cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: March 2017" : 6 Documents clear
Leading Empathic Engagement Through Teamwork Interaction in Classroom Alimul Muniroh
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.905 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p008

Abstract

Abstract: Emphatic engagement in the classroom is feeling of students who perceive connected with their friends in learning activities in the classroom. Emphatic engagement is very important to emerge respect to the others, to be awarded of the diversity in life and to realize and concern to human beings. Empathic engagement can be taught from an early age in primary school students. With the right methods, students in elementary school can have a sense of empathy for the involvement of their friends that it will be very useful to give the best practice to adulthood process. The study aimed to explain how an empathic engagement was taught in primary school students. Emphatic engagement is through teamwork interaction in the classroom. Subjects of the research were students aged 9 years in primary school in Lamongan. The results showed that the teamwork interaction in classroom used by teachers in learning could deliver an empathic engagement. Students with an empathic engagement have awareness to always care for their fellow students and seek to participate in every learning activity in the classroom.Key words: empathic engagement, interaction, teamwork Abstrak: Keterlibatan empatik di kelas adalah perasaan siswa yang merasa terhubung dengan teman mereka dalam kegiatan belajar di kelas. Keterlibatan empatik sangat penting untuk memunculkan sikap menghargai terhadap orang lain, untuk dianugerahi keragaman dalam kehidupan dan untuk menyadari serta memperhatikan manusia. Keterlibatan secara empatik dapat diajarkan sejak usia dini pada siswa sekolah dasar. Dengan metode yang tepat, siswa di sekolah dasar dapat memiliki rasa empati atas keterlibatan teman-teman mereka sehingga akan sangat berguna untuk memberikan praktik terbaik untuk proses pendewasaan diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana keterlibatan empatik diajarkan pada siswa sekolah dasar. Keterlibatan empatik adalah melalui interaksi kerja tim di kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa berusia 9 tahun di sekolah dasar di Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi timbal balik di kelas yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memberikan keterlibatan empatik. Siswa dengan keterlibatan empatik memiliki kesadaran untuk selalu peduli terhadap sesama siswa dan berusaha untuk berpartisipasi dalam setiap aktivitas belajar di kelas.Kata kunci: keterlibatan empatik, interaksi, kerja tim
Influence of Intrinsic and Extrinsic Learning Motivation in College Students on Choice of Majors at State Universities Daud Effendi; Erna Multahada
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.747 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p015

Abstract

Abstract: This study aims to discover the influence of intrinsic and extrinsic learning motivation in college students on choices of majors at state universities. Participants consisted of 556 students (in their first and third semesters, with an age range of 18-21 years) in the Faculty of Da’wa Science and Communication Science at a state university. Data on intrinsic and extrinsic motivation obtained through non-random sampling utilized a scale adapted from Harter, while choice of majors data employed a Likert scale derived from theory of determination. Multiple linear regression analysis was used to determine the effects of intrinsic and extrinsic motivation on students’ choice of majors. Our results showed that extrinsic and intrinsic learning motivation have significant influence on choice of majors at state universities. Intrinsic and extrinsic learning motivation in college students contributed approximately 10.5% toward choice of majors, with a high significance level (p = 0.000). Intrinsic learning motivation had greater influence on choice of majors, with a beta value of 106.9, whereas extrinsic learning motivation had a beta value of 85.Key Words: extrinsic motivation, intrinsic motivation, students, choice of majors Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa pada mata kuliah pilihan jurusan di perguruan tinggi negeri. Peserta terdiri dari 556 mahasiswa (di semester pertama dan ketiga, dengan rentang usia 18-21 tahun) di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi di sebuah universitas negeri. Data motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang diperoleh melalui pengambilan sampel non acak menggunakan skala yang disesuaikan dengan Harter, sedangkan data pilihan jurusan menggunakan skala Likert yang berasal dari teori determinasi. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap pilihan jurusan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar ekstrinsik dan intrinsik berpengaruh signifikan terhadap pilihan jurusan di perguruan tinggi negeri. Motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik pada mahasiswa memberikan kontribusi sekitar 10,5% terhadap pilihan jurusan, dengan tingkat signifikansi yang tinggi (p = 0.000). Motivasi belajar intrinsik memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pilihan jurusan, dengan nilai beta 106,9, sedangkan motivasi belajar ekstrinsik memiliki nilai beta 85.Kata kunci: motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik, siswa, pilihan jurusan
Language Learning or Language Education? Reviving Teachers’ Moral Exemplary Function Aris Kurniawan; Yazid Bastomi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.936 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p021

Abstract

Abstract: English teaching is not only simply devoted to make students to master language contents. More than that, teachers may infuse moral values like politeness, respect, and honesty during the teaching and learning process. This preliminary case study explored teacher’s perception to their moral exemplary function and how they play their role as a moral agent in the classroom. Through interviews with two English teachers, it is revealed that teachers regard the exemplary function is crucial for students’ moral development. Teachers could actualize their role as moral model by showing good attitude in speaking and behave properly in front of students.Key Words: character building, English language teaching, role model Abstrak: Pembelajaran bahasa Ingris tidak sesederhana mengajarkan konten bahasa kepada siswa. Lebih dari tu, seorang guru bahasa inggris seharusnya juga menyampaikan nilai moral yang melandasai penggunaan bahasa seperti norma kesopanan, menghargai, dan juga kejujuran. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk memahami persepsi guru bahasa inggris tentang peluang mereka menjadi menjadi teladan bagi siswa dan bagaimana guru mencontohkan nilai moral kepada siswa. Dari data interview, diketahui jika guru meganggap bahwa dengan menjadi contoh yang baik, mereka bisa mendorong pembentukan karakter siswa. Bukan hanya ucapan, sikap dan tingkah laku adalah dua hal penting untuk bisa mewujudkan peran guru sebagai teladan bagi siswa.Kata kunci: pendidikan karakter, pembelajaran bahasa, role model
Implementing Guiding Questions Combined with Animation Film to Improve Ninth Graders’ Narrative Writing Skill Siswanjaya Siswanjaya; Ali Saukah; Francisca Maria Ivone
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.925 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p033

Abstract

Abstract: This Classroom Action Research was aimed at improving students’ narrative writing ability at SMPN I Terbanggi Besar, Central Lampung. Lampung, Indonesia. The subjects were 34 students of class IXE. The researcher used writing test as the instrument. The findings showed that the strategy could improve ninth graders’ writing narrative ability. It’s highly recommended that the English teacher use guiding questions combined with animation film to improve the students’ narrative writing ability and the future researchers are suggested to conduct further studies related to the implementation of guiding questions combined with animation film with different kinds of texts and students level.Key Words: writing skill, narrative text, guiding questions, animation film Abstract: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa menulis text narrative di SMPN I Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung, Indonesia. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXE yang berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian ini adalah tes menulis. Hasil penelitian menunjukkan bhw strategi ini dapat meningkatkan kemampuan menulis narrative siswa kelas IX. Peneliti sangat merekomendasikan kepada guru bahasa Inggris untuk menggunakan guiding questions dikombinasikan dengan film animasi untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis teks narrative dan peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melaksanakan penelitian berhubungan dengan penerapan guiding question dikombinasikan dengan film animasi pada jenis teks dan tingkat siswa yang berbeda.Kata kunci : Kemampuan menulis, teks narrative, pertanyaan penuntun, film animasi
Build Me Up: Overcoming Writing Problems Among Pupils In A Rural Primary School In Belaga, Sarawak, Malaysia Lim Kok Ien; Melor Md Yunus; Mohamed Amin Embi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.089 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p001

Abstract

Abstract: This study aims to investigate the effect of the ‘Build Me Up’ in helping Year 5 pupils in a rural primary school overcome problems in constructing correct sentences. To achieve the aim of the study, a pre-test and post-test were used to collect the quantitative data required. Therefore, 16 pupils from a rural school in Belaga, Sarawak, Malaysia, with weak writing skills were selected to participate in this study. The analysis of the data indicated that the ‘Build Me Up’ tool did help the pupils overcome their problems in writing grammatically correct sentences. The use of ‘Build Me Up’ aids pupils in writing sentences using present tense, past tense, present continuous tense and past continuous tense correctly. Besides that, it also helps the pupils to understand the sentence pattern better in order to improve their writing.  The findings of the study may be beneficial to ESL teachers and educators, as it can be as an alternative which can assist them in teaching writing. In addition, it also encourages the pupils to take charge of their own learning. It is suggested that future research should include the perceptions of the pupils and the teachers towards the tool as well.Key words: overcome, writing, writing tool, rural primary school, sentence construction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 'Build Me Up' dalam membantu siswa kelas 5 di sekolah dasar pedesaan untuk mengatasi masalah dalam membangun kalimat yang benar. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, sebuah pre-test dan post-test digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif. Oleh karena itu, 16 murid dari sekolah pedesaan di Belaga, Sarawak, Malaysia, dengan kemampuan menulis yang lemah dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis data menunjukkan bahwa 'Build Me Up' membantu siswa mengatasi masalah mereka dalam menulis kalimat yang benar secara tata bahasa. Penggunaan 'Build Me Up' membantu murid dalam menulis kalimat dengan menggunakan present tense, past tense, present continuous tense dan past continuous tense dengan benar. Selain itu, juga dapat membantu siswa memahami pola kalimat dengan lebih baik agar bisa memperbaiki tulisan mereka. Temuan penelitian ini mungkin bermanfaat bagi guru dan pendidik ESL, karena dapat menjadi alternatif yang dapat membantu mereka dalam mengajar menulis. Selain itu, juga mendorong murid untuk mengendalikan pembelajaran mereka sendiri. Disarankan agar penelitian masa depan harus mencakup persepsi siswa dan guru terhadap alat ini juga.Kata kunci: mengatasi, menulis, menulis alat, sekolah dasar pedesaan, konstruksi kalimat
Relation of Emotional Intelligence, Self-esteem, Self-efficacy, and Psychological Well-Being Students of State Senior High School Novi Rosita Rahmawati; Dany Moenindyah Handarini; Triyono Triyono
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.134 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p040

Abstract

Abstract: This study aims to know the relation of emotional intelligence (X1) and psychological well-being (Y), the relation of self-esteem (X2) and psychological well-being (Y), as well as the relation of self-efficacy (X3) and psychological well-being (Y) of public senior high school in the entire Malang city. This study was a non-experimental study with causal relationship study plan. The result of this research showed that there was a positive significant correlation between X1 and Y, X2 and Y, X3 and Y; X1, X2, X3 had strong linear relation with Y; the influence of the three independent variables was 50.7%, while the rest was influenced by other variables; X2 was the most influencing variable towards Y, the second was X1, and the last was X3.Key Words: Emotional Intelligence, Self-esteem, Self-efficacy, Psychological Well Being, Senior High School Students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi (X1) dan psychological well being (Y) , self esteem (X2) dan psychological well being (Y), self efficacy (X3) dan psychological well being (Y) siswa SMA Negeri se-kota Malang. Pendekatan yang digunakan adalah non experimental research dengan jenis penelitian causal relationship study. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, X3 dan Y; X1, X2, X3 memiliki hubungan linear yang kuat dengan Y; pengaruh ketiga variabel independen sebesar 50,7%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain; X2 vaktor yang berpengaruh terhadap Y, urutan kedua X1, dan urutan terakhir adalah X3.Kata kunci: Kecerdasan Emosi, Self esteem, Self Efficacy, Psychological Well Being, Siswa SMA

Page 1 of 1 | Total Record : 6