to overcome basic anxiety by fulfilling the need for freedom and independence, and the need for perfection and not wrong. Keywords: neurotic tendencies, personality, social psychoanalysis, the main character

Page 7 of 18 | Total Record : 173