Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Materi Mata Kuliah Teknologi Kendaraan Lanjut Sriyanto, Joko
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 19, No 2 (2010): (Oktober)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.659 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v19i2.7744

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan isi/materi mata kuliah Teknologi Kendaraan Lanjut (TKL) di Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. TKL merupakan salah satu mata kuliah yang dikembangkan oleh Jurdiknik Otomotif FT UNY untuk mewadahi perkembangan terkini teknologi otomotif yang akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2009/2010.Permasalahan di atas dicari jawabannya dengan mengembangkan konsensus dari expert panel yaitu dosen dan praktisi bidang otomotif menggunakan metode Delphi. Metode Delphi adalah suatu metode yang digunakan untuk memperoleh pendapat dan konsensus dari sekelompok ahli (expert) secara sistematis melalui serangkaian kuesioner tanpa harus mempertemukan mereka secara langsung/tatap muka. Dua putaran Delphi akan digunakan untuk mengumpulkan data dan mengembangkan konsensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi terbaru di bidang otomotif yang harus diberikan kepada mahasiswa berdasarkan konsensus dari para ahli di bidang otomotif adalah: (1) Common rail, (2) ASV (Advanced Safety Vehicle), (3) Intellegent Tester seri 2, (4) Hybrid System, dan (5) Smart Entry System.
SCHOOL CULTURE AND PROFESSIONAL DEVELOPMENT OF SCHOOL TEACHERS FROM URBAN AND RURAL AREAS IN CHINA Zhang Ling; Jiang Na; Siaw Yan-Li; Joko Sriyanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v39i3.31580

Abstract

Rural teacher recruitment and retention has become a common concern globally including in China. In order to understand the underlying reasons that cause rural teachers’ attrition, this study aims to explore the school culture and professional development of the teachers from urban and rural areas of China provinces, by examining three study objectives: teaching location and socio-demographic factor; challenges faced by rural teachers; and strategies to develop teaching professionalism in rural schools. A mixed-method approach involving survey forms and interview sessions was used for data collection. Data were analyzed using SPSS and ATLAS.ti which included inferential and thematic analysis. A number of 1547 teachers under Compulsory Education in Jiangxi, China were involved as participants. Results indicated that teaching location is significantly related to the socio-demographic condition. Additionally, five challenges reported by rural school teachers include parental involvement, working environment, salary, personal growth, and family environment. Meanwhile, three main strategies used for professional development are educational beliefs, collaboration relationships, and teacher self-training. The outcome of this study would contribute towards effective and feasible measures to stabilize rural teachers, promote educational and social equity, and promote the integration of urban and rural teachers. Findings conclude the importance to explore further and propose the corresponding measures to improve the working and living status of rural teachers.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Lesson Study Joko Sriyanto
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2007): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3547.651 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v16i1.9316

Abstract

Perubahan kurikulum dari berbasis isi menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) menuntut profesionalisme dari berbagai pihak yang berhubungan dalam proses belajar mengajar (PBM) yang meliputi: guru/dosen, mahasiswa, metode pembelajaran, media, bahan ajar, dan lain sebagainya. Semua komponen tersebut harus saling mendukung dan saling melengkapi agar proses belajar mengajar dapat tercapai dan siswa dapat memiliki kompetensi yang ditetapkan. Lesson Study adalah salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif oleh sekelompok guru/dosen dan berkelanjutan berlandaskan prinsi-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Tujuan dari pembelajaran Lesson Study adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan tentang materi ajar, (2) Meningkatkan pengetahuan tentang pembelajaran (3) Meningkatkan kemampuan mengobservasi aktivitas belajar (4) Semakin kuatnya hubungan kolegalitas, (5) Semakin kuatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang (6) Semakin meningkatnya motivasi untuk berkembang dan (7) Meningkatnya kualitas RPP. Pelaksanaan Lesson Study dapat dilakukan melalui 3 (tiga) tipe; (1) Lesson Study berbasis sekolah (2) Lesson Study berbasis MGMP (3) Lesson Study berbasis sekolah yang berdekatan (4) Lesson Study berbasis program studi atau jurusan pada perguruan tinggi. Pelaksanaan Lesson Study berdasarkan tahapan-tahapan; (1)perencanaan (plan) (2)pelaksanaan (do) dan (3) refleksi (see) secara berulang 
Pengaruh Tipe Busi Terhadap Emisi Gas Buang Sepeda Motor Joko Sriyanto
Automotive Experiences Vol. 1 No. 03 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.276 KB) | DOI: 10.31603/ae.v1i03.2362

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang pengaruh tipe busi terhadap emisi gas buang sepeda motor. Pengujian dilakukan di Bengkel Prototype Honda Jurdiknik Otomotif FT UNY dengan obyek uji adalah sepeda motor 4 tak 135 cc pada putaran mesin 1500, 3000, dan 5000 rpm. Masing-masing pengujian dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan pemakaian busi standar, busi platinum menurunkan kadar emisi CO 20% dan HC 41%, busi iridium menurunkan kadar CO 29% dan HC 61%, dan pemakaian busi multi elektrode menurunkan kadar CO 8% dan HC 29%.
Evaluasi Program Kelas Industri pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Yogyakarta Priti, Priti; Sofyan, Herminarto; Budiman, Agus; Sriyanto, Joko
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v4i2.161

Abstract

The aim of this study is to describe the effectiveness of the Industrial Class program evaluation within the Automotive Engineering Skills program at SMK Negeri 2 Yogyakarta, focusing on context, input, process, and product evaluation models. Employing the CIPP model (Context, Input, Process, Product), this research follows an evaluative descriptive approach, utilizing questionnaires, interviews, documentation, and observation methods. The study involved four Industrial Class program teachers and 108 students from the Automotive Engineering program at SMK Negeri 2 Yogyakarta. Instrument validation was conducted through expert judgment, while instrument reliability was assessed using Cronbach's alpha. Both qualitative and quantitative descriptive analyses were employed for data analysis. The findings indicate areas for improvement within the Automotive Engineering Industry Class program at SMK Negeri 2 Yogyakarta. In the context evaluation, the SMK-Industry partnership revealed areas in need of enhancement. In terms of input evaluation, student interest, self-confidence, and satisfaction percentages were 35.19%, 44.44%, and 45.37% respectively, while facilities and infrastructure were deemed to meet industry standards. Regarding process evaluation, the implementation of learning and the use of learning media were rated as fairly good, with a percentage of 35.19%. However, the utilization of learning resources and assessment methods were found to be very good. In the product evaluation, student learning outcomes reached a percentage of 90% in the very good category, and graduate absorption was at a high percentage of 78%.
MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA BUKU PRODUKTIF SMK BIDANG OTOMOTIF SESUAI KURIKULUM MERDEKA: SUATU ANALISIS KONTEN Tafakur, Tafakur; Sudarwanto, Sudarwanto; Sriyanto, Joko; Sayyidi, Sabbihis
Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Vol. 7 No. 1 (2024): (November)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpvo.v7i1.79435

Abstract

Buku teks mata pelajaran merupakan sarana utama bagi proses belajar siswa. Buku teks tidak hanya dapat digunakan untuk pengembangan pengetahuan, namun dapat diklaim sebagai sarana penguatan pendidikan karakter siswa. Namun, belum ada kajian yang cukup untuk memastikan muatan karakter dalam buku teks pelajaran produktif di bidang otomotif di SMK. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui muatan pendidikan karakter pada buku teks produktif SMK bidang otomotif. Penelitian ini menggunakan desain analisis konten dengan obyek buku teks bahan ajar produktif untuk bidang keahlian teknik otomotif sesuai kurikulum merdeka di Indonesia. Prosedur analisis konten ini terdiri dari tahap pengadaan data, reduksi data, tahap inferensi, dan tahap analisis. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui analisis tematik dengan langkah familierisasi data, mengkode data awal, menentukan tema, menelaah tema, mendefinisikan dan memberi nama tema, serta membuat laporan. Hasil kajian menunjukkan bahwa muatan karakter pada buku teks mata pelajaran produktif SMK Otomotif adalah Religius yang terdiri dari mencintai lingkungan, percaya diri, cinta damai, dan toleransi; nilai karakter integritas yang terdiri dari aktif terlibat di masyarakat, dapat dipercaya, komitmen, dan tanggung jawab; nilai karakter mandiri yang terdiri dari keberanian, berdaya juang, etos kerja, kreatif, menjadi pembelajaran sepanjang hayat, professional, dan tangguh; nilai karakter nasionalisme yang terdiri dari berprestasi, disiplin, menghormati keragaman, menjaga kekayaan negara, dan menjaga lingkungan; nilai gotong royong yang terdiri dari bekerja sama, kerelaan, komitmen terhadap keputusan bersama dan tolong menolong. Dengan demikian, buku teks pelajaran produktif di SMK Otomotif dapat dimanfaatkan untuk mendukung penguatan pendidikan karakter untuk siswa
PROBLEMATIKA GURU TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF (TKRO) DI SMK PELAKSANA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA KATEGORI MANDIRI BERUBAH Sriyanto, Joko; Budiman, Agus; Suyanto, Wardan; Sulistyo, Bambang; Priti, Priti; Pangestu, Satria; Utama, Olga Satria Tri; Pawoko, Laksono Tejo; Pratama, Feri Dian
Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Vol. 6 No. 1 (2023): (November)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpvo.v6i1.67853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika Guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) di salah satu SMK Negeri Daerah Istimewa Yogyakarta Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka Kategori Mandiri Berubah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Responden berjumlah 4 orang yang terdiri dari Waka Kurikulum, Kaproli TKRO, dan 2 Guru TKRO yang mengampu Mata Pelajaran Kejuruan di Kelas 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TKRO menghadapi beberapa permasalaha, yaitu: 1) Kurangnya Dukungan dari Kemendikbudristek dan Dinas Pendidikan Provinsi DIY, 2) Kurangnya Pemahaman terhadap Konsep dan Filosofi Kurikulum Merdeka, dan 3) Kesulitan dalam Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi.
PENGARUH SISTEM PENJURUSAN TERHADAP MINAT KEPADA JURUSAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN: Indonesia, Inggris Joko Sriyanto; Rizky Aditya Alfath
Journal of Automotive Technology and Education Vol. 1 No. 3 (2024): JATE
Publisher : Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jate.v1i3.866

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui pengaruh sistem penjurusan terhadap minat kepada jurusan, (2) untuk mengetahui pengaruh sistem penjurusan terhadap motivasi belajar siswa Sekolah Menengah Kejuruan dengan sistem penjurusan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa teknik otomotif dari dua sekolah berbeda yaitu SMK Negeri 2 Klaten dan SMK Negeri 3 Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner atau angket. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik komparatif dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada minat kepada jurusan dan motivasi belajar siswa dengan sistem penjurusan hanya berdasarkan nilai akademik dengan sistem penjurusan berdasarkan gabungan nilai akademik dan minat bakat. Perbedaan ini ditunjukkan dengan hasil uji independent sample t test memperoleh hasil pengaruh sistem penjurusan terhadap minat kepada jurusan sebesar 0,00 < 0,05 dan t hitung (4,239) > dari t tabel (1,98). Sedangkan untuk pengaruh sistem penjurusan terhadap motivasi belajar 0,014 < 0,05 dan t hitung (2,491) > t tabel (1,98). Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sistem penjurusan terhadap minat kepada jurusan dan motivasi belajar, sehingga dapat dikatakan sistem penjurusan berpengaruh terhadap minat kepada jurusan dan motivasi belajar. Siswa dengan sistem penjurusan berdasarkan gabungan nilai akademik dan minat bakat mempunyai minat kepada jurusan dan motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem penjurusan hanya berdasarkan nilai akademik. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan nilai mean antara kedua sistem penjurusan yaitu 77,57 berbanding 62,7 untuk minat kepada jurusan dan 83,4 berbanding 79,2 untuk motivasi belajar. Kata kunci: Sistem Penjurusan, Minat Kepada Jurusan, Motivasi Belajar. ABSTRACT The objectives of this study are: (1) to determine the effect of the majoring system on interest in majors, (2) to determine the effect of the majoring system on the learning motivation of Vocational High School students with different majoring systems. This research is a comparative research using quantitative approach. The population of this study was automotive engineering students from two different schools, namely SMK Negeri 2 Klaten and SMK Negeri 3 Yogyakarta. The sampling technique used proportional random sampling. Data were collected using a questionnaire or questionnaire. Data analysis was done by descriptive analysis and comparative statistics using t test. The results showed that there was a significant difference in interest in majors and learning motivation of students with a majoring system based only on academic grades with a majoring system based on a combination of academic grades and talent interest. This difference is shown by the results of the independent sample t test which obtained the results of the influence of the majoring system on interest in majors of 0.00 < 0.05 and t count (4.239)> from t table (1.98). Meanwhile, the effect of the majoring system on learning motivation is 0.014 < 0.05 and t count (2.491) > t table (1.98). So it can be concluded that there is a significant difference between the majoring system on interest in majors and learning motivation so that it can be said that the majoring system affects interest in majors and learning motivation. Students with a majoring system based on a combination of academic grades and talent interests have a higher interest in majors and motivation to learn compared to a majoring system based only on academic grades. This is evidenced by the comparison of mean values between the two majoring systems, namely 77.57 versus 62.7 for interest in majors and 83.4 versus 79.2 for learning motivation. Keyword : Majoring system, Interest Of Majors, Learning Motivation
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FT UNY TERHADAP PELAKSANAAN MICRO TEACHING ONLINE Muhammad Fachri; Joko Sriyanto
Journal of Automotive Technology and Education Vol. 1 No. 1 (2024): JATE
Publisher : Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jate.v1i1.525

Abstract

This study aims to determine the level of perception of students of Automotive Engineering Education FT UNY on the implementation of micro teaching online. This type of research is descriptive with a mixed methods approach, and the research design used is the explanatory sequential design. This research was conducted at the Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University. The population in this study was the Automotive student class of 2018 with a total of 70 people. The sampling technique used in this research is the method developed by Isaac and Michael with an error rate of 1% so that the sample size of students is 63 students. The number of interview samples was 10 students. Research data collection using questionnaires and interviews. Construct validity using expert judgment was used to obtain the validity of the data, and also the Readability Test for a sample of students. The collection and analysis of questionnaire data used a quantitative method in the first stage, and was followed by the collection and analysis of interview data using a qualitative method in the second stage. The results in the study are the perceptions of students of Automotive Engineering Education FT UNY on the implementation of online micro teaching as a whole including in the good category with a percentage of 69.83%, in detail the acceptance indicator is in the good category with a percentage of 72.39%; The understanding indicator is included in the good category with a percentage of 68.85%; Evaluation indicators are included in the good category with a percentage of 68.25%. There are also perceptions from students who are not good, some findings of weaknesses and obstacles from online micro teaching learning include: (1) students have problems with slow internet networks or signals, (2) practical teaching practice exercises are not effective and not optimal, because the material and practicum tools owned by students are limited, (3) students feel that their ability to teach practicum is not honed, because the method of giving assignments from lecturers is only limited to looking for animations. (4) online micro teaching learning makes students bored because of difficulties in interacting with classmates.
KESIAPAN MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FT UNY DALAM MELAKSANAKAN PRAKTIK KEPENDIDIKAN (PK) SECARA DARING Faiq Amhar Pamungkas; Joko Sriyanto
Journal of Automotive Technology and Education Vol. 1 No. 2 (2024): JATE
Publisher : Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jate.v1i2.683

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan mahasiswa PTO FT UNY dalam melaksanakan Praktik Kependidikan secara daring. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa PTO FT UNY angkatan 2017 yang berjumlah 77 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei berupa angket dengan 4 aspek kompetensi penilaian, yakni kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Uji validitas menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson dengan hasil 40 soal dinyatakan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa PTO FT UNY dalam melaksanakan praktik kependidikan secara daring termasuk dalam kategori “kurang siap”. Hal ini, dibuktikan dengan data penelitian secara keseluruhan dari 4 aspek kompetensi yang dinilai dari mahasiswa PTO FT UNY angkatan 2017 yang menunjukkan bahwa sebanyak 14 mahasiswa termasuk dalam kategori “sangat siap”, 21 mahasiswa dalam kategori “siap”, 31 mahasiswa dalam kategori “kurang siap” dan 11 mahasiswa dalam kategori “tidak siap”. Kemudian hasil penghitungan dari setiap kompetensi yaitu: 1) kompetensi pedagogik masuk kategori “siap”; 2) kompetensi profesional masuk kategori “siap”; 3) kompetensi sosial masuk kategori “kurang siap”; 4) kompetensi kepribadian masuk kategori “siap”. Abstract This study aims to determine the level of readiness of PTO FT UNY students in implementing Educational Practice online. This research is a type of quantitative descriptive research. The population in this study was PTO FT UNY students class of 2017 which amounted to 77 students.. The data collection technique uses a survey method in the form of a questionnaire with 4 aspects of assessment competencies, namely pedagogical, professional, personality, and social competencies. The validity test used Pearson's product moment correlation technique with the results of 40 questions declared valid. The results showed that the readiness of PTO FT UNY students in carrying out educational practices online was included in the category of "unprepared". This is evidenced by the overall research data from 4 aspects of competence assessed by PTO FT UNY students class of 2017 which showed that as many as 14 students were included in the "very prepared" category, 21 students in the "ready" category, 31 students in the "less prepared" category and 11 students in the "unprepared" category. Then the calculation results of each competency are: 1) pedagogic competence is included in the category of "ready"; 2) professional competence falls into the category of "ready"; 3) social competence falls into the category of "underprepared"; 4) personality competence falls into the category of "ready".