cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
Peran Teknik Disiplin Induksi dan Kecerdasan Adversitas terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang Mengikuti Organisasi Saraswati, Ni Made Diah; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.677 KB)

Abstract

Mahasiswa Arsitektur yang mengikuti organisasi mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik, sehingga hal tersebut mungkin berpengaruh terhadap prestasi akademik. Mahasiswa harus memiliki kecerdasan adversitas yang baik agar mampu menghadapi kesulitan tersebut. Selain kecerdasan adversitas, faktor lain yang memengaruhi keberhasilan prestasi akademik adalah teknik disiplin orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknik disiplin induksi dan kecerdasan adversitas terhadap prestasi akademik mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang mengikuti organisasi. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana, dengan jumlah sampel sebanyak 128 orang. Penelitian ini menggunakan skala dan arsip nilai sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji regresi berganda. Hasil regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,155 dan koefisien determinasi sebesar 0,024, dengan nilai signifikansi sebesar 0,218 (p> 0,05) artinya teknik disiplin induksi dan kecerdasan adversitas tidak berperan terhadap prestasi akademik mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang mengikuti organisasi. Teknik disiplin induksi memiliki signifikansi sebesar 0,144 (p>0,05) artinya teknik disiplin induksi tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kecerdasan adversitas memiliki signifikansi sebesar 0,828 (p>0,05) artinya kecerdasan adversitas tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kata kunci: Kecerdasan adversitas, mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana, prestasi akademik, teknik disiplin induksi.
DINAMIKA PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA BROKEN HOME DI BALI Dewi, Ida Ayu Shintya; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.929 KB)

Abstract

Penerimaan diri merupakan kesadaran dan kemauan individu untuk hidup dengan kekurangan dan kelebihan dalam dirinya. Pada remaja broken home penerimaan diri menjadi hal penting yang harus dimiliki agar remaja mampu menyesuaikan diri dengan realitas yang dihadapi, sehingga dapat menumbuhkan toleransi terhadap peristiwa-peristiwa menyakitkan terkait konflik yang terjadi dalam keluarga. Berbeda dengan remaja pada umumnya, remaja broken home di Bali memiliki permasalahan yang lebih kompleks mengingat remaja Bali tumbuh dalam lingkungan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, salah satunya adalah sistem kekerabatan patrilineal. Sistem kekerabatan patrilineal ini menuntut remaja broken home di Bali untuk menyesuaikan diri dengan pihak keluarga purusa (keluarga ayah) agar dapat meneruskan keturunan keluarga, walaupun remaja tidak memiliki kedekatan dengan pihak keluarga purusa. Merujuk dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat dinamika penerimaan diri pada remaja broken home di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe fenomenologi dengan responden sejumlah lima remaja Bali yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara individu, wawancara kelompok, dan observasi dengan guideline yang mengacu pada teori penerimaan diri Kubler Ross yang terdiri dari lima tahap yaitu denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance. Adapun hasil dari penelitian ini, diantaranya: pertama adalah penerimaan diri remaja broken home di Bali dominan dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yaitu keluarga dan sosial, kedua adalah wujud setiap tahap penerimaan diri berbeda pada setiap fase perkembangan, pada fase anak-anak wujud penerimaan diri dominan berbentuk emosi, pada fase remaja awal wujud penerimaan diri dominan berbentuk perilaku, dan pada fase remaja akhir wujud penerimaan diri dominan berbentuk pikiran, dan yang ketiga penerimaan diri pada remaja broken home di Bali merupakan proses dinamis dan terdapat perbedaan dinamika penerimaan diri antara responden dengan hak asuh patrilineal dan responden dengan hak asuh mandiri. Kata kunci: penerimaan diri, broken home, remaja Bali.
Peran dukungan sosial orangtua dan kemandirian terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school SMA Negeri 2 Semarapura Andari, Luh Gde Prisma; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.346 KB)

Abstract

Kecerdasan adversitas adalah kemampuan individu untuk merespon kesulitan dan pengendalian terhadap respon dalam situasi yang menekan. Dalam menjalani program full day school, kecerdasan adversitas diperlukan agar para siswa mampu untuk bertahan dan mengatasi tantangan atau kesulitan yang dialami. Peneliti berasumsi bahwa dukungan sosial orangtua dan kemandirian berperan terhadap kecerdasan adversitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orangtua dan kemandirian terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school kelas X di SMA Negeri 2 Semarapura. Subjek dalam penelitian ini adalah 180 orang siswa full day school kelas X semester 1 di SMA Negeri 2 Semarapura yang telah di random. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan adversitas, skala dukungan sosial orangtua, dan skala kemandirian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,629, nilai koefisien determinasi sebesar 0,396 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial orangtua sebesar 0,502 dan kemandirian sebesar 0,235. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial orangtua dan kemandirian secara bersama-sama berperan terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school di SMA Negeri 2 Semarapura. Kata Kunci : dukungan sosial orangtua, full day school, kecerdasan adversitas, kemandirian
PENGARUH MENARI TARI BALIH-BALIHAN TERHADAP HARGA DIRI REMAJA TUNARUNGU DI SLB B BALI Swandi, Ni Luh Indah Desira; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.296 KB)

Abstract

Deaf adolescent has different characteristics in speech and language (Effendi, 2009). These differences cause difficulties in interacting and dealing with adolescent developmental tasks so that adolescent feels isolated and has low self-esteem (Halimah & Elcamila, 2010). One way to improve self-esteem is by dancing, as a form of self-expression and development of confidence in the self competence (Branden, 2005). This study aimed to determine the effect of dancing Balih-balihan toward self esteem of deaf adolescent in Bali. The sampling technique used in this study is two stages cluster sampling. Subjects of this research are 40 deaf students of SLB B in Bali, from age 11-24 years old. The research method that used is ex post facto. Data is collected by using scale of self-esteem based on aspects by Coopersmith. The dance variable is divided into two groups named the control and the experimental group, in this case the experimental group has been doing dance activity as a compulsory activity in schools. Data were analyzed by using Independent Sample T-Test. The validity test shows there are 20 valid items with a reliability coefficient of 0.384. The result of data analysis shows data distribution is normal and homogeneous. Independent Sample T-Test results t values 1.542 with a probability value 0.131 (p> 0.05). It means there is no significant effect of dancing Balih-balihan toward self-esteem of deaf adolescent in Bali. Keywords: Dancing Balih-balihan, self-esteem, deaf adolescent
Hubungan antara Komparasi Sosial dengan Citra Tubuh pada Remaja Laki-Laki di Denpasar Wahyuni, Gusti Ayu Komang Tri Eka; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.252 KB)

Abstract

Pada masa remaja konsep tubuh negatif dan tidak realistis terjadi karena bentuk tubuh yang dilihat tidak sesuai dengan bentuk tubuh yang diharapkan. Tidak hanya remaja perempuan yang memerhatikan citra tubuh, akan tetapi remaja laki-laki juga sebenarnya memerhatikan citra tubuh. Penilaian tentang kondisi fisik dalam ilmu psikologi sering dihubungkan dengan konsep citra tubuh. Remaja yang mengalami perubahan fisik akan cenderung melakukan perbandingan diri dengan orang lain. Perilaku membandingkan diri sendiri dan orang lain dalam ilmu psikologi berkaitan dengan istilah komparasi sosial. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara komparasi sosial dengan citra tubuh pada remaja laki-laki di Denpasar. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling, dengan responden merupakan remaja laki-laki di Denpasar yang memiliki rentang usia 12 tahun sampai dengan 22 tahun dengan total responden sebanyak 100 remaja laki-laki. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala komparasi sosial dan skala citra tubuh. Metode analisis data untuk menguji hubungan korelasi dengan pearson product moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS 20.0 for Window untuk mengetahui hubungan variabel komparasi sosial dan variabel citra tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang searah antara komparasi sosial dengan citra tubuh pada remaja laki-laki di Denpasar (r=0,589; p=0,000< 0,05). Hubungan yang positif pada nilai r menunjukkan bahwa hubungan antara variabel komparasi sosial dengan citra tubuh searah, yang berarti semakin tinggi komparasi sosial maka semakin tinggi citra tubuh pada remaja laki-laki, sebaliknya jika komparasi sosial rendah maka citra tubuh pada remaja laki-laki rendah. Kata kunci: komparasi sosial, citra tubuh, remaja laki-laki
Peran Kontrol Diri dan Intensitas Mengakses Pornomedia terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Madya di SMK N 1 Denpasar Ginting, Dara Dagita; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.471 KB)

Abstract

Perilaku seksual pranikah diartikan sebagai tingkah laku yang berhubungan dengan dorongan seksual dengan lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan sebelum adanya tali perkawinan yang sah baik secara hukum maupun agama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku seksual pranikah remaja yang akhir-akhir menjadi isu yang sering diperbincangkan. Perilaku seksual pranikah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang berperan adalah kontrol diri. Perilaku seksual pranikah dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja sebagai akibat gagalnya sistem kontrol diri terhadap pengaruh eksternal. Hal ini memperlihatkan bahwa kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri berperan penting menurunkan perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual pranikah juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti media yang menyajikan hal-hal yang berbau seksualitas atau disebut juga dengan pornomedia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kontrol diri dan intensitas mengakses pornomedia terhadap perilaku seksual pranikah remaja madya SMK N 1 Denpasar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala kontrol diri, skala intensitas mengakses pornomedia, dan skala perilaku seksual pranikah. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan R=0,789 (p<0,05) dan R²=0,623 sehingga dapat disimpulkan bahwa kontrol diri dan intensitas mengakses pornomedia bersama-sama berperan sebesar 62,3% terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja madya SMK N 1 Denpasar. Koefisien beta terstandarisasi dari kontrol diri menunjukkan nilai sebesar -0,349 (p<0,05) yang berarti bahwa kontrol diri berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi dari intensitas mengakses pornomedia menunjukkan nilai sebesar 0,484 (p<0,05) yang berarti bahwa intensitas mengakses pornomedia berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pranikah. Kata kunci: Kontrol diri, mengakses pornomedia, perilaku seksual pranikah, remaja madya.
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP AYAHAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEREMPUAN HINDU BALI DI DESA ADAT LEGIAN Jayanti, Ni Luh Christina Prapmika; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.518 KB)

Abstract

Setiap perempuan yang menikah dengan laki-laki Hindu Bali dan beragama Hindu, akan secara langsung melaksanakan social roles (peran sosial) dengan tanggung jawab melaksanakan ayahan, selain melaksanakan peran sebagai ibu rumah tangga dan bekerja. Ayahan adalah wajib kerja atau tugas yang harus dilaksanakan oleh krama banjar atau krama desa, baik kegiatan adat, kegiatan agama maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Frekuensi pelaksanaan ayahan di Desa Adat Legian yang cenderung tinggi, dengan penerapan yang cukup kompleks dan diasumsikan menyebabkan ketidakseimbangan dalam peran yang dimiliki perempuan Hindu Bali, dapat memunculkan sikap yang negatif terhadap ayahan pada perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian dan diyakini berhubungan dengan kesejahteraan psikologis perempuan Hindu Bali. Sebaliknya, ketika perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian dengan ikhlas dan merasa bahagia melaksanakan ayahan yang cukup kompleks, akan memunculkan sikap positif terhadap ayahan yang dapat berhubungan dengan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan postif antara sikap terhadap ayahan dengan kesejahteraan psikologis pada perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian dan seberapa besar sikap terhadap ayahan berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan skala penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 221 perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian. Data penelitian mengikuti distribusi normal dan linear. Hasil dari penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.180 dan probabilitas 0.007 (p<0.05). Hal ini berarti ada hubungan positif antara sikap terhadap ayahan dengan kesejahteraan psikologis perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian. Sumbangan dari variabel sikap terhadap ayahan terhadap kesejahteraan psikologis adalah sebesar 3.2%. Kata Kunci: sikap, ayahan, kesejahteraan psikologis, perempuan Hindu Bali, Legian.
PERBEDAAN STRATEGI KOPING PADA PEREMPUAN HINDU BALI YANG BEKERJA DAN YANG TIDAK BEKERJA Angligan, I G. A. Intan Kinanti; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.424 KB)

Abstract

In general, women have two roles in life, there are domestic roles and public roles. In terms of Balinese culture, women have three roles or triple roles in life, which are reproductive roles, productive roles, and social roles. Being Balinese Hindu women which is inseparable from the customary of traditional bonds, of course, requires a balance in running are three roles or triple roles in life. There are still many Balinese women imprisoned in a state of dilemma to do a job search for a career, while on the other hand must be a housewife and social activities that unwittingly has its own demands. If this condition is not communicated properly, it can interfere with the psychological condition or stress. To deal with stress and to prevent the negative effects of stress continues to occur, then the individual conduct coping strategies. However, coping strategies do vary considerably between one individual with another individual. This study aims to determine differences in coping strategies in Bali Hindu woman who works and what does not work. This research is a quantitative study using chi-square analysis techniques. The sampling technique used is purposive sampling, on the subject of Balinese Hindu women who worked (being employee) as many as 100 people and who are not working (unemployee) as many as 100 people who live in Denpasar with an age range of 20 years to 40 years. A parametric in this study using a scale of coping strategies as much as 31 item with reliability coefficient of 0,917. The results of this study obtained significance value of 0,406 or is above 0,05 (p>0,05). Based on these results it can be said that there is no difference in coping strategies in employee and unemployee Balinese Hindu woman ( who works and what does not work). A total of 164 subjects in this study belongs to the category of subjects who have combine coping strategies. Keywords: Balinese Hindu Women, Being Employee, Being Unemployee, Coping Strategies
RELAKSASI MEDITASI DAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET MENEMBAK DI DENPASAR Adiputra, Gede Bagus Ananda; Budisetyani, I.G.A Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.958 KB)

Abstract

Indonesia memiliki beragam cabang olahraga yang berpotensi untuk meraih prestasi di segala ajang kompetisi, baik kompetisi yang bersifat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah menembak. Pengertian olahraga menembak adalah melepaskan peluru dari senapan api lalu mengarahkan kepada sesuatu atau target. Kedua hal tersebut akan memunculkan tiga arti penting dalam olahraga ini, yang pertama adalah kebendaan atau alat untuk menembak, kedua adalah manusia yang merupakan subjek dari pemakaian alat menembak, ketiga sasaran sebagai aktivitas objek dari menembak melalui senapan yang digunakan. Dalam menembak diperlukan konsentrasi tinggi untuk membidik dan menembak target, namun saat bertanding atlet sering merasakan kecemasan. Kecemasan adalah perasaan efektif yang tidak menyenangkan, disertai dengan sensasi fisik yang mengikuti seseorang terhadap bahaya yang akan datang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangani kecemasan adalah meditasi. Meditasi adalah teknik relaksasi dengan mengatur nafas, memusatkan pikiran dan memberikan sugesti untuk dimasukkan kedalam pikiran. Penelitian ini berfokus pada pengaruh meditasi terhadap kecemasan bertanding pada atlet menembak di Denpasar. Penelitian ini menggunakan 10 subjek, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang mendapatkan perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Mann-Whitney yang menunjukkan signifikansi 0,382 (p > 0.05) maka tidak terdapat pengaruh meditasi terhadap kecemasan bertanding atlet menembak di Denpasar. Kata Kunci: Atlet, Menembak, Kecemasan, Relaksasi Meditasi.
GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN BALI PENGIDAP HIV-AIDS Putri, Ida Ayu Karina; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.703 KB)

Abstract

Recent years, development of the epidemic disease of AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) has become quite frightening for the people of the world (Zarpatista, 2012). In Indonesia there are currently 75 regencies/cities which have a very high prevalence of HIV-AIDS, among others due to the increasing of transmission from husband to wife (Wardah, 2013). The province of Bali including is one of the six provinces that has status of epidemic HIV-AIDS besides Papua, Riau, Jakarta, Jawa Barat, and Jawa Timur (Suriyani, 2006). In many cases, women infected with HIV from her partner/husband because women did not have power of both socially and economically to protect herself (Nainggolan, 2004). Based on pre eliminary study that conducted by researchers in Yayasan Citra Usadha (YCUI) on the three regencies area program that is Buleleng, Jembrana, and Karangasem, discrimination recognized did occur in some cases of ODHA in Bali especially women. One of the problem in ODHA’s life is not only related to the stigma and discrimination from the around environment, but also with their self condition acceptance (Rasyida, 2008). This situation attracts researcher to find out the self acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS. This study use qualitative method with phenomenological approach and 5 Balinese women who lives with HIV-AIDS as the respondents, the data collected with observation and in depth-interview conducted during 7 months. The result shows that there 9 representation of self-acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS which are be grateful, optimistic and always trying to do the optimum, have the right and feel equal with others, do not want to treated differently, want to help and sharing with others, self introspection, being closer with God. Keywords: HIV-AIDS, Self-Acceptance, Balinese Woman

Page 6 of 12 | Total Record : 119