cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
INTERTEKSTUALITAS DALAM NOVEL ANAK THE MAGIC BOOK KARYA QURROTA AINI DENGAN  NOVEL AKU SAYANG MAMA KARYA BAIQ SHAFIRA SALSABILA MUZAQI, ANANG
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai sastra anak dengan judul “Intertekstualitas Dalam Novel Anak The Magic Book Karya Qurrota Aini Dengan Novel Aku Sayang Mama Karya Baiq  Shafira  Salsabila” ini dilatarbelakangi oleh perkiraan adanya  bentuk hubungan intertekstualitas dalam kedua cerita anak tersebut. Hubungan ini dapat dapat berupa persamaan atau pertentangan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana Hipogram-Matriks dalam cerita anak The Magic BookKarya Qurrota Aini dengan cerita anak Aku Sayang MamaKarya Baiq Shafira Salsabila, 2) Bagaimana hubungan intertekstual dalam cerita anak The Magic BookKarya Qurrota Aini dengan cerita anak Aku Sayang MamaKarya Baiq Shafira Salsabila. Dalam peneitian ini teknik pengumpulan data dengan car abaca dan catat. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan teknik deskriptif analitis. Berdasarkan pada pembacaan intertekstualitas, hipogram-matriks yang ditemukan dapat dirumuskan bahwa yang menjadi hipogram adalah cerita anak The Magic Book karya Qurrota Aini. Sedangkan yang menjadi matriksnya adalah cerita anak Aku Sayang Mama karya Baiq Shafira Salsabila. Ditemukanya hasil tersebut berdasarkan pada penerbitan kedua cerita anak oleh penerbit. Sedangkan hubungan intertekstual antara cerita anak The Magic Book karya Qurrota Aini dengan cerita Aku Sayang Mamakarya Baiq Shafira Salsabila. Hubungan intertekstual pada kedua novel diwujudkan dalam bentuk konversi dan ekspansi. Bentuk konversi tersebut ada empat bentuk yaitu terdapat perbedaan usia tokoh, perbedaan latar tempat tinggal tokoh, perbedaan pola pikir tokoh setelah berhasil, dan perbedaan pekerjaan tokoh ketika mengisi hari liburnya. Sedangkan bentuk ekspansi terdiri atas satu bentuk saja yaitu pada cara tokoh utama mencapai kesuksesan yang berbeda antara cerita The Magic Book dengan cerita Aku Sayang Mama.    Kata kunci: Intertekstualitas, hipogram, cerita The Magic Book, Aku Sayang Mama
KEARIFAN LINGKUNGAN DALAM NOVEL GENG PENYELAMAT ALAM KARYA AIDA RIZKIATUL ZAHRA DAN BUNGA PENYELAMAT KARYA FIDA ZALFA LATHIFAH YASMIN: KAJIAN ECOCRITICISM NURRAHMAWATI, SONYA
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi, sikap, dan tindakan anak dalam novel Geng Penyelamat Alam Karya Aida Rizkiatul Zahra dan Bunga Penyelamat Karya Fida Zalfa Lathifah Yasmin yang sesuai dengan kearifan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis yang mengutamakan penjabaran data dalam bentuk kalimat yang terdapat dalam novel Geng Penyelamat Alam Karya Aida Rizkiatul Zahra dan Bunga Penyelamat Karya Fida Zalfa Lathifah Yasmin yang sesuai dengan kearifan lingkungan. Hasil penelitian ini: (1) Persepsi anak dalam novel Geng Penyelamat Alam dan Bunga penyelamat yang sesuai dengan kearifan lingkungan adalah pengetahuan tentang reboisasi, kepedulian terhadap tumbuhan, kepedulian terhadap hewan, kesadaran terhadap tanggung jawab dan pemahaman karakteristik hewan, pengetahuan tentang pemburu dan penebang pohon, pengetahuan akibat perburuan dan penebangan pohon yang tidak bertanggung jawab, kepekaan terhadap sampah, pengetahuan pengelolaan sampah, kesadaran membantu korban banjir, serta keyakinan anak telah menyelamatkan lingkungan alam. (2) Sikap anak dalam novel Geng Penyelamat Alam dan Bunga penyelamat yang sesuai dengan kearifan lingkungan adalah sikap positif terhadap penyelamatan alam, penolakkan penebangan pohon, simpati terhadap hewan, keputusan menghemat air dan mengurangi sampah, sikap positif terhadap daur ulang sampah merupakan tindakan yang baik untuk dilakukan, dan keputusan anak memilih lebih baik menggunakan sepeda atau berjalan kaki. (3) Tindakan anak dalam novel Geng Penyelamat Alam dan Bunga penyelamat yang sesuai dengan kearifan lingkungan adalah menanam pohon, menegur penebang pohon dan mencegah penebangan pohon, menolong hewan, merawat hewan, menegur pemburu, membantu korban banjir, mengelola sampah, membersihkan tempat dan alat yang akan digunakan, dan mengajak anak atau memersuasi teman-temannya untuk mengendarai sepeda atau berjalan kaki jika pergi ke tempat yang dekat. Kata kunci: kearifan lingkungan, persepsi, sikap, dan tindakan anak
KARAKTERISTIK LATAR NOVEL PENULIS CILIK ORYZA SATIVA APRIYANI NOFITA SARI, AMALIA
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Novel anak tidak terlepas dari unsur-unsur pembangunnya, yakni latar tempat, waktu, dan sosial. Setiap penulis memiliki cara untuk memilih latar, seperti halnya penulis cilik Oryza Sativa Apriyani dalam novelnya yang berjudul Three Happy Girls, New Besties, Finding Fra, dan Stranded. Keempat novel tersebut memiliki persamaan latar tempat, waktu, dan sosial. Persamaan latar novel tersebut menunjukkan bahwa penulis cilik Oryza Sativa Apriyani memiliki karakteristik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah karakteristik latar novel penulis cilik Oryza Sativa Apriyani yang terdiri atas latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik latar novel penulis cilik Oryza Sativa Apriyani yang terdiri atas latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Manfaat penelitian ini adalah dapat mengembangkan teori sastra dalam kaitannya dengan konsep latar, terutama yang berhubungan dengan analisis latar novel anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan objektif. Sumber data penelitian ini adalah empat novel karya Oryza Sativa Apriyani yang berjudul Three Happy Girls, New Besties, Finding Fra, dan Stranded. Data penelitian  ini adalah kalimat yang berupa narasi dan dialog antartokoh dalam keempat novel yang sesuai dengan rumusan masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca-catat. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif analitik berdasarkan karakteristik latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) karakteristik latar tempat novel penulis cilik Oryza Sativa Apriyani meliputi di rumah, sekolah, rumah sakit, kantor polisi, pemakaman, dan pusat perbelanjaan. Ketika rumah dijadikan sebagai latar tempat, penulis cilik Oryza Sativa Apriyani selalu memilih lokasi di kamar, dapur/ruang makan, dan kamar mandi. penulis cilik Oryza Sativa Apriyani selalu memilih lokasi di kelas, kantin, dan toilet perempuan ketika sekolah dijadikan sebagai latar tempat.; 2) karakteristik latar waktu penulis cilik Oryza Sativa Apriyani meliputi latar waktu pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, dan jam istirahat sekolah dengan memberi tambahan keterangan pukul atau aktivitas yang dilakukan tokoh; 3) karakteristik latar sosial penulis cilik Oryza Sativa Apriyani selalu menggambarkan kehidupan di pusat perkotaan dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang memiliki gaya hidup mewah dan berasal dari  tingkat sosial tinggi (orang kaya). Kata Kunci: Karakteristik, latar tempat, latar waktu, latar sosial
NARASI PERLAWANAN TERHADAP REZIM ORDE BARU DALAM NOVEL PARA BAJINGAN YANG MENYENANGKAN KARYA PUTHUT EA: PERSPEKTIF MORAL EKONOMI JAMES C. SCOTT NUR RAHAYU, SITI
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berlatar belakang bentuk perlawanan yang dilakukan tokoh terhadap dominasi kaum penguasa melalui rezim Orde Baru dalam novel Para Bajingan yang Menyenangkan karya Puthut EA. Perlawanan tersebut berkaitan dengan fenomena dan realita yang terjadi pada masa Orde Baru. Peningkatan stabilitas nasional di berbagai bidang, krisis moneter, hingga pembangunan memunculkan pro-kontra yang mengakibatkan pemberontakan di kalangan masyarakat. Tindak perlawanan dalam novel didominasi oleh kalangan aktivis yang cenderung bersifat terbuka, namun terdapat bentuk perlawanan lain yang memelopori kesadaran individu dalam mempertahankan eksistensi subsistensi yang dimiliki. Penelitian berfokus pada tiga rumusan masalah terkait bentuk perlawanan tokoh terhadap rezim Orde Baru. Hal itu mengacu pada tujuan penelitian ini, yaitu mendeskripsikan perilaku Safety First, perlawanan simbolik, dan pemicu gerakan perlawanan tokoh dalam novel Para Bajingan yang Menyenangkan karya Puthut EA. Selain novel, penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari majalah, koran, dan gambar yang mengandung unsur kesejarahan Orde Baru. Melalui sumber data tersebut, data yang digunakan adalah kutipan kalusa, kalimat, dan dialog yang dimunculkan oleh tokoh, sehingga penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Berdasarkan sumber data dan data penelitian, teknik pengumpulan yang digunakan adalah studi pustaka. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra karena penelitian bersifat memaparkan data dan keterkaitannya dengan fenomena sosial di masyarakat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa perlawanan simbolik oleh tokoh yang  mengacu pada perilaku Safety First dengan tujuan untuk mempertahankan subsistensi yang sudah ada yang mengarah pada pemertahanan hidup di tengah tindak dominasi yang dilakukan oleh kaum penguasa. Perlawanan dipicu oleh enam hal yang mengarah pada sikap bertahan; keberadaan ideologi, simbol, dan aturan yang tertanam kuat; perasaan takut atas tindak dominasi; pengalaman sosial masa lalu; serta upaya pemimpin dalam menggerakkan perspektif menentang rezim Orde baru. Kata Kunci: Perlawanan, Orde Baru, James C. Scott.
KEEFEKTIFAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI RAKYAT PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 PANDAAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Dwi Fitriyanti, Puspita
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pada era globalisasi, keterampilan berbahasa seseorang semakin menurun. Satu dari keterampilan berbahasa tersebut, yaitu keterampilan menulis. Dalam menulis membutuhkan kemampuan agar informasi yang ingin disampaikan kepada pembaca dapat tersampaikan dengan baik. Kemampuan tersebut perlu untuk dimiliki peserta didik, metode pembelajaran merupakan satu dari cara untuk meningkatkan kemampuan menulis. Satu dari metode pembelajaran tersebut, yaitu metode  tutor sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi rakyat peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pandaan menggunakan metode tutor sebaya. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode penelitian eksperimen dengan design penelitian eksperimen pretest-posttest control group design dan penelitian ini merupakan penelitian true experimental. Sampel penelitian ini adalah kelas VII-C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-D sebagai kelas kontrol. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, tes, dan angket. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa aktivitas peserta didik dan pendidik saat proese pembelajaran menulis puisi rakyat menggunakan metode tutor sebaya  sangat baik dan peserta didik menjadi bersemangat saat mengikuti pembelajaran.  Serta, dapat diketahui pula perbedaan yang signifikan antara tanpa dan dengan menggunakan metode tutor sebaya pada hasil belajar peserta didik ketika menulis puisi rakyat. Peningkatan kemampuan menulis puisi rakyat terjadi ketika pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya, hal tersebut dapat dibuktikan dengan penghitungan uji signifikansi. Hasil yang diperoleh, yaitu t0 = 2,74 dengan db = 64.dengan db = 64 diperoleh ttabel pada t.s.0,05 = 1,67 dan t.s.0,01 = 2,39. Karena t0 lebih besar daripada ttabel baik pada taraf signifikansi 0,05 maupun 0,01, sehingga masuk daerah penolakan dan hipotesisi kerja diterima. Sedangkan, untuk hasil respons peserta didik dapat diketahui bahwa peserta didik sangat menyukai penggunaan metode tutor sebaya saat pembelajaran menulis puisi rakyat.  Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Metode Tutor Sebaya, dan Kemampuan Menulis Puisi Rakyat
JARGON SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN AR-ROUDLOTUL ILMIYAH KERTOSONO NGANJUK BALQIS, ISMI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah merupakan satu di antara variasi bahasa yang ditinjau dari segi sosiolek. Santri-santri tersebut merupakan satu kelompok sosial yang ada di masyarakat yang sering menggunakan kosakata tertentu, utamanya ketika berkomunikasi dengan sesama santri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimana bentuk dan makna jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk?, (2) bagaimana fungsi jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk? (3) bagaimana ranah penggunaan jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk? Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mendeskripsikan bentuk dan makna jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk, (2) mendeskripsikan fungsi jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk, dan (3) mendeskripsikan ranah penggunaan jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk. Dalam penelitian ini, digunakan morfologi untuk mengaji proses morfologis, dan menggunakan pendapat Sibarani (1992:37) pada rumusan masalah pertama, untuk mengaji masalah kedua digunakan pendapat Purnama (dalam Sugiri, 1996:171), sedangkan untuk mengaji masalah keempat menggunakan Sosiolinguistik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap dengan teknik simak bebas libat cakap, sadap, catat, dan cakap semuka. Sedangkan metode yang digunakan dalam penganalisisan data adalah metode agih, dengan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian ini adalah terdapat enam pola pembentukan jargon, yaitu bentuk afiksasi, abreviasi, komposisi, arbitrer (manasuka), bentuk dasar, dan tiruan bunyi. Adapun pemaknaan jargon santri adalah dengan makna leksikal, idiom, ungkapan, dan metafora. Pemaknaan metafora terbagi atas perbandingan persamaan bentuk, perbandingan persamaan sifat, perbandingan persamaan kegiatan, dan perbandingan persamaan keadaan. Jargon santri putri pondok ini memunyai fungsi, antara lain: (1)sebagai lambang identitas, (2)gurauan, (3) menyamarkan arti kosakata yang telah diketahui masyarakat umum, dan (4) menyampaikan informasi atau berita. Ranah penggunaan jargon yang digunakan dalam penelitian ini diuraikan berdasar partisipan, lokasi atau wilayah, dan ranah pembicaraan yang sedang berlangsung (ranah sehari-sehari, pembelajaran, obrolan pribadi, pakaian, dan makanan).
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN TEKS ULASAN BERMODEL THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VIII AYU PITALOKA, DIAH
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku suplemen teks ulasan yang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan salah satu sumber belajar yang digunakan sebagai buku pelengkap dari buku teks. Teks ulasan merupakan teks yang berisi ulasan-ulasan atau penilaian terhadap suatu karya. Dalam buku suplemen teks ulasan ini tata cara penyajian materi demi materi disusun berdasarkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang (1) proses pengembangan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk peserta didik kelas VIII, dan (2) mendeskripsikan kualitas pengembangan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII. Dalam tujuan yang kedua terbagi menjadi tiga bagian yaitu (a) mendeskripsikan kevalidan pengembangan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII, (b) mendeskripsikan keefektifan penggunaan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII, (c) mendeskripsikan kepraktisan penggunaan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII. Penelitian ini berjenis penelitian dan pengembangan (research and development) karena bertujuan untuk menghasilkan sekaligus menguji kualitas dan keefektifan produk.Model pegembangan yang dipakai adalah model pengembangan Thiagarajan yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa buku suplemen telah memenuhi validitas, keefektifan, dan kepraktisan. Validitas dilakukan pada kelayakan isi mendapat 96,66%, kelayakan bahasa mendapat 96%, kelayakan penyajian mendapat 100%, dan kelayakan kegrafikan mendapat 92%. Keefektifan dilihat pada uji coba terbatas mendapat nilai rata-rata 75,25 dan uji coba luas mendapat nilai rata-rata 80,57. Selain itu, dapat dilihat dari hasil observasi peserta ddik pada uji coba terbatas mendapat 82% dan observasi pesert didik pada uji coba luas mendapat 88%.Kepraktisan dilihat dari angket respon peserta didik pada uji coba terbatas mendapat 77,6% dan angket respon peserta didik pada uji coba luas mendapat 81,71%. Kata Kunci: buku suplemen, teks ulasan, Think Talk Write (TTW)
HUKUM ISLAM DALAM NASKAH SULLAM TAUFIQ (KAJIAN FILOLOGIS) NUR ARINI, CITRA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HUKUM ISLAM DALAM NASKAH SULLAM TAUFIQ (KAJIAN FILOLOGIS) Nama : Citra Nur Arini NIM : 14020074097 Prodi : S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Suharmono Kasiyun, M.Pd.Kata Kunci : Naskah, Filologi, Hukum Islam. Naskah merupakan bentuk peninggalan masa lampau yang masih dijaga sampai sekarang. Naskah-naskah tersebut dapat dijumpai di berbagai museum yang ada di Indonesia. Isi yang disampaikan dalam naskah berupa informasi-informasi bermanfaat. Contoh: ilmu agama, sejarah, kebudayaan, adat istiadat zaman dahulu, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, naskah peninggalan sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia perlu dijaga dan dirawat agar tidak punah, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat. Agar naskah tersebut bermanfaat bagi masyarakat perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk memudahkan pembaca yang ingin mempelajari naskah. Penelitian yang digunakan pada naskah-naskah kuno itu adalah filologi. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian filologi naskah Sullam Taufiq, yakni: (1) deskripsi naskah dan teks, memaparkan identitas naskah dan teks; (2) transliterasi, makna pegon dengan tulisan Arab dengan bahasa Jawa, diubah menjadi tulisan Latin dengan bahasa Jawa; (3) terjemahan, hasil transliterasi berupa tulisan Latin dengan bahasa Jawa diganti menjadi tulisan Latin dengan bahasa Indonesia; (4) pembahasan, menungkap hukum-hukum Islam yang ada dalam naskah. Tujuan penelitian ini memaparkan hukum-hukum Islam dalam naskah Sullam Taufiq. Metode naskah tunggal digunakan dalam penelitian ini. Sumber data diperoleh dari Museum Mpu Tantular yang berada di Sidoarjo dengan data penelitian berupa naskah kuno berjudul Sullam Taufiq. Metode pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara, yakni metode studi pustaka, metode studi lapangan, dan pengumpulan data dari berbagai sumber lain. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan isi dalam naskah, kemudian dianalisis berdasarkan bukti data yang ada. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada dua hukum Islam yang terdapat pada naskah Sullam Taufiq, yakni wajib dan haram. Perkara yang wajib dikerjakan oleh umat muslim dalam naskah ada 20, yang meliputi 1) kewajiban mengucap kalimat syahadat; 2) kewajiban menjaga agama; 3) kewajiban orang murtad; 4) kewajiban orang mukallaf; 5) waktu salat; 6) kewajiban salat; 7) syarat-syarat salat; 8) istinjak; 9) fardhunya mandi; 10) syarat-syarat bersuci; 11) mencuci najis; 12) menutup aurat; 13) khusuk dalam salat; 14) salat Jumat; 15) kewajiban terhadap mayit; 16) harta yang wajib dizakati; 17) puasa Ramadhan; 18) ibadah Haji; 19) kewajiban memberi nafkah; dan 20) kewajiban setiap mukmin. Sedangkan perkara yang haram dilaksanakan oleh umat muslim ada 3, yakni 1) larangan bagi yang batal wudhu; 2) larangan riba; dan 3) macam-macam riba. ABSTRACT ISLAMIC LAW OF SULLAM TAUFIQ MANUSCRIPT (PHILOLOGICAL STUDY) Name : Citra Nur Arini NIM : 14020074097 Study Program : S1 Indonesian Education Major : Indonesian Language and Literature Faculty : Language and Art institution name : State University of Surabaya Advisor : Dr. Suharmono Kasiyun, M.Pd.Keywords : Manuscript, Philology, Islamic Law. The manuscript is a form of relics of the past that are still preserved until now. The manuscripts can be found in various museums in Indonesia. The contents conveyed in the text in the form of useful information. Examples: the science of religion, history, culture, ancient customs, and so forth. Therefore, the historical manuscripts owned by the Indonesian people need to be maintained and maintained so as not to extinct, and can be useful for the community. In order for the manuscript is useful for the community needs a research that aims to facilitate the readers who want to learn the script. The research used in the ancient texts is philology. Stages performed in the research philology manuscript Sullam Taufiq, namely: (1) description of manuscripts and texts, exposing the identity of texts and texts; (2) transliteration, the meaning of pegon with Arabic script with Javanese language, converted into Latin writing with Javanese language; (3) translations, the transliteration of Latin writing in Javanese was changed into Latin with Indonesian; (4) discussion, revealing the Islamic laws that exist in the manuscript. The purpose of this study is to explain the laws of Islam in the Sullam Taufiq manuscript. Single manuscript method used in this research. Source of data obtained from Museum Mpu Tantular located in Sidoarjo with research data in the form of ancient manuscript entitled Sullam Taufiq. Methods of data collection is done by 3 ways, namely library study method, field study method, and data collection from various other sources. Descriptive analysis techniques used to describe the content in the script, then analyzed based on evidence of existing data. The results of this study found that there are two Islamic laws contained in the text Sullam Taufiq, namely obligatory and prohibitive. The case that must be done by Muslims in the manuscript is 20, which includes 1) the obligation to say the shahada; 2) the duty of keeping religion; 3) the duty of the apostate; 4) the obligations of the mukallaf; 5) prayer time; 6) obligatory prayers; 7) the requirements of prayer; 8) istinjak; 9) an obligation to take a bath; 10) the sacred conditions; 11) washing unclean; 12) cover the private parts; 13) solemn in prayer; 14) Friday prayers; 15) liability to the dead; 16) zakah obligatory; 17) Ramadan fasting; 18) Hajj; 19) the obligation to provide for a living; and 20) the obligations of each believer. While there are 3 cases that are prohibited to be done by Muslims, those are 1) the prohibition for those who abandon ablution; 2) the prohibition of usury; and 3) all kinds of usury.
PERJALANAN MISTIK TOKOH WALLAILI WANNAHAR DALAM NOVEL LAYLA KARYA CANDRA MALIK (KAJIAN SUFISTIK FARIDUDDIN ATTAR). ARINA NAELA F.R, DHEA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa novel dapat dijadikan wadah atau apresiasi atas pengalaman transendental yang memuat pengalaman hidup pengarangnya. Dalam Novel Layla ditemukan gambaran tetang pengalaman hidup manusia yang berbeda-beda. Pengalaman hidup dalam novel Layla berupa perjalanan mistik tokoh Wallaili Wannahar dalam mencari Tuhan dengan meneladani ilmu tasawuf. Dalam perjalanan mistik tersebut harus dilalui dengan tujuh tingkatan meliputi tingkat pencarian, tingkat kecintaan, tingkat keisyafan, tuingkat keesaan, tingkat kebebasan, tingkat keheranan, dan tingkat ketiadaan. Tingkatan-tingkatan tersebut sesuai dengan konsep sufistik Fariduddin Attar. Tujuan peneliti mendeskripsikan tujuh tingkatan sufistik Fariduddin Attar dan tingkatan yang mendominasi yang terdapat dalam novel Layla tersebut. Sedangkan manfaat penelitian ini secara garis besar adalah untuk memperkuat teori sastra khususnya teori sufistik Faridudin Attar sekaligus memberikan sedikit pengetahuan tentang tingkat sufistik dalam novel Layla. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. data dari penelitian ini berupa kata, penggalan kalimat, dan paragraf yang didapat dari sumber data berupa novel, buku, dan meia masa sehingga teknik yang digunakan adalah teknik dokumentatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif karena teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Layla terdapat satu tokoh yang melalui tujuh tingkatan sufistik menurut konsep Fariduddin Attar. Tingkatan yang mendominasi dlam novel Layla yang dilalui oleh Wallaili Wannahar adalah tingkat pencarian dan tingkat keinysafan. Tidak heran jika kedua tingkatan tersebut berada pada posisi yang seimbang karena dalam pencarian wujud Tuhan diri kita harus didasari dengan cinta, jika seseorang sudah mencintai sesuatu hal maka dia akan rela melakukan apapun agar bisa mendapatkan cinta tersebut. Maka dari itu dua tingkatan tersebut saling melengkapi stau sama lain agar bisa menemukan wujud Tuhan yang semestinya. Kata Kunci: Novel, Perjalanan mistik, tingkat sufistik Fariduddin AttarAbstractThis research is based on the fact that the novel can be used as a container or appreciation of transcendental experience that contains the life experience of the author. In Laylas novel, there are pictures of different experiences of human life. Life experience in novel Layla is a mystical journey of Wallaili Wannahar in searching God by imitating the science of Sufism. In the course of the mystic must be passed with seven levels include the level of search, the level of love, the level of keisyafan, tuerah unity, the level of freedom, the level of surprise, and the level of nothingness. These levels correspond to the Sufistic concept of Fariduddin Attar. The purpose of the researcher describes seven levels of Sufistik Fariduddin Attar and the dominating level contained in the novel Layla. While the benefits of this research in general is to strengthen the theory of literature, especially the theory of Sufistik Faridudin Attar while providing a little knowledge about the level of Sufism in novel Layla. This research includes qualitative descriptive research. data from this research are words, sentences, and paragraphs obtained from data sources in the form of novels, books, and meia period so that techniques used are documentative techniques. The results are presented in descriptive form because the analytical technique used is descriptive analysis technique. The results show that in novel Layla there is one character who through seven levels Sufistik according to the concept of Fariduddin Attar. The level that dominates in Layla novel passed by Wallaili Wannahar is the search rate and the level of keynysafan. No wonder if the two levels are in a balanced position because in the search for the form of God our self must be based on love, if someone has loved something then he will be willing to do anything in order to get that love. Therefore the two levels complement each other stau in order to find the true form of God. Keywords: novel, mystical journey, Sufistic level Fariduddin Attar
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMP N 13 SURABAYA TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018 MIFTAKHUL JANNAH, DEWI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kurikulum 2013 terdapat materi yang berkaitan dengan menulis, satu di antaranya menulis teks eksplanasi. Kemampuan menulis siswa untuk mendapatkan nilai hasil belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM dapat dikatakan jauh dari keberhasilan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media video animasi dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi, pengaruh media video animasi terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi, dan repon siswa setelah pembelajaran menulis teks eksplanasi menggunakan media video animasi.Jenis penelitian ini adalah penelitian esperimen dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini termasuk jenis true eksperimental design atau penelitian yang sebenar-benarnya. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu pretes dan postes. Pretes dilakukan sebelum mendapatkan perlakuan, sedangkan postes dilakukan setelah mendapatkkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP N 13 Surabaya sebelum mendapatkan perlakuan berupa materi dan media video animasi masih rendah. Hal tersebut terbukti dari hasil nilai pretes kelas kontrol dan kelas eksperimen yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM yaitu 78. Nilai rerata siswa kelas kontrol yaitu 73,58 dan rerata nilai siswa kelas eksperimen yaitu 63,16. Hasil postes untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP N 13 Surabaya sesudah mendapatkan perlakuan berupa materi dan media video animasi. Hasil postes kelas kontrol dan kelas eksperimen mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rerata postes kelas kontrol yaitu 82,53 dan sebanyak 26 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM. Rerata nilai postes kelas eksperimen yaitu 84,76 dan siswa yang nilainya memenuhi KKM sebanyak 32 siswa. Hasil perhitungan uji t diperoleh t0 = 3,37 dengan d.b = 72. Hal tersebut menunjukkan t hitung lebih besar daripada t tabel yakni t0 = 3,37 > 2,00. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui penggunaan media video animasi berpengaruh positif terhadap pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Surabaya. Hal itu juga terbukti dari lembar angket yang diberikan pada siswa. Hasil angket respon siswa kelas eksperimen menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa memilih Sangat Setuju (SS) dan Setuju (S). Kata Kunci: media video animasi, menulis, teks eksplanasiAbstract There are many writing related material in 2013 curriculum, and one of them is to write explanatory text. The writing ability of the current students to achieve learning results score based on the minimum criterion / KKM can be categorized as far from success. This research aims to describe the application of video animation media in the learning of writing explanatory text, to describe the effect of video animation media on the ability to write explanatory text, and to describe students? response towards explanatory text learning lesson which applies video animation as the media. The type of research used is experimental research with descriptive quantitative method. This research can be categorized as true experimental design and is done through two stages; pre-test and post-test. The pre-test was conducted before the treatment, while the post-test was conducted after the treatment.The research findings showed that the ability of eight grade students of SMP N 13 Surabaya in writing explanatory text before getting the treatment in the form of material and video animation media was still low. The evident came from the results of pre-test from control class and experimental class which has not met the minimum criterion / KKM of 78. The mean score of the control class? students is 73,58 and the mean score of the experimental class? students is 63,16. Meanwhile, the result of post-test is used to measure the ability of eight grade students of SMP N 13 Surabaya in writing explanatory text after getting the treatment in the form of material and video animation media. The post-test result of control class and experiment class has increased. It can be seen from the mean score of control class, which is 82,53 and as many as 26 students have achieved scores above KKM. Furthermore, the mean score of experimental class was 84,76 with students whose scores fulfilled the KKM were up to 32 students.The result of the t test obtained is t0 = 3,37 with d.b = 72. It shows that t value is larger than t on the table which is t0 = 3,37 > 2,00. Based on these results it can be concluded that the use of video animation media is positively affecting the learning of explanatory text writing lesson of eight grade students in SMP Negeri 13 Surabaya. It is further proven in the questionnaire results which were given to the students. The result from the questionnaire in experimental class showed that a large number of students chose Strongly Agree (SS) and Agree (S). Keywords: animated video media, writing, explanatory text