cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
UJICOBA MODUL PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN KECELAKAAN RUMAH TANGGA PADA PENDUDUK PRA USIA LANJUT DAN USIA LANJUT DI KABUPATEN SLEMAN Notosiswoyo, Mulyono; Supardi, Sudibyo
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 18, No 1 Mar (2008)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v18i1 Mar.712.

Abstract

Household accident occupied the second sequence after traffic accident. On that account we need to give counseling about household accident prevention, especially to age group with high risk to suffer from the accident. A counseling module has to be developed and tried in order to increase the knowledge about prevention of household accident of old resident. A quasi experiment study has been carried out in 2 sub district in Sleman District. Responders are old resident who have 56 year old or more. A sample of 160 as the counseling group and 160 as the control group was taken by multistage random sampling method based on RT and R W. Data were collected using questionnaire before and 2 months after counseling and analyzed with Chi-Square test and t-test. Result of the study shows that (1) counseling by using module can improve score knowledge of old people about prevention of household accident significantly to 40,3%, and (2) Module of household accident prevention can be used for the counseling of the old age groups.   Keyword: household accident, counseling, old age resident.
STUNTING ATAU PENDEK: AWAL PERUBAHAN PATOLOGIS ATAU ADAPTASI KARENA PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI YANG BERKEPANJANGAN? Sudirman, Herman
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 18, No 1 Mar (2008)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v18i1 Mar.713.

Abstract

Pendek atau stunting pada anak balita merupakan salah indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau. Penerjemahan stunting dengan pendek dapat meredusir aspek patologis dari stunting. Memang makhluk hidup mempunyai kemampuan beradaptasi dengan memperlambat pertumbuhannya karena pasokan gizi yang diperlukan terbatas atau kurang, sehingga didapatkan ukuran yang sesuai. Kemampuan adaptasi semua makhluk hidup terbatas, sehinga bila batas tersebut dilampaui maka makhluk yang berangkutan akan sakit dan bahkan mati. Apakah tingginya prevalensi stunting di negara berkembang merupakan fenomena adaptasi semata atau memberikan indikasi terjadinya gangguan yang merugikan pertumbuhan. Makalah ini mengkaji masalah stunting pada tingkat individu, masyarakat, dan faktor yang berpengaruh dan manfaat serta interpretasi prevalensi stunting dalam pembangunan secara umum maupun pembangunan kesehatan   Kata kunci: stunting, pendek, retardasi pertumbuhan linier, adaptasi
PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT LEPTOSPIROSIS Setiawan, I Made
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 18, No 1 Mar (2008)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v18i1 Mar.714.

Abstract

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira dan tersebar di seluruh dunia terutama di negara tropis dengan kelembaban yang tinggi. Penyakit ini dapat ditemukan di daerah pedesaan maupun perkotaan. Walapun demikian, penyakit ini sangat jarang dilaporkan. Hal ini mungkin disebabkan penyakit leptospirosis sulit dideteksi, karena mempunyai gejala klinis mirip dengan penyakit lain seperti influenza, hepatitis, demam dengue, tuberkulosis, malaria, dll. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu alat diagnostik canggih yang dapat mendeteksi penyakit secara dini, sehingga penatalaksanaan penderita dapat dilakukan dengan tepat. Ada berbagai teknik laboratorium yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit leptospirosis di antaranya, (1) mendeteksi Leptospira secara langsung menggunakan mikroskop lapangan gelap atau mendeteksi bakteri Leptospira dengan membiakkan; (2) mendeteksi gen spesifik Leptospira menggunakan PCR; (3) mendeteksi antibodi terhadap Leptospira secara serologis menggunakan metode MAT, ELISA, RIA, IHA, dll. Semua metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Informasi ini dapat berguna untuk para klinisi, peneliti, dan ahli epidemiologi dalam menginterpretasi hasil pemeriksaan laboratorium.   Kata kunci: leptospirosis, metode laboratorium, PCR, MAT, ELISA
Senyawa Organik Dalam Air Minum Soesanto, Sri Soewasti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 01 Mar (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i01 Mar.715.

Abstract

Kadar zat   organik   yang berlebihan dalam  air  minum  tidak diperbolehkan karena selain menimbulkan warna, bau dan  rasa yang tidak  diinginkan, juga mungkin bersifat toksik baik secara langsung maupun setelah bersenyawa dengan zat lain yang ada.Zat organik yang ada dalam air minum dapat berasal dari alam atau sebagai dampak dari kegiatan manusia.
Beberapa Contoh Penggunaan Uji t Bidang Kesehatan Untuk Perbedaan Rata-rata dari Dua Kelompok Data Naseh, Syahrudji; Hasyimi, M.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 01 Mar (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i01 Mar.716.

Abstract

Uji t untuk perbedaan rata-rata dari dua kelompok data dapat dibagi tiga bagian yaitu uji t untuk data yang "variance" nya digabung (pooled variance estimate), uji t untuk data yang "variance" nya dipisah (separate variance estimate) dan uji t untuk data yang berpasangan (paired observation).
Efek Biologis dari Paparan Debu Riyadina, Woro
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 01 Mar (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i01 Mar.717.

Abstract

Debu yang setiap harinya kita hirup (dari udara luar baik di jalan, rumah, kantor maupun di tempat-tempat umum lainnya), dalam konsentrasi tinggi dan jangka waktu yang cukup lama akan membahayakan kesehatan manusia. Akibat penghirupan debu yang langsung dapat kita rasakan adalah rasa sesak dan keinginan untuk bersin atau batuk dikarenakan adanya gangguan pada saluran pernafasan. Ternyata paparan debu di udara selain mengganggu pernafasan, dapat pula memberikan   dampak   negatif   lain apabila ditinjau dari aspek biologisnya.
Virus Ebola Asia Wuryadi, Suharyono
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 01 Mar (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i01 Mar.718.

Abstract

Virus Marburg dan Ebola diklasifikasikan sebagai virus yang sangat menular dan dimasukkan dalam klasifikasi sebagai virus/pathogen dengan derajat biosafety 4, sehingga untuk menanganinya diperlukan laboratorium khusus tingkat 4.
Reproduksi Mesocyclops Aspericornis Pada Berbagai Macam Media Pemeliharaan Yuniarti, R. A.; Widyastuti, Umi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 6, No 01 Mar (1996)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v6i01 Mar.719.

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui reproduksi Mesocyclops aspericornis pada berbagai konsentrasi medium rendaman tinja marmut, rendaman eceng gondok dan rendaman jerami.Pada penelitian ini digunakan 5 konsentrasi dari masing-masing medium. Perbandingan konsentrasi (medium : aquades) yang digunakan adalah 0:4 (kontrol); 1:3, 2:2, 3:1 dan 4:0.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa reproduksi M. aspericornis paling tinggi diperoleh dari medium rendaman tinja marmut, diikuti oleh medium redaman eceng gondok dan rendaman jerami. Semakin tinggi konsentrasi medium, reporduksi M. aspericornis semakin tinggi, kecuali pada medium rendaman jerami mengalami pernurunan.
Masalah Pelaksanaan Program Kesehatan di Daerah dan Informasi yang Dibutuhkan Dalam Upaya Penanggulangannya Anorital, Anorital; Gotama, Ida Bagus Indra
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 5, No 03 Sept (1995)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v5i03 Sept.720.

Abstract

Secara umum hasil-hasil penelitian kesehatan belum sepenuhnya mendukung kebutuhan program baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu upaya adalah melibatkan para pelaksana program kesehatan (di daerah) dalam mengidentifikasi masalah pada program kesehatan yang dilaksanakan selama PJP I khususnya pada Repelita V dan informasi yang dibutuhkan dalam upaya pemecahan dan penanggulangannya. Untuk menjawab pernyataan tersebut, telah dilakukan suatu studi deskriptif guna mengetahui sampai seberapa banyak jumlah masalah yang terdapat pada program prioritas yang ada pada unit eselon I Depkes yang dilaksanakan di seluruh propinsi di Indonesia. Studi ini mencakup 27 propinsi, sebanyak 17 propinsi (63%) mengembalikan formulir isian dengan jumlah program prioritas sebanyak 43 program dari 6 unit eselon I Depkes, dan telah diidentifikasi sebanyak 320 item masalah serta 400 item informasi yang dibutuhkan agar dapat dilakukan upaya peningkatan program kesehatan pada masa awal PJP II. Hasil yang diperoleh dari studi ini menunjukkan bahwa lebih dari 56% masalah-masalah yang ada merupakan masalah yang terdapat pada teknis substantif, sedangkan jenis informasi yang dibutuhkan ternyata 37,7% adalah informasi yang dibutuhkan untuk peningkatan program.
Contoh Penggunaan Uji t Dalam Bidang Kesehatan Untuk Satu Kelompok Data Naseh, Syahrudji
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 5, No 03 Sept (1995)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v5i03 Sept.721.

Abstract

Dari sekian banyak buku statistika, dapat disimpulkan bahwa hanya ada dua bagian besar yang dibahas dalam statistika induktif, yaitu masalah estimasi (perkiraan) dan masalah uji hipotesis. Sementara itu, dapat juga disimpulkan bahwa uji hipotesis yang populer hanya terdiri dari uji t, uji kai-kuadrat (chi - square) dan uji F. Tulisan ini mencoba memperkenalkan contoh penggunaan uji t dalam bidang kesehatan untuk satu kelompok data, terutama bagi yang belum biasa menggunakannya.