cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: June 2017" : 6 Documents clear
EFL STUDENTS’ PREFERENCES FOR ORAL CORRECTIVE FEEDBACK IN SPEAKING INSTRUCTION Ardhi Eka Fadilah; Mirjam Anugerahwati; Johannes A. Prayogo
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 2: June 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.629 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i22017p076

Abstract

Abstract: This study investigates Indonesian EFL learners’ corrective feedback preferences including the timing, types of error, strategies of corrective feedback, and providers of error correction; and the relationship between foreign language anxiety and preferences for corrective feedback among students. Two hundred fifty seven EFL English department undergraduate students from two different course grades participated in the survey. The data were collected through questionnaire as the main data and interview as the supplementary data. The students’ were assigned to either a low anxiety group or a high anxiety group. The results showed that both sophomore students and freshman students agreed that student errors should be treated; freshman students and sophomore students had significantly similar opinions about perception, types, strategies, and providers of error correction.Key Words: students’ preference, corrective feedback, speaking instructionAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pilihan siswa terhadap umpan balik korektif yang termasuk waktu umpan balik korektif, tipe kesalahan umpan balik korektif, strategi umpan balik korektif, dan pemberi umpan balik korektif. Dua ratus lima puluh tujuh mahasiswa Bahasa Inggris dari dua tahun kelas yang berbeda ikut serta dalam penelitian berbentuk survey. Data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner sebagai data utama dan interview sebagai data tambahan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kedua tingkat kelas siswa baik dari mahasiswa baru dan juga mahasiswa tahun kedua memiliki persamaan penilaian terhadap umpan balik korektif, mereka setuju bahwa kekeliruan segera dikoreksi; mahasiswa baru dan mahasiswa tahun kedua memberikan persamaan penilaian yang signifikan tentang persepsi, tipe, strategi, dan juga pemberi umpan balik korektif.Kata kunci: pilihan siswa, umpan balik korektif, instruksi berbicara
Strategies of Successful English Language Learners among Private School Students Stella Ang; Mohamed Amin Embi; Melor Md. Yunus
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 2: June 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.139 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i22017p047

Abstract

Abstract: In general, language learners depict different ability and grasp of learning the language. Due to the fact that individual learns differently, researchers are interested to study how English language learners learn the language successfully. This study is designed to identify the area of language learning strategies that were employed by ten successful English Language Learners of Form Five from a private secondary school in Kuching, Sarawak. The strategies used by these learners help promote and boost the use of strategies among poor language learners. Using a purposive sampling procedure, a group comprising of ten successful language learners of a private school in Kuching, Sarawak participated in the study. The findings indicated that successful language learners are high frequency users of language learning strategies. The findings revealed that metacognitive strategies are among the highest frequently used strategies, followed correspondingly by social, cognitive, compensation, affective and memory strategies found as the least used strategies among successful language learners. The total means of each category showed that metacognitive strategies (Mean=4.466) are among the most frequently used strategies, followed respectively by social (Mean=4.217), cognitive (Mean=4.036), compensation (Mean=3.450), affective (Mean=3.233) and memory strategies (Mean=2.867) found as the least used strategies among successful language learners. Interestingly, the study acknowledged that successful language learners employed more indirect strategies paralleled to direct strategies. The findings have significant implications for research on language learning strategies concerning successful language learners and teacher planning to cater the needs of diverse learners in English Language and improve the field of language teaching.Key Words: language learning strategies, successful language learners, english as a second language Abstrak: Secara umum, pebelajar bahasa menggambarkan kemampuan dan pemahaman pembelajaran bahasa yang berbeda. Karena pada kenyataannya individu memiliki cara belajar yang berbeda, peneliti tertarik untuk mempelajari bagaimana pebelajar Bahasa Inggris belajar bahasa dengan sukses. Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi area strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh sepuluh pebelajar Bahasa Inggris yang berhasil di lima sekolah menengah swasta di Kuching, Sarawak. Strategi yang digunakan oleh pebelajar ini membantu untuk mempromosikan dan meningkatkan penggunaan strategi di antara pebelajar dengan Bahasa yang dianggap kurang. Dengan menggunakan prosedur purposive sampling, sekelompok yang terdiri dari sepuluh pebelajar bahasa yang berhasil belajar di sebuah sekolah swasta di Kuching, Sarawak berpartisipasi dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pebelajar bahasa yang berhasil adalah pebelajar yang menggunakan strategi pembelajaran bahasa frekuensi tinggi. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa strategi metakognitif adalah strategi yang paling sering digunakan, diikuti oleh strategi sosial, kognitif, kompensasi, afektif dan memori yang ditemukan sebagai strategi yang paling sedikit digunakan di antara pelajar bahasa yang berhasil. Total mean dari masing-masing kategori menunjukkan bahwa strategi metakognitif (Mean = 4.466) adalah salah satu strategi yang paling sering digunakan, diikuti masing-masing oleh sosial (Mean = 4,217), kognitif (Mean = 4,036), kompensasi (Mean = 3,450), afektif (Mean = 3.233) dan strategi memori (Mean = 2.867) ditemukan sebagai strategi yang paling sedikit digunakan di antara pebelajar bahasa yang berhasil. Menariknya, penelitian ini mengakui bahwa pebelajar bahasa yang sukses menggunakan lebih banyak strategi tidak langsung yang sejalan dengan strategi langsung. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap penelitian tentang strategi pembelajaran bahasa mengenai pebelajar bahasa yang berhasil dan perencanaan guru untuk memenuhi kebutuhan pebelajar yang beragam dalam Bahasa Inggris dan memperbaiki bidang pengajaran bahasa.Kata kunci: strategi belajar bahasa, pebelajar bahasa yang sukses, ahasa inggris sebagai bahasa kedua
Perception of Senior High School English Teachers and Students about Personal Competence Aurora Paramahita Kusumawardhani; Utami Widiati; Fachrurrazy Fachrurrazy
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 2: June 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.734 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i22017p088

Abstract

Abstract: This survey study was intended to investigate the perception of senior high school English teachers’ and students about personal competence. Using Probability Simple Random Sampling, this study involved 35 English teachers and 246 students of public senior high schools in Kota Malang. Instruments used are questionnaires and interview guides for English teachers and students samples. The findings revealed that both English teachers and students perceived the English teachers’ personal competence is very good. However, the English teachers’ perception covered personal competence related to cognitive and affective skills. Meanwhile, the students’ perception on personal competence only related to the affective skill.Key words: perception, English teachers, personal competence Abstrak: Penelitian survei ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru Bahasa Inggris dan peserta didik SMA mengenai kompetensi kepribadian. Menggunakan Probability Simple Random Sampling, penelitian ini melibatkan 35 guru Bahasa Inggris dan 246 peserta didik dari SMA-SMA Negeri di Kota Malang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan panduan wawancara untuk sampel guru Bahasa Inggris dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru Bahasa Inggris ataupun peserta didik memperhatikan bahwa kompetensi kepribadian guru Bahasa Inggris sangat bagus. Namun, persepsi guru Bahasa Inggris meliputi kompetensi kepribadian yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan afektif. Sementara itu, persepsi peserta didik hanya berhubungan dengan kemampuan afektif.Kata kunci: persepsi, guru Bahasa Inggris, kompetensi kepribadian
Alquran Speech Therapy for Children with Autism Evi Chamalah; Meilan Arsanti
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 2: June 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.281 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i22017p058

Abstract

Abstract: A study conducted by the Center for Disease Control (CDC) in the United States in 2008 stated that the ratio of autism in children aged 8 years diagnosed with autism was 1:80. From Hong Kong research study in 2008, it was reported that the prevalence of the incidence of autism in Asia was 1.68 per 1000 for children under 15 years old. Semarang Autism Therapy Center is one of the autism therapy centers in Semarang. The foundation has approximately 9 children with autism. Several therapies have also been occupied, such as ABA, speech and occupational therapy, yet the results were less significant. Therefore, researchers want to offer a new therapy Method by the name Alquran Speech Therapy. This therapy is a combination between speech therapy and the Quran. Based on the identification of the problem, then the purpose of this study is to describe the implementation of Alquran Speech Therapy method in healing children with autism in Semarang autism therapy center. Based on the research, the result can be concluded that there is positive effect of giving the children suffering from autism speech therapy with Quran recitation. They can be calm and happy in learning process.Key Words: speech therapy, the quran, autistic children Abstrak: Sebuah studi yang dilakukan oleh Center for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat pada tahun 2008 menyatakan bahwa rasio autisme pada anak usia 8 tahun yang didiagnosis dengan autisme adalah 1:80. Dari penelitian yang dilaksanakan di Hong Kong tahun 2008, dilaporkan bahwa prevalensi kejadian autisme di Asia adalah 1,68 per 1000 untuk anak di bawah 15 tahun. Pusat Terapi Autisme Semarang adalah salah satu pusat terapi autisme yang berlokasi di Semarang. Yayasan ini memiliki sekitar 9 anak autis. Beberapa terapi juga telah diduduki, seperti ABA, terapi bicara dan pekerjaan, namun hasilnya kurang signifikan. Karena itu, peneliti ingin menyarankan metode terapi baru dengan nama Alquran Speech Therapy. Terapi ini merupakan kombinasi antara terapi wicara dan Alquran. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode Terapi Alquran Speech dalam penyembuhan anak autis di pusat terapi autisme Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif pemberian anak penderita terapi wicara autisme dengan pembacaan Alquran. Mereka bisa tenang dan bahagia dalam proses belajar.Kata kunci: terapi bicara, quran, anak autis
A Development of Questionnaire for Assessing Implementation 0f Multicultural Education In Learning at Elementary School Lalu Hamdian Affandi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 2: June 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.342 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i22017p064

Abstract

Abstract: The aim of this research is to develop a questionnaire of multicultural education implementation in learning at elementary schools. As a preliminary study, this research target is to identify a factor(s) underlying questionnaire items. Questionnaire was developed based on four of five dimension of multicultural education proposed by James Banks in four point Likert Scale. Data were collected from 150 elementary school teachers employed in Lombok, West Nusa Tenggara. In order to achieve above goal, exploratory factor analysis was conducted through maximum likelihood method with promax extraction procedure. Eigenvalues greater than 1 and scree test were used to retain a factor(s) underlying items construct. Whereas Cronbach’s alpha is used to determine questionnaires reliability. This research found that from 54 items, there are 29 items valid for 6 factors of multicultural education dimensions with item load 0.40 or larger and 0.878 Cronbach’s alpha. These 6 factors are critical thinking practices for student, opportunity for student to reduces prejudice, cultural diversity as a learning resource, equality in learning opportunity, teacher’s knowledge about students’ cultural background, and encouragement for students learning initiatives. Based on this result, researcher suggests for further research to clarify and test those six factors by engaging larger sample size.Key Words: assessment of multicultural education implementation, elementary school Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kuesioner implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran di sekolah dasar. Sebagai studi pendahuluan, sasaran penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari butir kuesioner. Kuesioner dikembangkan berdasarkan empat dari lima dimensi pendidikan multikultural yang diajukan oleh James Banks dalam empat titik Skala Likert. Data dikumpulkan dari 150 guru sekolah dasar di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Untuk mencapai tujuan di atas, analisis faktor eksploratori dilakukan melalui metode maximum likelihood dengan prosedur ekstraksi promax. Eigenvalues lebih besar dari 1 dan scree test digunakan untuk mempertahankan butir yang mendasari item construct. Sedangkan alpha Cronbach digunakan untuk menentukan reliabilitas kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa dari 54 item, ada 29 item yang valid untuk 6 faktor dimensi pendidikan multikultural dengan item load 0,40 atau lebih besar dan 0,878 alpha Cronbach. Keenam faktor ini adalah praktik berpikir kritis bagi siswa, kesempatan bagi siswa untuk mengurangi prasangka, keragaman budaya sebagai sumber belajar, persamaan dalam kesempatan belajar, pengetahuan guru tentang latar belakang siswa, dan dorongan untuk inisiatif belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan untuk penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi dan menguji keenam faktor tersebut dengan melibatkan ukuran sampel yang lebih besar.Kata kunci: penilaian pelaksanaan pendidikan multikultural, sekolah dasar
MANAGEMENT OF INTERNAL QUALITY ASSURANCE IN CHARACTER EDUCATION Rakhma Agustina Sulistyowati; Achmad Supriyanto; Mustiningsih Mustiningsih
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 2: June 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.313 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i22017p070

Abstract

Abstract: This study aims at describing the internal quality assurance management in character education. This research was a qualitative research using multi-site design study. The data of this research was obtained through observation, interview, and documentation. The data analysis was performed with single site data analysis and cross-site data analysis. The findings of this study were: the implementation of quality assurance of school's vision and mission and the meaning of quality assurance; The establishment of indicators of quality standards and their implementation systems; The implementation of quality standard using activity program; The evaluation of student quality standard by using observation method and self-report; The quality standard control using routine guidance for teachers, guidance for students and SOP changes; The improvement of quality standards with improvements in indicators, quality of human resources and teachers in preparation for improving quality standards.Key Words: internal quality control, SDIT, character educationAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen penjaminan mutu internal dalam pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi multi situs. Data untuk penelitian ini didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan situs tunggal data analisis dan analisi data lintas situs. Temuan dari penelitian ini adalah: implementasi penjaminan mutu visi dan misi sekolah dan arti penjaminan kualitas; pembentukan indikator standard mutu dan sistem pelaksanaanya; pelaksanaan standard mutu menngunakan program aktifitas; evaluasi standard mutu siswa dengan menggunakan metode observasi dan lapor diri; pengendalian standar mutu menggunakan pembinaan rutin untuk guru, bimbingan untuk siswa dan perubahan SOP; peningkatan standar mutu dengan peningkatan indikator, kualitas sumber daya manusia dan guru dalam persiapan peningkatan standar mutuKata kunci: penjaminan mutu internal, SDIT, pendidikan karakter

Page 1 of 1 | Total Record : 6