cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
Pencegahan Penyakit Jantung Koroner di Indonesia Sumartono, R. Wasis
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 5, No 01 Mar (1995)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v5i01 Mar.702.

Abstract

Penyakit jantung yang disebabkan tersumbatnya pembuluh darah nadi (arteri) yang memasok darah ke otot-otot jantung (arteri koroner) atau dikenal sebagai penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner (PAK) terjadi lebih sering pada orang-orang yang dianggap mempunyai risiko tinggi. Orang-orang dimaksud adalah orang-orang yang kadar kolesterol di dalam serum darah (kolesterol serum) dan tekanan darahnya tinggi.
DAMPAK PEMAKAIAN BATU BARA TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN Soesanto, Sri Soewasti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 02 Jun (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i02 Jun.703.

Abstract

Dewasa ini mulai dari cara penambangan sampai dengan proses pengolahan menjadi bahan bakar diupayakan untuk menghasilkan bahan bakar yang mengandung abu dan sulfur yang rendah. Caranya disebut "coal beneficiation" yaitu dengan memisahkan bahan yang tak diinginkan secara fisika dan kimia.
PERUBAHAN PANTAI UTARA JAKARTA Suprijanto, Inswiasri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 02 Jun (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i02 Jun.704.

Abstract

Jakarta merupakan kota pantai, sekaligus sebagai ibu kota negara Indonesia yang terus berkembang menuju kota Metropolitan Internasional. Pengembangan ke arah barat dan timur sudah tidak memungkinkan lagi karena terbentur lahan pertanian beririgrasi teknis, sedangkan ke selatan merupakan wilayah resapan air tanah. Pengembangan ke utara berarti menata kembali Pantai Teluk Jakarta sesuai dengan rencana pembangunan sebuah kota metropolitan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dampak pembangunan tersebut jelas secara fisik terjadi perubahan garis pantai, perubahan sosial ekonomi, biologi, pencemaran kimiawi, dan dampak kesehatan.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDUDUK TERHADAP NYAMUK PENULAR DEMAM BERDARAH (DBD) di KELURAHAN ANCOL, JAKARTA UTARA, 1993 Hasyimi, M.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 02 Jun (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i02 Jun.705.

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengetahuan dan sikap penduduk di pemukiman kumuh terhadap nyamuk penular Demam Berdarah Dengue di Ke!. Ancol Jakarta Utara. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi dari rumah ke rumah selama satu bulan. Responden yang berhasil diwawancarai sebanyak 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para responden pada umumnya telah mengetahui nyamuk penular DBD (65,0%), dan mengetahui warna nyamuk tersebut (56,3%), tempat perindukkan (60,3%) dan mengetahui cara memberantas sarang dan jentik nyamuk (76,6%). Dari hasil observasi terlihat sikap yang positif, yaitu dengan banyaknya tempat penampungan air yang tertutup (82,8%) serta penggunaan obat nyamuk bakar (81,2%) karena mereka memahami konstruksi rumahnya.
TUGAS POKOK PENELITI DAN AHLI PENELITI YANG TERLUPAKAN: Tugas pokok yang mana? Sudirman, Herman
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 02 Jun (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i02 Jun.706.

Abstract

Tulisan ini menyajikan ulasan beberapa pasal yang berkaitan dengan tugas pokok peneliti dan yang berkaitan dengan tugas pokok yang tercantum dalam SEB Ketua BAKN dan Ketua LIPI Nomor: 02/SE/1983 dan 75/Kep/J.10/1983 Tentang Persyaratan pengangkatan dalam jabatan fungsional peneliti.
PERANAN LITBANGKES DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMBINAAN PENYELENGGARA JASABOGA, RESTORAN dan KUDAPAN Supraptini, SKM, Supraptini, SKM
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 02 Jun (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i02 Jun.707.

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Dalam perkembangan jaman saat ini selain makanan yang dimasak sendiri oleh keluarga, banyak sekali 'makanan jajanan' menjadi makanan pilihan untuk melengkapi kebutuhan makan. Demikian pula dengan makanan yang dikelola Jasaboga sering diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah banyak, seperti pesta atau untuk makan para karyawan suatu perusahaan. Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan makan tersebut masih sering terjadi makanan menyebabkan keracunan atau sakit perut. Badan Litbangkes dalam kaitan penanganan mengenai pengamanan makanan telah pula melakukan beberapa penelitian. Dalam review beberapa penelitian tersebut diketahui bahwa keadaan sanitasi makanan jasaboga, Rumah Makan/Restoran dan 'kudapan' masih perlu ditingkatkan, dan kualitas air bersih yang digunakan. Di samping itu perlu ditingkatkan pengetahuan para pengelola penjamah makanan jasaboga, Rumah Makan/Restoran, dan kudapan terutama mengenai penggunaan bahan tambahan, zat pewarna sintetik, serta cara pengelolaan makanan yang baik. Pengawasan dan bimbingan dari Departemen Kesehatan juga perlu dilakukan lebih baik terutama untuk pemeriksaan kualitas air bersih, makanan, dan penggunaan alat pelindung. Bagi Badan Litbangkes perlu melakukan penelitian lebih lanjut dalam kaitan dengan pembinaan jasaboga, Rumah Maken/Restoran dan kudapan.
Experiences In Comprehensive Vector Control In Indonesia Nalim, Sustriayu
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 02 Jun (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i02 Jun.708.

Abstract

The vector control program has been implemented in Indonesia for many years, however, vector-borne diseases are presently still a problem in Indonesia. Past activities for vector control implemented indoor residual spraying and larviciding only. Vector control problems occur through many causes and this has complicated past control programs. Presently, these complicated causes are surveyed thoroughly and analyzed as a whole and a holistic approach implemented. Comprehensive vector control is determined to solve the vector control problem. In 1991, a study was conducted to introduce the Malaria Surveillance Program in Indonesia. This program uses the comprehensive and integrated approach for malaria control in general, and vector control in particular. This paper describes the vector control program in general and how comprehensive vector control is integrated into the system. It also describes the experiences obtained in Indonesia and its impact on malaria in various places in Indonesia.
"DENGUE IgG/IgM ANTIBODI RAPID TEST" (IR-113c) SEBAGAI PERANGKAT DIAGNOSTIK CEPAT DEMAM BERDARAH DENGUE Utami, Basundari Sri; Tuti, Sekar; Novriani, Harli
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 18, No 1 Mar (2008)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v18i1 Mar.709.

Abstract

Dengue Haemorraghic Fever (DBD) remains one of the main major health problem. The morbidity rate increases from year to year, especially in the urban area like Jakarta. It is caused by flaviviridae virus, and transmitted through mosquitoes biting (Aedes aegypti or Aedes albopictus). Although the morbidity from 1990 to 2006 was high (total cases showed 22.807 in 1990, and 111.730 in 2006), the case fatality rate (CFR) were gradually decrease (CFR showed 3,60% in 1990 and 1,41% in 2006). The problem is in the early clinical manifestation of dengue virus infection causes a broad spectrum of illnesses, may as an asymptomatic infection, a like undifferentiated fever, a common influenza, a chikungunya, or as a typhoid fever. Prompt and accurate diagnosis is needed, to saving the lives of DBD patients. In order to get prompt and accurate diagnosis for dengue virus infection, we validated a Dengue IgG/IgM Antibody Rapid Test/IR-113c) (produced by Oncoprobe), using 61 sera taken from dengue infected patients from Jakarta, Semarang andMedan. All sera were paired or taken from acute and convalescence phases of infection. RDT result were compare to HI (Haemaglutination Inhibition) Test as a gold standard, ELISA test was also be done to measure the titers oflgM and IgG. It was found that this device showed 76,9% (76,8-77) sensitivity (Se), 77,7% (77,6-77,8) specivicity (Sp), 77,05% (76,95-77,15) accuracy, 95,2% (95,45-95,25) and 36,8% (36,68-36,92) positive predictive value (ppv) and negative predictive value (npv), all those result were statistically valid (x'=10,7, p = 0,001). The convalescence sera showed 98,1% (98,07-98,13) sensitivity (Se), 77,7% (77,6-77,8) specivicity (sp), 95,1% (95,05-95,15) accuracy, 96,2% (96,16-96,24) and 87,5% (87,42-87,58) positive predictive value (ppv) and negative predictive value (npv), all those result were statistically valid (x2 = 38,74, p = 0,000). Dengue IgG/IgM Antibody Rapid Test/IR-113c has an adequate sensitivity and accuracy however it is less specific. This device showed higher validity for convalence sera.
PENINGKATAN ASPEK PENGETAHUAN DAN PERILAKU ANAK SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH MELALUI KOMIK BUSKI PADA TIGA DESA ENDEMIS FASCIOLOPSIS BUSKI DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA, TAHUN 2003 Anorital, Anorital; Kasnodihardjo, Kasnodihardjo; Dewi, Rita M.; Ompusunggu, Sahat
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 18, No 1 Mar (2008)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v18i1 Mar.710.

Abstract

Fasciolopsiosis is worm disease which is caused Fasciolopsis buski. The disease is an endemic at some villages in Hulu Sungai Utara Regency with prevalence 1.2-7.8%.The patients are children with age around 1-15 years old. In the year 2002-2003 have been carried out a research "Model of Control Fasciolopsis buski at South Kalimantan with Socio-Cultural Approach". In the first year (2002) of research, the data base of epidemiological and socio-cultural aspect, with cross sectional research design, have been collected. And in the second year (2003) has been done the intervention to the basic school students in three villages (Kalumpang Dalam, Putat Atas, and Talaga Mas), by doing a health campaign using comic books with Banjar language (local language). To find out the intervention has success, the researcher evaluated parasitological and socio cultural data collecting, especially knowledge, attitude and practice (KAP) aspect. Data collecting about KAP aspect was executed to the basic school students (grade 3-5). Total samples are 160 basic school students in those three villages. The result of parasitological data collecting in 3 villages after inten>ention is found a prevalence rate 5.2% positive fasciolopsiosis. There is decreased about 6.5% from 11.7% on the first year (2002) into 5.2% at second year (2003). The result of socio-cultural data collecting for KAP aspect as quantitative is found increase. There is knowledge increasing about the worm disease, where before intervention only 86.8% students who know the buski disease, and after intervention become 96.8%. While on practice aspect also increase, before intervention 73.1% basic school students use drugs worm (albendazol) and 84.3% after intervention, before intervention 48.7% students never eat raw water plants, after intervention become 19.9%, before intervention 57.5% students wash their hands with soap but after intervention raised up become 85.0% (p<0,05). The Conclusion is there is correlation between the intervention by doing health campaign using comic "buski" book (by local "Banjar" language) to basic school students and KAP aspect increasing. The suggestion of the research is there is a necessary needs to socialize aspects of good health living and "buski" disease (fasciolopsiosis) at basic school students through information which is appropriate with target and condition of the local area.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK, AKTIVITAS FISIK DAN POLUSI UDARA INDOOR DENGAN PENYAKIT ASMA PADA USIA ≥ 15 TAHUN (ANALISIS DATA SUSENAS 2004 & SKRT 2004) T., Dwi Hapsari; H., Puti Sari; Supraptini, Supraptini
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 18, No 1 Mar (2008)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v18i1 Mar.711.

Abstract

Lingkungan dan perilaku ditenggarai sebagai faktor yang paling berperan dalam menyebabkan penyakit asma. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor lingkungan seperti perilaku merokok, aktivitas fisik, letak rumah, polusi udara, luas lantai rumah, termasuk status ekonomi daerah tempat tinggal dan jenis kelamin dengan kejadian penyakit asma. Menggunakan subset data yang merupakan hasil merge data Susenas 2004 dan SKRT 2004, studi ini menganalisis faktor-faktor risiko terhadap penyakit asma dengan menggunakan model logistic regression. Hasil analisis menunjukkan dari seluruh responden terpilih berusia 15 tahun ke atas yang menjadi sampel ditemui prevalensi asma sebesar 5 persen. Perilaku merokok dan polusi udara di dalam rumah merupakan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kejadian penyakit asma. Menggunakan 95% Cl, hasil menunjukkan bahwa responden yang mantan perokok berisiko 1,94 kali menderita asma dibandingkan yang tidak merokok, namun pola yang sama tidak ditemukan pada mereka yang masih merokok atau perokok pasif. Di samping itu, responden yang terpapar polusi di dalam rumah, seperti polusi akibat penggunaan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak dan penggunaan bahan kimia dalam rumah, kemungkinan menderita asma 1,44 kali lebih besar daripada yang tidak terpapar. Diperlukan peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan tentang bahaya merokok pada dalam rumah maupun tempat-tempat umum pada anggota rumah tangga usia ? 15 tahun, dan penguatan kebijakan pengendalian rokok, termasuk Intervensi dalam masalah indoor air pollution,   Kata kunci: perilaku merokok, aktivitas fisik, polusi udara, asma