cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
Peran komunikasi interpersonal dan problem focused coping terhadap stres mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi Mayasari, Made Pramesti; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.268 KB)

Abstract

Proses penyusunan skripsi dapat menyebabkan stres bagi mahasiswa. Stres merupakan suatu situasi yang mengancam dan menuntut individu untuk melakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap kondisi tersebut. Komunikasi interpersonal yang terjalin antara mahasiswa dan dosen pembimbing dapat memengaruhi stres mahasiswa. Stres dapat dikelola dengan penggunaan strategi koping yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal dan problem focused coping terhadap stres Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Subjek dalam penelitian ini adalah 83 orang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres, skala komunikasi interpersonal dan skala problem focused coping. Penggunaan teknik analisis data dalam penelitian ini ialah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,754, nilai koefisien determinasi sebesar 0,568 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel komunikasi interpersonal -0,747 dan problem focused coping sebesar -0,010. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan problem focused coping secara bersama-sama berperan menurunkan taraf stres Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, mahasiswa, problem focused coping, skripsi, stres
HUBUNGAN KETIDAKAMANAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KONTRAK PADA PT. BANK CIMB NIAGA TBK, WILAYAH BALI Manuaba, Ida Ayu Ananda Mahadewi; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.499 KB)

Abstract

Contract labor system is one of internal changes phenomena in structure and work system that is done by almost every organization including banking industry. The example is Bank CIMB Niaga that uses contract employees in its banking activities. In its development, there are problems in hiring employees by contract system namely the emergence of job insecurity perceived by employees due to career uncertainty at the company. Another problem that arises related to organizational commitment of contract employees. Job insecurity and organizational commitment problem may affect performance of contract employees. This study aims to examine the relationship between job insecurity and organizational commitment with performance of contract employees in PT. Bank CIMB Niaga Tbk, Bali Region. This research is quantitative study using multiple regression data analysis. The population in this study are all contract employees in PT. Bank CIMB Niaga, Bali Region with minimum 1 year working period. The used sampling method is cluster sampling. Respondents in this study are contract employees working in teller and micro division. The number of respondents is 43. Data in this study were obtained by questionnaires and employee performance appraisal data. The result found significant relationship between job insecurity and organizational commitment with performance of contract employees. Job insecurity is negatively related to performance of contract employees. Organizational commitment is positively related to performance of contracts employees. Keywords: employee performance, job insecurity, organizational commitment, contract employee
Penyesuaian Diri Pasangan dengan Perkawinan Pada Gelahang di Masyarakat Hindu Bali Puspitasari, Ni Putu Eka Yulias; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.35 KB)

Abstract

Perkawinan Pada Gelahang merupakan bentuk perkawinan yang menjadi alternatif bagi masyarakat Hindu Bali yang tidak bisa melaksanakan bentuk perkawinan biasa maupun Nyentana. Setiap bentuk perkawinan memiliki tantangan yang memerlukan penyesuaian diri sehingga dapat tercapai sebuah kepuasan dalam perkawinan. Membahas secara langsung proses penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali merupakan sebuah cara yang tepat, unik, dan realistis dalam memahami penyesuaian diri sekaligus memelajari budaya perkawinan dalam masyarakat Hindu Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview, joint interview dan observasi pada tiga pasangan responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak laki-laki memiliki hambatan yang lebih besar ketika memutuskan untuk melakukan perkawinan Pada Gelahang. Hasil berikutnya adalah ketiga pasangan melakukan strategi personal dan social coping dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya. Personal coping meliputi strategi being a good person, problem delay, self control, ignore the problem, being assertive, dan pray then try. Social coping meliputi strategi looking for social support, planful problem solving, dan using kids as a glue. Berdasarkan strategi yang ada, ditemukan bahwa penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang belum optimal karena masih melibatkan strategi yang mengarah pada represi. Kata kunci: Penyesuaian diri, penyesuaian personal, penyesuaian sosial, perkawinan Hindu Bali, perkawinan Pada Gelahang
Gambaran komitmen dalam pernikahan pasangan remaja yang mengalami KTD Adi, Wayan Mirah; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.312 KB)

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan (KTD) terutama pada remaja di Bali merupakan salah satu masalah yang menjadi sorotan dikarenakan jumlah kasus KTD di Bali mengalami peningkatan. Pada kasus tersebut, menikah menjadi solusi yang terpaksa dipilih. Salah satu kunci yang diperlukan untuk mempertahankan pernikahan adalah komitmen. Pernikahan dan pembentukan komitmen seringkali dilekatkan pada tugas masa dewasa. Remaja yang terpaksa menikah akan dibebani tugas-tugas yang harusnya ditanggung pada masa dewasa sehingga pernikahan mereka sangat rentan terhadap berbagai permasalahan. Ketidaksiapan remaja untuk membangun komitmen menjadi landasan dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komitmen pada pasangan yang menikah di usia remaja dan hal yang dapat mempertahankan komitmen dalam pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi dengan responden sejumlah 3 pasangan remaja yang menikah pada usia 15-19 tahun akibat KTD dengan teknik pusposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara individu, joint interview dan observasi. Ditemukan hasil bahwa komitmen selama pacaran terdiri dari komitmen berdasarkan perasaan sementara terdapat dua bentuk komitmen tambahan dalam pernikahan, yaitu komitmen berdasarkan pemikiran dan perilaku. Penelitian juga menemukan bahwa pasangan menunjukkan ambivalen untuk mempertahankan komitmen. Komitmen dapat dipertahankan jika suami dapat menunjukkan tanggung jawab kepada keluarga sebagai pembuktian kepada masyarakat dan istri mendapat dukungan keluarga serta mampu mengatasi konflik dengan mertua dan tuntutan terhadap peran. Kata kunci: Kehamilan tidak diinginkan, komitmen, pernikahan di usia remaja.
GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI ANAK BUAH KAPAL (ABK) Erlangga, I Gusti Made Surya; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.598 KB)

Abstract

Pernikahan merupakan tahap selanjutnya dari suatu hubungan. Idealnya setiap pasangan menginginkan tercapainya kebahagiaan dan tercapainya kepuasan di dalam suatu hubungan pernikahan. Kepuasan pernikahan adalah evaluasi suami istri terhadap hubungan pernikahan yang cenderung berubah sepanjang perjalanan pernikahan itu sendiri. Tuntutan ekonomi merupakan tantangan terbesar di dalam suatu pernikahan karena tuntutan serta kebutuhan yang tentunya semakin beragam pada zaman ini. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut banyak dari pasangan suami istri mencari sumber penghasilan yang lebih baik dari sebelumnya, salah satunya adalah dengan bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal pesiar dan menjalani commuter marriage. Commuter marriage adalah pasangan suami istri yang tinggal terpisah dan berada pada dua wilayah geografis yang berbeda karena pekerjaan masing-masing. Commuter marriage memiliki dampak positif dan juga negatif di dalam suatu hubungan, namun dampak negatif yang ada tentunya sangat dirasakan oleh istri yang harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Hubungan pernikahan tersebut tidak dapat dikatakan baik maupun buruk karena hal tersebut terrgantung dari bagaimana pasangan suami istri mengevaluasi hubungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan pada istri Anak Buah Kapal (ABK). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian ini berjumlah 4 orang perempuan yang diperoleh dari purposive sampling dengan karakteristik menikah dengan suami yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal dengan usia usia 26-35 tahun serta berdomisili di Denpasar dan Badung, Bali. Penggalian data dilakuan dengan wawancara dan observasi mendalam dan dianalisis dengan teknik analisis dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adalah yakni faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan pada istri ABK. Faktor tersebut terdiri atas hal-hal yang mendasari tercapainya kepuasan pernikahan, hal-hal yang meningkatkan, dan menurunkan kepuasan pernikahan. Kata kunci : kepuasan pernikahan, commuter marriage, anak buah kapal, kapal pesiar
PERAN PENERIMAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN DI BALI Wulandari, Ayu Ratih; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.886 KB)

Abstract

Adolescence is known as an important period in the formation of self-concept. However, not all adolescents can pass through these phases in the family circle. Adolescents who live in orphanages have certain background which could affect the formation of self-concept. This study aims to determine the role of self-acceptance and social support against self-concept of adolescents living in an orphanage in Bali. This study is expected to provide benefits in the formation of self-concept of adolescents living in the orphanage through the role of self-acceptance and social support. The subjects were 98 adolescents who lived in the orphanage. The sampling technique used a two stage cluster sampling. The results of multiple regression analysis showed (R) of 0.703 (F = 46 318; p < 0.05), which means that self-acceptance and social support jointly contribute to the self concept. The coefficient of determination was 0.494, meaning that effective contribution of self-acceptance and social support in explaining the variant of self-concept as much as 49.4%, and from the value of standardized beta was found that self-acceptance is more a role of self-concept with a value of 0.506 instead of 0.278 social support. It concluded that the role of self acceptance and social support were significantly important against self-concept adolescents living in an orphanage in Bali. Keywords: Self acceptance, Social Support, Adolescents living in an orphanage.
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN EKSPRESI EMOSI TERHADAP KEPUASAN PERKAWINAN PADA PEREMPUAN DI USIA DEWASA MADYA Paramita, Ni Kadek Pradnya; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.306 KB)

Abstract

Kepuasan perkawinan merujuk pada suatu perasaan positif yang dimiliki pasangan dalam perkawinan yang memiliki makna lebih luas daripada kenikmatan, kesenangan dan kesukaan. Terdapat beberapa faktor-faktor memengaruhi kepuasan dalam perkawinan antara lain adalah gender, tahapan usia, komunikasi yang terjalin antara pasangan, serta pengungkapan emosi terhadap pasangan. Perempuan cenderung lebih rendah merasakan kepuasan perkawinan dibandingkan laki-laki serta perempuan dewasa madya cenderung lebih merasakan kepuan perkawinan dibandingkan dewasa awal karena perempuan dewasa madya telah memasuki masa sarang kosong sehingga dapat menghabiskan waktu bersama dengan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran komunikasi interpersonal dan ekspresi emosi terhadap kepuasan perkawinan pada perempuan di usia dewasa madya. Subjek penelitian ini adalah perempuan yang berada pada usia dewasa madya yang telah memiliki anak yang beranjak dewasa dan telah melangsungkan perkawinan serta berdomisili di Kota Denpasar. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala kepuasan perkawinan, skala komunikasi interpersonal, serta skala ekspresi emosi. Hasil dari uji regresi berganda menunjukkan nilai regresi R=0,424 dengan taraf sigifikansi 0,000 (p<0,05) serta R Square=0,180 sehingga dapat disimpulkan komunikasi interpersonal dan ekspresi emosi sama-sama berperan sebesar 18% terhadap kepuasan perkawinan pada perempuan di usia dewasa madya. Koefisien beta terstandarisasi menunjukkan nilai 0,344 dengan taraf signifikansi 0,012 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan. Koefisien beta terstandarisasi menunjukkan nilai 0,100 dengan taraf signifikansi 0,454 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa ekspresi emosi tidak berperan secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan. Kata kunci: Komunikasi interpersonal, ekspresi emosi, kepuasan perkawinan, perempuan, dewasa madya
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA WANITA BALI YANG MENJALANI PERNIKAHAN NGEROB DI DENPASAR Astasari, Ni Putu Widya Dharma; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.082 KB)

Abstract

Marriage is one of young adulthood’s development tasks. Some problems often arise in the initial period of marriage and disturb the marital adjustment process. In some countries with strong collective culture, a big family involvement is crucial and give an impact to marital adjustment process. In Bali, there is a culture called ngerob. Ngerob is a situation where one of the boys of a family should stay at parents home to continue the obligations and responsibilities of parents in customs, which means that a married man should invite his wife to live in a home with his parents. Adjustment with the partner's family is important in ngerob marriage. In order to reach a success marital adjustment, the wife is expected to have stable emotions. Emotionally intelligent wife is considered to have good self-control, able to express emotions appropriately, so that they can adapt with the circumstances it faces. The aim of this research is to determine the relation between emotional intelligence and marital adjustment among Balinese women who are ngerob in Denpasar. Subjects were Balinese woman who are married, living with in-laws (ngerob) and live in Denpasar (n=60). Data were collected through emotional intelligence questionnaire with and the marital adjustment questionnaire with. The data were analyzed using product moment correlation test. The correlation coefficient between emotional intelligence and marital adjustment are 0.503 with a significance level of 0.000 (p <0.05). The results of this research showed that there is a positive and significant correlation between emotional intelligence and marital adjustment among Balinese women who are ngerob in Denpasar. The higher level of emotional intelligence encourage a better marital adjustment process among Balinese women who are ngerob in Denpasar. Keywords : emotional intelligence, marital adjustment, ngerob
Perbedaan motivasi belajar siswa ditinjau dari jenis kelamin dan urutan kelahiran di SMAN 1 Tabanan dengan sistem full day school Malini, Gusti Ayu Nyoman Dyah; Fridari, I Gusti Ayu Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.363 KB)

Abstract

Motivasi adalah suatu dorongan yang menyebabkan individu bergerak untuk mencapai suatu hal yang diinginkan. Pendidikan SMA saat ini menggunakan sistem full day school dengan durasi waktu yang lebih lama menekankan pentingnya motivasi belajar siswa. Motivasi setiap individu berbeda-beda dilihat dari tingkat prestasi yang dimiliki masing-masing siswa, baik laki-laki dan perempuan. Pengalaman pada awal tahun kehidupan dan adanya harapan dari orangtua merupakan faktor yang memengaruhi motivasi siswa. Urutan kelahiran yang dianggap sebagai sistem sosial pertama bagi anak dalam lingkungan keluarga menyebabkan adanya perbedaan masing-masing karakter yang dimiliki oleh anak dan memengaruhi motivasi belajarnya sesuai dengan bagaimana perbedaan harapan yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan dan pengaruh jenis kelamin dan urutan kelahiran terhadap motivasi belajar siswa dengan sistem full day school. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 240 remaja pada rentang usia 15– 18 tahun dan tengah menempuh pendidikan di SMAN 1 Tabanan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah skala motivasi belajar yang telah diuji validitasnya, dengan reliabilitas 0,917. Metode analisis data menggunakan analisis two way anova menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,032 (p<0,05) artinya terdapat perbedaan motivasi ditinjau dari jenis kelamin dan urutan kelahiran. Kata kunci: Full day school, jenis kelamin, motivasi belajar, urutan kelahiran
Proses Penerimaan Anggota Keluarga Orang dengan Skizofrenia Laksmi, Ida Ayu Winda Candra; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.345 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik dalam proses berpikir, berbicara, dan berperilaku. Tak hanya memengaruhi orang dengan skizofrenia (ODS) saja, skizofrenia juga memengaruhi orang-orang disekitar ODS, termasuk anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan ODS. Stigma yang dibentuk oleh masyarakat membuat anggota keluarga menutup diri dan enggan bersosialisasi. Permasalahan fisik dan psikis juga dialami oleh anggota keluarga dengan keadaan ODS, maka dibutuhkan proses untuk dapat menerima keadaan diri, dengan melewati tahapan-tahapan dalam proses penerimaan. Penanganan yang tepat juga dibutuhkan untuk membantu pemulihan ODS, dengan mendapatkan pengobatan teratur dan pendampingan dari keluarga juga merupakan faktor yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja permasalahan yang dihadapi anggota keluarga ODS, proses penerimaan anggota keluarga ODS (beserta strategi kopingnya), penanganan yang dilakukan, dan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan anggota keluarga ODS. Menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik pengambilan data observasi dan wawancara pada 6 orang responden yaitu anggota keluarga ODS yang tinggal satu rumah dengan ODS dan menggunakan analisis data theoretical coding. Hasil penelitian ini menunjukkan kurangnya pengetahuan keluarga mengenai skizofrenia, emosi, sikap ODS, dan penilaian lingkungan yang menjadi permasalahan anggota keluarga ODS. Proses penerimaan anggota keluarga ODS melalui tahap penolakan, marah, tawar-menawar, depresi, dan tahap penerimaan, walaupun terdapat perbedaan pada kasus-kasus yang spesifik. Penanganan pada ODS yang memberikan efek pemulihan lebih cepat adalah membawa ODS ke rumah sakit, memberikan obat dan perawatan keluarga. dorongan dari dalam diri, dukungan sosial, pandangan diri, pandangan sosial dan status ekonomi merupakan faktor penerimaan anggota keluarga ODS. Kata kunci: Proses penerimaan, anggota keluarga ODS, skizofrenia.

Page 8 of 12 | Total Record : 119