cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
HEGEMONI TERHADAP TOKOH RAIB DALAM NOVEL BUMI KARYA TERE LIYE (KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI) ALIF UTAMA, RENDRA
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Novel karya Tere Liye ini mengandung banyak unsur hegemoni yang patut untuk diteliti. Mengambil dari cerita kehidupan sehari-hari  yang sarat akan hubungan antar individu. Tujuan dari penelitian ini yakni menjabarkan unsur-unsur hegemoni terhadap tokoh Raib  yang terdapat dalam novel tersebut seperti bentuk hegemoni, tingkatan hegemoni, dan dampak hegemoni yang terjadi. Sehingga nantinya melalui penulisan skripsi ini akan diketahui berbagai bentuk, tingkatan, dan penyebab hegemoni yang dirasakan oleh tokoh Raib. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek kajian yang berupa novel  akan diambil beberapa data yang berkaitan dengan rumusan masalah yang ada. Selanjutkan akan dibuat korpus data sesuai kategori penelitian. Data yang telah didapat selanjutnya dikaji berdasarkan teori yang telah dicantumkan. Selanjutnya hasil akan dijabarkan dalam pembahasan. Dari penelitian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa hegemoni yang terdapat dalam novel bumi terbagi menjadi 3 bagian, yakni bentuk hegemoni, tingkatan hegemoni, dan dampakhegemoni. Bentuk hegemoni yang dilakukan berupa nasihat, ajaran baik, penanaman kebiasaan baik, pelarangan, kedisiplinan, ajaran saling menolong, dan perintah.. Tingkatan yang terjadi dibagi menjadi tiga, yakni tingkatan hegemoni integral atau total, hegemoni merosot, dan hegemoni minimum. , lalu dampak dari hegemoni dari masing-masing tokoh kepada Raib dalam novel Bumi karya Tere Liye juga berbeda-beda. Mulai dari aspek kultural, ekonomi, politik, dan ideologi.   Kata Kunci: Hegemoni, Gramsci, Tingkatan, Bentuk
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA GRICE DALAM PERTUTUTRAN INTERAKSIONAL GIGOLO DI SURABAYA GUMELAR, ENJANG
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu proses pertuturan terdapat aturan yang harus dipatuhi. Aturan tersebut dalam pragmatik dikenal dengan prinsip kerja sama. Pada penelitian ini prinsip kerja sama yang diacu adalah prinsip kerja sama Grice. Namun fokus penelitian ini bukan perealisasian prinsip tersebut melainkan pelanggarannya. Pelanggaran prinsip kerja sama dalam  berkomunikasi dapat ditemukan pada setiap percakapan tanpa terkecuali pada pertuturan gigolo interaksional di Surabaya yang menjadi sumber data penelitian. Penelitian ini berfokus pada pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam pertuturan interaksional gigolo di Surabaya yang dianalisis melalui wujud dan dampak pelanggaran prinsip kerja sama Grice. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis wujud dan dampak pelanggaran prinsip kerja sama Grice. Penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah pertuturan gigolo di Surabaya.Teknik yang digunakan penulis dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi partisipatif yang dilakukan dengan cara berobservasi dan berinteraksi langsung dengan subjek penelitian.   Berdasarkan penganalisisan data ditemukan wujud pelanggaran (1) pelanggaran maksim kualitas; (2) pelanggaran maksim kuantitas; (3)pelanggaran maksim cara;(4) pelanggaran maksim relevansi; dan (5) pelanggaran maksim ganda kuantitas dan cara. Selain itu ditemukan pula faktor yang memengaruhi terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama (1) faktor empati; (2) faktor narsisme; (3) faktor emosional; (4) faktor paradigma finansial.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelanggaran maksim cara merupakan pelanggaran yang paling dominan dilakukan dan faktor penyebab yang dominan adalah faktor empati.  Penelitian ini menggunakan 3 sampel sebagai subjek penelitian. Ketiga sampel tersebut memiliki kepribadian yang bervariasi namun pelanggaran dan faktor penyebab terjadinya pelanggaran cenderung dominan maksim cara dan faktor empati. Kata Kunci: Pelanggaran, maksim, gigolo
TINDAK TUTUR DALAM RITUAL PANAS PELA DESA AHIOLO, KECAMATAN KAIRATU, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT: KAJIAN PRAGMATIK FARDANI LATEKAY, INGGRID
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak tutur merupakan aktivitas berbahasa baik berupa tuturan maupun non-tuturan yang bersifat kontekstual. Pada penelitian ini dianalisis “Tindak Tutur dalam Ritual Panas Pela Desa Ahiolo, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat”. Sebab mengaji tindak tutur, digunakan subdisiplin linguistik yaitu pragmatik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis ilokusi dan perlokusi. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis jenis ilokusi dan perlokusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah hasil perekaman ritual Panas Pela di Desa Ahiolo Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pengumpulan data menggunakan teknik Simak Bebas Libat Ckap (SBLC) dengan cara menyimak rekaman video ritual Panas Pela di Desa Ahiolo, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pada tanggal 12--14 November 2014. Rekaman video tersebut digunakan sebagai sumber data sebab merupakan sumber terbaru dan relevan. Hal tersebut karena ritual Panas Pela merupakan ritual periodik yang dilaksanakan tiga tahun sekali. Berdasarkan penganalisisan data ditemukan lima jenis ilokusi dengan jumlah 140 data. Kelima jenis ilokusi tersebut adalah asertif (30 data), direktif (49 data), komisif (41 data), ekspresif (16 data), dan deklaratif  (4 data). Selanjutnya ditemukan tiga jenis perlokusi dengan jumlah 140 data. Ketiga jenis perlokusi tersebut adalah mendorong penyimak mempelajari sesuatu (22 data), membuat penyimak melakukan sesuatu (41 data), membuat penyimak memikirkan sesuatu (77 data). Ilokusi dan perlokusi merupakan komponen yang membangun konstruksi pertuturan dalam ritual Panas Pela Desa Ahiolo Kecamatan Kairatu  Kabupaten Seram Bagian Barat. Mengingat manfaat ritual tersebut sangat dipercaya sebagai pengikat keturunan kedua kelompok pelibat ritual, maka eksistensi ritual ini perlu dilestarikan.  Upaya tersebut telah tampak pada pelaksanaan ritual yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dari segala usia.
TEORI KELAS KARL MARX DALAM NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Habib Syafaat, M.
BAPALA Vol 4, No 2 (2017): YUDISIUM
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Entrok karya Okky Madasari memuat tema-tema sosial dalam masyarakat Indonesia terutama pada era orde baru yang di dalamnya terdapat konflik sosial dan alienasi. Konflik sosial dan alienasi merupakan konsep dalam teori kelas Karl Marx. Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih novel tersebut untuk dianalisis menggunakan konsep teori kelas Karl Marx seperti yang telah disebutkan. Terdapat dua pembahasan dalam penelitian ini, yaitu konflik sosial dalam novel Entrok karya Okky Madasari, dan alienasi dalam novel Entrok karya Okky Madasari. Setiap pembahasan akan diuraikan sesuai dengan teori yang digunakan yaitu teori kelas Karl Marx dan batasan istilah yang telah ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kelas Karl Marx. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Sumber data berupa novel Entrok karya Okky Madasari, dan data penelitian berupa dialog antar tokoh dan narasi yang terdapat pada novel tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini berupa pengungkapan adanya konsep teori kelas Karl Marx dalam novel Entrok karya Okky Madasari, yaitu konflik sosial dan alienasi. Konflik sosial di dalam novel Entrok dialami oleh kelas atas dan kelas bawah. Kelas atas adalah orang-orang yang memiliki bagian kekuasaan dari Negara seperti para tentara, sedangkan kelas bawah adalah orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan seperti penduduk desa Singget. Konflik sosial memicu terjadinya perjuangan kelas karena setiap kelas memiliki kepentingan kolektif yang berbeda dan dengan begitu melahirkan serangkaian tindakan kolektif yang ditujukan kepada lawan kelas. Perjuangan kelas tersebut tidak akan berakhir sebelum ada kelas yang kalah. Di dalam novel Entrok, digambarkan bahwa kelas bawah selalu kalah saat berkonflik dengan kelas atas karena tidak memiliki bagian kekuasaan dari negara. Alienasi di dalam novel Entrok sebagian besar dialami oleh kelas bawah seperti pada tokoh Simbok, para kuli Pasar Ngranget, para pekerja ladang tebu yang digambarkan telah terasing dari aktivitas produktif dan produk, penduduk Desa Singget yang digambarkan telah terasing dari sesama, serta tokoh Marni, dan tokoh Koh Cayadi yang digambarkan telah mengalami fetisisme atau terasing dari potensi kemanusiaan. Kata kunci: sosiologi sastra, teori kelas, konflik sosial, alienasi, novel
KEEFEKTIFAN TEKNIK MENCATAT BACAAN DALAM MEMAHAMI TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PRAMBON NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018 FITRI RIANSARI, ROSA
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan memahami teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Prambon Nganjuk belum memenuhi Kriteria Kelulusan Minimal dan kompetensi yang sesuai yang telah ditetapkan oleh sekolah. Nilai siswa dalam memahami teks eksposisi jauh dari keberhasilan berdasarkan KKM yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran memahami teks eksposisi dengan menggunakan teknik mencatat bacaan, mendeskripsikan keefektikan teknik mencatat bacaan dalam memahami teks eksposisi, dan mendeskripsikan respon siswa dalam pembelajaran memahami teks eksposisi dengan menggunakan teknik mencatat bacaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan penelitian eksperimen kuasi dengan melakukan tes awal dan tes akhir. Tes awal dilakukan sebelum pemberian materi dan perlakuan, sedangkan tes akhir dilakukan setelah pemberian materi dan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memahami teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Prambon Nganjuk sebelum menggunakan teknik mencatat bacaan masih sangat rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pretes siswa di kelas kontrol maupun kelas eksperimen yang mayoritas siswanya mendapatkan nilai di bawah kriteria kelulusan minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yakni sebesar ≥75. Rerata nilai pretes siswa di kelas kontrol yakni 59 dan siswa yang nilainya telah memenuhi KKM hanya 2 siswa. Rerata nilai retes di kelas eksperimen yakni 59,5 dan dari 25 siswa yang nilainya memenuhi KKM hanya 4 siswa. Hasil postes menunjukkan kemampuan memahami teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Prambon Nganjuk sesudah menggunakan teknik mencatat bacaan tergolong tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil postes kelas eksperimen sebesar 80% siswa mendapatkan nilai memenuhi KKM. Rerata nilai postes siswa kelas kontrol yakni 79,8 dan 18 siswa telah memenuhi nilai sesuai KKM. Rerata nilai siswa kelas eksperimen sebesar 80,12 dan 20 siswa nilainya telah memenuhi KKM. Teknik mencatat bacaan berpengaruh positif dalam memahami teks eksposisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Prambon. Hal tersebut terbukti dari selisih rerata nilai, pretes, dan postes yang menunjukkan secara signifikan pada kelas eksperimen. Dilihat dari nilai rerata postes kelas kontrol dan kelas eksperimen terdapat perbedaan sebesar 0,32. Hasil nilai rerata postes kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan hasil nilai rerata postes kelas kontrol. Hasil nilai rerata postes kelas eksperimen sebesar 80,12, sedangkan nilai postes kelas kontrol yakni 79,8. Dari perbandingan hasil nilai postes kedua kelas tersebut dapat disimpulkan, bahwa pembelajaran memahami teks eksposisi dengan menggunakan teknik mencatat bacaan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teks eksposisi. Selain itu, hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel, yakni t0 = 0,955 > 0,851 > 0,529, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pembelajaran memahami teks eksposisi antara kelas kontrol tanpa menggunakan teknik mencatat bacaan dengan kelas eksperimen yang menggunakan teknik mencatat bacaan.  Kata Kunci: teknik mencatat bacaan, membaca pemahaman, dan keefektifan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGENAI TEKS SURAT DINAS BERORIENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS VII LAKSANA BHIRAWA, TOTI
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi meningkatkan mutu pembelajaran, pengembangan bahan ajar teks surat dinas mutlak dibutuhkan. Faktor-faktor lain yang melatarbelakangi perlunya pengembangan bahan ajar teks surat dinas  yaitu (1) keterampilan mengenai teks surat dinas sangat diperlukan, (2) sesuai kebutuhan belajar, siswa membutuhkan materi ajar mengenai teks surat dinas yang lebih lengkap, (3) siswa membutuhkan materi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Hal itu berdasarkan pada tujuan penelitian ini yang menghasilkan deskripsi mengenai proses, kualitas, dan keefektifan pengembangan materi ajar teks surat dinas.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki kualifikasi “sangat layak” untuk digunakan. Kualifikasi tersebut didapatkan melalui hasil rekapitulasi validasi ahli, guru, dan teman sejawat. Hasil validasi ahli yaitu aspek kegrafikaan 72%, aspek kebahasaan 91%, aspek penyajian 88%, dan aspek isi 92%. Hasil validasi guru yaitu aspek penyajian 86%, aspek kebahasaan 77%, dan dari aspek isi 81%. Hasil validasi teman sejawat yaitu aspek penyajian 82%, aspek kebahasaan 75%, dan aspek isi 72%. Selain itu bahan ajar mengenai teks surat dinas yang dikembangkan juga sangat efektif digunakan dalam pembelajaran. Predikat tersebut didapatkan melalui hasil rekapitulasi instrumen observasi aktivitas guru dan siswa, angket respon siswa, dan lembar penilaian hasil belajar siswa. Terdapat tiga saran yang dihasilkan oleh penelitian ini, yaitu peneliti perlu melakukan perbaikan bahan ajar sesuai dengan permasalahan yang ada, saat menggunakan buku “Meneropong Surat Dinas” peneliti juga perlu mendesain pembelajaran yang menarik, dan penelitian ini masih perlu pengembangan lebih lanjut.  Kata Kunci: bahan ajar teks surat dinas, proses pengembangan, kualitas, dan keefektifan.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL 3 SRIKANDIKARYA SILVARANI(KAJIAN KONFLIK RALF DAHRENDORF) ANGGRAENI IRYAWATI, LELY
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya konflik dalam meraih medali perak atas kemenangan atlet panahanputri Indonesia di Olimpiade Seoul 1988 dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani. Kajian konflik RalfDahrendorf merupakan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan: (1) konflik dan konsensus, (2) praktik kekuasaan dan wewenang, dan (3) kelompokyang terlibat konflik dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani. Penelitian ini menggunakan pendekatansosiologis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan data teks tertulisberupa kalimat,  penggalan paragraf, dan kutipan dialog yang terdapat pada sumber data novel 3 Srikandikarya Silvarani. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode pengumpulan data “studi pustaka”.Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif analisis sehingga hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil dari penelitian dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani  meliputi(1) konflik dan konsensus, konflik yang ada berupa konflik dengan diri sendiri, orang lain, danpemerintah. (2) praktik kekuasaan dan wewenang, praktik kekuasaan yang ada berupa kekuasaan orangtua dan pelatih. Sedangkan, praktik wewenang yang ada berupa wewenang supervisor, Pak Udi (PengurusPerpani), Pembantu Dekan, Ketua KONI, pemerintah, dan presiden. (3) kelompok yang terlibat konflikyaitu kelompok semu yang ada berupa para demonstran, para wartawan, dan para reporter. Sedangkan,kelompok kepentingan yang ada berupa KONI dan Perpani. Kata Kunci: konflik, 3 srikandi, konflik sosial Ralf Dahrendorf
KONFLIK BATIN TOKOH MEI ROSE  DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA KURT LEWIN) MEIGITA, ENDAH
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel berjudul Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia sangat menarik untuk diteliti, karena konflik batin tokoh Mei Rose yang dimunculkan di dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan. Konflik batin yang diangkat adalah kasus poligami, kekerasan seksual dan kekerasan fisik. Mei Rose merasakan konflik dalam dirinya karena tekanan dari dalam dan dari luar. Pada penelitian ini akan dibuktikan konflik batin yang dialami tokoh Mei Rose dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan. Rumusan masalah pada penelitian ini meliputi bentuk konflik batin yang dialami tokoh Mei Rose dan cara mengatasi konflik batin tokoh Mei Rose. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui konflik batin, dan solusi konflik batin tokoh Mei Rose. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan teori sastra dalam kaitanya dengan psikologi sastra, terutama yang berhubungan dengan analisis konflik batin tokoh yang terdapat dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi dengan Teori Kurt Lewin Data dalam penelitian ini berupa kalimat, penggalan-pengalan paragraf atau paragraf utuh yang mendukung sesuai fokus penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka atau dokumen. Teknik analisis data mencakup analisis data, penyimpulan data dan pelaporan hasil analisis. Hasil dalam penelitian ini meliputi tiga, tiga bentuk konflik batin, dan cara tokoh Mei Rose mengatasi konflik batin dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Bentuk konflik batin yang dialami tokoh Mei Rose meliputi, konflik mendekat-mendekat, menjauh-menjauh. Tokoh Mei Rose menggunakan lima gaya untuk menyelesaikan konflik batin yaitu, gaya kura-kura, gaya ikan hiu, gaya kancil, gaya rubah dan gaya burung hantu. Kata Kunci: Mei Rose, Konflik Batin, dan Psikologi Sastra
TRADISI PEMAKAMAN RAMBU SOLO DI TANA TORAJA DALAM NOVEL PUYA KE PUYA KARYA FAISAL ODDANG (KAJIAN INTERPRETATIF SIMBOLIK CLIFFORD GEERTZ) NURUL HIDAYAH, MEI
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang tradisi Rambu Solo yang ada di Tana Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang dengan teori Clifford Geertz yang terdiri atas sistem pengetahuan, sistem nilai, dan sistem simbol. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan sistem pengetahuan pada tradisi Rambu Solo di Tana Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang; 2) mendeskripsikan sistem nilai pada tradisi Rambu Solo di Tana Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang; 3) mendeskripsikan sistem simbol pada tradisi Rambu Solo di Tana Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropologi sastra, yaitu pendekatan yang digunakan untuk meneliti sistem budaya atau adat dari suatu kebudayaan tertentu dalam masyarakat. Penelitian ini mengkhususkan pada tradisi yang tumbuh dalam masyarakat yang ada dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang, yaitu Tana Toraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah baca catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah hermeneutika. Hasil penelitian ini adalah sistem pengetahuan yang terdapat pada tradisi Rambu Solo di Tana Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang terdiri atas dua bentuk, yaitu 1) pemakaman Rambu Solo dan 2) pemakaman bayi di pohon tarra. Sistem pengetahuan tersebut menginterpretasikan perilaku masyarakat yang sudah ada. Sistem nilai yang terdapat pada tradisi Rambu Solo di Tana Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang terdiri atas empat hal, yaitu 1) nilai religi, 2) nilai kekeluargaan, 3) nilai prestise, dan 4) nilai kebersamaan.  Sistem Simbol yang terdapat pada tradisi Rambu Solo di Tana Toraja dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang terdiri atas enam hal, yaitu 1) simbol ritual, 2) simbol perlengkapan ritual, 3) simbol nyanyian, 4) simbol bangsawan, 5) simbol arwah, 6) simbol melayat . Macam-macam simbol yang dijelaskan tersebut mempunyai makna dan berhubungan dengan tradisi Rambu Solo di Toraja. Kata kunci : tradisi, ritual, adat, dan interpretatif simbolik
NILAI MORAL TOKOH HANUM DALAM NOVEL TRILOGI KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA (KAJIAN MORAL JAMES RACHELS) MUJAYANA,
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakang oleh nilai moral yang ada pada tokoh Hanum dalam novel trilogi karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Nilai moral dalam cerita novel ditampilkan melalui sikap dan tingkah laku dicerminkan oleh tokoh Hanum. Novel trilogi karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa, Berjalan di Atas Cahaya, dan Bulan Terbelah di Langit Amerika. Terdapat empat nilai moral dalam novel trilogi ini, yaitu nilai moral keberanian, nilai moral kemurahan hati, nilai moral kejujuran, dan nilai kesetiaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimana nilai moral keberanian tokoh Hanum dalam novel trilogi karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra? (2) bagaimana nilai moral kemurahan hati tokoh Hanum dalam novel trilogi karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra? (3) bagaimana nilai moral kekejujuran tokoh Hanum dalam novel trilogi karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra? (4) bagaimana nilai moral kesetiaan kepada keluarga dan sahabat tokoh Hanum dalam novel trilogi karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra? Penelitian ini menggunakan teori moral James Rachels. Moral menurut Rachels (2004:35) adalah permasalahan yang berkaitan dengan akal, secara moral benar untuk dilakukan dalam lingkup apapun juga ditentukan oleh alasan-alasan terbaik untuk melakukannya. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan moral. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik deskriptif analisis. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh 437 data nilai moral tokoh Hanum dalam novel trilogi karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahera. Adapun rincian analisisnya diperoleh 120 data nilai moral keberanian, 96 data nilai moral kemurahan hati, 141 data nilai moral kejujuran, dan 80 nilai moral kesetiaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa nilai moral yang dominan pada tokoh Hanum adalah nilai moral kejujuran. Kata Kunci: Moral, Rachels, novel trilogi

Page 10 of 37 | Total Record : 369