cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PENGEMBANGAN APLIKASI PENGENALAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA LAYANAN INFORMASI UNTUK SISWA SMP NEGERI 3 GRESIK KURNIAWAN, TOTOK
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap Bimbingan dan Konseling, sementara upaya pengenalan Bimbingan dan Konseling hanya mengandalkan LKS atau media yang kurang menarik. Disisi lain pemanfaatan media berbasis teknologi modern oleh guru Bimbingan dan Konseling belum dilaksanakan. Padahal berdasarkan data yang diperoleh dari siswa SMPN 3 Gresik kelas VII berjumlah 80 siswa memiliki smarphone android sebanyak 80 % yaitu 64 siswa, smarphone ipone sebanyak 15 % yaitu 12 siswa. Data tersebut sebagai pijakan membuat aplikasi berbasis android untuk mengenalkan Bimbingan dan Konseling. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan produk berupa aplikasi Pengenalan  Bimbingan dan Konseling berbasis android yang dikemas dengan animasi icon Bimbingan dan Konseling. Media yang dikembangkan berlandaskan materi dasar–dasar bimbingan dan konseling dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Prosedur pengembangan dari penelitian ini mengacu pada Borg and Gall (1983) prosedur tersebut digunakan sesuai kebutuhan peneliti untuk menghasilkan produk yang memenuhi kriteria akseptabilitas dan layak untuk digunakan. Hasil uji validasi ahli materi Bimbingan dan Konseling, terhadap penilaian kualitas isi materi aplikasi pengenalan Bimbingan dan Konseling siswa sekolah menengah pertama. diperoleh persentase dengan kriteria kegunaan sebesar 91,6% kriteria kelayakan sebesar 96,4%, kriteria ketepatan sebesar 89,2%, dan kriteria kepatutan sebesar 90%. Rata - rata dari keseluruhan kriteria adalah 92% dan hasil rata– rata  penilaian buku panduan diperoleh 97,7%. Hasil penilaian akseptabilitas ahli media terhadap aplikasi pengenalan Bimbingan dan Konseling berbasis android sebagai media layanan informasi untuk siswa SMP diperoleh presentase secara keseluruhan sebesar 91,3%  dan hasil penilaian buku panduan diperoleh 90,4%. Hasil uji validasi calon pengguna lapangan (Guru BK) SMPN 3 Gresik diperoleh rata–rata aspek kegunaan 91,6%, aspek kelayakan 89,2%, aspek ketepatan 85,7%, aspek kepatutan 90%. Rata–rata penilaian keseluruhan yang diperoleh yaitu 89% dan rata–rata prosentase buku panduan 75%. Hasil calon pengguna lapangan (siswa) SMPN 3 Gresik diperoleh rata–rata aspek kegunaan 90,4%, aspek kelayakan 91%, aspek ketepatan 88,4%, aspek kepatutan 90,8%. Rata–rata penilaian keseluruhan yang diperoleh yaitu 97,3%. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa media aplikasi pengenalan Bimbingan dan Konseling berbasis android sebagai media layanan informasi untuk siswa SMPN 3 Gresik memenuhi kriteria akseptabilitas. Kata kunci : Aplikasi, Pengenalan Bimbingan dan Konseling, Android 
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENGURANGI PERILAKU SISWA TERLAMBAT MASUK SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 CAMPURDARAT TULUNGAGUNG FAHARUDDIN, BRILLIAN
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat keterlambatan siswa masuk sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan pada skor keterlambatan siswa SMPN 1 Campurdarat Tulungagung sebelum dan sesudah penggunaan konseling kelompok Cognitive Restructuring. Data keterlambatan diambil dari buku catatan kedisiplinan yang ada pada guru BK. Subyek dalam penelitian ini berjumlah enam siswa. Penelitian ini menggunakan desain pre-post test one group design. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis statistik non-parametrik dengan uji tanda Wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan bahwa T-hitung lebih besar dibanding T-tabel (20>0). Sementara itu mean skor pre-test sebesar 10 dan mean skor post-tes sebesar 2,67, terdapat penurunan sebesar 7,33. Hal ini berarti  Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya penerapan konseling kelompok Cognitive Restructuring dapat mengurangi perilaku terlambat datang ke sekolah pada siswa SMP Negeri 1 Campurdarat Tulungagung.   Kata Kunci: Konseling kelompok, Cognitive Restructuring, perilaku terlambat
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN ADLERIAN UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH KELAS X MIPA 2 DI SMAN 1 SOOKO MOJOKERTO RIZKY WULAN AMALIA, R.AJ
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan  hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti di SMAN 1 Sooko Mojokerto, terdapat 5 siswa yang memiliki kemampuan penyesuaian diri yang rendah. Dengan demikian, salah satu alternatif  bantuan yang diberikan untuk meningkatkan penyesuaian diri adalah menggunakan konseling kelompok pendekatan adlerian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan konseling kelompok Adlerian untuk meningkatkan penyesuaian diri di sekolah kelas X MIPA 2 SMAN 1 Sooko Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen berupa pre-test and post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri kelas X MIPA 2 SMAN 1 Sooko Mojokerto. Subyek dalam penelitian ini adalah 5 siswa X MIPA 2 SMAN 1 Sooko Mojokerto yang teridentifikasi memiliki skor penyesuaian yang rendah.        Teknik analisis data yang digunakan yaitu non parametrik dengan analisis statistik uji tanda . Berdasarkan hasil analisis data diperoleh ρ = 0,031 dengan taraf kesalahan α = 5% atau 0,05 maka ρ < α. Dari hasil analisis tersebut dapat dilihat adanya peningkatan skor setelah diberi perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok Adlerian dapat meningkatkan penyesuaian diri di sekolah kelas X MIPA 2 SMAN 1 Sooko Mojokerto.     Kata kunci :    Konseling Kelompok Adlerian, Penyesuaian Diri
PROKRASTINASI AKADEMIK (PENUNDAAN AKADEMIK) MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Novia Rengganis, Yuyun
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan dua metode yaitu metode survey dan moetode korelasi. Adapun jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 308 mahasiswa dari populasi 2887 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  angket. Instrumen penelitian terdiri dari tiga macam yaitu angket tingkat perilaku prokrastinasi akademik yang dikembangkan oleh peneliti sendiri dan angket Procrastination Academic Scale – Student  (PASS-1 dan PASS-2) yang dikembangkan oleh Solomon dan Rothblum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 308 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya tingkat perilaku prokrastinasi akademik terdapat 200 mahasiswa (65%) pada kategori sedang, 62 mahasiswa (20%) pada kategori tinggi, dan 46 mahasiswa (15%) tergolong melakukan prokrastinasi akademik pada kategori rendah. Tugas akademik yang paling sering ditunda oleh mahasiswa Fakultas Teknik adalah penundaan dalam menulis makalah yang berkaitan dengan tugas akademik yaitu sebanyak 277 mahasiswa (90%). Lima alasan tertinggi yang banyak dipilih oleh mahasiswa Fakultas Teknik dalam melakukan prokrastinasi akademik  adalah alasan kategori kemalasan sebanyak 66%, alasan kategori penghindaran tugas yang mengganggu 64%, alasan kategori pengambilan resiko  (61%), alasan kategori perfeksionisme (60%), dan alasan kategori ketergantungan (59%).  Berdasarkan hasil uji korelasi terdapat hubungan antara prokrastinasi akademik dengan indeks prestasi semester yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi 1>-rxy : -0,134 artinya: semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik maka nilai Indeks Prestasi Semester mahasiswa semakin rendah. Begitu juga dengan hasil uji korelasi antara keaktifan organisasi mahasiswa dengan tingkat prokrastinasi akademik diketahui terdapat hubungan tingkat sedang, dengan koefisien korelasi rxy : 0,969  dengan p=0,000 (p<0,05) artinya bahwa semakin tinggi mengikuti keaktifan organisasi mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingakat prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Teknik UNESA. Kata kunci : Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIOR DENGAN TEKNIK OPERANT LEARNING UNTUK MENGURANGI PERILAKU KEBIASAAN MEROKOK PADA SISWA DI SEKOLAH SMP MA’ARIF GEMPOL AVRILYA SURYANI, LIDYA
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok dapat disebut sebagai suatu “kebiasaan”. Merokok adalah ketergantungan mengkonsumsi tanaman tembakau. Ketergantungan terhadap tembakau dapat diartikan sebagai suatu ketergatungan kebiasaan dalam mengkonsumsi tembakau secara terus menerus dalam keseharian individu tersebut , sebagai salah satu kebutuhannya. kebiasaan merokok dapat menyebabkan beberapa gangguan. Dalam jangka pendek,merokok dapat menyebabkan warna kekuningan pada gigi,kuku dan jari tangan, mulut dan keringat pun berbau tidak sedap, sehingga secara psikologis mengurangi rasa percaya diri, mengurangi hubungan dengan orang lain dan menjadi tidak tenang. Akibat jangka panjang adalah timbulnya berbagai macam masalah penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan konseling kelompok behavior untuk mengurangi perilaku kebiasaan merokok pada siswa di sekolah SMP Maarif Gempol. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen berupa pre-test and post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah self report, observasi, dan wawancara untuk mengetahui tingkat perilaku kebiasaan merokok siswa SMP Maarif Gempol. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 siswa SMP Maarif Gempol, yang teridentifikasi memiliki skor perilaku kebiasaan merokok yang tinggi.  Teknik analisis data yang digunakan yaitu non parametrik dengan analisis statistik uji tanda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh ρ = 0,004 dengan taraf kesalahan α = 5% atau 0,05 maka ρ < α. Dari analisis tersebut dapat dilihat adanya penurunan skor setelah diberi perlakuan. Hasil uji statistik ada perbedaan skor pre-test dan post-test setelah dikonsultasikan dengan tabel terdapat mean 21.41667, dan SD 13.0781 dan terdapat skor rendah 9 kebawah sedang 9-34 , dan tinggi 34 keatas. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi “Penerapan konseling kelompok behavior dapat mengurangi perilaku kebiasaan merokok pada siswa di SMP  Maarif Gempol”, dapat diterima. Dengan demikian ada perbedaan tingkat perilaku kebiasaan merokok siswa antara sebelum dan setelah konseling kelompok behavior pada siswa di SMP Maarif Gempol.   Kata kunci : Konseling kelompok, Behavior, Perilaku Kebiasaan Merokok
PENERAPAN PERMAINAN SELF DEVELOPMENT DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KETERBUKAAN DIRI SISWA KELAS VIII SMPN 2 SEKARAN LAMONGAN MUTAWADHIAH, ABIDATUL
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan  hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti di SMPN 2 Sekaran lamongan, terdapat 7 siswa yang memiliki kemampuan keterbukaan diri yang rendah. Dengan demikian, salah satu alternatif  bantuan yang diberikan untuk meningkatkan keterbukaan adalah menggunakan bimbingan kelompok model permainan self development. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan permainan self development dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa kelas VIII SMPN 2 Sekaran. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen berupa pre-test and post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengetahui tingkat keterbukaan diri di kelas VIII SMPN 2 Sekaran Lamongan. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 siswa kelas VIII-B SMPN 2 Sekaran Lamongan yang teridentifikasi memiliki skor keterbukaan diri yang rendah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu non parametrik dengan analisis statistik  uji tanda. Berdasarkan analisis data diperoleh ρ = 0,031 dengan taraf kesalahan α = 5% atau 0,05 maka ρ < α. Dari hasil analisis tersebut dapat dilihat adanya peningkatan skor setelah diberi perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan self development dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan ketrbukaan diri siswa kelas VIII-B SMPN 2 Sekaran Lamongan.   Kata kunci : Permainan Self Development, Bimbingan Kelompok, Keterbukaan Diri
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK KOGNITIF PERILAKU UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH 9 SURABAYA Syarhul Luma, Mochamad
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan kegiatan yang masih banyak dilakukan oleh kebanyakan orang, dari dewasa bahkan sampai yang masih duduk di bangku sekolah. Kebiasaan merokok pada umumnya dimulai saat remaja.Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan konseling kelompok kognitif perilaku untuk mengurangi perilaku merokok siswa di SMA MUHAMMADIYAH 9 Surabaya. Subjek penelitian diambil dari siswa kelas XI, karena kelas ini menunjukan perilaku merokok yang tinggi dan diharapkan mampu mengurangi perilaku merokok siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimenttal designe dengan jenis pre-test post-test one group design, sedangkan subyek penelitiannya adalah 7 siswa kelas XI di SMA MUHAMMADIYAH 9 Surabaya yang memiliki perilaku merokok tinggi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang siswa yang memiliki perilaku merokok tinggi yakni dengan menggunakan angket. Teknis analisis data yang digunakan adalah Uji Tanda. Hasil analisis Uji Tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 7. Berarti N (banyaknya pasangan yang menunjukkan perbedaan) adalah 7, sehingga X (banyaknya tanda yang lebih sedikit) adalah 0. Dengan melihat table tes binomial dengan ketentuan N = 7 dan X = 0, maka diperoleh ρ = 0,008. Bila menggunakan ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,008< 0,05, dengan demikian H0 ditolak dan  diterima. Berdasarkan mean pre-test 105,7 dan mean post-test 81,5.Hal ini membuktikan bahwa pemberian konseling kelompok kognitif perilaku dapat menurunkan perilaku merokok siswa di kelas XI SMA MUHAMMADIYAH 9 Surabaya.   Kata Kunci: Konseling kelompok kognitif perilaku, Perilaku Merokok  
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH (MDC) SURABAYA Sella Catherin, Adek
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang banyak terjadi di kalangan remaja karena kurangnya pembentukkan dan panutan karakter di masyarakat sehingga membuat pendidikan karakter menjadi penting untuk dimasukkan dalam kurikulum sekolah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelaksanaan pendidikan karakter, beserta faktor dan pengaruh yang ditimbulkan dari pelaksanaan pendidikan karakter di SMA Kristen Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Subjek penelitian adalah konselor yang berperan dalam pelaksanaan pendidikan karakter di SMA Kristen MDC Surabaya dilaksanakan pada bulan Agustus s.d September 2015.Penelitian ini dilakukan di tingkat SMA karena, pada masa SMA merupakan masa remaja yang sedang mencari jati diri mereka. Teknik pengumpulan data antara lain dengan menggunakan pedoman wawancara, dan dokumentasi kegiatan pelaksanaan pendidikan karakter. Hasil penelitian dari pelaksanaan pendidikan karakter di SMA Kristen MDC Surabaya terdapat 12 pilar karakter karya Jim-Rohn sebagai panduan dalam pelaksanaan pendidikan karakter. Materi pendidikan karakter di SMA Kristen MDC Surabaya dikenal dengan  Personal Development Programme (Pedevpro) yang kemudian dibagi sesuai dengan tingkatan kelas. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter tidak selalu berjalan mulus, tentunya memiliki hambatan. Menurut konselor, yang dianggap sebagai hambatan selama proses pelaksanaan pendidikan karakter berlangsung ada dua, yaitu pengajar dan fasilitas yang dimiliki sekolah. Upaya yang dilakukan konselor dalam mengatasi hambatan adalah setiap guru di SMA Kristen MDC Surabaya memiliki mentor dan form penilaian untuk guru. Untuk hambatan yang kedua siswa diperkenankan membawa gadget/HP dalam pembelajaran ketika membutuhkan koneksi internet.Penggunaan gadget/HP harus seijin guru pengajar dan ditanda tangani oleh kepala sekolah.selebihnya penggunaan gadget/HP tidak diperbolehkan dan diletakkan ke dalam loker yang telah disediakan pada setiap kelas. Harapan dari pelaksanaan pendidikan karakter adalah menciptakan agen perubahan dari setiap sekolah yang melaksanakan pendidikan karakter dengan maksimal maka perubahan karakter akan lebih cepat dirasakan oleh semua masyarakat tentunya perubahan karakter yang dimaksud adalah ke arah yang baik. Kata Kunci : Pelaksanaan Pendidikan Karakter, Personal Development Programme (Pedevpro
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X IPS 3 DI SMAN 4 PASURUAN Tjahyono Putri, Puspitasari
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan konseling kelompok Realita untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X IPS 3 di SMAN 4 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen berupa pre-test and post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengetahui tingkat motivasi belajar kelas X IPS 3 SMAN 4 Pasuruan. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 siswa X IPS 3 SMAN 4 Pasuruan yang teridentifikasi memiliki skor motivasi belajar rendah.      Teknik analisis data yang digunakan yaitu non parametrik dengan analisis statistik uji tanda . Berdasarkan hasil analisis data diperoleh ρ = 0,031 dengan taraf kesalahan α = 5% atau 0,05 maka ρ < α. Dari hasil analisis tersebut dapat dilihat adanya peningkatan skor setelah diberi perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok Realita dapat meningkatkan motivasi belajar di sekolah kelas X IPS 3 SMAN 4 Pasuruan.   Kata kunci : Konseling Kelompok realita, motivasi belajar
PERILAKU MENGKONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AJENG KUSUMANINGRUM, RINO
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 3 (2017): volume 7 nomer 3
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku mengonsumsi minuman beralkohol pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif bentuk deskriptif dengan menggunakan metode survey. Adapun jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 308 mahasiswa dari populasi 1338 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket. Hasil penelitian menunjukkan (1) Faktor internal tertinggi Dari 308 mahasiswa yang menjadi sampel hal tersebut digambarkan aktifitas 45 mahasiswa (100%) dan yang terendah adalah merasa mudah terpengaruh sehingga mengkonsumsi minuman beralkoho  sebanyak 29 mahasiswa (52%), dan (2) faktor eksternal 40 mahasiswa (89%) mengenal minuman beralkohol dari film-film di televisi. Mengkonsumsi minuman beralkohol untuk coba-coba yang tertinggi yaitu sebanyak 29 mahasiswa (64%) (3) Tujuan mengonsumsi minuman beralkohol dengan alasan mencari pengalaman baru. 29 mahasiswa (65%), dan paling banyak dirasakan sebesar 21 mahasiswa (51%) yang mengkonsumsi minuman beralkohol berfungsi untuk mengurangi rasa bersalah (4) Dampak terhadap aktifitas yang dirasakan oleh mahasiswa akibat mengkonsumsi minuman beralkohol. Dampak tertinggi sebanyak 30 mahasiswa (54%). Dampak terhadap kondisi fisik hasil tertinggi dirasakan 35 mahasiswa (75%).Dampak  psikologis tertinggi sebanyak 14 mahasiswa (36%) merasa tidak dapat berfikir secara jernih. Dampak sosial tertinggi dialami 24 mahasiswa  (62%)yang   menjadi   tidak   peduli dengan lingkunga sekitar. (5) Keinginan untuk berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol,sebanyak 44 mahasiswa (95%) merasa tertekan sehingga ingin berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. (6) 44 mahasiswa (97%) ingin lebih mendekatkan diri pada           Tuhan.    Kata kunci: Minuman beralkohol, Mahasiswa