cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
Suatu Ulasan Tentang Penarikan Beberapa Obat Dari Peredaran Jamal, MSPH, Sarjaini
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 2, No 2 (1992)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v2i2.692.

Abstract

Penilaian kembali (reevaluasi) perlu dilakukan terhadap obat jadi yang telah terdaftar dan beredar di masyarakat,terutama terhadap obat-obat yang mempunyai resiko tinggi, komposisi dianggap tidak rasional, indikasi tidak tepat dan pemborosan karena efek terapi yang tidak bermakna. Sehubungan dengan ini,pada tahap pertama telah dikeluarkan dan diberlakukan SK Menkes No.725a/Menkes/SK/XI/1989 tentang penilaian kembali dan penarikan dari peredaran atas 285 obat jadi dan pembatasan pada 3 items obat jadi lainnya. Usaha ini dinilai sejalan dengan kebijaksanaan Dep.Kesehatan dalam upaya peningkatan "quality assurance" pelayanan kesehatan.
Jabatan Fungsional Teknik Litkayasa Soerahso, Soerahso
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 2, No 2 (1992)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v2i2.693.

Abstract

Teknisi Litkayasa adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. Jabatan Teknisi Litkayasa adalah jabatan fungsional. Seperti halnya pada pengangkatan ke dalam jabatan fungsional peneliti, pengangkatan ke dalam jabatan Teknisi Litkayasa ini harus memenuhi syarat-syarat tertentu
Sekilas Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Winarsih, SH, Winarsih, SH; Noerhadi, Drs. M.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 2, No 3 (1992)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v2i3.694.

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.558/Menkes/SK/1984, Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi merupakan salah satu satuan kerja dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Adapun tugas pokok Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, menurut Surat Kepu­tusan Kepala Badan Penelitian dan Pengem­bangan Kesehatan Nomor 40/BPPK/SK/DC/ 1988 tanggal 27 September 1988 tentang or­ganisasi dan tata kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, adalah melaksa­nakan penelitian dan pengembangan farmasi berdasarkan kebijaksanaan teknis yang ditetap kan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan peraturan per­undangan yang berlaku.
Pemanfaatan Obat Tradisional: Dapatkah Dipercepat ? Dzulkarnain, Drs. B.; Sukasediati, Dra. N.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 2, No 3 (1992)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v2i3.695.

Abstract

Obat tradisional berasal dari bahan alam, penampilannya tidak menarik, baik dari bentuk, rasa maupun cara pemakaiannya. Merupakan wa­risan turun temurun dan umumnya untuk mengatasi gejala penyakit sederhana (trivial) dan dapat sembuh sendiri (self-limitmg).Diperlukan konfirmasi ilmiah terhadap khasiat/efek farmakologik dari obat tradisional tersebut agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas, dan dapat disebarluaskan secara lebih bertanggung jawab.
Membuat Kuesioner Dengan Baik dan Benar Naseh, Dip.Med.Stats, Syarudji; Sukana, SKM, Bambang
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 2, No 3 (1992)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v2i3.696.

Abstract

Penggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, perlu memtimbangan masak-masak lebih dulu.Sebenarnya banyak sekali syarat yang harus dipenuhi untuk membuat kuesioner menjadi baik dan benar seperti diungkapkan oleh Babbie. Akan tetapi, yang paling sering terjadi kesalahan biasanya dalam alur pertanyaan kuesioner, tidak adanya pedoman/ pelatihan untuk pewawancara, tidak adanya survai pen- dahuluan (pilot survey) dan tidak tersedianya kolom pembuatan kode(coding) pada kuesiioner.
Lebih Jauh Mengenal Metode Pengamatan Drs. Kasnodihardjo, Drs. Kasnodihardjo
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 2, No 3 (1992)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v2i3.697.

Abstract

Pengumpulan data melalui metode pengamatan biasanya digunakan untuk studi-studi sosial, antara lain yaitu Antropologi dan Sosiologi. Namun, tidak jarang bidang/disiplin ilmu lain seperti penelitian di bidang kesehatan menggunakan metode pengamatan.Syarat utama untuk menggunakan metode pengamatan adalah bahwa indera penglihatan peneliti memenuhi syarat untuk dapat me­lakukan pengamatan dengan baik.Dalam metode pengamatan terdapat 3 macam metode yaitu : 1.  Metode pengamatan biasa; 2. Metode pengamatan terkendali: dan 3.  Metode pengamatan terlibat. 
UPAYA PEMANTAPAN PELATIHAN PENGOBAT TRADISIONAL: KAJIAN KUANTITATIF SECARA DESKRIPTIF (Bagian II) Suwandono, Agus; Setiawan, Hari; Trihandoyo, Bagus
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 5, No 01 Mar (1995)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v5i01 Mar.698.

Abstract

Tulisan ini merupakan laporan penelitian upaya peningkatan kemampuan pengobat tradisional (Battra) dengan metode non-formal yang lebih dikenal sebagai sarasehan. Berhubung ruang dalam media ini terbatas maka tulisan ini diterbitkan dalam 2 (dua) nomor terbitan.
SISTEM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (sebuah gagasan) Sulaksono, M. Edhie
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 5, No 01 Mar (1995)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v5i01 Mar.699.

Abstract

Manusia (MAN) merupakan salah satu unsur manajemen disamping unsur-unsur yang lain yaitu dana (Money), cara (Methode), bahan (Materials), mesin (Machines) dan pemasaran (Market).Kapasitas dan konstruksi peralatan laboratorium dapat ditentukan dan distandarkan, dana yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dapat dihitung, teknologi dapat dikembangkan dan pemasaran dapat ditumbuh kembangkan, namun semuanya bergantung kepada yang menciptanya, yang membuatnya dan yang memanipulasinya yaitu manusia. 
Peningkatan Kemampuan Pemeriksaan Sputum Penderita Tersangka Tuberkulosis Paru Melalui Pelatihan Prajogo, Prajogo
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 5, No 01 Mar (1995)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v5i01 Mar.700.

Abstract

Pemeriksaan mikroskopik terhadap basil tahan asam merupakan cara utama yang dilakukan oleh Puskesmas untuk menentukan diagnosis tuberkulosis paru pada orang dewasa. Guna meningkatkan kemampuan mikroskopis Puskesmas di Kabupaten Dati II Magelang dilakukan pelatihan tentang pemeriksaan kuman tuberkulosis paru. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan membandingkan hasil pembacaan preparat (yang dibuat oleh BP4) sebelum pelatihan dan tiga bulan setelah pelatihan. Analisis data dengan menerapkan penghitungan koefisien kesepakatan Kappa Cohen. Hasil menunjukkan adanya peningkatan koefisien kesepakatan Kappa setelah pelatihan.
Vitamin E Sebagai Antioksidan Lamid, Astuti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 5, No 01 Mar (1995)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v5i01 Mar.701.

Abstract

Akhir-akhir ini perhatian penggunaan vitamin E menjadi sangat populer, vitamin E diakui mempunyai sifat antioksidan. Dengan mengkonsumsi vitamin E dalam jumlah yang cukup dapat mencegah atau menunda timbulnya berbagai penyakit antara lain; kanker, aterosklerosis, dan katarak. Bagaimana cara kerja antioksidan dalam tubuh dan bagaimana cara mendapatkan vitamin E akan diuraikan berikut dalam sajian ini.