cover
Contact Name
Rima Pratiwi Fadli
Contact Email
rima@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : 23376740     EISSN : 23376880     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): JKP" : 13 Documents clear
Therapeutic Community (TC) pada Residen Penyalah Guna Narkoba di Panti Social Marsudiputra Dharmapala Inderalaya Sumatera Selatan Syarifuddin Gani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.471 KB) | DOI: 10.29210/11000

Abstract

Terapi dan rehalibitasi korban penyalahgunaan narkoba, merupakan sistem pelayanan terpadu dengan menggunakan Therapeutic Community (TC)  merupakan treatment yang menggunakan pendekatan psikososial, yaitu bersama-sama dengan mantan pengguna narkoba lainnya mereka hidup dalam satu lingkungan dan saling membantu untuk mencapai kesembuhan. Dalam rangka memberikan layanan rehalibitasi di Panti Sosial Marsudi Putra Dharmapala Indralaya. Proses perubahan yang diharapkan dari Therapeutic Community (TC)  adalah perubahan tingkah laku perkembangan emosi, perkembangan intelektual, spiritual dan keterampilan kerja serta memberikan perhatian, perlindungan, dan mendukung perkembangan secara fisik, mental, dan spiritual yang seimbang, dengan penuh cinta kasih dan rasa saling menghargai terhadap setiap individu dan komunitas secara keseluruhan, sehingga terciptanya keharmonisan didalam lingkungan tersebut. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran mengenai hasil penerapan Therapeutic Community (TC)  pada residen penyalahguna narkoba  terjadinya perubahan tingkah laku  pada ketiga residen setelah mengikuti proses rehabilitasi karena penyalah gunaan  narkoba disebabkan oleh interaksi  antara factor yang terkait dengan  individu, factor lingkungan dan factor tersedianya zat (narkoba)
Konseling Online: Sebuah Pendekatan Teknologi Dalam Pelayanan Konseling Zadrian Ardi; Frischa Meivilona Yendi; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.914 KB) | DOI: 10.29210/1100

Abstract

Technological developments in recent decades have brought a positive impact for human activities. Various applications of technology that grows along with its case bore a lot of ease and problem solving. Counseling as one of efforts to develop an independent human being also requires varied approaches in the performance of its services. One of such approach is counseling online. Various forms and types of service in counseling can be applied by utilizing internet technology, such as Email, Chat Program, Videoconferencing Program dan Webcam. The development of online counseling approach it self in recent years showed significant increases and gets serious attention among professionals. In addition, the application of counseling online also carries a variety of positive impact to the creation of effective-daily-living conditions.
Peluang dan Tantangan Pelayanan Konseling Pada Setting Masyarakat di Indonesia (Perspektif Dari Perkembangan Konseling Setting Masyarakat Di Amerika) Amirah Diniaty
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.811 KB) | DOI: 10.29210/1600

Abstract

Keberadaan pelayanan konseling pada setting masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari segi latar belakang ekonomi, sosial, budaya, agama,  pendidikan, pekerjaan dan kondisi alam disekitarnya, saat ini perlu ditinjau peluang dan tantangannya. Belajar dari apa yang telah terjadi di Amerika yang saat ini profesi konseling telah mendapat tempat di hati masyarakatnya, maka profesi konselor di Indonesia harus membenahi diri siap dengan peluang dan tantangan yang ada. Konselor yang memilih bekerja dilingkungan ini berkesempatan untuk melayani orang yang memiliki kekurangan, pecandu, orang tua, orang yang terganggu mentalnya, pegawai pemerintah dan militer, pegawai di perusahaan besar. Tugas dan tantangannya banyak. Untuk itu konselor yang bekerja pada setting masyarakat harus bersifat fleksibel, berpengetahuan luas, memiliki koneksi, dan siap untuk menanggapi beberapa permintaan.
Penerapan Microskills dalam Domain Multicultural Happy Karlina Marjo
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.682 KB) | DOI: 10.29210/11100

Abstract

Konselor multikultural menggunakan microskills yang bertujuan untuk memodifikasi interaksi konselor dalam membuat perbedaan yang signifikan pada kehidupan konseli dengan: (1) mengidentifikasi faktor-faktor dari respon nonverbal untuk diri konselor sendiri dan konseli, (2) memahami dasar intervieu microskills dalam proses menerima (attending), mendengarkan (listening), dan mempengaruhi (influencing), serta dampak potensial pada konseli untuk berubah, (3) mencatat fokus microskills, dan perhatian secara selektif yang merupakan dasar untuk masalah keluarga dan konseling multikultural, (4) mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan konfrontasi microskill, dan (5) mengetahui keterampilan intervieu sebagai acuan frame multikultural. Sedangkan domain kompetensi konseling multikultural untuk pendidikan dan praktek, antara lain: (1) Counselor Awareness of Own Cultural Values and Biases), (2) Counselor Awareness of Client’ Worldview), dan (3) Culturally Appropriate Intervention Strategies.
Permasalahan Anak Asuh dan Aplikasi Pelayanan Konseling Terhadap Mereka Yusida Imran
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.501 KB) | DOI: 10.29210/1200

Abstract

The research is conducted by means of descriptive qualitative method. The subjects of this research all of the YAB orphans those are 25 children altogether. The research instruments are AUM-U 1,2 and 5, questionnaire as well as a documentation study. The data obtained are analyzed and described. The research findings show that (1) the problems that the orphans mainly face relate to their personal matters, career and jobs; (2) there are 9 types of counseling service that can be provided at YAB. However, those already provided service are information service and individual counseling service; (3) counseling services play significant roles in building the orphans’ self confidence, minimizing their psychological burden and solving their problems. Therefore, the writer recommends that the Foundation (YAB) utilize counseling services as one of the prioritized activities for handling orphans problems at YAB.
Perkembangan Profesional Konselor Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Industri Fadhila Yusri
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.789 KB) | DOI: 10.29210/1700

Abstract

Perubahan sosial yang amat cepat dan makin kompleksnya keadaan masyarakat dewasa ini telah terjadi di seluruh belahan dunia. Perubahan itu melahirkan diferensiasi dan situasi global yang berbeda. Masyarakat industri yang tiap hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kariernya. Bekerja di bawah tekanan dan kecemasan akan kesuksesan dalam kariernya. Bahkan banyak diantara mereka yang melupakan bahwasanya di rumah mereka mempunyai anak-anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang. Kecenderungan kriminalitas meningkat dan kenakalan remaja serta perbuatan-perbuatan yang melampaui norma-norma sosial semakin subur. Kehadiran konselor sepertinya menjawab tantangan zaman dan seiring dengan pesatnya kemajuan pasar global. Kantor berita online, careerbuilder.co.uk menulis dan menempatkan konselor dalam 10 besar profesi yang sangat dibutuhkan di dalam masyarakat saat ini. Alasannya dikemukakan bahwa tekanan hidup yang semakin meningkat membuat banyak orang menderita stres dan mengalami kecemasan berlebihan. Karena itu, tenaga konselor merupakan profesi yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan di zaman globalisasi seperti saat sekarang ini. Seorang calon konselor  yang hanya cukup puas dengan kemampuan dan keahlian serta kompetensi yang sudah dikuasai secara benar dibangku perkuliahan saja tanpa membekali dengan kemampuan (skill) lain. Hal ini, jelas akan menjadi pertanyaan besar, “apakah bisa menembus ketatnya persaingan dunia profesi di pasar global?”. Sementara dunia globalisasi menuntut pekerja profesional yang handal. Oleh karena itu, untuk dapat bersaing di pasar global konselor memang diharapkan untuk selalu mengembangkan kemampuan profesionalnya dibidang konseling. Arah pengembangan profesional konselor hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pasar global, hingga tenaga konselor dapat membantu masyarakat industri keluar dari berbagai permasalahan yang dihadapinya. Pada akhirnya profesi konselor makin dipercayai di tengah masyarakat dengan keprofesionalan tenaga pelaksananya.
Peranan Bimbingan dan Konseling dalam Domain Pengembangan Diri Siswa 1 Siti Kulsum
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.72 KB) | DOI: 10.29210/11200

Abstract

Layanan Bimbingan dan konseling sekolah merupakan salah satu bentuk layanan interpersonal. Yang memiliki posisi strategis untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapinya dan mempunyai peranan dalam memfasilitasi perkembangan serta potensi yang mereka miliki. Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling diharapkan mampu  membantu individu untuk memahami diri sendiri, orang lain dan lingkungannya. Serta dapat melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merealisasikan fungsi-fungsi kehidupan dan memenuhi kebutuhan kebutuhannya. Guru Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan nasional Indonesia, mestinya tidak hanya berpikir tentang penanganan masalah-masalah patologis atau masalah-masalah meladjusment yang sifatnya kuratif saja. Layanan Bimbingan dan Konseling mesti lebih luas lagi, yaitu pengembangan diri siswa secara komprehensif, sebagaimana yang diharapkan Negara dalam UU pendidikan sehingga Guru Pembimbing dengan sadar memberikan kontribusi bagi peningkatan martabat bangsa, citra bangsa di dunia internasional.  Pengembangan pribadi itu meliputi pengembangan kecerdasan diri, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan moral, dan pengetahuan diri (self-knowledge) yang akan menjadi kekuatan dalam diri manusia untuk mencegah timbulnya perilaku bermasalah di dalam masyarakat.
Perubahan Pola Pikir Basis Implementasi Kompetensi Konselor Kusnarto Kurniawan
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.964 KB) | DOI: 10.29210/1300

Abstract

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor telah empat tahun digulirkan. Dalam kurun waktu empat tahun telah dilakukan berbagai kegiatan untuk melaksanakan peraturan ini oleh lembaga penjaminan mutu pendidikan, LPTK, Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), serta Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Kegiatan sosialisasi, seminar, lokakarya, workshop, talk show, serta pendidikan dan latihan dilakukan dengan melibatkan unsur akademisi, praktisi, organisasi profesi dan lembaga terkait yang muaranya pada impelementasi kompetensi konselor terutama konselor sekolah atau guru bimbingan dan konseling yang langsung diterapkan kepada siswa anak bangasa calon penerus generasi bangsa. Konselor sekolah atau guru bimbingan dan konseling sebagai pelaksana utama dan langsung seringkali menginginkan jalan pintas dan praktis atau instan untuk bisa berubah dan menguasai kompetensi, sulit keluar dari kebiasaan yang sudah dilaksanakan selama ini, tidak kuasa dan tidak berdaya untuk melakukan perubahan dirinya serta mengkomunikasikan di tempat kerjanya. Padahal dalam kompetensi kepribadian nomor 7 disebutkan menampilkan kinerja berkualitas tinggi, 7.1. menampilkan tindakan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif. Untuk bisa menampilkan tindakan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif basisnya adalah perubahan pola pikir konselor. Perubahan dari menghafal teori kompetensi dengan kepala diganti dengan hati, sekedar mengikuti pelatihan menjadi terlibat dalam pelatihan, budaya instan menjadi pembelajar serta berani berpikir bebas dan kreatif atau out of the box.
Perkembangan dan Pemilihan Karier Menurut Ginzberg dan Implikasinya Terhadap Bimbingan dan Konseling Juliana Batubara
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.603 KB) | DOI: 10.29210/1800

Abstract

The concept of career development and selection by Ginzberg grouped into fourt elements: process, irreversibilitas, compromise and optimization. As for the career selection process occurs through three periods, namely the period starting fantasy childhood up to 11 years. Tentative period (early adolescence) at the age of 11 to 17 years, which consists of several stages, interests, capacities, values and transitions. Realistic period (mid-teens) at the age of 17 years to early adulthood, approximately 24 years old. This period consists of several stages, namely the exploration phase, and the phase crystallization and specification stage. The power of this theory is that an individual can gradually make the choice to get a career position. The weakness lies in the individual's relationship to the phasepassed.
Modus dan Format Pelaksanaan Pelayanan Konseling dalam Memahami Klien Lintas Budaya Suhartiwi Suhartiwi; Musifuddin Musifuddin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.593 KB) | DOI: 10.29210/11300

Abstract

Pelayanan konseling lintas budaya juga memerlukan alat atau metode praktis dan sinergi dengan kebutuhan klien lintas budaya. Pelaksanaan praktik konseling lintas budaya di sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat akan lebih mudah untuk mencapai tujuan dan fungsi dari bimbingan dan konseling yaitu : fungi pemahan, pemeliharaan dan pengembangan, pencegahan, dan pengentasan, melalui penggunaan modus dan format pelaksanaan pelayanan konseling, karena dalam modus dan format pelaksanaan pelayanan konseling sudah memuat keseluruhan dari rangkaian kegiatan layanan konseling seperti: pendekatan, teknik konseling, jenis layanan, bidang layanan, kegiatan pendukung, SPO dan format layanan. Konselor lintas budaya adalah konselor yang selalu melayani kliennya, sesuai dengan perbedaan karakteritistik budayanya, memiliki tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi terhadap profesi.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JKP Vol. 13 No. 3 (2025): JKP Vol. 13 No. 2 (2025): JKP Vol. 13 No. 1 (2025): JKP Vol. 12 No. 4 (2024): JKP Vol 12, No 3 (2024): JKP Vol. 12 No. 3 (2024): JKP Vol 12, No 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 1 (2024): JKP Vol 12, No 1 (2024): JKP Vol 11, No 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 3 (2023): JKP Vol 11, No 3 (2023): JKP Vol 11, No 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 1 (2023): JKP Vol 11, No 1 (2023): JKP Inpress 2023 Vol 10, No 4 (2022): JKP Vol. 10 No. 3 (2022): JKP Vol 10, No 3 (2022): JKP Vol 10, No 2 (2022): JKP Vol. 10 No. 2 (2022): JKP Vol. 10 No. 1 (2022): JKP Vol 10, No 1 (2022): JKP Vol 9, No 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 3 (2021): JKP Vol 9, No 3 (2021): JKP Vol 9, No 2 (2021): JKP Vol. 9 No. 2 (2021): JKP Vol 9, No 1 (2021): JKP Vol. 9 No. 1 (2021): JKP Vol 8, No 3 (2020): JKP Vol. 8 No. 3 (2020): JKP Vol 8, No 2 (2020): JKP Vol 8, No 1 (2020): JKP Vol 7, No 3 (2019): JKP Vol 7, No 2 (2019): JKP Vol 7, No 1 (2019): JKP Vol. 7 No. 1 (2019): JKP Vol 6, No 3 (2018): JKP Vol 6, No 2 (2018): JKP Vol 6, No 1 (2018): JKP Vol 5, No 3 (2017): JKP Vol 5, No 2 (2017): JKP Vol 5, No 1 (2017): JKP Vol 4, No 3 (2016): JKP Vol 4, No 2 (2016): JKP Vol 4, No 1 (2016): JKP Vol 3, No 3 (2015): JKP Vol 3, No 2 (2015): JKP Vol 3, No 1 (2015): JKP Vol 2, No 3 (2014): JKP Vol 2, No 2 (2014): JKP Vol 2, No 1 (2014): JKP Vol 1, No 3 (2013): JKP Vol 1, No 2 (2013): JKP Vol 1, No 1 (2013): JKP More Issue