cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PENERAPAN KOMBINASI ANTARA TEKNIK INSTRUKSI DIRI DAN FILM PENDEK UNTUK MENGURANGI KEJENUHAN BELAJAR SISWA KELAS XI TKR DI SMK ASSA’ADAH BUNGAH NISWATIN, KHOIRUN; NAQIYAH, NAJLATUN
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan menerapkan teknik kombinasi instruksi diri dan film pendek dapat mengurangi kejenuhan belajar siswa kelas XI TKR di SMK Assa?adah Bungah. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengetahui tingkat kejenuhan belajar yang dialami oleh siswa kelas XI TKR di SMK Assa?adah Bungah. Subjek berjumlah 4 siswa kelas XI TKR di SMK Assa?adah Bungah yang mengalami tingkat kejenuha belajar tinggi. Teknik analisis data yang digunakan berupa statistik non-parametrik dengan menggunakan Uji Paired Sample T-Test atau uji tanda. Hasil analisis uji paired samples test diketahui nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,03 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik kombinasi Instruksi diri dan film pendek dapat mengurangi kejenuhan belajar pada siswa kelas XI TKR di SMK Assa?adah Bungah. Kata kunci: Kombinasi, Instruksi Diri, Film Pendek, Kejenuhan Belajar.
PERILAKU PENYALAHGUNAAN LEM PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN UPAYA PENANGANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SETIAWAN, ARY; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada maraknya penyalahgunaan lem sebagai pengganti narkoba jenis zat adiktif dikalangan siswa dibawah umur, harga yang murah dan juga mudah untuk didapatkan menjadi daya tarik tersendiri. Berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional 2018 sekitar 24 persen pengguna narkoba adalah kalangan pelajar. Sebagai contoh saja di kota Surabaya pada November 2018 Satpol PP mendapati 5 siswa Sekolah Menengah Pertama yang sedang mabuk lem dan pada saat itu juga membolos dari sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sebenarnya faktor yang dapat mempengaruhi siswa untuk menyalahgunakan lem sebagai pengganti narkoba, pola penggunaannya, dampak, serta upaya penanganan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan lem dikalangan pelajar dibawah umur. Penelitian ini menggunakan metode study literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil analisis dari berbagai sumber literatur menunjukan bahwa faktor terbesar maraknya penyalahgunaan lem adalah dari teman dan juga pergaulan, yang awalnya hanya coba-coba akhirnya mulai ketagihan lalu mulai ketergantungan. Peran keluarga disini sangat penting dalam mengawasi teman dan juga pergaulan siswa, pola komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, serta intensitas waktu bersama keluarga diharapkan mampu mengurangi perilaku adiksi terhadap lem pada siswa. Kata Kunci: Adiksi Lem, Faktor Adiksi, Penanganan Adiksi
PERILAKU PENYALAHGUNAAN LEM PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN UPAYA PENANGANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SETIAWAN, ARY; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada maraknya penyalahgunaan lem sebagai pengganti narkoba jenis zat adiktif dikalangan siswa dibawah umur, harga yang murah dan juga mudah untuk didapatkan menjadi daya tarik tersendiri. Berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional 2018 sekitar 24 persen pengguna narkoba adalah kalangan pelajar. Sebagai contoh saja di kota Surabaya pada November 2018 Satpol PP mendapati 5 siswa Sekolah Menengah Pertama yang sedang mabuk lem dan pada saat itu juga membolos dari sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sebenarnya faktor yang dapat mempengaruhi siswa untuk menyalahgunakan lem sebagai pengganti narkoba, pola penggunaannya, dampak, serta upaya penanganan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan lem dikalangan pelajar dibawah umur. Penelitian ini menggunakan metode study literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil analisis dari berbagai sumber literatur menunjukan bahwa faktor terbesar maraknya penyalahgunaan lem adalah dari teman dan juga pergaulan, yang awalnya hanya coba-coba akhirnya mulai ketagihan lalu mulai ketergantungan. Peran keluarga disini sangat penting dalam mengawasi teman dan juga pergaulan siswa, pola komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, serta intensitas waktu bersama keluarga diharapkan mampu mengurangi perilaku adiksi terhadap lem pada siswa. Kata Kunci: Adiksi Lem, Faktor Adiksi, Penanganan Adiksi
PERILAKU PENYALAHGUNAAN LEM PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN UPAYA PENANGANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SETIAWAN, ARY; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada maraknya penyalahgunaan lem sebagai pengganti narkoba jenis zat adiktif dikalangan siswa dibawah umur, harga yang murah dan juga mudah untuk didapatkan menjadi daya tarik tersendiri. Berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional 2018 sekitar 24 persen pengguna narkoba adalah kalangan pelajar. Sebagai contoh saja di kota Surabaya pada November 2018 Satpol PP mendapati 5 siswa Sekolah Menengah Pertama yang sedang mabuk lem dan pada saat itu juga membolos dari sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sebenarnya faktor yang dapat mempengaruhi siswa untuk menyalahgunakan lem sebagai pengganti narkoba, pola penggunaannya, dampak, serta upaya penanganan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan lem dikalangan pelajar dibawah umur. Penelitian ini menggunakan metode study literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil analisis dari berbagai sumber literatur menunjukan bahwa faktor terbesar maraknya penyalahgunaan lem adalah dari teman dan juga pergaulan, yang awalnya hanya coba-coba akhirnya mulai ketagihan lalu mulai ketergantungan. Peran keluarga disini sangat penting dalam mengawasi teman dan juga pergaulan siswa, pola komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, serta intensitas waktu bersama keluarga diharapkan mampu mengurangi perilaku adiksi terhadap lem pada siswa. Kata Kunci: Adiksi Lem, Faktor Adiksi, Penanganan Adiksi