JURNAL PERTAMBANGAN
FOCUS AND SCOPE Jurnal Pertambangan is intended for researchers, academics, and practitioners from the field of mining and energy resources. Contributed articles may be focused on the field of mining, covering both minerals and energy resources (coal, oil, gas, and geothermal). The scope of the journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas, as well as mineral and energy economics and management. Exploration Exploration is an activity to obtain detailed and meticulous information about the location, shape, dimensions, distribution, quality, and estimated resources/reserves of minerals and energy. Operation-Production Production operations are activities that include construction, mining/extraction, mineral processing and/or refining, development and/or utilization, including transportation and marketing. Mineral and Energy Economics and Management Studies and applications addressing economic feasibility, project evaluation, mineral/energy commodity market and trade, resource governance and policy, supply chain and logistics, cost optimization, investment analysis, asset management, and risk management across mineral and energy sectors. Reclamation Reclamation is an activity carried out throughout the stages of the mining business to organize, restore, and improve the quality of the environment and ecosystems so they can function properly according to their intended designation. Post-Mining Activities Planned and systematic activities continued after part or all of the mining business activities are completed, aimed at restoring the function of the natural environment and social functions according to local conditions throughout the mining area. Community Development and Empowerment Community empowerment comprises efforts to improve the capacity, social welfare, and sustainable livelihoods of local communities, both individually and collectively, in areas surrounding mining and energy operations.
Articles
185 Documents
ROCK QUALITY DESIGNATION DAN GEOLOGICAL STREGTH INDEKS BATUAN FORMASI KAMPUNGBARU, DAERAH BATUAH, KUTAI KARTANEGARA
A. J. Pontus;
T. P. H. Fauziah;
T. Trides;
R. Oktaviani;
R. Winonazada
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik massa batuan pada Formasi Kampungbaru di daerah Batuah, Kutai Kartanegara berdasarkan parameter Rock Quality Designation (RQD) dan Geological Strength Index (GSI). Penelitian ini penting dilakukan karena kualitas massa batuan menjadi parameter utama dalam evaluasi kondisi geoteknik dan perencanaan kestabilan lereng pada kegiatan penambangan. Selain itu, kajian mengenai distribusi kualitas massa batuan berdasarkan dua titik pengeboran geoteknik pada Formasi Kampungbaru masih perlu dikembangkan untuk memperoleh gambaran kondisi massa batuan yang lebih representatif. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif kuantitatif melalui pengeboran geoteknik dengan metode full coring pada dua titik bor, yaitu DH-01 dan DH-02 dengan total kedalaman 109,64 m. Data yang dianalisis meliputi litologi, core recovery, nilai RQD, dan nilai GSI berdasarkan hasil logging inti bor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan pada zona dekat permukaan umumnya berada pada kategori very poor hingga poor akibat tingkat pelapukan yang tinggi dan intensitas diskontinuitas yang besar. Seiring bertambahnya kedalaman, nilai RQD meningkat hingga kategori fair sampai excellent, sedangkan nilai GSI meningkat dari kategori rendah menjadi good hingga very good. Peningkatan kualitas massa batuan dipengaruhi oleh menurunnya tingkat pelapukan dan berkurangnya pengaruh faktor eksternal seperti air permukaan dan oksidasi sehingga batuan menjadi lebih kompak dan utuh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi kondisi geoteknik dan pendukung perencanaan kestabilan lereng pada kegiatan penambangan di daerah penelitian.
RASIO PENGGUNAAN AIR PERMUKAAN PADA PENAMBANGAN TIMAH ALLUVIAL
E. Harsiga;
E. P. S. B. Taman Tono
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah alluvial terbesar di dunia, di mana kegiatan penambangan dilakukan terutama dengan metode hidraulik yang sangat bergantung pada penggunaan air permukaan. Tingginya intensitas pemanfaatan air permukaan dalam penambangan timah alluvial berpotensi menimbulkan permasalahan tata kelola penggunaan sumber daya air apabila tidak disertai dengan perhitungan penggunaan air yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan besarnya debit air permukaan yang digunakan serta rasio penggunaan air terhadap hasil produksi timah alluvial. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengamatan langsung di lapangan, pengukuran debit air pada fasilitas penambangan dan pengolahan timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan air permukaan pada kegiatan penambangan dan pengolahan mencapai 2.084 m³/hari dengan hasil konsentrat timah berkadar 40% sebesar 295 kg. Rasio penggunaan air permukaan yang diperoleh adalah 1:7, yang berarti setiap 1 kg konsentrat timah memerlukan sekitar 7 m³ air permukaan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan air permukaan yang lebih efisien dan berkelanjutan pada penambangan timah alluvial.
MECHANICAL EQUIPMENT INVESTMENT ANALYSIS TO MEET PRODUCTION TARGETS AT PT ABC, NORTH BENGKULU
R. Fajri.B;
F. Mahdyrianto;
M. Puspita
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The reallocation of production equipment to a subsidiary in 2025 significantly reduced fleet availability at PT ABC, preventing the company from meeting its annual coal production target of 617,000 tons. This decline in productivity necessitates immediate and meticulous investment planning for additional mechanical units to ensure long-term operational continuity. This study aims to analyze the requirements for loading and hauling equipment, calculate investment cost components, and determine the most efficient procurement scheme among cash purchase, leasing, and rental. Utilizing the Discounted Cash Flow (DCF) method, the research evaluates investment criteria such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PBP), while conducting a sensitivity analysis on coal price fluctuations and operational costs. The results indicate that the leasing scheme is the most profitable alternative, yielding the highest NPV of IDR 12,877.68 million, an IRR of 27.45%, and a payback period of 3.45 years. Sensitivity analysis reveals that a 5-10% decrease in coal prices exerts a more significant impact on declining profitability compared to an equivalent increase in operational costs. Consequently, the leasing scheme is recommended as the primary strategic choice due to its superior initial cash flow flexibility and market risk resilience.
ANALISIS KESTABILAN LERENG RE-MINING MELALUI INTEGRASI PARAMETER DRAINED DAN UNDRAINED SU(Z): OPD MAHAYUNG
T. A. Kurniawan;
M. Asof;
B. Setiawan
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aktivitas penggalian ulang re-mining pada material timbunan out-of-pit dump (OPD) Mahayung PT Bukit Asam Tbk dilakukan untuk mengekspos cadangan batubara ekonomis yang belum tertambang. Penggalian ini memiliki risiko geoteknik yang tinggi akibat heterogenitas material dan potensi pemotongan kaki lereng (toe cutting) timbunan yang mereduksi tahanan geser dan menurunkan nilai FK yang berpotensi memicu kelongsoran. Penelitian ini mengevaluasi kestabilan lereng re-mining pada tiga penampang sayatan (A–A’, B–B’, dan C–C’) melalui pendekatan integratif parameter kuat geser drained dan undrained. Metodologi penelitian menggabungkan investigasi lapangan berupa 14 titik Standard Penetration Test (SPT) dengan kedalaman investigasi 23-80 meter dan uji laboratorium (Triaxial UU serta Direct Shear). Kebaruan penelitian ini terletak pada pemodelan parameter kuat geser tak terdrainase sebagai fungsi kedalaman, Su(z), yang dikalibrasi berdasarkan hubungan SPT–UU untuk merepresentasikan profil kekuatan aktual akibat proses konsolidasi timbunan. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) pada perangkat lunak SLOPE/W menggunakan (Drained Mohr-Coulomb) dan (Undrained Su(z)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Su(z) memberikan estimasi Faktor Keamanan (FK) yang lebih konservatif, dengan deviasi penurunan FK −22,75% hingga −33,46% dibandingkan asumsi drained Mohr-Coulomb. Identifikasi bidang gelincir kritis menunjukkan bahwa stabilitas sangat sensitif terhadap pemotongan kaki lereng. Integrasi profil Su(z) berfungsi untuk mencegah estimasi kestabilan lereng yang terlalu optimis (over-estimate) sehingga menjadi parameter krusial dalam menjamin operasional re-mining yang aman.
EFFECT OF HAUL ROAD GEOMETRY ON THE HAULER PRODUCTIVITY IN COAL MINING
Mega Puspita;
Bochori;
Arie Putra Usman
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/0g7gwj92
In surface coal mining, haul road geometry directly influences vehicle travel times, motion resistances, and production output. In May 2025, coal production at PT X reached only 95.49% (28,399.74 tons) of its 29,741 ton target due to geometric bottlenecks along the 1.45-km haul road. This study evaluates the haul road geometry against Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 and AASHTO standards, analyzing the productivity gains after geometric redesign. Primary data were gathered via GNSS RTK and clinometers, followed by rimpull-based cycle time modeling on a fleet of five Hino 500 FM 280 JD dump trucks. Field results revealed geometric non-compliances, including an excessive 10.06% grade on segment B–C (standard max. 8%), narrow curve widths on segments F–G (13.56 m) and K–L (11.01 m) against the 14.57 m standard, and substandard superelevation across all curves. The actual single-truck cycle time averaged 17.43 minutes, producing 44.83 tons/hour. Following geometric improvements—cutting the B–C grade to 6.28% and widening curves—cycle time decreased by 8.77% to 15.90 minutes. Consequently, single-truck productivity increased to 49.14 tons/hour (total fleet: 245.70 tons/hour), driving monthly output to 31,130.19 tons (104.67% of the target, reflecting a 9.61% increase). Aligning mine haul road geometry with technical standards significantly optimizes hauling efficiency and ensures production targets are met.