cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019" : 7 Documents clear
MEWADAHI COMMUNITY BASED TOURISM DALAM COMMUNITY GROUP UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA Suhartanto Suhartanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.877 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27419

Abstract

Abstrak: Mewadahi Community Based Tourism dalam Community Group untuk Pengembangan Industri Pariwisata. Pengembangan industri pariwisata diarahkan pada pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis community based tourism dalam wadah community group untuk pengembangan industri pariwisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian adalah data sekunder, berupa buku, jurnal, news (cetak/digital), regulation, dan dokumen-dokumen lain yang mendukung. Analisis data menggunakan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan industri pariwisata berbasis community based tourism diterapkan di pedesaan dalam bentuk desa wisata. Community based tourism membutuhkan partisipasi masyarakat dari mulai perencanaan, implementasi dan evaluasi. Agar pembangunan industri pariwisata dalam bentuk desa wisata efektif dan efisien, community based tourism diwadahi dalam community group, sehingga penyerapan partisipasi masyarakat dalam satuan community dapat diangkat dalam wadah group untuk mencapai tujuan bersama.  Abstract : Organizing Community Based Tourism in the Community Group for the Development of the Tourism Industry. The development of the tourism industry is directed at community-based tourism. The aim of this study is to analyze community based tourism in a community group forum for the development of the tourism industry. The type of this research is a qualitative research that use a descriptive approachment. The data source of this research are secondary data, books, journals, news (print / digital), regulation, and others. The stages of data analysis is used data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the development of a community-based tourism industry based on tourism is implemented in rural areas in the form of a tourism village. Community based tourism were required community participation from planning, implementation and evaluation. So, the development of the tourism industry in this form can be effective and efficient, community based tourism must accommodated in a community group. The absorption of community participation in community units can be raised in a group to achieve its purpose.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Suhartanto, S. (2019). Mewadahi Community Based Tourism dalam Community Group untuk Pengembangan Industri Pariwisata. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 39-51. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27419
MICE- MASA DEPAN BISNIS PARIWISATA INDONESIA Chusnu Syarifa Diah Kusuma
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.059 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27420

Abstract

Abstrak: MICE - Masa Depan Bisnis Pariwisata Indonesia. MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) adalah terobosan baru untuk kemajuan pariwisata Indonesia karena dinilai memilki keuntungan 7 kali lipat lebih besar dari leisure tourism. Dampak utama adanya bisnis MICE di Indonesia adalah semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan citra pariwisata di daerah destinasi MICE. Potensi MICE Indonesia terlihat dari banyaknya event besar bertaraf internasional yang sering menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah, selain itu Indonesia memiliki sumber daya manusia MICE yang profesional, infrastruktur yang berkualitas, sarana dan prasarana akomodasi MICE yang cukup memadai. Abstract: MICE - The Future of Indonesia's Tourism Business. MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) is a new innovation in tourism field for the advancement of Indonesian tourism because it has profit 7 times bigger than leisure tourism. The potential of Indonesian MICE can be seen from the many large international events that often designate Indonesia as the host, besides that Indonesia has professional MICE Human Resources, infrastructure, and international accommodation.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Kusuma, C. S. D. (2019). MICE-Masa Depan Bisnis Pariwisata Indonesia. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 52-62. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27420
PENTINGNYA KEPUASAN KERJA Sunarta Sunarta
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.038 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27421

Abstract

Abstrak: Pentingnya Kepuasan Kerja. Upaya meraih kepuasan kerja penting baik bagi individu maupun organisasi. Ditinjau dari individu, kepuasan kerja tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan yang menyenangkan, namun juga berhubungan dengan kebahagiaan dan kesehatan. Ditinjau dari organisasi, kepuasan kerja pegawai berhubungan dengan produktivitas, perilaku kerja positif, mengendalikan turn over dan kinerja. Kerja baik dalam pendekatan transaksional maupun relasional melibatkan dua pihak yaitu pegawai dan organisasi, sehingga kepuasan kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor dari sisi pegawai dan organisasi. Upaya saling memahami menjadi penting untuk meraih kepuasan kerja yaitu bagaimana organisasi memahami kebutuhan, keinginan dan harapan pegawainya, serta bagaimana pegawai memahami tujuan bersama antara dirinya dengan organisasi. Komunikasi diperlukan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman antara pegawai dan organisasi.  Abstract: The Importance of Job Satisfaction. Efforts to achieve job satisfaction are important for both individuals and organizations. In terms of individuals, job satisfaction is not only related to pleasant work, but also related to happiness and health. In terms of organization, employee job satisfaction is related to productivity, positive work behavior, controlling turnover and performance. Work in both the transactional and relational approaches involves two parties, namely employees and the organization, so job satisfaction is influenced by factors in terms of employees and the organization. Efforts to understand each other are important for achieving job satisfaction, namely how the organization understands the needs, desires and expectations of its employees, and how employees understand the shared goals between themselves and the organization. Communication is needed as a means to increase understanding between employees and organizations.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Sunarta, S. (2019). Pentingnya Kepuasan Kerja. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 63-75. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27421
ANALISIS BUDAYA KESELAMATAN KERJA PEGAWAI DI BIRO PERENCANAAN (BP) – BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN) Sri Agustini; Budi Kaliwanto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.841 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27416

Abstract

Abstrak: Analisis Budaya Keselamatan Keselamatan Kerja Pegawai di Biro Perencanaan – BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya keselamatan kerja pegawai di BP BATAN dan mengidentifikasi profil budaya organisasi pada jajaran pimpinan. Hasil penilaian budaya keselamatan kerja pegawai di BP BATAN  masuk dalam kategori Baik. Penelitian deskriptif dengan  interprestasi dan analisis kuantitatif ini memperoleh hasil penilaian diri dari 5 Karakteristik dan 37 Atribut Budaya Keselamatan di BP BATAN  yang terdiri dari penilaian pejabat struktural sebanyak 13 orang dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,93 dengan kategori Baik. Pejabat fungsional sebanyak 11 orang  dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,73 dengan kategori B, dan non struktural-non fungsional sebanyak 13  orang dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,64 dengan kategori B.  Sedangkan hasil penilaian diri BP dari 33 pegawai BP dengan hasil penilaian diri budaya keselamatan 3,78 dengan kategori B. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa budaya keselamatan kerja pegawai  yang melibatkan antar bidang dan keahlian kurang berjalan dengan baik di BP, sikap saling percaya belum sepenuhnya meresap pada semua pegawai.  Abstract: Analysis of Employee Safety Culture in the Planning Bureau - NUCLEAR NUCLEAR AGENCY (BATAN). This study aims to understand the work safety culture at BP BATAN and improve the organizational culture profile at the leadership level. Results The work safety culture award at BP BATAN is in the Good category. Descriptive research with interpretation and quantitative analysis obtained the results of self-assessment of 5 Characteristics and 37 Attributes of Safety Culture in BP BATAN consisting of 13 structural permits with Good Cultural Safety 3.93 results with Good category. Functional Officials A total of 11 people with cultural safety results of 3.73 with category B, and non-functional non-functional as many as 13 people with results Improve safety culture 3.64 with category B. Results produced by BP themselves from 33 BP employees with assessment results self safety culture 3.78 with category B. The results of the analysis also show that work safety culture that involves interdisciplinary and expertise is not going well at BP, incompatible mutual trust pervades all employees. Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Agustini, S., Kaliwanto, B. (2019). Analisis Budaya Keselamatan Kerja Pegawai Di Biro Perencanaan (BP)–Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 1-9. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27416
PENYUSUTAN SEBAGAI SALAH SATU FUNGSI MANAJEMEN ARSIP DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG Riskha Nur Fitriyah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.462 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27422

Abstract

Abstrak - Penyusutan Sebagai Salah Satu Fungsi Manajemen Arsip di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Penyusutan arsip dalam suatu organisasi atau instansi harus dilakukan untuk mengurangi arsip in aktif yang tidak memiliki nilai guna arsip. Terdapat tiga fungsi manajemen arsip dalam organisasi atau instansi, yaitu fungsi penciptaan, fungsi penggunaan serta fungsi pemeliharaan dan penyusutan. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses penyusutan arsip in aktif dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi pada Bagian Tata Usaha di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dimana peneliti ikut terlibat secara langsung sebagai instrumen penelitian. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu kualitatif. Salah satu ciri dari metode kualitatif adalah peneliti ikut terlibat secara langsung sebagai instrumen penelitian. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa kegiatan penyusutan arsip dilakukan di Unit Kearsipan (Bagian Tata Usaha) dengan 3 tahapan, yaitu pemindahan arsip, pemyerahan dan pemusnahan. Adapun kendala yang dihadapi adalah minimnya sarana dan prasarana, kurangnya dukungan dari Pimpinan dan kurangnya kemampuan SDM. Abstract - Depreciation as One of the Functions of Archive Management in Semarang Religious Training Center. Depreciation of  records in within an organization should be undertaken to reduce inactive records that have no archival value. Three archive management functions within the organization consist of creation, use, maintenance and depreciation. This study aims to determine the process depreciation of inactive records and obstacles encountered in the implementation of records management in institutions of Religious Training Semarang. The method of the research is case study with descriptive qualitative. The research showed the result that depreciation of record activities in the Unit Archives (Administrative Section) with 3 stages, are removal of records, submission and disposal of archives. The obstacles encountered are inadequate of facilities and infrastructure, lack of leadership support and lack of human resources capability.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Fitriyah, R. N. (2019). Penyusutan Sebagai Salah Satu Fungsi Manajemen Arsip di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 76-87. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27422
DUKUNGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI BKPP KABUPATEN SUKOHARJO Riana Isti Muslikhah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.923 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27417

Abstract

Abstrak: Dukungan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian terhadap Pengambilan Keputusan di BKPP Kabupaten Sukoharjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKPP Kabupaten Sukoharjo, (2) Mengetahui dukungan informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dalam pengambilan keputusan bidang kepegawaian di BKPP Kabupaten Sukoharjo, (3) Mengetahui kendala dalam implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKPP Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dalam proses penerapan SIMPEG di BKPP Kabupaten Sukoharjo terdapat sub sistem pengumpulan data, sub sistem input data, sub sistem pengolahan data dan sub sistem output informasi, serta didukung oleh komponen-komponen pendukung yang terdiri dari hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), database, sumber daya jaringan dan brainware (SDM). (2) Informasi yang dihasilkan oleh SIMPEG di BKPP saat ini sudah mampu mendukung dalam pengambilan keputusan penempatan, mutasi dan pensiun pegawai, (3) Kendala yang dihadapi dalam penerapan SIMPEG di BKPP Kabupaten Sukoharjo yaitu: keterbatasan anggaran dan keterlambatan dalam input data. Abstract: Human Resources Management Information System Support for Decision Making in BKPP Sukoharjo Regency. The purposes of this study were (1) to know the Implementation Human Resources Management Information Systems in BKPP  of Sukoharjo Regency, (2) know the support information generated by Implementation Human Resources Management Information Systems in BKPP of Sukoharjo Regency in the field of staffing decisions. (3) know the obstacles in the Implementation Human Resources Management Information Systems in BKPP of Sukoharjo Regency. This study used qualitative research methods. The results showed that (1) In the Implementation Human Resources Management Information Systems in BKPP of Sukoharjo Regency there are sub data collection systems, sub system of data input, data processing sub-systems and sub systems output information, and supported by supporting parts consisting of hardware, software, databases, netware and brainware (2) The information generated by Human Resources Management Information Systems at BKPP of Sukoharjo Regency are now able to support decision making in placement, transfer and retirement of employees, but not fully support in the implementation of management staffing in the BKPP of Sukoharjo Regency. (3) The obstacle that is encountered in implementation of the Human Resources  Management Information Systems in BKPP of Sukoharjo Regency are : limited budget and delays in data input.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Muslikhah, R. I. (2019). Dukungan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Terhadap Pengambilan Keputusan di BKPP Kabupaten Sukoharjo. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 10-21. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27417
KOMPETENSI MINIMAL PROFESI SEKRETARIS DIREKSI DI SEPULUH PERUSAHAAN INDONESIA Selfiana Selfiana
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.473 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v16i2.27418

Abstract

Abstrak: Kompetensi Minimal Profesi Sekretaris Direksi di Sepuluh Perusahaan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan terhadap kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris direksi agar memiiki kemampuan yang tinggi guna penyelesaian tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Diharapkan juga agar penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi calon sekretaris direksi dalam mempersiapkan dengan tepat dalam membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan profesi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi utama yang harus dimiliki sekretaris direksi adalah pribadi yang dapat dipercaya, memiliki perhatian pada pekerjaannya, memiliki pengetahuan berbahasa asing, memiliki keahlian menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing, memiliki ketrampilan berkomunikasi serta memiliki pengalaman kerja di bidang perkantoran dan tata usaha kantor.  Abstract: Minimum Competence Secretary of Director in Ten Indonesian Companies. The purpose of this study is to map the minimum competencies that must be owned by a director's secretary so that they have a high ability to properly complete their duties and responsibilities. It is also hoped that this research can be a reference for prospective secretaries of directors in preparing properly in developing competencies that are in accordance with the needs of the profession. This research use desciptive qualitative approach. The results showed that the main competencies that the directors' secretaries must possess are individuals who can be trusted, have attention to their work, have foreign language knowledge, have expertise in using Indonesian and foreign languages, have communication skills and have work experience in office and office administration.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Selfiana, S. (2019). Kompetensi Minimal Profesi Sekretaris Direksi di Sepuluh Perusahaan Indonesia. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 16(2), 22-38. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27418

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019