cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: March 2018" : 6 Documents clear
How Much Do the Affective Factors Contribute to Writing Performance?: A Path Analysis Study of Chained Predictors Nurul Hidayah Pratama; Ekaning Dewanti Laksmi; Enny Irawati
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 1: March 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.709 KB)

Abstract

Abstract: Affective aspects are considered as one of the most influencing factor in learning foreign language. The aim of this study is to figure the model of affective aspects as factors in predicting writing performance of the EFL college students. The sample of this study consists of 134 students of English Department, UIN Maulana Malik Ibrahim. The result of this study confirms that writing anxiety, writing self-efficacy, and writing attitude contribute to and writing performance (39.2%). Also, their attitude towards writing is more likely influenced by how they perceived their self-efficacy towards writing activities rather that their anxiety (12.5%). The findings reveals that self-efficacy and attitudes matter in doing writing tasks and students who have a low level of attitudes are caused by how they perceive their own self-efficacy. Writing anxiety level is not the most predictive factor in determining students’ writing performance.Key Words: writing anxiety, writing self-efficacy, writing attitudes, writing performance, affective factorsAbstrak: Aspek afektif dianggap sebagai salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam belajar ba-hasa asing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model aspek afektif sebagai faktor dalam memprediksi kinerja penulisan mahasiswa jurusan bahasa Inggris. Sampel penelitian ini terdiri dari 134 siswa Jurusan Bahasa Inggris, UIN Maulana Malik Ibrahim. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kecemasan, efikasi diri, dan sikap menulis berkontribusi terhadap kemampuan menulis (39,2%). Selain itu, sikap terhadap kegiatan menulis cenderung dipengaruhi oleh bagaimana mereka menilai efikasi diri mereka terhadap aktivitas menulis, bukan kecemasan mereka (12,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan sikap berpengaruh dalam melakukan menulis dan siswa yang memiliki sikap yang ku-rang positif disebabkan oleh bagaimana mereka yakin pada kemampuan mereka sendiri. Selain itu, kecemasan bukanlah faktor yang paling prediktif dalam menentukan kinerja menulis.Kata kunci: kecemasan menulis, efikasi diri menulis, sikap menulis, kinerja menulis, faktor afektif
Self-esteem, Social Support, Personality and Psychological Well Being of Junior High School Student Mufied Fauziah; Dany Moenindyah Handarini; Muslihati Muslihati
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 1: March 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.467 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this study was to understand how the relationship between self-esteem, social support, extraversion personality, agreeableness personality, conscientiousness personality, neuroticism personality, openness personality, and psychological well-being of the public junior high school students in Malang city. This study was a non-experimental study with correlational design. Results of this research showed a variable that has a relationship with the psychological well-being is self-esteem, social support, personality agreeableness, neuroticism personality and conscientiousness personality. Accumulated seventh influence of independent variables equal to 61% of the variance of psychological well-being can be explained by three independent variables, and the rest as many as 39% are caused by other factors.Key Words: self-esteem, social support, psychological well-being, junior high school studentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri, dukungan sosial, kepribadian extraversion, kepribadian agreeableness, kepribadian conscientiousness, kepribadian neuroticism, kepribadian openness dan psychological well-being Siswa SMP Negeri Se-Kota Malang. Pendekatan yang digunakan adalah non-experimental research dengan jenis penelitian korelasional. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan dengan psychological well-being adalah harga diri, dukungan sosial, kepribadian agreeableness, kepribadian neuroticism dan kepribadian conscientiousness. Akumulasi pengaruh ketujuh variabel independen sebesar 61% varian psychological well-being dapat dijelaskan ketiga variabel bebas, dan sisanya yaitu sebanyak 39 % disebabkan oleh faktor lain.Kata kunci: harga diri, dukungan sosial, kepribadian, psychological well-being, siswa SMP
Pre-service Teachers’ Concept of Sustainable Development and Its Integration in Science Lessons Darryl Roy T. Montebon
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 1: March 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.97 KB)

Abstract

Abstract: Sustainable development is a “durable development” that is systematic and long-term devel-opment of countries ensuring strong relationship between societal and environmental security with economic progress. The concept of sustainable development is essential for pre-service teachers to realize because the country is on its way to progress and industrialization and their role as future teach-ers is important. Hence, this paper investigates aims to determine pre-service teachers’ concept of sus-tainable development. It is important that the concept of sustainable development should be clear to teachers because it determines how effective they can teach the concept to their students.  A qualitative research design utilizing questionnaires, interviews, and focused group discussions reveal the miscon-ceptions of the pre-service teachers on sustainable development.  The result of the present research will be utilized to create a program that will assist them in preparing lessons that integrates the concept of sustainable development successfully. Key Words: misconceptions on sustainable development, pre-service teachers concept of sustainable development, integration of the sustainable development concept on science lessonsAbstrak: Pembangunan berkelanjutan adalah “pembangunan tahan lama” yang merupakan pembangun-an sistematis dan jangka panjang negara untuk menjamin hubungan yang kuat antara keamanan sosial dan lingkungan dengan kemajuan ekonomi. Konsep pembangunan berkelanjutan penting bagi calon guru untuk diwujudkan karena negara sedang dalam proses untuk kemajuan dan industrialisasi serta peran mereka sebagai guru masa depan sangatlah penting. Oleh karena itu, tulisan ini menelaah konsep pembangunan berkelanjutan calon guru. Sangatlah penting bahwa konsep pembangunan berkelanjutan calon guru harus sangat jelas karena hal itu menentukan seberapa efektif mereka dapat mengajarkan konsep kepada siswa mereka. Sebuah desain penelitian kualitatif menggunakan kuesioner, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus mengungkapkan kesalahpahaman dari guru calon pada konsep pemba-ngunan berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini akan digunakan untuk membuat sebuah program yang akan membantu mereka dalam mempersiapkan pelajaran yang mengintegrasikan konsep pembangunan berkelanjutan dengan berhasil.Kata kunci: kesalahpahaman pembangunan berkelanjutan, konsep pembangunan berkelanjutan calon guru, integrasi konsep pembangunan berkelanjutan pada pembelajaran sains
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY ELT STUDENTS ACROSS GENDERS Yusparizal Yusparizal; Enny Irawati; Mirjam Anugerahwati
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 1: March 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.182 KB)

Abstract

Abstract: This research investigated communication strategies used by female and male students of ELT at Universitas Negeri Malang and their perception on the use of communication strategies in oral communication. This research employed descriptive qualitative research design. It used purposeful sampling technique. It was found out that both female and male students only used 10 out of 12 communication strategies. Both male and female students perceived that communication strategies were helpful to cope with difficulties, to maintain the conversation, to negotiate meaning, to solve problems, and to enhance the effectiveness of communication.Key Words: communication strategies, across genders, ELT, Universitas Negeri MalangAbstrak: Penelitian ini mencari strategi komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa pendidikan bahasa Inggris laki-laki dan perempuan di Universitas Negeri Malang dan persepsi mereka terhadap penggunaan strategi komunikasi tersebut dalam komunikasi lisan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa baik mahasiswi maupun masiswa sama-sama hanya menggunakan 10 dari 12 strategi komunikasi. Para mahasiswi dan mahasiswa juga sama-sama setuju bahwa strategi komunikasi sangat membantu mereka dalam komunikasi lisan.Kata kunci: strategi komunikasi, lintas gender, pendidikan bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang
Demotivation: The Unseen Side of Vocational High School Students’ Motivation in Learning English Anis Soviana
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 1: March 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.4 KB)

Abstract

Abstract: This descriptive qualitative study aimed to investigate the demotivating factors experienced by vocational high school students in learning English. Nineteen students of Department of Graphic Production students of SMKN 4 Malang were involved as research participants. The findings revealed that the students experienced both internal and external demotivation. External demotivation was more dominant compared to internal demotivation. External demotivation fell into four themes—i.e., teacher’s behaviour and compenetence, teacher’s teaching method, learning environment, and the materials of English lesson; while internal demotivation fell into three themes—i.e., students’ attitude toward English, students’ experience of failure, and students’ self-esteem. It is suggested that teacher should improve their awareness of this phenomenon and expected that proper treatment from the teacher can minimize students’ demotivation in learning English. Key Words: demotivation, demotivating factors, internal demotivation, external demotivationAbstract: Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor penyebab demo-tivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Penelitian melibatkan 19 siswa SMKN 4 Malang Jurusan Produksi Grafika sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Produksi Grafika mengalami demotivasi dalam belajar Bahasa Inggris baik berupa demotivasi internal maupun demotiva-si eksternal. Demotivasi eksternal lebih dominan dialami siswa dibandingkan dengan demotivasi eksternal. Untuk demotivasi eksternal meliputi: kompetensi dan tingkah laku guru, metode guru da-lam mengajar, lingkungan belajar, dan materi Bahasa Inggris yang dipelajari. Sedangkan demotivasi internal meliputi: pandangan siswa tentang Bahasa Inggris, pengalaman siswa ketika mengalami ke-gagalan dalam belajar Bahasa Inggris, dan kepercayaan diri siswa. Melalui penelitian ini, disarankan agar para guru lebih memperhatikan fenomena ini. Perlakuan yang tepat dari guru diharapkan dapat meminimalisi demotivasi yang dialami siswa dalam belajar Bahasa Inggris.Kata kunci: demotivasi, faktor demotivasi, demotivasi internal, demotivasi eksternal
Profile of English Successful Students at Junior High School Roisul Khoiriyah; Muhammad Adnan Latief; Utari Praba Astuti
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 1: March 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.125 KB)

Abstract

Abstract: This research investigates the profile of English successful students at SMPN 2 Kras Kediri East Java. Employing the case study method, this research about particular students involved subjects that were selected on the basis of the scores of test given by researcher and average scores recorded by the teacher. The data were collected through the interview, observation, and documentation. The findings revealed that successful learners are from a marginal school which notably has limited learning facilities and media. They were both introversion and extraversion who have high motivation in learning English. They have supporting family in terms of providing the needs of study. To be successful students, all respondents employed more strategies inside and outside the class. Key Words: successful EFL students, factors in EFL learning, sub-urban schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil siswa yang berhasil dalam belajar bahasa Inggris pada SMPN 2 Kras Kediri Jawa Timur. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini terha-dap siswa tertentu. Subjek penelitian dipilih berdasarkan nilai tes yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti dan rata-rata nilai yang direkam oleh guru bahasa Inggris. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumantasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang berhasil dalam belajar bahasa Inggris berasal dari sekolah pinggiran yang mempunyai fasilitas dan media belajar yang terbatas. Mereka termasuk siswa introvert and extrovert yang mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris. Mereka mempunyai keluarga yang sangat mendukung dalam hal penyediaan kebutuhan belajar mereka. Untuk menjadi berhasil, mereka melakukan usaha yang lebih baik di dalam ataupun di luar kelas.Kata kunci: siswa yang berhasil dalam belajar bahasa Inggris, faktor- faktor dalam belajar bahasa Inggris, sekolah pinggiran

Page 1 of 1 | Total Record : 6