cover
Contact Name
Jurnal Hurriah
Contact Email
jurnalhurriah@gmail.com
Phone
+6282277257971
Journal Mail Official
hurriah.editor@academicareview.com
Editorial Address
hurriah.editor@academicareview.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
ISSN : 27748480     EISSN : 27748472     DOI : https://doi.org/10.56806/jh.v7i3
Core Subject :
Journal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research, is an interdisciplinary publication of original research and about education issue to provide a forum for scientific understanding of the field of education and play an important role in promoting processes that accumulate knowledge, values, and skills that transmitted from one generation to another generation; and to make evaluation and research methods and content in education available to teachers, administrators and researchers.
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Assessing the Vocational Taxonomy Hierarchy Sadrina Sadrina; Ramlee Mustapha; Norhazizi Bin Lebai Long; Yuyun Yuana
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Hurriah
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i3.28

Abstract

English:Taxonomy recently defined as the naming or classification of an idea or name, in terms of one discipline. However, there is a lack of regulation in the concept of vocational education. Based on Bloom, the taxonomy is built to determine the level of cognitive, affective, and psychomotor ability. Higher Vocational education (SMK) cannot fully use Bloom's Taxonomy. Vocational Taxonomy is dependent on the psychomotor theory which emphasizes aspects of physical movement. However, the purpose of this research is to determine the Vocational Taxonomy hierarchical structure for SMK N 1 Jeunib. The design of this research is a qualitative research which using the interview method to assess the perception of the Vocational teacher in terms of determining the Vocational Taxonomy. The sample chosen was SMKN 1 Jeunib, Bireun, Aceh, which selected 54 teachers from all departments. From the data, the respondents presented that they believed the Vocational Taxonomy is important in terms of learning and teaching. Then, the taxonomic function is very important and assisting in teaching and learning, aiding the curriculum preparation, and contributing the practical activities. However, the taxonomy function is important in the measurement and assessment of psychomotor activities. It was recommended that Vocational Taxonomy was important to apply. The research also stated that there was a need for a link between cognitive and psychomotor aspects. Bahasa: Taksonomi diartikan sebagai penamaan atau klasifikasi suatu gagasan atau nama, dalam satu disiplin ilmu. Berdasarkan Bloom, taksonomi dibangun untuk mengetahui tingkat kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan Tinggi Kejuruan (SMK) tidak dapat sepenuhnya menggunakan Taksonomi Bloom. Taksonomi Vokasi bergantung pada teori psikomotorik yang menekankan pada aspek gerak fisik. Adapun, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur hierarki Taksonomi Kejuruan SMK N 1 Jeunib. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey untuk menilai persepsi guru SMK dalam menentukan Taksonomi SMK. Sampel yang dipilih adalah SMKN 1 Jeunib, Bireun, Aceh yang memilih 54 guru dari semua jurusan. Dari data tersebut, responden menyatakan bahwa mereka percaya Taksonomi Kejuruan penting dalam hal belajar dan mengajar. Kemudian, fungsi taksonomi sangat penting dan membantu dalam proses belajar mengajar, membantu penyusunan kurikulum, dan menyumbangkan kegiatan praktis. Fungsi taksonomi penting dalam pengukuran dan penilaian aktivitas psikomotorik. Direkomendasikan bahwa Taksonomi Kejuruan penting untuk diterapkan. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa perlu adanya keterkaitan antara aspek kognitif dan psikomotorik.
Kepuasan Kerja Guru Secara Optimal Dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Marwan Marwan; ibrahim ibrahim; Mohd. Isya Awang; Sufriadi Sufriadi
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Hurriah
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i3.29

Abstract

English: It is appropriate for a teacher to have positive enthusiasm and motivation in carrying out daily tasks so that a sense of pleasure arises in carrying out the profession as an educator or teacher. The criteria for teachers who have high motivation to teach have good competence and are happy with the work they do in a school or campus environment. Good and quality school management can support the performance of teachers in carrying out their activities and have the aim of improving the quality and achievement of student learning. Support from school principals, school committees, students and parents is very much needed in optimizing teacher performance for teaching and learning activities. There are about 76% of students who strongly support teacher activities and 83% of school principals support so that teachers are able to personally improve the quality of teaching in schools. Bahasa: Selayaknya bagi seorang guru memiliki semangat dan motivasi positif dalam melakukan tugas sehari-hari agar muncul  rasa senang dalam menjalankan profesi sebagai pendidik atau pengajar. Kriteria guru yang memiliki motivasi tinggi untuk mengajar mempunyai kompetensi yang baik dan senang dengan pekerjaan yang dia lakukan dalam lingkungan sekolah  atau kampus. Manajemen sekolah yang baik dan berkualitas dapat mendukung kinerja guru dalam melakukan aktivitasnya serta punya tujuan meningkatkan kualitas serta prestasi belajar siswa. Dukungan dari kepala sekolah, komite sekolah, siswa dan orang tua wali sangat diperlukan dalam mengoptimalkan kinerja guru untuk kegiatan belajar mengajar. Terdapat sekitar 76% siswa sangat mendukung aktivitas guru  dan 83% dukungan kepala sekolah agar guru mampu meningkatkan kualitas secara personal dalam mengajar di sekolah. 
Model Pembelajaran Project Citizen Sebagai Inovasi Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Abad 21 Iwan Fajri; Rusli Yusuf; Mohd Zailani Mohd Yusoff
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Hurriah
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i3.30

Abstract

English: In the current digital Era, it has a fairly broad impact in various aspects of human life, including in the life of the education sector, which demands for the implementation of educational institutions to carry out in accordance with the times. One of the real challenges for educational institutions should be able to produce human resources who have complete competence, known as 21st century competencies or skills. 21st century skills are the main skills that must be possessed by students in order to be able to take part in real life in 21st century. In the 21st century, educational institutions are challenged to be able to create and produce thinkers who are able to participate in building a social and economic order that is aware of knowledge as citizens of the world in the 21st Century. In the 21st century, they have several skills which include 1) Learning and innovation skills, 2 ) skills in using technology and information media and 3) life and career skills. To be able to improve 21st century skills in students, an effort is needed that can be applied to teaching and learning activities and one of the recommendations for learning innovation is through the application of the project citizen model. Project citizen learning is a problem-based and portfolio-based learning, through this model students are not only invited to understand scientific concepts and principles, but also develop their ability to work cooperatively, innovatively, creatively, and critically through empirical practice learning activities. (experience). Thus the learning process will be more challenging, active and more meaningful. The purpose of implementing this project citizen learning model is to be able to develop and improve 21st century skills through problem-based and portfolio-based learning processes. Bahasa: Di Era digital saat ini memberikan dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan dunia pendidikan, yang menuntut penyelenggaraan lembaga pendidikan agar berjalan sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satu tantangan nyata bagi lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi lengkap, yang dikenal dengan kompetensi atau keterampilan abad 21. Keterampilan abad 21 merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki siswa agar dapat berkiprah dalam kehidupan nyata di abad 21. Pada abad 21, mereka memiliki beberapa keterampilan yang meliputi 1) keterampilan belajar dan inovasi, 2) keterampilan dalam menggunakan teknologi dan media informasi dan 3) keterampilan hidup dan karir. Untuk dapat meningkatkan keterampilan abad 21 pada siswa diperlukan suatu upaya yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan salah satu rekomendasi inovasi pembelajaran adalah melalui penerapan model project citizen. Project citizen adalah pembelajaran berbasis masalah dan berbasis portofolio, melalui model ini siswa tidak hanya diajak untuk memahami konsep dan prinsip ilmiah, tetapi juga mengembangkan kemampuannya untuk bekerja secara kooperatif, inovatif, kreatif, dan kritis melalui kegiatan pembelajaran praktik empiris. (pengalaman). Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih menantang, aktif dan lebih bermakna. Tujuan penerapan model project citizen ini adalah untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan keterampilan abad 21 melalui proses pembelajaran berbasis masalah dan berbasis portofolio.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DARING PAI SERTA UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASINYA Nur Asih Istiqomah; Fandi Akhmad
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i4.32

Abstract

Salah satu kebijakan yang telah dirancang pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah tersebut adalah dengan menerapkan aturan Work From Home (WFH). Dampak dari penerapan kebijakan WFH di dunia pendidikan adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk sementara dilakukan dari jarak jauh. Kebijakan ini menimbulkan problematika baik bagi guru maupun siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan pembelajaran online PAI pada masa pandemi di SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Yogyakarta dan bagaimana upaya kepala sekolah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah filed research yaitu mengkaji peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh melalui wawancara dengan salah satu guru PAI dan kepala sekolah serta observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman melakukan beberapa upaya untuk mengatasi problematika pembelajaran online yaitu dengan: 1) membantu memenuhi kebutuhan guru dalam pembelajaran online yaitu pengadaan komputer dan kuota internet; 2) mengadakan pelatihan keterampilan dalam menggunakan teknologi bagi guru di sekolah maupun siswa; 3) berkoordinasi, bersosialisasi dan bekerjasama dengan orang tua siswa.
EVALUASI PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA BERBASIS MATA KULIAH MENGGUNAKAN PROVUS’S DISCREPANCY MODEL DENGAN DOUBLE SMART M Zainudin; Anita Dewi Utami
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i4.34

Abstract

This study aims to describe the gaps among definitions, installations, processes, and products with standard operational criteria in the independent student exchange cooperation program. The study used Povus' discrepancy model. The subjects of this study involved lecturers and students from Universitas PGRI Madiun, IKIP PGRI Bojonegoro, Muhammadiyah University of Ponorogo, Muhammadiyah University of Kotabumi, STKIP PGRI Bangkalan, and STKIP Taman Siswa Bima. The data were collected through interviews, questionnaires, observation, and document analysis. Then, they were analyzed using descriptive qualitative, which was then compared with standard criteria. The results show that the student exchange program focused on course exchange at IKIP PGRI Bojonegoro, Universitas PGRI Madiun, Muhammadiyah University of Ponorogo, STKIP PGRI Bangkalan, and STKIP Taman Siswa Bima, i.e., design, installation, process, and products is following the guidelines for implementing the independent student exchange cooperation program. It was found that there was a gap in the program implementation process, but the program objectives had been achieved. Students who participated in the program were facilitated in developing science and technology, Wawasan Kebangsaan (national vision), nationalism, and the understanding of diversity, plurality, and tolerance from other universities. It was revealed that 85% of the students got an A predicate, and the rest got B in courses taken at other universities. Based on the implementation of double-smart, it is hoped that the independent student exchange cooperation program, which is focused on course exchange, can be continued with improvements.
PENERAPAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN PADA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA 6 SMAN 3 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2018/2019 Ernayulis Ernayulis
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i4.35

Abstract

English: Team Games Tournament type cooperative learning model as a learning model that involves all students and group work, this learning model also requires students to compete through tournaments in games so that it will trigger to improve Civics learning outcomes. This study aims to determine the improvement of student learning outcomes in Civics through the Team Games Tournament learning model on the subject matter of Threats to National Integration. This research was conducted at SMAN 3 Banda Aceh, in class X MIPA 6 with a total of 34 students, consisting of 15 boys and 19 girls. This research uses a qualitative approach with the type of research is classroom action research, which is carried out in 2 cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely: planning, implementation, observation, and reflection. Data analysis was carried out classically using the percentage formula. The results of data analysis show that: (1) Learning with the Team Games Tournament Model can complete student learning outcomes classically, namely 91.18%, meaning that 31 of 34 students have achieved mastery in learning from the KKM score of 76. (2) Learning with the Team Games Tournament model can also improve teacher skills. Based on the results of observations, the average implementation of learning by teachers reaches 96.55%. (3) Learning with the Team Games Tournament learning model can increase student activity. The results of the observation of student activities in cycle II reached 82.35% or as many as 28 students were active and focused in participating in learning in cycle II. Thus, learning with the Team Games Tournament model can increase student activities and complete their learning outcomes classically. Bahasa: Model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament sebagai model pembelajaran yang melibatkan seluruh peserta didik dan kerjasarna kelompok, model pembelajaran ini juga menuntut peserta didik untuk berkompetisi melalui turnamen dalam permainan sehingga akan memicu untuk memperbaki hasil belajar PPKn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PPKn peserta didik melalui model pembelajaran Team Games Tournament pada materi pokok Ancaman Terhadap Integrasi Nasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 3 Banda Aceh, di kelas X MIPA 6 dengan jumlah 34 orang peserta didik, yang terdiri dari 15 laki-laki dan 19 perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dengan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Analisis data dilakukan secara klasikal dengan menggunakan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukan bahwa:(1) Pembelajaran dengan Model Team Games Tournament dapat menuntaskan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 91,18%, artinya 31 dari 34 orang peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam belajar dari nilai KKM yaitu 76. (2) Pembelajaran dengan model Team Games Tournament juga dapat meningkatkan keterampilan guru. Berclasarkan hasil observasi, rata-rata keterlaksanaan pembelajaran oleh guru mencapai 96,55%. (3) Pembelajaran dengan Model pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan aktivitas siswa. Untuk hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus II mencapai 82,35% atau sebanyak 28 orang siswa telah aktif dan fokus dalam mengikuti pembelajaran pada siklus II. Dengan demikian, pembelajaran dengan model Team Games Tournament dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dan menuntaskan hasil belajar mereka secara klasikal.
EFEKTIVITAS SENSOR MANDIRI PADA ORANG TUA TERHADAP TONTONAN ANAK USIA 2-6 TAHUN Rusnawati Rusnawati
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i4.37

Abstract

Abstract: Despite the fact that the Film Censorship Institute (LSF) has shown Censorship, many parents still don't pay attention to the age classification when they choose shows for their kids. They blame films and institutions that take care of films because they think there isn't enough censorship on the shows their kids watch. For the public, the shows should be free so that they can choose which ones are good based on the age of the people who will be watching. Documentation and interviews are used to get data for this type of research. It is a qualitative method with a qualitative descriptive approach. People who study self-censorship say that parents aren't just there for their kids when they watch shows. They also must be smart about what shows their kids watch. Some parents in Gampong Mulia still find it hard to do censorship on their own because they can't always watch their kids. People who work outside the home and those who work at home have to do other things, too. There are a lot of shows that parents give to their kids, like cartoons, educational shows, kids' songs, and more. Gampong Mulia's independent censorship is very effective for parents who went to high school or college, but parents who only went to elementary or junior high school don't have the same level of control over what their kids watch. In this way, the calculation of how effective the school is in terms of welfare can be seen. Abstrak: Masih adanya orang tua yang tidak memperhatikan klasifikasi usia pada saat memilih tontonan untuk anak, dan orang tua cenderung menyalahkan film dan lembaga yang mengurus tentang perfilman karena menganggap kurangnya sensor pada tontonan yang di tonton oleh anaknya, padalah Lembaga Sensor Film (LSF) telah menghadirkan Sensor Mandiri untuk masyarakat agar dapat secara aktif memilah dan memilih tontonan yang baik sesuai dengan usia penontonnya. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam melakukan sensor secara mandiri, orang tua tidak hanya berperan untuk mendampingi anak saja, tetapi orang tua juga harus pintar dalam memilih tayangan untuk anaknya.. Sebagian orang tua di Gampong Mulia merasa masih kesulitan untuk melakukan sensor secara mandiri dengan utuh, dengan alasan tidak dapat mengawasi anaknya secara terus menerus. Dikarenakan adanya aktifitas lain yang harus di kerjakan oleh orang tua, baik yang bekerja di luar rumah maupun yang bekerja di rumah. Adapun tayangan yang sering diberikan orang tua kepada anaknya adalah seperti tayangan film kartun, tayangan edukasi, lagu anak-anak dan sebagainya. Sensor Mandiri di Gampong Mulia cukup efektif dilakukan oleh orang tua yang latar belakang  pendidikannya adalah tamatan SMA dan Perguruan Tinggi, sedangkan orang tua yang hanya lulusan SD atau SMP masih kurang dalam penerapan sensor secara mandiri terhadap tontonan anaknya. Hal tersebut dilihat melalui perhitungan efektivitas dari segi kesejahteraan berdasarkan riwayat pendidikan.
Alih Teknologi Mesin Chopper Blender Pakan Hijauan Guna Peningkatan Produktivitas Peternakan Ruminansia Masa Pandemi Covid-19 Zulfahmi Zulfahmi; Yasir Amani; Abdul Rahman; Nurul Islami; Alchalil Alchalil
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i4.39

Abstract

Dimasa pandemi Covid-19 sangat penting untuk penyediaan pakan yang berkualitas menjadi prioritas kelompok usaha peternakan. Pemanfaatan teknologi untuk penyediaan pakan berkualitas dan diversifikasi hijauan akan membantu para peternak mengurai masalah tersebut agar dapat dilakukan lebih optimal. Metode yang ditawarkan adalah alih teknologi mesin chopper blender melalui skema Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat sumber dana PNBP Universitas Malikussaleh Tahun 2021. Mitra adalah kelompok usaha peternakan “Mandiri” Gampong Teupin Reusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, diharapkan dapat menggunakan teknologi tepat guna mesin pengolahan ketersedian bahan baku pakan hijauan dalam upaya peningkatan produksi usaha peternakan. Di lokasi peternakan, mitra memiliki 50 ekor ternak kambing dan 50 ekor ternak domba yang terdiri dari indukan dan anakan. Pola pemeliharaan yang dilakukan adalah semi intensif yaitu digembala pada siang hari secara melepas di area peternakan milik mitra dengan luas 3 hektar. dan pada sore sampai malam hari dikandangkan serta disediakan pakan hijauan. Hasil indentifikasi data survey dan wawancara dengan mitra, maka dilaksnakan tahapan kegiatan PPM unimal 2021 mencakup desain, proses manufakturing dan instalasi mesin chopper blender bertempat di laboratorium teknik mesin UNIMAL. Selanjutnya, di lokasi peternakan tim PPM melaksanakan edukasi tentang manajemen peternakan,teknik pembuatan pakan silase dan alih teknologi mesin chopper blender pakan hijauan antara lain tentang konsep desain dan instalasi mesin serta cara perawatannya. Indikator capaian kegiatan PPM ini, Kelompok Peternak Mandiri telah mampu mengolah pakan silase yang bahan bakunya telah di cacah dengan mesin chopper blender. Selain itu, kelompok ternak mandiri juga mampu mengoperasikan dan me-maintenance mesin chopper blender pakan hijauan yang telah diserah terimakan kepada kelompok ternak tersebut. Kegiatan Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat(PPM) pada Kelompok Peternak Mandiri telah berjalan sesuai perencanaan, berikutnnya mitra dapat meningkatkan produktivitas usahanya dan bertranformasi sebagai motivator bagi peternak lainnya
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN IQRA DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS DAN PEDULI LINGKUNGAN Deni Nasir Ahmad; Luluk Setyowati
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i4.40

Abstract

The purpose of this study was to find out the use of the Iqra' learning model in developing religious and environmental character. Literature review method where researchers take several research articles that have been published in national journals and national proceedings. The results of the research, namely from the two characters, namely religious characters and caring for the environment, provide an explanation that the Iqra learning model is very suitable to be used in character cultivation because it emphasizes learning experiences and solutions in solving problems that exist in the environment. It can be concluded that learning with the Iqra 'model is very suitable for inculcating characters, namely religious characters and caring for the environment because learning activities are in the form of inviting students to participate in all learning activities.
PESAN MORAL DALAM KISAH UMAR BIN KHATTAB PADA KITAB AROBIYYAH LIN NASYII'N 4 Abid Nurhuda
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v2i4.42

Abstract

Abstract: The era of globalization is the era of humans who cannot be separated from communication because they are social beings whose nature wants to coexist. This usually has a specific purpose and can be done directly or indirectly, through the masses or non-mass. Non-mass communication is a very effective tool in conveying social messages or moral messages to readers. One of them in printed form is the book "Arobiyah Lin Nasyiin Volume 4" in which there is the story of Umar bin Khattab on page 44. The purpose of this study is to explain the moral messages contained in it. The method used is literature study by reviewing the book and then analyzed and concluded descriptively. The main data is the book "Arobiyah Lin Nasyiin Volume 4", while the secondary data are journals, books or articles that can be accounted for. As for the result, prioritizing worship, especially prayer, daring to uphold the truth, trying to do justice, the magnitude of the leader's responsibility to the people, leaders with noble character, and finally an expression of verbal gratitude from the people to the leader. Abstrak: Era globalisasi adalah era manusia tidak bisa lepas dari yang namanya berkomunikasi sebab mereka adalah makhluk social yang kodratnya ingin hidup berdampingan. Hal tersebut biasanya memiliki maksud tertentu dan bisa dilakukan secara langsung maupun tidak, melalui massa ataupun non massa. Komunikasi non massa merupakan alat yang begitu efektif untuk menyampaikan pesan sosial ataupun pesan moral kepada pembaca. Salah satunya yang berbentuk cetak yaitu buku/ kitab “Arobiyah Lin Nasyiin Jilid 4” yang di dalamnya terdapat kisah Umar bin Khattab pada halaman 44. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan ialah studi pustaka dengan menelaah kitab lalu dianalisis dan disimpulkan secara deskriptif. Data utamanya adalah kitab “Arobiyah Lin Nasyiin Jilid 4”, sementara data sekundernya adalah jurnal, buku ataupun artikel yang dapat dipertanggung jawabkan. Adapun hasilnya adalah mengutamakan ibadah terlebih lagi adalah sholat, berani menegakkan kebenaran, berusaha berbuat adil, besarnya pertanggung jawaban pemimpin terhadap rakyat, pemimpin yang berakhlaq mulia, dan terakhir ialah ungkapan rasa syukur secara lisan dari rakyat kepada pemimpin.

Page 3 of 30 | Total Record : 293


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research (in Progress) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 5 No. 4 (2024): Journal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 5 No. 3 (2024): Journal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 5 No. 1 (2024): Journal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Hurriah Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Hurriah Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Hurriah Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Hurriah More Issue