cover
Contact Name
Gusti Ayu Made Suartika
Contact Email
ayusuartika@unud.ac.id
Phone
+6289685501932
Journal Mail Official
ruang-space@unud.ac.id
Editorial Address
R. 1.24 LT.1, Gedung Pascasarjana, Universitas Udayana, Kampus Sudirman Denpasar Jalan P.B. Sudirman, Denpasar 80232, Bali (Indonesia).
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
RUANG: JURNAL LINGKUNGAN BINAAN (SPACE: JOURNAL OF THE BUILT ENVIRONMENT)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23555718     EISSN : 2355570X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal RUANG-SPACE mempublikasikan artikel-artikel yang telah melalui proses review. Jurnal ini memfokuskan publikasinya dalam bidang lingkungan binaan yang melingkup beragam topik, termasuk pembangunan dan perencanaan spasial, permukiman, pelestarian lingkungan binaan, perancangan kota, dan lingkungan binaan etnik. Artikel-artikel yang dipublikasikan merupakan dokumentasi dari hasil aktivitas penelitian, pembangunan teori-teori baru, kajian terhadap teori-teori yang ada, atau penerapan dari eksisting teori maupun konsep berkenaan lingkungan terbangun. Ruang-Space dipublikasi dua kali dalam setahun, setiap bulan April dan Oktober, oleh Program Studi Studi Magister Arsitektur Universitas Udayana yang membawahi Program Keahlian Perencanaan dan Pembangunan Desa/Kota; Konservasi Lingkungan Binaan; dan Kajian Lingkungan Binaan Etnik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020" : 9 Documents clear
Pola Penggunaan Ruang Publik untuk Berdagang Tidak Tetap di Area Sekitar Pasar Badung, Denpasar Surya Putra; I Nyoman Widya Paramadhyaksa; Tri Anggraini Prajnawrdhi
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2205.331 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p04

Abstract

Non-permanent trading activities in the area around Badung Market, Denpasar City, Bali Province caused several problems such as obstructed vehicle traffic and pedestrian access, as well as giving a poor visual impression. The aforementioned problems form the basis of this research so that it can be studied how the pattern of non-permanent trading occurs, and how the background of non-permanent trading activities around Badung Market formed. This study aims to determine the pattern of non-permanent trading activities in the area around the Badung Market and factors underlying the non-permanent trading activities around Badung Market. The research method used is a qualitative research method with a naturalistic approach. The results of this study indicate the pattern of non-permanent trading activities which is concentrated in a particular function and the background of how non-permanent trading activities formed caused by several factors such as licensing factors. This research is expected to be useful as a reference for the Denpasar City Government in drafting local regulations in the future so that it can realize temporary trading activities in the area around the Badung Market which has visual beauty and does not impede the flow of vehicle traffic.Keywords: public space; non-permanent traders; Badung market AbstrakKegiatan berdagang tidak tetap di area sekitar Pasar Badung, Kota Denpasar, Provinsi Bali menyebabkan beberapa permasalahan seperti terhambatnya lalu lintas kendaraan dan akses pejalan kaki, serta memberi kesan visual yang kurang baik. Permasalahan tersebut menjadi landasan penelitian ini dilakukan agar dapat dipelajari bagaimana pola berdagang tidak tetap terjadi, serta bagaimana latar belakang kegiatan berdagang tidak tetap di sekitar Pasar Badung terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola berdagang tidak tetap di area sekitar Pasar Badung serta faktor-faktor yang melatarbelakangi kegiatan berdagang tidak tetap di sekitar Pasar Badung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Hasil penelitian ini menunjukkan pola berdagang tidak tetap yang terkonsentrasi pada suatu fungsi tertentu dan latar belakang terbentuknya kegiatan berdagang tidak tetap disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor perizinan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan Pemerintah Kota Denpasar dalam menyusun peraturan daerah kedepannya sehingga dapat terwujud kegiatan berdagang tidak tetap di area sekitar Pasar Badung yang memiliki keindahan visual dan tidak menghambat kelancaran lalu lintas kendaraan.Kata kunci: ruang publik; pedagang tidak tetap; Pasar Badung
Detil Publikasi Jurnal Ruang-Space
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.566 KB)

Abstract

Taman Indonesia Kaya sebagai Ruang Terbuka Publik di Semarang Berdasarkan Kebutuhan Pengguna Astari Wulandari
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.961 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p05

Abstract

Open space is an important element of an urban area as well as to its urban community. It is often a public space whose inherent functions are to accommodate both recreation and relaxation related activities. The provision of public open space is fundamental, not only for these roles but also as part of significant deed in the development of urban character. Taking Taman Indonesia Kaya of Kota Semarang of Java Island in Indonesia, as its case study, this paper goes back to 47 years ago, when this public space was re-made up. Prior to its make-over, this park had been named after Taman Minister Supeno. The park was often associated with negative images which were rather unfortunate, considering its location in the heart of Semarang’s Town Centre. This study aims to examine in depth the basic elements of Taman Indonesia Kaya as a public space. This research implements a qualitative research method supported by field observation and literature review. The transformation of Taman Indonesia Kaya has indeed provided a significant change in its physical quality, which in turn has brought continuous improvement to its capacity to serve public needs. This includes the provision of spatial elements of public space that deliver comfort, relaxation, passive and active engagements, as well as discovery. Although each of these attributes may not be endowed with an individual physical element, the overall functions associated with Taman Indonesia Kaya as a public space is maintained. Keywords: Taman Indonesia Kaya; open space; public space AbstrakRuang terbuka sebagai salah satu elemen perancangan kota menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat dalam perannya sebagai ruang rekreasi dan relaksasi. Dengan demikian pemenuhan persyaratan utama sebuah ruang terbuka publik menjadi satu hal yang harus terpenuhi agar ruang tersebut mampu mewadahi aktivitas masyarakat, berkarakter dan berfungsi sebagaimana mestinya. Sejak awal pembangunannya 47 tahun silam, sebelum nama Taman Indonesia Kaya disematkan, Taman Menteri Supeno merupakan salah satu taman kota yang identik dengan citra negatif. Kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat lokasinya berada pada jantung Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kriteria ruang terbuka publik berdasarkan kebutuhan pengguna Taman Indonesia Kaya. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan manfaat berupa gagasan baru dalam peningkatan kualitas Taman Indonesia Kaya melalui pemenuhan kebutuhan dasar pengguna taman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mendeskripsikan fenomena pada lokasi studi berdasarkan observasi langsung dan studi literatur. Transformasi Taman Menteri Supeno menjadi Taman Indonesia Kaya memberikan perubahan signifikan bagi kualitas fisik ruang terbuka publik yang berdampak pada peningkatan image taman. Kriteria dasar kebutuhan pengguna di ruang terbuka publik; comfort, relaxation, passive engagement, active engagement, dan discovery secara umum telah terpenuhi pada Taman Indonesia Kaya. Meskipun pada area tertentu ditemukan adanya overlapping dua hingga tiga kriteria, kondisi tersebut tidak merubah fungsi utama taman sebagai ruang terbuka publik.Kata kunci: Taman Indonesia Kaya; ruang terbuka; ruang publik
What do We Learn from Covid? Alexander R. Cuthbert
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.433 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p01

Abstract

-
Pola Pemanfaatan Ruang sebagai Tempat Usaha pada Rumah Tinggal di Koridor Jalan Gunung Rinjani, Perumnas Monang Maning Denpasar Ni Luh Made Marini; I Nyoman Widya Paramadhyaksa; Gusti Ayu Made Suartika
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.65 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p07

Abstract

Perumnas Monang Maning, Denpasar – Bali is an example of a state housing project in Indonesia that has gone through an unanticipated rapid development. Apart from retaining its initial function to shelter urban dwellers, this housing has been transformed into a potential commercial area. This phenomenon is clearly exhibited by its Gunung Rinjani Street Corridor, which is also taken as the locus of the study documented in this article. Discussion within the response to the following research questions: 1) what is the pattern of spatial utilization of houses which have dual function as a home and a place to conduct commercial activities; and 2) What are prominent spatial elements that have been adapted in order to accommodate this added function. This research applies qualitative-naturalistic approaches. Its findings demonstrate that the added function has brought changes to the overall layout of homes, both vertically and horizontally. These changes are then followed by the alteration of spatial elements that construct an adapted home to best accommodate the added commercial function and its extended activities.Keywords: pattern of spatial; business space; residential home; housing; Denpasar AbstrakDalam wilayah Kota Denpasar, Provinsi Bali, terdapat banyak perumahan yang dibangun pengembang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat kota ini. Salah satu perumahan yang mengalami perkembangan yang sangat pesat adalah Perumnas Monang Maning Denpasar. Perumahan ini telah berubah menjadi suatu area usaha dan bisnis yang sangat prospektif. Salah satu fenomena keruangan yang menarik untuk dijadikan materi penelitian adalah berkenaan dengan terjadinya perubahan pola pemanfaatan ruang pada rumah tinggal menjadi tempat usaha dalam penelitian ini. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) bagaimanakah pola pemanfaatan ruang yang cenderung terjadi pada tempat tinggal yang difungsikan sebagai tempat usaha; dan 2) bagaimana wujud elemen pembentuk ruang usaha di rumah tinggal yang difungsikan sebagai tempat usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola kecenderungan perubahan keruangan serta wujud elemen pembentuk. Penelitian dilaksanakan dengan menerapkan metode penelitian kualitatif naturalistik. Dipilihnya metode naturalistik pada penelitian ini karena informannya bersifat heterogen, mengingat bahwa subjek penelitian di Perumnas Monang Maning ini terdiri dari beragam latar belakang sosial. Pada penelitian kualitatif ini, pemilihan responden dilakukan secara purposive. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya pola kecenderungan pemanfatan ruang secara horizontal dan vertikal pada rumah tinggal. Perubahan yang terjadi disertai dengan adanya perubahan elemen-elemen pembentuk ruang pada rumah tinggal yang dijadikan sebagai tempat usaha.Kata kunci: pola pemanfaatan; ruang usaha; rumah tinggal; perumahan; Denpasar
Kajian Arsitektur Bali pada Tampilan Bangunan Komersial di Koridor Jalan Danau Tamblingan, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan I Gede Putu Astamarsa Werdantara; Tri Anggraini Prajnawrdhi; Antonius Karel Muktiwibowo
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.751 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p02

Abstract

The development brings inevitable changes to the built environment in which architectural design holds a significant part. Architecture, undoubtedly, has a strong association with identity and the character of a certain built urban environment. Changes in architectural principles and designs may bring two-side impacts, which may either strengthen or harm the existing urban identity. This is especially true when we discuss architectural changes and the formation of urban identity on the Island of Bali. This study aims to examine the conformance of numerous facades of commercial buildings located along the Danau Tamblingan Corridor in Sanur-Bali to the set of local government regulations that govern the implementation of local traditions in architectural design and practices. The study is approached with a qualitative method. The study result shows there are 5 groups of violations, which are: 1) violation of the tri angga principle; 2) the use of flat roofs; 3) minimum use of local decorative elements; 4) dominant exhibition of commercial identity; 5) the absent of handcrafted character, natural materials and the color derived from their uses.Keywords: Balinese Architecture; facade; commercial building AbstrakPerkembangan zaman membawa perubahan pada banyak hal dan tidak dapat dihindari. Salah satu hal yang mengalami perubahan adalah arsitektur. Arsitektur memiliki hubungan yang erat dengan tata ruang sebuah wilayah atau kota. Arsitektur berkaitan dengan karakter dari suatu wilayah tersebut. Perubahan dalam arsitektur yang tidak terkontrol dapat menghilangkan karakter dari sebuah wilayah. Arsitektur Bali adalah salah satu gaya arsitektur yang mengalami perubahan. Jalan Danau Tamblingan adalah salah satu koridor komersial di Kelurahan Sanur yang terdiri dari berbagai jenis fasilitas komersial dengan karakter bangunan yang bervariasi. Namun terdapat banyak bangunan komersial yang tidak menerapkan prinsip Arsitektur Bali sebagaimana mestinya seperti yang sudah diatur dalam Peraturan Walikota Denpasar No. 25 Tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip Arsitektur Bali dalam peraturan perundang-undangan yang tidak diterapkan pada tampilan bangunan fasilitas komersial di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan strategi studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 pelanggaran yang dilakukan oleh bangunan-bangunan komersial di Koridor Jalan Danau Tamblingan, Sanur yaitu; 1) tidak menerapkan konsep tri angga; 2) menggunakan atap datar; 3) minimnya penggunaan ragam hias Arsitektur Bali; 4) dominasi identitas perusahaan pada tampilan bangunan; 5) tidak menampilkan karakter handicraft serta tidak menggunakan warna dan material alamiah.Kata kunci: Arsitektur Bali; fasad; bangunan komersial
Tipologi Rumah sebagai Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBR) di Banjar Panti Gede, Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan Angelina Made Yani Linda Sari; Tri Anggraini Prajnawrdhi; Antonius Karel Muktiwibowo
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2028.586 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p08

Abstract

Apart from being a dwelling, a house is also often used as a work-place to support home based enterprise (HBE) related practices. This condition requires spatial compromises. This study seeks to investigate typologies and factors underlining these spatial compromises. Being guided by qualitative research approaches, analysis within this study uses a conception proposed by Silas (1993) regarding HBE typology. The study examines numerous privately owned houses located in Banjar Panti Gede, Pemogan Village, Denpasar Selatan District – Bali. This is a community with the highest number of home-based micro-businesses. The study result shows that typologies of overall spatial compromises taking place in the selected housing complex do not correspond with the view proposed by Silas (1993). These condition has been grounded by several factors, including 1) limited scale of land afforded by the owner and restricted capital to support the development of a home that is also used to accommodate HBE; 2) types of added commercial activities to be accommodated within a home; 3) the timing when a plan to use the home as a basis for HBE emerges, and 4) home dwellers' preferences. This study has the potential to enrich the collection of relevant researches on Home and HBE, especially of those that take housing units in Bali as their case studies.Keywords: Home Based Enterprise (HBE); house; house function; house typology AbstrakRumah merupakan salah satu kebutuhan utama manusia yang saat ini semakin berkembang dan bertambah fungsinya. Selain sebagai hunian, rumah juga berfungsi sebagai tempat usaha atau Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBR). Perkembangan fungsi rumah tentunya berdampak pada penataan ruang yang berada di lingkungan rumah. Berdasarkan penjabaran tersebut penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait tipologi penataan area usaha dan hunian sebagai UBR, berdasarkan proporsi masing-masing fungsi serta faktor penyebab terjadinya tipologi. Teori yang digunakan untuk membahas adalah teori tipologi UBR oleh Silas (1993). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus karena objek yang diteliti merupakan fenomena yang terjadi masa kini dan peneliti tidak memiliki kontrol terhadap fenomena tersebut. Objek penelitian merupakan rumah tinggal pribadi yang terletak di Banjar Panti Gede, Kelurahan Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan. Kelurahan Pemogan dipilih karena merupakan salah satu kelurahan dengan jumlah usaha mikro tertinggi di Denpasar Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi rumah berdasarkan penataan dan proporsi masing-masing fungsi tidak selalu sejalan dengan teori tipologi UBR oleh Silas. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1) adanya keterbatasan modal dan lahan; 2) jenis usaha yang dijalani; 3) perencanaan terkait membuka usaha; dan 4) preferensi penghuni. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menganalisis permasalahan-permasalahan yang terjadi akibat adanya pembagian area rumah yang berfungsi sebagai hunian dan tempat usaha.Kata kunci: Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBR); rumah, fungsi rumah; tipologi rumah
Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik di Kawasan Pesisir Pantai Berawa Rangga Seta Ugrasena; Ni Ketut Ayu Siwalatri; Tri Anggraini Prajnawrdhi
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.918 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p06

Abstract

The development of tourism in Bali has given tourism potential in the community in the coastal areas. On the one hand, the coast has the potential to provide economic opportunity to the surrounding community. On the other, it is a public open space that is supposedly accessible to general community members. Taking this understanding forward and selecting Berawa Coastal Area of Tibubeneng Village, North Kuta District, Badung Regency-Bali as its case study, this research attempts to study the positive impacts brought by the tourist industry. It corresponds to the following findings that the industry has contributed to the: 1) enhancement of the economic welfare of Tibubeneng Community; 2) improvement of the overall visual quality of the coast; 3) improvement of environmental qualities, such as the overall cleanliness of Berawa Coast; and 4) image creation by preparing the coast as a living stage to conduct colossal cultural festival activities of Kecak dancers to be enjoyed by tourists who come to visit. This study uses qualitative methods. Primary data were obtained from physical observations, photographic documentation, and interview.Keywords: land use; public open space; the coastal area of Berawa Beach AbstrakPerkembangan pariwisata di Bali telah melahirkan potensi dalam masyarakat, khususnya pariwisata di kawasan pesisir. Satu sisi kawasan pesisir memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di sisi lain, kawasan pesisir juga merupakan ruang terbuka publik, sehingga Kawasan Pesisir Pantai Berawa dapat dinikmati oleh semua orang. Fenomena yang terjadi saat ini adalah pemanfaatan ruang terbuka publik di Kawasan Pesisir Pantai Berawa yang dilakukan oleh berbagai pihak. Berdasarkan narasi tersebut, menjadi pertimbangan kemudian adalah bagaimana pengaruh pemanfaatan kawasan pesisir oleh berbagai pihak pada ruang terbuka publik di Pantai Berawa. Lokasi penelitian ini berada di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menunjukan pemanfaatan ruang terbuka publik di Kawasan Pesisir Pantai Berawa oleh berbagai pihak. Data primer diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, dan data hasil wawancara untuk mendapatkan informasi yang mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian ini berupa identifikasi pemanfaatan ruang terbuka publik di Kawasan Pesisir Pantai Berawa, yang memberikan dampak pengaruh positif baik dari segi: 1) kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Tibubeneng; 2) peningkatan visual; 3) peningkatan lingkungan, terjaganya kebersihan Kawasan Pesisir Pantai Berawa; dan 4) peningkatan kesan, adanya kegiatan festival budaya kolosal penari kecak diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Berawa.Kata kunci : pemanfaatan ruang; ruang terbuka publik; pesisir Pantai Berawa
Kualitas Ruang Terbuka Publik di Kawasan Taman Kota Tabanan I Putu Agus Jayendra Pratama; Ngakan Ketut Acwin Dwijendra; Widiastuti .
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 7 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.54 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2020.v07.i02.p03

Abstract

This article is underlined by an understanding that a public urban park is expected to function optimally when it is strategically located, accessible to the public and community members both physically and visually, it is well provided with circulation paths and adequately equipped with park furniture. This study selects Taman Kota Tabanan – an urban park of Tabanan Regency-Bali - as its study locus. It is chosen as the park has failed to address the qualities listed above before it can well serve its urban community. This study is designed to learn from mistakes made by Taman Kota Tabanan before a quality guide for city park development for Tabanan Regency can be instigated. It employs a qualitative research method. Data collection is done by conducting in-depth interviews and field observations. This study also grounds its analyses by using a widely available theory pertaining to public space. These theoretical resources have enabled authors to build criteria as to how an urban park should be conceived, designed, and improved continuously. These criteria also embrace the capacity of an urban park to adapt to the dynamic needs of the urban community to whom its existence is dedicated to. Moving from here, this study presents a directive recommendation for future development of urban park both physically and non-physically.Keywords: public open space; city park; urban park of Tabanan AbstrakRuang terbuka publik dapat berfungsi optimal untuk kegiatan publik bagi komunitas maupun individu, serta terletak di lokasi yang sibuk atau strategis, mempunyai akses yang baik secara visual dan fisik, ruang yang merupakan bagian dari suatu jalur sirkulasi, mempunyai tempat duduk dan bangku taman. Kawasan Taman Kota Tabanan merupakan ruang terbuka publik yang memiliki permasalahan baik dari segi fisik maupun non fisik. Penelitian ini dilakukan dengan Langkah awal dengan mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana kualitas ruang terbuka publik di Kawasan Taman Kota Tabanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kualitas Kawasan Taman Kota Tabanan sebagai ruang terbuka publik kedepannya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif yang menekankan teknik wawancara secara langsung sehingga mendapatkan informasi yang akurat untuk menunjang kebutuhan penelitian. Teori yang digunakan yaitu teori ruang terbuka publik yang menjadi acuan dalam membangun kriteria tentang bagaimana taman kota harus dipahami, dirancang, dan ditingkatkan secara terus menerus, termasuk juga kapasitas taman kota untuk beradaptasi dengan kebutuhan dinamis masyarakat perkotaan yang menjadi tujuan keberadaannya. Sebagai hasil akhir, studi ini menyajikan rekomendasi-rekomendasi untuk pengembangan taman kota di masa depan baik secara fisik maupun non fisik.Kata kunci: ruang terbuka publik; taman kota; Taman Kota Tabanan

Page 1 of 1 | Total Record : 9