cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN PERILAKU PROSOSIAL UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 CANDI SIDOARJO Wibawani, Meirina
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari studi lapangan di SMP Negeri 3 Candi Sidoarjo, peneliti mengambil data dengan melakukan metode observasi, wawancara,  angket kepada guru bimbingan konseling dan siswa. Kemudian ditemukan hasil rata-rata siswa mengalami kurangnya pemahaman tentang perilaku prososial serta belum adanya media yang cocok untuk memberikan penjelasan mengenai prososial yang meliputi topik berbagi, kerjasama, donasi, menolong dan kejujuran. Oleh karena itu diperlukan adanya sebuah media pembelajaran bagi guru BK dan siswa dalam memahami perilaku prososial melalui layanan bimbingan klasikal dengan teknik diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Fenrich yang terdiri atas 6 tahapan yaitu tahap analisis, tahap perencanaan, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap implementasi, tahap evaluasi dan revisi. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk buku panduan perilaku prososial untuk siswa kelas VIII sekolah menengah pertama yang memenuhi kriteria akseptabilitas yaitu kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan. Keterbatasan penelitian tidak sampai pada fase implementasi dan evaluasi. Hasil akhir setelah peneliti melakukan kegiatan identifikasi kebutuhan di SMP Negeri 3 Candi Sidoarjo untuk mengembangkan buku panduan perilaku prososial maka dapat disimpulkan beberapa data dari uji validasi ahli materi, ahli media dan calon pengguna produk sehingga data kuantitatif yang telah diperoleh melalui uji validasi ahli materi bimbingan dan konseling maka hasil produk yang mencakup empat aspek akseptabilitas dengan nilai keseluruhan 86,3% yang menurut Mustaji (2005) masuk dalam kategori “sangat baik dan tidak perlu direvisi”. Sedangkan dari data kuantitatif yang telah diperoleh melalui uji validasi ahli media maka hasil yang diperoleh rata-rata yaitu 83,3% yang menurut Mustaji (2005) masuk dalam kategori “sangat baik dan tidak perlu direvisi”. Lalu jika dilihat dari data kuantitatif yang telah diperoleh maka hasil produk yang mencakup empat aspek akseptabilitas yang dinilai oleh calon pengguna produk buku panduan (konselor) dengan nilai keseluruhan 92% yang menurut Mustaji (2005) masuk dalam kategori “sangat baik dan tidak perlu direvisi”. Secara keseluruhan buku panduan perilaku prososial memperoleh presentase nilai 87,2% dengan kategori “sangat baik dan tidak perlu direvisi”. Maka berdasarkan hasil analisis data secara kuantitatif tersebut dapat disimpulkan bahwa buku panduan perilaku prososial bagi siswa kelas VIII sekolah menengah pertama telah memenuhi kriteria akseptabilitas dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah jenjang SMP / Sederajat. Kata kunci : Pengembangan, Buku Panduan, Perilaku Prososial, Siswa SMP
PENERAPAN PENDEKATAN KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIF PERILAKU (KREP) UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS VII G DI SMP NEGERI 5 PAMEKASAN WARDIATI, WINDA
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan krep untuk meningkatkan efikasi diri siswa. Efikasi diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki individu terhadap kemampuannya dalam melaksanakan suatu tugas. Untuk meningkatkan efikasi diri peneliti menggunakan pendekatan krep. Penelitian tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 5 Pamekasan. Penelitian ini menggunakan rancangan adalah pre - eksperimental design dalam bentuk one group pre-test-postest. Subyek penelitian diambil dari enam orang siswa yang memilki efikasi diri rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji tanda. Berdasarkan dari hasil analisis data, diketahui jumlah pengamatan yang relevan, N = 6 dan jumlah terkecil r = 0. Peneliti menentukan signifikansi dilakukan berdasarkan tabel probabilitas binomial, dengan ketentuan N = 6 dan r = 0 maka diperoleh ptabel = 0,007 yang memiliki harga lebih kecil dar α = 0,05. Bila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,007 < 0,05. Sesuai dengan statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Tersdapat peningkatan yang sangat signifikan terhadap skor efikasi diri antara pre-test dan pos-test. Dengan demikian, penggunaan pendekatan krep dapat meningkatkan efikasi diri siswa kelas VII G di SMP Negeri 5 Pamekasan.
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN PENGELOLAAN EMOSI MARAH DENGAN STRATEGI EMOTIONAL LITERACY UNTUK SISWA KELAS VIII SMP 3 CANDI SIDOARJO Muslimah, Siti
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Negeri 3 Candi Sidoarjo, ditemukan beberapa permasalahan siswa terkait dengan pengelolaan emosi marah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang pengelolaan emosi marah. Selain itu, kurangnya media yang digunakan konselor dalam memberikan layanan informasi terkait dengan pengelolaan emosi marah. Karena itulah perlu adanya informasi yang tepat sebagai bentuk informasi bagi siswa salah satunya adalah buku panduan.  Pengembangan buku panduan pengelolaan emosi marah dengan strategi emotional literacy untuk siswa SMP kelas VIII  ini merupakan bentuk pengembangan media cetak berupa buku yang berisi pembahan tentang emosi marah, pengelolaan emosi marah, strategi emotional literacy, serta tahap-tahap strategi emotional literacy yang dikemas dalam bentuk cerita dan terdapat lembar kerja siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan dari Bolg and Gall(1983) yang telah disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov(2008). Tujuan buku panduan pengelolaan emosi marah dengan strategi emotional literacy untuk siswa SMP kelas VIII  yang kemudian diuji akseptabilitasnya dengan empat aspek yaitu kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan dengan keterbatasan sampai uji ahli pengguna(konselor). Hasil analisis buku panduan pengelolaan emosi marah dengan strategi emotional literacy untuk siswa SMP kelas VIII  menunjukan persentase kegunaan dengan hasil 90,8%, kelayakan dengan hasil penilaian 91,05%, ketepatan dengan hasil penilaian 95%, kepatutan dengan hasil penilaian 94,95% hasil penilaian rata-rata 92,70%, yang termasuk ke dalam kategori sangat baik dan tidak perlu direvisi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku panduan pengelolaan emosi marah dengan strategi emotional literacy untuk siswa SMP kelas VIII  telah memenuhi kriteria akseptabilitas yang meliputi kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan untuk diberikan kepada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Candi Sidoarjo.   Kata kunci : Pengembangan, Buku Panduan, Pengelolaan Emosi Marah, Strategi Emotional Literacy
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-INSTRUCTION UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 29 SURABAYA Anggun Putri Winarta, Annisa
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan dan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 29 Surabaya  pada tanggal 14 Oktober 2016 serta keterangan yang diperoleh dari guru bimbingan dan konseling di sekolah tersebut fenomena membolos di SMP Negeri 29 Surabaya  banyak terjadi pada kelas VIII. Dari keteraangan guru bimbingan dan konseling diketahui bahwa pada tahun ajaran 2016/2017 jumlah siswa kelas VIII yang membolos setiap harinya mencapai 4 siswa. Penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian kuantitataif dengan menggunakan desain eksperimen kasus tunggal (single case experimental design) yang merupakan sebuah desain penelitian untuk mengevaluasi efek suatu perlakuan dengan kasus tunggal. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dokumentasi absensi siswa siswa tahun ajaran 2016/2017 sebagai metode utama. Subyek dalam penelitian ini adalah 5 siswa yang memiliki frekuensi tinggi dalam perilaku membolos. Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisa hasil data dalam penelitian ini adalah time series analysis. Teknik time series analysis yaitu mencermati perubahan level dan slope. Berdasarkan data dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konseling kelompok dengan teknik self-instruction dapat mengurangi frekuensi perilaku membolos siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Surabaya. Hal tersebut didukung oleh hasil dalam fase baseline dan fase treatment dari keempat subjek dimana dua subjek mengalami pengurangan frekuensi perilaku membolos menjadi satu kali dalam lima minggu setelah pemberian perlakuan yang sebelumnya dua subjek itu memliki frekuensi enam dan tujuh kali membolos dalam satu semester, satu subjek mengalami pengurangan frekuensi perilaku membolos menjadi dua kali dalam lima minggu setelah pemberian perlakuan yang sebelumnya dua subjek itu memliki frekuensi sepuluh kali membolos dalam satu semester, dan satu subjek berikutnya tidak terlihat berperilaku membolos dalam lima minggu setelah pemberian perlakuan yang sebelumnya dua subjek itu memliki frekuensi sepuluh kali membolos dalam satu semester. Perubahan penurunan frekuensi perilaku membolos menunjukkan hasil yang stabil dan berkurang setalah pemberian perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian konseling kelompok dengan teknik self-instruction dapat mengurangi perilaku membolos subjek yaitu siswa kelas VIII di SMP Negeri 29 Surabaya.   Kata kunci : Membolos, Peserta Didik, Absen.
STUDI KEPUSTAKAAN MENGENAI LANDASAN TEORI DAN PRAKTIK ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) SRIAMI,
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun landasan teori dan praktik Acceptance and Commitment Therapy (ACT) sebagai alternatif pendekatan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Dengan metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Guna menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka serta memperhatikan komentar pembimbing. Hasil penelitian ini adalah tersusunnya landasan teori dan praktik Acceptance and Commitment Therapy secara utuh meliputi, : 1) Latar belakang berkembangnya Acceptance and Commitment Therapy (ACT), 2) konsep utama Acceptance and Commitment Therapy (ACT), 3) tujuan dari Acceptance and Commitment Therapy (ACT), 4) fungsi dan peran konselor dalam Acceptance and Commitment Therapy (ACT), 5) pengalaman konseli dalam proses Acceptance and Commitment Therapy (ACT), 6) hubungan antara konselor dan konseli dalam Acceptance and Commitment Therapy (ACT), 7) teknik dan prosedur Acceptance and Commitment Therapy (ACT), dan 8) penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam berbagai permasalahan klinis,  dan 9) proses Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam menangani kasus. Kata Kunci: Studi Kepustakaan, Acceptance and Commitment Therapy.
STUDI KEPUSTAKAAN MENGENAI LANDASAN TEORI DAN PRAKTIK SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) PEBRIANTI, DEWI
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun landasan teori dan praktik Solution-Focused Brief Therapy (SFBT). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca kembali pustaka serta memperhatikan komentar pembimbing. Hasil penelitian ini adalah tersusunnya landasan teori dan praktik Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) sebagai alternatif pendekatan konseling, yang meliputi: 1) Latar belakang perkembangan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT); 2) konsep utama Solution-Focused Brief Therapy (SFBT); 3) tujuan dari Solution-Focused Brief Therapy (SFBT); 4) fungsi dan peran konselor dalam Solution-Focused Brief Therapy (SFBT); 5) pengalaman konseli dalam proses Solution-Focused Brief Therapy (SFBT); 6) hubungan antara konselor dan konseli dalam Solution-Focused Brief Therapy (SFBT)); 7) teknik dan prosedur Solution-Focused Brief Therapy (SFBT); dan 8) hasil penelitian penerapan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT);  dan 9) proses Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) dalam menangani kasus. Kata Kunci: Konseling, Solution-Focused Brief Therapy (SFBT).
STUDI KEPUSTAKAAN MENGENAI LANDASAN TEORI DAN PRAKTIK KONSELING NARATIF AZIZAH, AINUL
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun landasan teori dan praktik konseling naratif sebagai alternatif pendekatan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka serta memperhatikan komentar pembimbing. Hasil penelitian ini adalah tersusunnya landasan teori dan praktik konseling naratif secara utuh meliputi, : 1) Latar belakang berkembangnya konseling naratif, 2) konsep utama konseling naratif, 3) tujuan dari konseling naratif, 4) fungsi dan peran konselor dalam konseling naratif, 5) pengalaman konseli dalam proses konseling naratif, 6) hubungan antara konselor dan konseli dalam konseling naratif, 7) teknik dan prosedur konseling naratif, dan 8) hasil penelitian penerapan konseling naratif,  dan 9) proses konseling naratif dalam menangani kasus. Kata Kunci: Studi Kepustakaan, Konseling Naratif.
PETA MASALAH SANTRI DAN KESIAPAN GURU BK DI  PONDOK PESANTREN AR- RAUDLATUL  ILMIYAH  KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK Thoyyibin W.A.M, Ahmad
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan masalah santri dan kesiapan guru BK dalam mengentaskan masalah di  Pondok Pesantren Ar-Raudlatul  Ilmiyah  Kecamatan Kertosono Kabupaten  Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenonema dalam suatu latar yang berkonteks khusus yang bertujuan untuk memahami fenomena sosial dari sudut pandang partisipan dan sifatnya deskriptif analitik. Data yang diperoleh dengan triangulasi dalam pengujian kredibilitas yaitu dengan triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik sehingga dilancarkan dalam bentuk  kuesioner adopsi DCM (Daftar Cek Masalah), wawancara mendalam dengan guru BK dan pengurus ponpes, serta analisis dokumen berupa profil serta dokumentasi pemotretan dari YTP Kertososno yang disusun peneliti dengan tidak dituangkan seutuhnya dalam bentuk angka-angka melainkan analisis berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk analisa data kualitatif atau uraian naratif. Hasil dan simpulan yang diperoleh dari analisis data di lapangan oleh peneliti dengan pemaparan peta permasalahan pada santri/santriwati dengan hasil  dari 12 aspek permasalahan yang ada pada  DCM bahwa terdapat 3 aspek permasalahan dengan kategori tertinggi yaitu  (1) aspek kebiasaan belajar dengan prosentase tertinggi (79%),  (2 ) aspek masalah kesehatan dengan prosentase (73%), (3) masalah waktu senggang prosentase ketiga( 67%) dan kesiapan guru BK sesuai PERMENDIKBUD no 111 tahun 2014 terutama dalam rancangan program layanan BK dan merespon masalah yang muncul dari hasil analisis kuesioner DCM di Pondok Pesantren Arroudlotul  Ilmiyah  Kecamatan Kertosono Kabupaten  Nganjuk. Kata kunci: peta masalah santri, kesiapan guru BK, pondok pesantren
KARAKTERISTIK PELAKU DAN KORBAN BULLYING DI SMA NEGERI 11 SURABAYA Wangi Wulandari, Ayu
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 11 Surabaya, ditemukan kasus bullying yang terjadi disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk bullying, karakteristik pelaku dan korban bullying. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek kelas XII-IPA5 (pelaku maupun korban bullying). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi partisipasi pasif, wawancara terstuktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji credibility dan dependability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying terjadi dalam empat bentuk yaitu bullying fisik (mengambil paksa barang, memukul, meminta uang dengan paksa, dan menyudutkan korban), bullying verbal (memanggil dengan nama julukan, memanggil dengan kekurangan fisik, mengolok-olok, dan berkata kasar, bullying sosial (mengucilkan), dan bullying elektronik (mengambil foto tanpa ijin dan menyebarkan ke sosial media). Pelaku bullying memiliki kekuatan fisik dan sosial yang lebih dibandingkan dengan siswa lain, kemampuan interpersonal skill yang buruk, kurang bertanggung jawab, kurang empati, kendali diri yang lemah dan agresif. Korban bullying memiliki penampilan fisik yang berbeda, pendiam, pasif, rendah diri, dan memiliki kemampuan finansial yang lebih   Kata kunci : bentuk bullying, karakteristik pelaku bullying, karakteristik korban bullying
STUDI TENTANG SELF-MANAGEMENT MAHASISWA YANG SUDAH MENIKAH DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNESA Bingar Ningtyas, Eva
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomer 2
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitan ini mengungkap tentang self-management pada mahasiswa yang sudah menikah yang lulus tepat waktu, faktor yang melatarbelakangi, perbedaan sebelum dan setelah menikah, serta persepsi mahasiswa terkait dengan pernikahan yang terjadi di kalangan mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan mengunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif dengan proporsi kualitatif lebih mendominasi. Teknik pengumpulan data mengunakan instrumen wawancara, angket serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data yang dikembangkan oleh Miles & Huberman (dalam Sugiono,2012). Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa self-managemnt mahasiswa yang sudah menikah adalah dengan memaksimalkan waktu selama di kampus, berbagi tugas denagn suami, serta memprioritaskan tugas yang dapat di selesaikan terlebih dahulu. Faktor yang melatarbelakangi antara lain adalah usia pacaran yang sudah lama, perbedaan usia antara subyek dengan suami yang terpaut 4-7 tahun, rasa tidak ingin kehilangan suami serta dorongan dari orang tua yang ingin mensegerakan niat baik. Untuk perbedaan sebelum menikah dan setelah menikah yang menonjol adalah pembatasan berteman dengan lawan jenis serta tanggung jawab yang bertambah. Adapun persepsi mahasiswa terkait dengan pernikahan di kalangan mahasiswa di anggap sebuah kewajaran karena memang dari segi usia, psikologis dan keadaan ekonomi yang sudah matang.       Kata kunci :Self-management, Mahasiswa