cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
ISSN : 08544735     EISSN : 24772410     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (JPTK) is a journal of Technical and Vocational Education and Training (TVET) which is a double-blind peer-reviewed journal. The journal invites authors throughout the world to exchange and disseminate theoretical and practice-oriented topics relevant to: (1) teaching and learning in TVET, (2) evaluation, assessment and certification in TVET, (3) human resources management in TVET, (4) vocational education resources in TVET and (5) contemporary issues in TVET
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2007): (Mei)" : 7 Documents clear
Pembelajaran Berbasis Kreativitas untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Mahasiswa Bidang Aplikasi Komputer Ilham Marsudi; Nuryadin ER
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2932.771 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9311

Abstract

Pendekatan kreativitas merupakan pilihan dari metode humanistik yang cocok diterapkan dalam implementasi kurikulum yang berbasis kompetensi pada mata kuliah Komputer di jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (JPTSP), Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Bagi mahasiswa yang sudah bias menggunakan komputer diharapkan akan memacau kreativitasnya dan bagi yang belum bisa akan merasa tertantang untuk dapat menggunakannya. Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan pencapaian kompetensi mahasiswa bidang aplikasi komputer melalui pendekatan pembelajaran yang berbasis kreativitas dengan teknik creative completion. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan mengambil subyek penelitian mahasiswa JPTSP yang mengambil mata kuliah komputer. Waktu penelitian selama semester ganjil tahun 2006/2007 bertempat di LAB Komputasi Teknik Spil JPTSP. Siklus yang digunakan sebanyak empat siklus. Analisis data digunakan deskriptif kuanititatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) model pembelajaran dengan pendekatan kreativitas yang menggunakan teknik creative completion pada kuliah komputer dapat meningkatkan pencapaian kompetensi mahasisawa dalam bidang aplikasi komputer. (2) pemberian kesempatan pada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitasnya melalui teknik creative completion merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi hambatan dalam penerapan teknik pembelajaran tersebut yang berupa (a) heterogenitas kemampuan mahasiswa dalam penguasaan komputer (b) ketergantungan mahasiswa yang kompetensinya rendah kepada mahasiswa yang kompetensi lebih tinggi dan (c) motivasi mahasiswa yang rendah untuk menguasai aplikasi komputer yang jarang dipakai tetapi sangat dibutuhkan seperti MS excel.
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Bidang Matematika Sipil melalui Pembelajaran Realistik Raharjo, Nuryadin Eko
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2383.606 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9324

Abstract

Realistic Mathematics Education atau Pendidikan Matematika Realistik (PMR) merupakan model pembelajaran kontekstual yang didesain khusus untuk Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kompetensi mahasiswa bidang matematika melalui penerapan PMR dan (2) menganalisa hambatan – hambatan dalam penerapan PMR beserta solusinya. Metode yang digunakan aladah penelitian tindakan kelas (classroom acation research) dengan mengambil subyek penelitan mahaiswa JTPSP yang mengambil mata kuliah matematika. Waktu penelitian mulai 29 Maret 2007 sampai 2 Nopember 2007 pada semester ganjil tahun 2007/2008. Analis data digunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan: (1) penerapan model pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik pada mata kuliah matematika dapat meningkatkan pencapaian kompetensi mahasiswa dalam bidang matematika yang ditandai: (a) rerata prestasi mahasiswa meningkat (pemahaman mahasiswa tentang aplikasi model pembelajaran yang semakin meningkat (c) keaktifan mahasiswa semakin meningkat dalam mengkonstruksi pengetahuan (d) interaksi mahasiswa dengan dosen yang semakin tinggi (2) kendala yang dihadapi adalah tidak semua sub-sub kompetensi dapat dibuatkan model realistiknya sehingga terdapat beberapa sub kompetensi yang disampaikan tanpa model realistik.
Inovasi Pembelajaran dalam Penyiapan Tenaga Kaerja Masa Depan Wagiran, Wagiran
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.222 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9312

Abstract

 Dunia kerja dalam era mendatang dakan ditandai oleh ketidakpastian, semakin cepat dan sering berubah, serta menuntut fleksibilitas yang lebih besar. Perubahan ini secara mendasar tidak saja menuntut angkatan kerja yang mempunyai kemampuan bekerja dalam bidangnya (hard competencies) namun juga menguasai kemampuan menghadapi perubahan serta memanfaatkan perubahan itu sendiri (soft competence). Hal ini menjadi tantangan dunia pendidikan untuk mampu mengintegrasikan kedua komponen kompetensi tersebut secara terpadu dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan bekerja dan berkembang di masa depan.Pemecahan permasalahan pendidikan tidak akan terlepas dari perlunya inovasi-inovasi yang terfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Inovasi pembelajaran memiliki kemampuan  terwujudnya suatu proses pembelajaran yang berkualiatas sehingga dapat meningkatkan kompetensi, kemampuan, keterampilan serta daya saing lulusan. Pembelajaran konstrutivisme merupakan salah satu inovasi yang diyakini akan memberi peluang lebih besar dalam menghasilkan lulusan yang professional dan berdaya saing. Dalam hal ini pengetahuan dibangun sendiri oleh pembelajar secara aktif, tekanan dalam pembelajaran terletak pada pembelajar dan peran guru atau dosen/ instruktur adalah sebagain fasilitator yang menciptakan lingkungan untuk memungkinkan pembelajar secara aktif dan kreatif mengkonstruksi sendiri pengetahuannya.
Pembelajaran Mata Kuliah Matematika dengan Pembelajaran Bertahap dan Bermakna Martubi Martubi; Suhartanta Suhartanta
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2669.648 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9325

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan (1) meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah matematika yang dinyatakan dalam bentuk aktivitas mahasiswa, (2) meningkatkan pretasi belajar mahasiswa yang dinyatakan dalam bentuk rerata nilai akhir semester yang berasal dari komponen nilai ujian sisipan (ujian tengah semester) dan nilai ujian akhir semester. Tahapan penelitian ini diawali dari penyusunan materi pembelajaran yang dikemas dalam sejumlah pokok bahasan tertentu dalam sebuah diktat kuliah, dilanjutkan dengan penyusunan soal-soal latihan bagi setiap pokok bahasan kemudian dilanjutkan dengan pemberian perlakuan dengan pembelajaran bertahap dan bermakna (proses eksplorasi, invensi, ekspansi). Penelitian dilakukan dengan 3 siklus. Selama pembelajaran dilakukan observasi terhadap aktivitas mahasiswa dan perubahan prestasinya. Perubahan prestasi mengacu pada prestasi perkuliahan yang pernah diikuti sebelumnya. Subyek penelitian ini adalah 50 orang mahasiswa yang mengambil matakuliah matematika pada semester pendek tahun 2003/2004 yang pernah mengikuti perkuliahan sama tapi dengan perlakukan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan belajar bertahap dan bermakna dapat meningkatkan kualitas pembelajaran maupun prestasi belajar mahasiswa. Aktivitas mahasiswa yang bertanya/ membantu teman dan tampil mengerjakan tugas di depan kelas meningkat dai 1 sampai 3 orang menjadi 4 sampai 10 orang. Mahasiswa yang mengerjakan tugas di rumah meningkat dari 80% menjadi 86% pada setiap perkuliahan, sedang prestasinya meningkat dari rerata nilai akhir 54,9 menjadi 70,5 (meningkat 28,4%)
Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Lesson Study Joko Sriyanto
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3547.651 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9316

Abstract

Perubahan kurikulum dari berbasis isi menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) menuntut profesionalisme dari berbagai pihak yang berhubungan dalam proses belajar mengajar (PBM) yang meliputi: guru/dosen, mahasiswa, metode pembelajaran, media, bahan ajar, dan lain sebagainya. Semua komponen tersebut harus saling mendukung dan saling melengkapi agar proses belajar mengajar dapat tercapai dan siswa dapat memiliki kompetensi yang ditetapkan. Lesson Study adalah salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif oleh sekelompok guru/dosen dan berkelanjutan berlandaskan prinsi-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Tujuan dari pembelajaran Lesson Study adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan tentang materi ajar, (2) Meningkatkan pengetahuan tentang pembelajaran (3) Meningkatkan kemampuan mengobservasi aktivitas belajar (4) Semakin kuatnya hubungan kolegalitas, (5) Semakin kuatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang (6) Semakin meningkatnya motivasi untuk berkembang dan (7) Meningkatnya kualitas RPP. Pelaksanaan Lesson Study dapat dilakukan melalui 3 (tiga) tipe; (1) Lesson Study berbasis sekolah (2) Lesson Study berbasis MGMP (3) Lesson Study berbasis sekolah yang berdekatan (4) Lesson Study berbasis program studi atau jurusan pada perguruan tinggi. Pelaksanaan Lesson Study berdasarkan tahapan-tahapan; (1)perencanaan (plan) (2)pelaksanaan (do) dan (3) refleksi (see) secara berulang 
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia Mata Kuliah Dasar Listrik Imam Mustholiq; Sukir Sukir; Ariade Chandra N.
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2616.577 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9310

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain (1) Mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia mata kuliah Dasar Listrik yang dalam kegiatannya mencakup analisis kebutuhan, desain, penerjemahan modul hasil desain ke dalam bentuk aplikasi, pengujian terhadap perangkat lunak yang dihasilkan, pengaplikasian produk kepada pengguna dan  perbaikan serta (2) Mendapatkan unjuk kerja hasil pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia pada mata kuliah Dasar Listrik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembanagn untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia pada mata kuliah Dasar Listrik. Prosedur penelitian yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, desain, penerjemahan modul hasil desain ke dalam bentuk aplikasi, pengujian terhadap perangkat lunak yang dihasilkan, pengaplikasian produk kepada pengguna dan  perbaikan. Pengujian terhadap unjuk kerja hasil pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia mata kuliah Dasar Listrik dilakukan dengan memintakan penilaian unjuk kerja media pembelajaran tersebut kepada ahli materi, ahli media dan mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain komputer multimedia dengan perangkat pendukung antara lain kamera video, kamera digital, scanner, printer dan CD writer, perangklat lunak yang digunakan antara lain system operasi Microsoft Windows XP, pengolah gambar Adobe Photoshop 6.0, pengolah animasi Macromedia Flash 5.0, Freehand, pengolah suarat Cool Edit 2000, pengolah video Ulead Vidio Studio 7.0 daN pembuat program intearaktif Authoware. Disamping itu untuk memberikan penilaian terhadapunjuk kerja hasil media pembelajaran digunakan angket. Analisi data dilakukan secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukan:  (a) telah diperoleh hasil pengembanagn media pembelajaran interaktif berbasis multimedia pada mata kuliah dasar listrik , dengan prosedur pengembangan mencakup analisis kebutuhan, desain, penerjemahan modul hasil desain ke dalam bentuk aplikasi, pengujian terhadap perangkat lunak yang dihasilkan, pengaplikasian produk kepada pengguna dan  perbaikan. (b) Hasil pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia pada mata kulian dasar listrik mempunyai unjuk kerja yang baik, yang ditunjukan skor rata-rata penilaian yang diberikan oleh ahli media, ahli materi dan mahasiswa terhadap unjuk kerja hasil pengembangan media pembelajaran interaktif tersebut adalah 3,18 atau secara persentase sebesar 79,71%
Pengembangan Skala Sikap Diferensial Semantik Terhadap Fisika Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UNJ Ratu Amilia Avianti; Gaguk Margono
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9323

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan skala sikap differensial semantic terhadap fisika Jurusan Teknik Mesin. Skala differensial semantik adalah jenis pertanyaan survey dimana responden diminta untuk merata-rata pendapatannya pada skala linier antara 2 titik, yang secara teoritis ada 7 tingkatan. Skala sikap differensial semantic ini mempunyai 3 ukuran yaitu evaluasi, potensi dan aktivitas. Skala ini diujicobakan 2 kali terhadap 116 mahasiswa Teknik mesin Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan skala dengan menggunakan pendekatan respons. Pada uji coba tahap pertama, hasilnya mengindikasikan bahwa ketiga faktor diintisarikan dari data yang diperoleh menggunakan analisi komponen penting metode eksplorasi, sejalan dengan faktor pengukuran. Metode konfirmasi dari Maximum Likelihood yang mengukur kebaikan dari ketiga faktor, menemukan indeks signifikansi pada tingkat 62, 689. Hal ini mengindikasikan validitas korelasi model ketiga faktor. Untuk menentukan reliabitas instrumen digunakan Theta reliabilitas (o= 0.7965). Pada uji coba kedua, validitas konstruk juga ditentukan dengan menggunakan analisis faktor. Tiga faktor juga diintisarikan dari metode eksplorasi PCA. Metode konfirmasil ML diterapkan untuk menguji kebaikan ketiga faktor dan indeks tes yang diperoleh 60,978 yang juga signifikan. Ketiga faktor dari pengintisarian juga mendukung pengukuran teori seperti pada uji coba pertama. Konsistensi internal Theta yang diperoleh adalah o= 0.7777 dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang mengukur sikap mahasiswa terhadap Fisika mempunyai validitas konstruk yang sesuai menggunakan skala yang berbeda. Namun demikian , dibutuhkan uji coba lebih lanjut untuk membakukan instrumen ini. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7