cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 25, No 2 Jun (2015)" : 8 Documents clear
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Pil dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Usia 15-49 Tahun di Indonesia Tahun 2013 (Analisis Data Riskesdas 2013) Pangaribuan, Lamria; Lolong, Dina Bisara
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.497 KB)

Abstract

Prevalensi hipertensi pada wanita cenderung lebih tinggi dibanding laki-laki. Berdasarkan Riskesdas2013, prevalensi hipertensi pada perempuan sebesar 28,8% dan laki-laki 22,8%. Penggunaan kontrasepsipil pada wanita akan mempengaruhi keseimbangan hormonal di tubuh sehingga bisa mengakibatkanpeningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi pildengan kejadian hipertensi pada wanita usia 15-49 tahun di Indonesia tahun 2013. Desain Riskesdas2013 adalah cross sectional. Kajian ini memilih sampel wanita usia 15-49 tahun yang menggunakankontrasepsi dengan jumlah 34.755. Data dianalisis dengan univariat, bivariat dan multivariat dengan ujicox regression. Hasil penelitian diperoleh hubungan yang bermakna antara penggunaan kontrasepsipil dengan kejadian hipertensi pada wanita usia 15-49 tahun dengan nilai PR 1,4 (95%CI: 1,31 – 1,45)setelah dikontrol umur dan IMT. Disimpulkan bahwa kontrasepsi pil merupakan faktor risiko terjadinyahipertensi. Wanita usia 15-49 tahun yang menggunakan kontrasepsi pil berisiko 1,4 kali untuk mengalamihipertensi dibanding mereka yang tidak menggunakan kontrasepsi pil. Sebaiknya tidak menggunakankontrasepsi pil jika pada awal pemeriksaan tekanan darah sudah tinggi dan wanita yang menggunakankontrasepsi pil harus mengontrol tekanan darah sekali tiap 6 bulan.
Infeksi Japanese Encephalitis Pada Babi di Beberapa Provinsi Indonesia Tahun 2012 Ompusunggu, Sahat; Sembiring, Masri; Marleta Dewi, Rita; Subangkit, Subangkit
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.068 KB)

Abstract

Kasus Japanese Encephalitis pada manusia di Indonesia telah ditemukan di beberapa provinsi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angka infeksi JE pada babi sebagai reservoirutama. Penelitian dilakukan di 12 provinsi yang meliputi 15 kabupaten/kota pada tahun 2012. Jumlahseluruh babi yang diperiksa adalah 726 ekor yang terdiri dari 59-62 ekor di tiap provinsi. Darah venadiambil dari tiap ekor babi dan diperiksa dengan Enzyme Link Immuno-Sorbent Assay (ELISA). Jeniskelamin, umur dan lingkungan peternakan babi juga dicatat. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi JEpada seluruh babi adalah 14,2 % (103 ekor) yang berkisar antara 1,7 % (1/60) di Provinsi KalimantanTengah dan 32,3 % (20/62) di Provinsi Sulawesi Tengah. Kisaran angka infeksi menurut kabupaten/kota adalah antara 0 % (0/19) di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) dan 33,3 % (2/6) di Batanghari(Lampung). Jenis kelamin dan umur babi tidak berhubungan secara signifian dengan besarnya angkainfeksi JE pada babi. Angka infeksi pada babi berbeda bermakna menurut lingkungan, dimana angkainfeksi tertinggi adalah di sekitar danau/setu dan terendah di sekitar pantai. Disimpulkan bahwa babidi 12 provinsi tersebut potensial sebagai sumber infeksi JE ke manusia. Sebab itu perlu dilakukanadvokasi tentang ancaman penularan JE tersebut ke pemerintah daerah dan masyarakat di sekitarpeternakan babi di daerah penelitian, kecuali di Palangkaraya.
Preservasi Kolum Posterior dengan Menggunakan Teknik Debridement Invasi Minimal pada Penderita Spondilitis Tuberkulosis Torakal Umur 2 Tahun Rahyussalim, Rahyussalim; Kurniawati, Tri; Setiawaty, Vivi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.249 KB)

Abstract

Spondilitis tuberkulosis merupakan penyakit infeksi tulang belakang yang disebabkan olehMycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat ditemukan di semua lapisan masyarakat dan di berbagaiusia. Spondilitis tuberkulosis pada anak dapat mengakibatkan deformitas yang merupakan masalahserius. Hal ini disebabkan karena anak-anak memiliki sistem imun yang rentan infeksi pada tulang yangsedang bertumbuh. Destruksi korpus vertebra yang masif dan kolum posterior yang masih intak menjadialasan untuk mempertahankan struktur dan menjaga kestabilan tulang belakang pada anak. Kondisiini perlu dipertimbangkan dalam menentukan modalitas penatalaksanaan. Pada teknik konvensionalpendekatan anterior menjadi pilihan dalam upaya mencapai lesi tulang belakang, karenanya dilakukantindakan debridement, evakuasi abses dan pemasangan strut graft untuk menyangga tulang belakang.Dalam perkembangannya teknik ini menimbulkan masalah lain pada anak yaitu kolapsnya korpusvertebra. Dengan pendekatan posterior teknik konvensional melakukan laminektomi untuk mencapailesi korpus vertebra yang berada di anterior, cara ini pun berpotensi mengakibatkan semakin tidakstabilnya tulang belakang. Pendekatan ini dapat menyebabkan kelainan postural. Paper ini melaporkanhasil evaluasi terhadap penderita spondilitis tuberkulosis anak usia 2 tahun yang telah dilakukan teknikpreservasi kolum posterior dengan debridement invasi minimal. Hasil evaluasi hingga 1 tahun setelahpenatalaksanaan memperlihatkan bahwa teknik yang digunakan memberikan stabilitas tulang belakangyang baik selain masa pemulihan yang lebih singkat dan perdarahan yang lebih sedikit.
Pengaruh Faktor Komposisional dan Faktor Kontekstual Terhadap Kejadian Hipertensi di Jawa dan Bali Pradono, Julianty; Junaidi, Purnawan
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.943 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat, karena prevalensi yang tinggi dan merupakansalah satu faktor utama penyebab kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluhdarah. Banyak studi yang membuktikan bahwa hipertensi berkaitan dengan pola hidup, yang seharusnyadapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari faktor komposisional (tingkatindividu) serta determinan lingkungan (tingkat rumah tangga dan tingkat kabupaten/kota) terhadapkejadian hipertensi di Jawa dan Bali. Analisis lanjut data Riset Kesehatan Dasar 2007, Susenas 2007,dan data Potensi desa 2008 dengan pendekatan analisis multilevel dilakukan untuk mengestimasi efekkontekstual, sehingga dapat menentukan skala prioritas implikasi program intervensi terhadap kejadianhipertensi. Dikarenakan adanya keterbatasan data analisis ini hanya meliputi 200.603 penduduk dengankelompok umur 15-60 tahun dari 83.693 rumah tangga di 134 kabupaten/kota pada 7 Provinsi di wilayahJawa dan Bali. Prevalensi hipertensi di Jawa dan Bali adalah 26,4 persen (95% CI: 26,2-26,6). Tampakada perbedaan peranan di tingkat individu (84,9%), tingkat rumah tangga (6,4%) dan tingkat kabupaten/kota (8,7%). Pada tingkat individu, ada 3 variabel yang berperan cukup besar terhadap kejadianhipertensi di wilayah Jawa Bali yaitu IMT ≥ 25 Kg/m2  (OR: 2,02) dengan kontribusi 4,3 persen, obesitasabdominal (OR: 1,45) dengan kontribusi 2,4 persen dan tingkat pendidikan < SLTP (OR: 1,38) dengankontribusi 1,6 persen. Pada tingkat rumah tangga, variabel yang berperan terhadap kejadian hipertensiadalah kepadatan hunian < 9 m2/orang (IOR: 1,56 - 1,74), pengeluaran perkapita (IOR: 1,56 - 1,74),dan tidak adanya dukungan kegiatan olahraga (IOR: 1,51-1,80). Sedangkan pada tingkat kabupaten/kota variabel yang berperan adalah daerah dengan skor IPM kaya (IOR: 1,00 - 1,62).Penelitian inimerekomendasikan program intervensi, terutama ditujukan pada faktor komposisional pada tingkatindividu. Menurunkan berat badan dengan mempertahankan berat badan ideal dan meniadakan obesitassentral, serta meningkatkan kerjasama lintas sektor non kesehatan dalam meningkatkan pendidikan.
Assessment Penyakit Tular Vektor Malaria di Kabupaten Banyumas Setiyaningsih, Riyani; Alfiah, Siti; Gajito, Tri Wibawa Ambar; Heriyanto, Bambang
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.745 KB)

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia. Penyebaran malariaterjadi di beberapa wilayah di Indonesia, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah endemismalaria. Upaya pengendalian malaria telah dilakukan diantaranya dengan pengobatan penderita,pengendalian vektor, IRS dan pembagian kelambu. Masih tingginya kasus malaria di KabupatenBanyumas mendorong dilakukan studi secara komprehensif untuk mengetahui faktor-faktor yangberpengaruh terhadap kejadian malaria. Penelitian bertujuan untuk melakukan penilaian penyakit tularvektor malaria di Kabupaten Banyumas tahun 2013. Pengamatan bionomik vektor dilakukan denganpenangkapan nyamuk dari jam 18.00 sampai 06.00, kemudian identifiasi dilakukan pembedahan untukmengetahui umur nyamuk. Dilakukan penangkapan jentik dan pengamatan tempat perkembangbiakan. Dilakukan evaluasi efektivitas Indoor Residual Spraying (IRS) dengan uji bioassay dalam pengendalianvektor malaria di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan penangkapan nyamuk malam hari ditemukan Culexquinquefasciatus, Culex hutchinsoni, Armigeres subalbactus, Culex fuscocepalus, dan tidak ditemukanspesies Anopheles. Pada penangkapan jentik di tempat perkembangbiakan diperoleh Anophelesflvirostris, Anopheles maculatus,Cx. fragilis, Anopheles barbirostris, dan Cx. quinquefasciatus. Tempatperkembangbiakan jentik nyamuk antara lain kobakan di sepanjang sungai, kolam di sepanjang kebun,dan kolam tempat perendaman kayu. Berdasarkan uji bioasaay efektivitas aplikasi IRS selama 2 bulandapat membunuh nyamuk Anopheles maculatus pada aplikasi di kayu, tembok, dan kelambu masingmasing adalah 98,67, 98,67, dan 100%
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Diagnosis Malaria di Puskesmas Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur Mau, Fridolina; Murhandarwati, E. Elsa Herdiana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.992 KB)

Abstract

Pengobatan malaria di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan pada diagnosisklinis dan mikroskopis. Angka kesalahan diagnosis mikroskopis malaria dilaporkan masih tinggi, di atasnilai toleransi kesalahan diagnosis menurut Kementerian Kesehatan >5%. Tujuan penelitian ini untukmengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan diagnosis malaria di Puskesmas. Rancangan penelitianini adalah explorasi dan observasional secara potong lintang terhadap 16 mikroskopis sampel dalammendiagnosis mikroskopis malaria. Penelitian dilakukan di 10 puskesmas Kabupaten Belu dari bulanApril hingga Juni 2012. Hasil pengamatan menunjukkan faktor yang mempengaruhi kesalahan diagnosisadalah kelengkapan mempersiapkan alat dan bahan sebelum pengambilan darah (p < 0,029), tidakmelakukan sediaan darah tipis (p < 0,07), menggunakan Kaca Sediaan (KS) bekas/slide bekas (p <0,08) hasil pewarnaan Sediaan Darah (SD) tidak baik (p < 0,02), kurang pengalaman kerja (p < 0,029)dan kurang pelatihan (p <0,08). Penilaian terhadap mikroskopis dilakukan oleh expert microscopistyang tersertifiasi dan ditemukan responden memiliki nilai Kappa jelek (0,00-0,20) sebanyak 35,2%.
Kebutuhan Masyarakat Desa Tebat Gabus Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan Terhadap Program Pengendalian Malaria Arisanti, Maya; Sitorus, Hotnida; Wurisastuti, Tri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.036 KB)

Abstract

Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) merupakan salah satu daerah endemis malaria di ProvinsiSumatera Selatan dengan Annual Malaria Incidence (AMI) yang mengalami perubahan flktuatif,dimana pada tahun 2007 sebesar 6,50/00 meningkat menjadi 8,700/00 di tahun 2008. Desa Tebat Gabusmerupakan salah satu daerah endemis malaria di Kabupaten OKUS dengan AMI 2011 sebesar231,890/00. Program pemberantasan malaria sudah dijalankan di Indonesia sejak tahun 2000 yaitukegiatan penemuan dan pengobatan penderita, perluasan cakupan pengobatan, pemberantasanvektor, gebrak malaria, penyuluhan, kerja sama lintas sektor dan pengamatan vektor. Hasil penelitian diwilayah kerja Puskesmas Tenang Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKUS tahun 2009 menyatakanbahwa pengetahuan masyarakat masih rendah (61,5%) dan sebanyak 97,8% masyarakat belum pernahmendapatkan penyuluhan kesehatan tentang malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikebutuhan masyarakat dalam program pengendalian malaria. Pengumpulan data dilakukan selama 5bulan tahun 2012 dengan menggunakan metode pengumpulan data Focus Group Discussion (FGD).Informan FGD terdiri dari 4 kelompok masyarakat:i). kelompok wanita dengan pendidikan SMP kebawah, ii). kelompok wanita dengan pendidikan SMA ke atas, iii) kelompok laki-laki dengan pendidikanSMP ke bawah dan iv). kelompok laki-laki dengan pendidikan SMA ke atas yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap program pengendalian malaria berupa edukasikesehatan, kemudahan memperoleh pengobatan malaria dan pemeriksaan darah untuk diagnosismalaria serta pembagian kelambu berinsektisida dan penyemprotan insektisida di dinding rumah untuktindakan pencegahan.
Sebaran Nyamuk Anopheles pada Topografi Wilayah yang Berbeda di Provinsi Jambi Taviv, Yulian; Budiyanto, Anif; Sitorus, Hotnida; Ambarita, Lasbudi P; Mayasari, Rika
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 25, No 2 Jun (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.716 KB)

Abstract

Penularan penyakit tular vektor seperti malaria dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yangtelah diketahui memiliki asosiasi dengan malaria adalah topograf wilayah yang erat hubungannya denganpola penularan. Berdasarkan tempat atau lokasi terhadap penyakit yang ditularkan oleh vektor makaperlu diperhatikan pembagian zoogeografi dimana jenis-jenis nyamuk di setiap lokasi akan dipengaruhifaktor-faktor lingkungan di setiap daerah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenisAnopheles serta habitat perkembangbiakannya pada dua wilayah dengan topograf yang berbeda diProvinsi Jambi. Kegiatan yang dilakukan adalah penangkapan nyamuk dewasa dengan metode humanlanding collection dan survei habitat perkembangbiakan Anopheles. Penangkapan nyamuk dilakukanselama 12 jam dimulai dari jam 18.00 WIB hingga jam 06.00 WIB. Larva Anopheles yang berhasilditangkap selanjutnya dibawa ke laboratorium dan dipelihara hingga dewasa dan selanjutnya diidentifiasijenisnya. Hasil penangkapan nyamuk Anopheles di Desa Nipah Panjang Kabupaten Tanjung JabungTimur (dataran rendah) adalah An. separatus, An. sinensis, An. tesselatus dan An. letifer. Anophelesletifer memiliki angka tertinggi untuk nilai kekerapan 3,33, kelimpahan nisbi 40, dominansi 133,33 danMan Bitting Rate (MBR) 0,07. Penangkapan nyamuk Anopheles di Desa Teluk Rendak KabupatenSarolangun (dataran tinggi) meliputi An. nigerrimus, An. annularis, An. letifer, An. maculatus dan An.barbumbrosus. Anopheles nigerrimus memiliki angka tertinggi untuk nilai kekerapan 21,67, kelimpahannisbi 60,98, dominansi 1321,14 dan MBR 0,63.

Page 1 of 1 | Total Record : 8