cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
ISSN : 08544735     EISSN : 24772410     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (JPTK) is a journal of Technical and Vocational Education and Training (TVET) which is a double-blind peer-reviewed journal. The journal invites authors throughout the world to exchange and disseminate theoretical and practice-oriented topics relevant to: (1) teaching and learning in TVET, (2) evaluation, assessment and certification in TVET, (3) human resources management in TVET, (4) vocational education resources in TVET and (5) contemporary issues in TVET
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2016): (Mei)" : 11 Documents clear
Identifikasi Komponen Model Pelatihan Pedagogi untuk Meningkatkan Profesionalitas Calon Guru Kejuruan Rina Febriana
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.922 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9487

Abstract

This study aims to develop the components of a pedagogical training model to improve the professionalism of prospective vocational teachers. This study is planned to be undertaken in three years.In the first year it was generated the components and their pedagogical training model tests in the internal scale of Jakarta State University. This study uses a quantitative method that lasted for three years. The determined outcomes of the study in the first year, the second year and the third year are the identification of the components, the model of training pedagogy and the effectiveness evaluation of the model by integrating the prerequisit pedagogical subjects. It will give impacts to the students who has completed the pedagocical course. They will have pedagogic competence to improve their pedagogical professionalism. This study uses the design of research and development by adopting the model of vocational training (skill training for the job). The subjects of the study were the students of the Faculty of Engineering, Jakarta State University. The arranged procedure of the study in the first year consists of: (1) the study of literature, (2) the data collection and the triangulation of data, (3) the description and the analysis of the data. The achieved target in the first year was the identification of the components of pedagogical training model.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komponen model pelatihan pedagogi untuk meningkatkan profesionalitas calon guru kejuruan. Studi ini direncanakan akan memerlukan waktu tiga tahun. Pada tahun pertama dihasilkan komponen model pelatihan pedagogik beserta ujicoba pada skala internal UNJ. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang berdurasi selama tiga tahun. Luaran penelitian pada tahun pertama adalah identifikasi komponen model pelatihan pedagogik, tahun kedua menghasilkan model pelatihan pedagogi dan tahun ketiga menguji efektivitas model dengan mengintegrasikan mata kuliah kependidikan yang bersifat prerequisit sehingga setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan matakuliah kependidikan akan memiliki kompetensi pedagogik yang dapat meningkatkan profesionalitas keguruannya.Penelitian ini menggunakan desain research and development dengan mengadopsi model latihan keterampilan kerja (skill training for the job). Subyek penelitian adalah mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Tahun pertama menempuh alur sebagai berikut: (1) studi literatur, (2) pengumpulan data lapangan dan triangulasi data, (3) deskripsi dan analisis temuan terhadap komponen model pembelajaran yang terdapat pada pendidikan kejuruan. Target yang dicapai pada tahun pertama yaitu identifikasi komponen model pelatihan pedagogik.
Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bengkel di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Uny Nur Hidayat; Indah Wahyuni
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.985 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9355

Abstract

The objective of this study was to analyse: (1) the plan (2) the implementation, and (3) the evaluation of the Occupational Safety and Health (OSH) management in the workshop of the Department of Civil Engineering and Planning Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University (YSU). This study was categorised into descriptive study that scientifically explained the workplace environment of the workshop specifically in terms of the OSH management. The data collection techniques used observations, interviews and questionnaires. The data of this study was analysed descriptively. This study presented the detailed descriptions of the collected data in the field. The results revealed (1) It is crucial to develop a more systematic OSH management plan in the workshop of the Department of Civil Engineering and Planning Education, Faculty of Engineering, YSU (2) the planning policies and the implementation of the OSH management need a continual improvement  and (3) the evaluation of the OSH management should be conducted simultaneously by the stakeholders, the lecturers and the technicians. (4) The OSH policy in the practices should be properly organised to promote the OSH culture in the workshop. (5) The OSH management control and review were prioritised for fostering the effectiveness of the OSH management implementation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan  evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bengkel Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (descriptive reasearch) yang memaparkan secara ilmiah keadaan di lingkungan bengkel khususnya mengenai aspek K3. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan secara detail terhadap apa yang ditemukan dalam pengambilan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan K3 di bengkel masih perlu diperbaiki agar lebih matang dan sistematis. (2) Pelaksanaan K3 di bengkel masih perlu ditingkatkan terkait dengan kebijakan perencanaan dan pelaksanaan. (3) Evaluasi K3 di bengkel perlu dilakukan secara simultan oleh pihak penentu kebijakan, dosen, dan teknisi. (4) Budaya K3 di bengkel masih perlu ditingkatkan dengan penetapan kebijakan mengenai K3 dalam proses pembelajaran praktik. (5) Faktor peninjauan dan peningkatan kinerja K3 perlu dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas penerapan sesuai Sistem Manajemen K3.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Check untuk Membangun Keterampilan Bertanya Produktif Siswa Dwi Ermavianti; Wahyu Sulistyorini
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.159 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9350

Abstract

This study aimed for (1) developing the students’ productive questioning ability in the subject of Anatomy and Physiology and (2) improving the students’ productive cognitive learning. This classroom action study was conducted for the X grade students of the Department of Make up and Beauty Teraphy II. It was undertaken during the odd semester of the academic year of 2014/2015. The data was collected by participatory monitoring, questionnaires, and documentary study. The data resulted from the observation, the interviews, and the discussions with collaborators were analysed, identified, interpreted, validated, and inferred descriptively. The results revealed the students’ productive questioning ability development in the subject of Anatomy consists of 9 stages: the concept explanation, groups division, texts distribution, pair-check assignments, role shifts, answers validation, counseling and directing, correct answers validation, and rewards distribution. In the preliminary condition, the students’ questioning ability was scored and categorised as fair. In the second cycle, it achieved higher score and was categorised as good. It was proved by the higher frequency of questions and the more productive reading ability of the students. The students’ performance in the first cycle that was categorised as good and very good were 61.3% and 9.67% respectively. While in the second cycle, 12 students with the percentage of 38.70% were categorised as good and 15 students with the percentage of 48.30% were categorised as very good in productive questioning.Penelitian ini bertujuan untuk (1) membangun keterampilan bertanya produktif siswa pada mata pelajaran anatomi dan fisiologi dan (2) mengembangkan cara berpikir siswa agar terampil secara produktif.  Penelitian ini menggunakan disain Penelitian Tindakan Kelas, dengan setting kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada semester ganjil bagi siswa kelas X Tata Kecantikan 2 tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan pemantauan partisipatif, kuisioner, dan studi dokumentasi. Data hasil pengamatan, wawancara, diskusi dengan kolaborator dan dokumen dianalisis secara deskriptif, identifikasi, interprestasi, validasi dan inferensi. Hasil dari penelitian adalah membangun keterampilan bertanya produktif siswa pada mata pelajaran anatomi terdapat 9 tahapan antara lain: menjelaskan konsep, membagi siswa dalam kelompok, membagikan teks, melaksanakan pair check, siswa bertukar peran, mencocokkan jawaban, membimbing dan mengarahkan, mengecek jawaban benar, dan mendapatkan reward. Kondisi awal yang menunjukkan siswa ketika mengungkapkan pertanyaan secara singkat dan jelas memperoleh kriteria cukup. Pada akhir kegiatan (siklus 2) mengalami peningkatan memperoleh kriteria baik. Hal ini terlihat dari frekwensi siswa dalam bertanya mengalami peningkatan, dan mampu membaca secara produktif sesuai dengan teks/bacaan yang diberikan oleh guru. Indikator kinerja di siklus 1 memperoleh kriteria baik (61,3%) dan kriteria sangat baik (9,67%). Pada siklus 2 sebanyak 12 orang (38,70%) siswa memperoleh predikat baik, dan sebanyak 15 orang (48,30%) memperoleh predikat sangat baik dalam bertanya produktif.
Pembelajaran Kontekstual pada Mata Kuliah Restoran untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Teknik Boga Prihastuti Ekawatiningsih
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.002 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9356

Abstract

The objective of this study was to improve the quality of learning in the subject of Restaurant indicated by the improvement of learning activities and the students’ achievement through the application of contextual learning in the department of Hospitality Engineering. This study is categorised into classroom action research. The data was analysed descriptively. The results revealed: (1) The students were more active in the learning process as indicated by the improvement of the learning activities proved by the following data: in the first cycle, the percentages of the students who pay attention to the lecturers’ explanation, answer questions by providing daily life examples, express opinions, and conduct presentations were 47.5%, 25% 12.5%, 15% respectively, while in the second cycle, they were 52.5%, 12.5%, 50%, 10% respectively. (2) The students demonstrate better mastery of the materials as indicated by the following data: the percentages of the students who achieved very good, good, fair and poor scores were 10%, 50%, 15% and 25% respectively while in the second cycle the students who achieved very good and good scores were 62.5% and 37.5% respectively.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah Restoran yang ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas dan prestasi belajar mahasiswa Prodi PT Boga melalui penerapan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan: (1) keaktifan mahasiswa pada pembelajaran Restoran meningkat, terlihat dari data siklus I, mahasiswa memperhatikan penjelasan dosen sebanyak 47,5%, mahasiswa menjawab pertanyaan dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari sebanyak 25%, mahasiswa mengemukakan pendapat sebanyak 12,5% dan mahasiswa melakukan presentasi sebanyak 15%, pada siklus II keaktifan belajar mahasiswa memperhatikan penjelasan dosen meningkat sebesar 52,5%, menjawab pertanyaan meningkat 12,5%, mengemukakan pendapat meningkat 50%, dan kegiatan presentasi meningkat 10%; 2) tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap materi pembelajaran Restoran meningkat, terlihat dari data siklus I, 10% mahasiswa memperoleh nilai amat baik, 50% mahasiswa memperoleh nilai baik, 15% mahasiswa memperoleh cukup, dan 25% mahasiswa memperoleh nilai kurang, pada siklus II, hasil belajar mahasiswa pada siklus II adalah 62,5% mahasiswa mendapatkan nilai amat baik dan 37,5% mahasiswa mendapatkan nilai baik. 
Penerapan Model Konstruktivistik dengan Media File Gambar 3D untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Hasil Belajar Marsudi Marsudi
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.489 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9351

Abstract

The objective of this study was to improve the students’ motivation and achievement in the subject of Budget Plan through the implementation of the constructivist learning model with three-dimensional image media at the Department of Wood Construction Engineering of SMK Negeri 2 Pengasih.  This study was a classroom action research conducted in two cycles. The subjects of this study were 28 students of class III of Wood Construction Engineering, SMK Negeri 2 Pengasih in the second semester of the academic year of 2014/ 2015. The data of the student's motivation was obtained using questionnaires adapted from the model of John Keller, namely; Action, Relevance, Confidence and Satisfaction (ARCS). While the data of the students’ achievement was obtained using tests. The results revealed the application of the constructivist learning model increases the students’ motivation and achievement. It’s indicated by the improvement of the students’ motivation from the first cycle to the second cycle that was 28.52%. While the improvement of the students’ achievement, learning absorption and mastery were 7.34%, 7.34%, and 75.01% respectively.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi hasil belajar siswa pada pembelajaran Rencana Anggaran Biaya (RAB) melalui model konstruktivistik dengan media file gambar 3 dimensi pada siswa kelas III Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 2 Pengasih. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas III Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 2 Pengasih semester genap tahun pelajaran 2014/ 2015 yang berjumlah 28 siswa. Data tentang motivasi siswa diperoleh dengan metode angket model dari John Keller yaitu; Action, Relevance, Confidence, dan Satisfaction (ARCS), sedangkan prestasi hasil belajar diperoleh dengan metode tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model konstrukrivistik dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 28,52%. Sedangkan pada aspek lain dari siklus I ke siklus II yaitu terdapat peningkatan prestasi hasil belajar rata-rata skor 7,34%, daya serap 7,34%, dan ketuntasan belajar 75,01%.
Pengembangan Media DVD Interaktif dan Video tentang Menu Sehat Seimbang Balita untuk Kader Posyandu Mutiara Dahlia; Rusilanti Rusilanti; Sachriani Sachriani; Nur Riska T.
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.659 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9353

Abstract

This study analyses the effectiveness of instructional media using Digital Video Disc (DVD) and videos in nutrition education concerning the development of toddlers’ food preferences of balanced meals based on community empowerment. The media was expected to be used by the cadre of Posyandu (Maternal and Child Health Centre) and housewives in Rawamangun village. This study used the quasi experiment method. The data analysis showed the score of F was 15.89 that was higher than the F table with the score of 4.11 in the significance level of 0.05. It indicates the learning outcomes of the instructional media using DVD and videos was higher than using handouts. The result of this study was a nutrition education model concerning the development of toddlers’ food preferences of balanced meals in the form of DVD and videos that can be effectively applied. The media is able to improve the learning outcomes of nutrition education including the knowledge and the skills. Thus it indirectly supports the government program in community empowerment. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis efektivitas  penggunaan media dalam bentuk DVD interaktif dan video dalam perancangan model pendidikan tentang pembentukan kesukaan balita terhadap makanan bergizi seimbang pada ibu berbasis pemberdayaan masyarakat yang dapat digunakan oleh kader posyandu dan ibu rumah tangga kelurahan Rawamangun. Metode quasi experiment. Hasil analisis varians dua jalur antar kolom diperoleh harga Fhitung = 15,89 lebih besar dibandingkan Ftabel = 4,11 pada taraf signifikansi α = 0,05. Nilai ini menunjukkan bahwa hasil belajar kader posyandu dengan media dalam bentuk DVD dan video lebih baik dibandingkan dengan media handout. Hasil penelitian dapat membentuk suatu model pendidikan gizi yaitu media dalam bentuk DVD interaktif dan video tentang pembentukan kesukaan anak terhadap makanan bergizi seimbang yang diterapkan. Media dan metode tersebut dapat meningkatkan hasil belajar berupa pengetahuan dan keterampilan dalam penyuluhan gizi pada ibu, kader posyandu dan masyarakat sehingga secara tidak langsung dapat membantu program pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. The developed media improves the achievement of nutritional education of mothers, society and indirectly helped the government program in community empowerment.
Evaluasi Program Praktik Kerja Lapangan Jurusan Tata Boga Politeknik Negeri Balikpapan Tuatul Mahfud
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.97 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9360

Abstract

The objective of this study is to evaluate the implementation of on the job training program in the Department of Cookery of Balikpapan State Polytechnic in terms of its relevance with the practical courses, the role of the program to improve the students' skills and the job descriptions of the program. This study is descriptive quantitative. The subjects of this study were 37 students of the Department of Cookery, Balikpapan State Polytechnic. The data collection techniques used questionnaires, interviews and documentations. The data analysis method used descriptive statistics. The results of the study revealed most of the students agree that the practical courses are relevant with the needs of the job training program with the mean scores of 4.2, the program improves the students’ skills with the mean scores of 4.3, the specific works assigned are related to their field of study with the mean scores of 4.1 and most of the students are responsible for preparing guests’ order with the mean scores of 4,0. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Jurusan Tata Boga Politeknik Negeri Balikpapan yang meliputi relevansi mata kuliah praktik dengan program PKL, peranan program PKL dalam peningkatan kompetensi mahasiswa, dan deskripsi kerja pada program PKL. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Seluruh subjek (responden) penelitian ini menjadi sampel penelitian. Subjek penelitian tersebut yaitu mahasiswa semester VI Jurusan Tata Boga Politeknik Negeri Balikpapan berjumlah 37 mahasiswa. Metode pengumpulan data dengan cara penilaian angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisa deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata mahasiswa setuju (4,2) bahwa muatan mata kuliah praktik relevan dengan kebutuhan program PKL. Program PKL membantu dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dengan nilai rata-rata 4,3. Rata-rata mahasiswa diberikan jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidang di tempat kerja dengan nilai rata-rata 4,1. Dan mahasiswa diberikan kepercayaan lebih dalam membuat pesanan tamu dengan nilai rata-rata  4,0.    
Upaya Memperkecil Kesenjangan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dengan Tuntutan Dunia Industri Nugroho Wibowo
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.857 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9354

Abstract

Vocational High Schools are concerned with human resources development to cope the requirements of fast developing market. Indonesian education is still not comprehensive as it emphasizes on the hard skills and neglects the soft skills and eventually the graduates find difficulty to compete in the workforce. In preparing competent human resources as expected by the industry, the prioritised programs to be undertaken by the Vocational High Schools are (1) conducting the teaching factory program; (2) collaborative programs with the industry that consist of: field practices, internship (on the job training), industrial visits, recruitments, industrial classes; and (3) stakeholders’ guidance related to workforce.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu pemegang peranan penting dalam penyiapan tenaga kerja dituntut untuk selalu dapat mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang. Sekolah yang ada di Indonesia belum membentuk lulusan yang mempunyai dua keterampilan yaitu hard skillsdan soft skillsdan pada akhirnya lulusannya akan sulit bersaing di dunia kerja.Dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkompeten sesuai harapan industri, SMK dapat melaksanakan program-program kegiatan yaitu: (1) program teaching factory; (2) Jalinan kerjasama dengan industri yang berbentuk: pengelolaan prakerin yang baik, magang (on the job training), pengelolaan kunjungan industri, rekruitmen tenaga kerja, penyelenggaraan kelas industri; dan (3) Penyuluhan dan pembinaan dari stake holder terkait dengan ketenagakerjaan. 
Analisis Studi Kebijakan Pengelolaan Guru SMK dalam Rangka Peningkatan Mutu Pendidikan Suwandi Suwandi
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.703 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9358

Abstract

The objective of this study was to describe a model of a professional teacher management system in the era of regional autonomy to improve the quality of education in Indonesia generally, in the levels of central government, provinces, and districts in accordance with the respective roles and responsibilities. This study is categorised into a policy study. This study involved 510 teachers, 293 headmasters or vice headmasters, and 32 heads of the education departments in the level of provinces or districts. This study was conducted using survey method. This study revealed (1) the problems related to the recruitment of teachers were resulted from three reasons namely: the incompatibility of teachers qualifications with the qualifications of applicants, the formation do not meet the needs and the teachers’ mutation process are not based on the teacher qualifications, (2) most of the teachers are not able to conduct scientific activities, specifically to write scientific papers, (3) the  career path system cannot cover the expectations, (4) the forum of professional competence development is highly influential in the teachers' professional development, (5) the teachers competence assessment are dominated by the headmasters and (6) the supervision who had been conducted is already qualified. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan model sistem pengelolaan guru profesional di era otonomi daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia  secara umum, di tingkat pusat, propinsi, maupun kabupaten atau kota sesuai dengan peran dan wewenang masingmasing. Penelitian ini merupakan penelitian kebijakan. Studi ini dilakukan terhadap sampel sebanyak 510 orang guru Sekolah Menengah Kejuruan, 293 orang kepala sekolah atau  wakil kepala sekolah, dan 32 orang kepala dinas pendidikan Propinsi, Kabupaten atau Kota. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) permasalahan yang berkaitan dengan pengadaan guru Sekolah Menegah Kejuruan bersumber pada tiga hal yaitu ketidaksesuaian kualifikasi guru dengan kualifikasi pelamar, formasi tidak sesuai dengan kebutuhan, dan mutasi guru SMK yang tidak didasarkan pada kualifikasi guru, (2) belum seluruh guru Sekolah Menengah Kejuruan dapat melakukan kegiatan ilmiah terutama menulis karya ilmiah, (3) sistem jenjang karir yang selama ini berjalan kurang memenuhi harapan, (4) forum peningkatan kompetensi professional sangat tinggi pengaruhnya pada pengembangan profesi guru, (5) praktik penilaian kompetensi guru selama ini didominasi oleh kepala sekolah, dan (6) supervisor yang selama ini berlangsung sudah memenuhi syarat. 
Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kusumam, Aliangga; Mukhidin, Mukhidin; Hasan, Bachtiar
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 23, No 1 (2016): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.055 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v23i1.9352

Abstract

This study is aimed to develop teaching materials of basic electrical and electrical measurement, and to find out the feasibility of the teaching materials that have been developed in SMK Negeri 1 Koba Bangka. This study used the method of Research and Development (R D) that begins with the preliminary study followed by the development phase and the product assessment. The subjects that consisted of three experts and 28 students of the Department of Electrical Installation Engineering were determined using purposive sampling technique. The data collection technique used documentation, interviews and questionnaires. The procedure of this study is the process of preparing the teaching materials through the following stages: (a) A preliminary study, by conducting interviews with the head of the program and the teachers. The analysis of the syllabus and core competencies. (b) Collecting learning resources and literature as well as the main points of the materials. (c) Preparing the draft of the materials. (d) The limited trial of the products (e) The extensive product testing. (f) The data analysis and evaluation. The results were the development of the teaching materials was based on the curriculum of 2013 and the syllabus of basic electrical and electrical measurement. The teaching materials were developed starting from the materials of electric current and electron current, electrical materials, passive elements, active elements, direct current resistive circuits, two poles theorem, power and efforts, switching circuits, the system of units of measurement, measuring instruments and electrical measurements, and the types of measuring devices.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dasar dan pengukuran listrik, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan menurut expert judgment dan peserta didik di SMKN I Koba Bangka. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R D) yang diawali dengan studi pendahuluan dilanjutkan tahap pengembangan dan penilaian produk. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari tiga orang expert judgement dan 28 orang peserta didik teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik. Pengumpulan data dengan teknik studi dokumentasi, wawancara dan kuesioner berupa angket. Prosedur penelitian ini adalah proses penyusunan bahan ajar dasar dan pengukuran listrik melalui tahap-tahap sebagai berikut: (a) Studi pendahuluan, dengan melakukan wawancara terhadap ketua program dan guru. Studi analisis silabus dan menganalisa kompetensi dasar dalam penyusunan bahan ajar (b) Mengumpulkan sumber belajar dan literatur serta pokok-pokok materi yang akan disusun. (c) Penyusunan draft bahan ajar dasar dan pengukuran listrik. (d) Uji coba terbatas produk. (e) Uji coba lebih luas produk. (f) Pengolahan data dan evaluasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik yaitu bahan dikembangkan dari kurikulum 2013 dan silabus mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik. Materi bahan ajar dikembangkan mulai dari materi arus listrik dan arus elektron, bahanbahan listrik, elemen pasif, elemen aktif, rangkaian resistif arus searah, teorema dua kutub, daya dan usaha, peralihan rangkaian, sistem satuan pengukuran, alat ukur dan pengukuran listrik, dan jenis alat ukur.

Page 1 of 2 | Total Record : 11