cover
Contact Name
Rokhani Hasbullah
Contact Email
rokhani.h@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltep@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian
ISSN : 24070475     EISSN : 23388439     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Keteknikan Pertanian dengan No. ISSN 2338-8439, pada awalnya bernama Buletin Keteknikan Pertanian, merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB yang terbit pertama kali pada tahun 1984, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 623 Documents
Efektifitas Riverbank Filtration Terhadap Parameter Fisik (TDS) di Sungai Cihideung Roh Santoso Budi W.; Diana Rahayu; Siti Komariah
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.01.1.%p

Abstract

AbstractWater is a natural resource that is necessary for the livelihood of many people, even by all living things. Data Ministry of Public Works in 2006 mentions the availability of water in Indonesia amounted to 15,500cubic meters per capita per year, far higher than the global availability averaged only 600 m3. If drawn, the amount of water covers 21% of Indonesia Pacific Ocean. However, the overflow Indonesia does notnecessarily solve the problem of water crisis which is also predicted to fall on two major islands in 2015. The general objective of this research is to develop and implement technological innovations RBF (RiverbankFiltration) to support the needs of irrigation water Watershed Cisadane, making RBF (Riverbank Filtration) as a natural water treatment in Cisadane River area, and water quality data information through RBF(Riverbank Filtration) Cisadane Watershed.Keywords: clean water crisis, the recovery of water quality, riverbank filtration technologyAbstrakAir merupakan sumberdaya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Data kementerian PU tahun 2006 menyebutkan ketersediaan air di Indonesia sebesar 15.500 m3 per kapita per tahun, jauh lebih tinggi dari tingkat ketersediaan global yang rata-rata hanya 600 m3. Kalau digambarkan, jumlah air Indonesia mencakup 21% Samudera Pasifik. Akan tetapi, limpahan air Indonesia tidak serta-merta menyelesaikan masalah krisis air bersih yang diprediksi juga akan menimpa dua pulau mayor pada 2015 nanti. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan inovasi teknologi RBF (Riverbank Filtration) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air irigasi Daerah Aliran Sungai Cisadane, menjadikan RBF (Riverbank Filtration) sebagai pengolahan air yang alami di daerah Sungai Cisadane, dan mendapatkan informasi data kualitas air melalui RBF (Riverbank Filtration) Daerah Aliran Sungai Cisadane. Keluaran yang dari penelitian ini adalah kualitas parameter fisik air dengan pemanfaatan riverbank filtration meningkat karena turunnya parameter fisik TDS.Kata kunci : krisis air bersih, pemulihan kualitas air, teknologi Riverbank FiltrationDiterima: 13 Mei 2013; Disetujui:15 Agustus 2013
Desain Konseptual Penangkap Tandan Buah Sawit dan Pemanfaatan Energi Potensialnya Wawan Hermawan; Desrial .; Muhammad Iqbal Nazamuddin; Rusnadi .
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.01.1.%p

Abstract

AbstractIn oil palm harvesting, falling fruit bunches have a considerable potential energy, which can be captured and used to power the wheelbarrow in evacuating the fruit bunches. This study was conducted to measurethe engineering characteristics of fruit bunches harvesting, determine the best fruit bunches catchment platform material, analyze the potential energy of falling fresh fruit bunch, and design a conceptual designof the catchment platform and evacuation machine. Measurements of the characteristics of the harvesting were done in an oil palm plantation. Four types of fruit catchment platform materials were tested, namely:steel plate, wood board, expanded steel plate and rubber sheet. The results showed that, bunches fell at a distance between 0.6 m to 1.4 m from the tree. Fruit bunches weight was in the range of 16 kg to 32 kg.The rubber catchment platform was superior to the other materials in reducing the scattered loose fruits and bruised fruits. Potential energy of falling fruit bunches were in the range of 0.44-4.44 kJ. Theoreticaltraveling distance of the wheel barrow powered by the captured potential energy was in the range of 2.27 m - 22.98 m. Based on the data obtained, a conceptual design of catchment platform and evacuation machinewas designed.Keywords: oil palm harvesting, engineering characteristics, potential energy, catchment platform,conceptual design.AbstrakDalam panen kelapa sawit, tandan buah yang jatuh memiliki energi potensial yang cukup besar, yang dapat ditangkap dan digunakan sebagai daya penggerak angkong dalam mengevakuasi tandan buah segar(TBS). Penelitian ini dilakukan untuk mengukur karakteristik teknik panen TBS, menentukan bahan landasan terbaik untuk penangkap TBS, menganalisis potensi energi potensial TBS yang jatuh, dan merancangdesain konseptual dari mesin penangkap dan pengangkut TBS. Pengukuran karakteristik panen dilakukan di perkebunan kelapa sawit. Empat jenis bahan landasan tangkapan diuji, yaitu: pelat baja, papan kayu, pelat baja expanded dan lembaran karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tandan jatuh pada jarak antara 0.6 m sampai 1.4 m dari pohon. Berat TBS berkisar antara 16 kg sampai 32 kg. Bahan karet paling baik untuk penangkap TBS dalam mengurangi jumlah buah tercecer dan buah memar. Energi potensial TBS jatuh berada di kisaran 0,44-4,44 kJ. Jarak tempuh teoritis dari angkong yang menggunakan energipotensial yang ditangkap, berada di kisaran 2.27 m - 22.98 m. Berdasarkan data pengukuran, sebuah desain konseptual mesin penangkap dan evakuasi TBS telah dirancang.Kata kunci: panen kelapa sawit, karakteristik teknik, energi potensial, landasan tangkapan, desain konseptual.Diterima: 24 Mei 2013; Disetujui: 27 Agustus 2013
Difusivitas Panas dan Umur Simpan Pempek Lenjer Railia Karneta; Amin Rejo; Gatot Priyanto; Rindit Pambayun
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.01.1.%p

Abstract

AbstractThe objectives of this research were to study the effect of fish and flour formulation as well as centre point temperature on the thermal diffusivity and shelf life of pempek lenjer. The parameters observed were the temperature of pempek at several position: i.e. (r0) = 0 cm, r1 = 1 cm, r2 = 2 cm, cooking time, change of textural value, total volatile nitrogen and total microbes of pempek during storage. Data temperaturedistribution was analyzed by using diffusivity at center point model, and random diffusivity models through computer program of Engineering Equation Solver (EES) Ver 8.91. The shelf life data was analyzed by usinglinear regression to determine the relationship between storage time and the measured variables which was followed by calculating using Arrhenius method to compare the decrease of pempek lenjer quality. The results showed that thermal diffusivity coefficient of pempek lenjer for formula 1 was in the range of 0.321 to 1.515 .10-7 m2/s, for formula 2 was in the range of 0.297 to 1.389.10-7 m2/s, for formula 3 was in the rangeof 0.378 to 1.471 . 10-7 m2/s and for formula 4 was in the range of 0.2778 to 1.620.10-7 m2/s.The research results showedthat longerstorage time results in lower values of texture, but produced higher value oftotal volatile nitrogen and total microbes. The lowest Eavaluefrom the measured variablewas totalmicrobes which can be used as the main parameter of deterioration for pempek lenjer during storage. The shelf lifeof pempek lenjer based on total microbes value was in the range of 27 to 33 hoursKeywords : thermal diffusivity, shelf life, pempekAbstrakTujuan penelitian inimempelajari pengaruh formula ikan dan tepung, serta suhu terhadap difusivitas panas dan umur simpan pempek lenjer. Variabel yang diukur adalah suhu sampel pempek pada titik pusat (r0) = 0 cm, r1 = 1 cm, r2 = 2 cm,lama pemasakan pempek, perubahan nilai tekstur, total volatil nitrogen dan total mikroba selama penyimpanan. Data distribusi suhudianalisis menggunakan model difusivitas panas pada titik sebarang, dan model difusivitas panas pada titik pusat dengan program computer Engineering Equation Solver (EES) Ver 8.91. Data umur simpan dianalisismenggunakan regresi linier untuk melihat hubungan antara lama penyimpanan dengan tekstur, total volatil nitrogen, dan total mikroba yang diukur, dan dilanjutkan dengan perhitungan cara Arrhenius untuk membandingkan penurunan mutu pempek lenjer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien difusivitas panas pempek lenjer pada formula 1 adalah interval 0,321 - 1,515. 10-7 m2/s, pada formula 2 adalah 0,297 – 1,389.10-7 m2/s, pada formula 3 adalah 0,378 – 1,471. 10-7 m2/s, dan formula 4 adalah 0,2778 – 1,620.10-7 m2/s.Semakin lama penyimpanan, tekstur semakin menurun, tetapi total volatil nitrogen dan total mikroba semakin meningkat. Nilai Ea terendah pada total mikroba, sehingga dapat dijadikan parameter kunci kerusakan pempek lenjer selama penyimpanan. Umur simpan pempek “lenjer” berdasarkan total mikroba selama 27 - 33 jam.Kata kunci : difusivitas panas, umur simpan, pempekDiterima: 17 Juni 2013; Disetujui: 26 September 2013
Potensi Penggunaan Bambu sebagai Tabung Resonator Thermoacoustics Refrigeration Edy Hartulistiyoso; Muhamad Yulianto; Irawan Senatosa
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.01.1.%p

Abstract

AbstractThermoacoustics refrigeration is considered as one of cooling method, which recently developed. This method can be applied for cooling of foods in particular vegetables. The important components in thermoacoustics refrigeration are: resonator tube, Stack, acoustics driver and working fluid. The advantages of thermoacousic refrigeration include the use of relatively simple components, consequent energy saving, and most importantly thing is environmentally friendly. Recent researches has highlighted the necessity to develop resonator tube and stack concerning shape, design, size and basic material which is used to produce resonator tube and stack. This paper comprehensively reviews the current state of technologyto develop shape, design, size, and basic material in the development of thermoacoustics refrigeration. It is concluded that the use of bamboo as basic material can be applied with continuing research of its application may lead to the use of thermoacoustic refrigeration for food and vegetables.Keywords: themoacoustics refrigeration, bamboo, resonator tube, stack, food and vegetablesAbstrakThermoacoustic refrigeration merupakan salah satu metode pendinginan yang saat ini banyak dikembangkan. Metode ini dapat diaplikasikan untuk mendinginkan makanan dan sayur-sayuran. Beberapa komponen komponen penting dalam thermoacoustic refrigeration diantaranya adalah : tabung resonator, stack, pembangkit akustik dan fluida kerja. Keunggulan penggunaan metode thermoacoustic refrigeration sebagai metode pendinginan adalah : penggunaan komponen yang lebih sedikit, penghematan energi, dan yang paling penting adalah ramah lingkungan. Penelitian-penelitian terbaru banyak memfokuskan pada pengembangan tabung resonator dan stack terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan bentuk, design, ukuran dan material dasar yang digunakan pada pembuatan tabung resonator dan stack. Artikel ini secara komprehensif meninjau kondisi perkembangan teknologi yang berkaitan dengan bentuk, design, ukuran dan material dasar pada pengembangan thermoacoustic refrigeration. Artikel ini mempunyai kesimpulan bahwa penggunaan bambu sebagai tabung resonansi dapat diaplikasikan dengan penelitian yang berkelanjutan untuk dapat diaplikasikan juga sebagai thermoacoustic refrigeration untuk makanan dan sayur-sayuran.Kata kunci: thermoacoustic refrigeration, bambu, tabung resonansi, stack, makanan dan sayur-sayuranDiterima: 17 Juni 2013; Disetujui: 26 September 2013
Analisis Pengeringan Sawut Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Menggunakan Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Dyah Wulandani; Stephani Utari
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.01.1.%p

Abstract

AbstractSweet potatoes processing in to starch need a drying process. Green-house effect solar dryer – rotating rack type is one of the altenative for drying of sweet potatoes due to its higienis and its availability to be used anytime. The objective of the study was to analysis chopped sweet potatoes drying by using rotating rack greenhouse effect solar dryer. The capacity of the drying chamber is 48 kg of chopped sweet potatoes. Three experiments of drying have been conducted: the first drying is without products, the second is drying of products without rotating of rack and and the third is drying of products byimplement the rotating of rack of 45o every 60 minutes. The results of chopped sweet potatoes drying show that drying temperature on the dryer chamber ranged between 31.6oC to 61oC. Drying of product by implement the rotating of rack of 45o every 60 minutes yields the best temperature uniformity. To reduce moisture content from 72.76 %wb to 9.5 %wb it’s needed 13.5 hours, or drying rate of 22.4 %bk/h. The energy consumption of the experiment 3 was 35.15 MJ/kg of moisture evaporated and the drying efficiency was 7.47 %Keywords: greenhouse effect solar dryer, chopped sweet potatoes dryingAbstrakPengolahan ubi jalar menjadi tepung ubi memerlukan proses pengeringan. Pengering efek rumah kaca hibrid tipe rak berputar merupakan alternative untuk mengeringakan ubi jalar sawut karena higienis dan dapat digunakan sepanjang waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengeringan ubi jalar menggunakan pengering efek rumah kaca hibrid tipe rak berputar. Kapasitas pengeringan alat pengeringini adalah 48 kg sawut ubi jalar. Pada penelitian ini dilakukan 3 macam perlakuan pengeringan; percobaan 1, pengujian tanpa beban; percobaan 2, pengujian pengering dengan beban tanpa pemutaran rak; danpercobaan 3, pengujian pengering dengan beban dan rak diputar 450 setiap 60 menit. Hasil pengeringan sawut ubi jalar menunjukkan suhu ruang pada pengering berkisar antara 31.6oC-61.5oC. Perlakuan pemutaran rak sebesar 450 setiap 60 menit (percobaan 3) menghasilkan tingkat keseragaman yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Untuk menurunkan kadar air sawut ubi jalar dari kadar air72,8 %bb menjadi 9.5 %bb dibutuhkan waktu 13.5 jam, atau laju pengeringan rata-rata 22.4 %bk/jam. Konsumsi energi untuk menguapkan 1 kg air dari produk adalah 35.15 MJ/kg dengan efisiensi pengeringan sebesar 7.47%.Kata kunci: pengering efek rumah kaca, pengeringan sawut ubi jalarDiterima: 04 Juni 2013; Disetujui: 03 September 2013
Kajian Kelembaban Tanah dan Kebutuhan Air Beberapa Varietas Hibrida DR UNPAD Kharistya Amaru; Edy Suryadi; Nurpilihan Bafdal; Fitri Punden Asih
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.01.1.%p

Abstract

AbstractThis research aimed for examining the effect of soil moisture toward the amount and efficiency of water application of hybrid maize DR Unpad. This research was conducted in the greenhouse located in Faculty of Agriculture Padjadjaran University, which is situated at about 801 meters above mean sea level. The research method was using the experimental method of Split Plot Design with three replicates. The first factor was the hybrid corn varieties, i.e.: DR-A, DR-B, DR-F, and BISI-2. The second factor wasthe arrangement of soil moisture, i.e.: 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity.The results showed that there was no interaction between the treatment of maize varieties and soil moisture.On soil moisture maintained at 90% field capacity, the plants has the highest water requiremenst is 345.45 mm/season.It has showed the best plant growth, the yield and water-use efficiency at the highest level at1.83 g/L. Plants that showed the highest water requirement, the best in growth and yield, in a row are hybrid corn BISI-2, DR-F, DR-A, and DR-B.Keywords: soil moisture, water requirement, hybrid corn DR Unpad, and field capacity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah terbaik terhadap jumlah kebutuhan dan efisiensi penggunaan air tanaman jagung hibrida DR Unpad. Penelitian dilakukan di rumah kaca KebunPenelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki ketinggian ± 801 meter di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas jagung hibrida, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: DR-A, DR-B, DR-F, dan BISI-2. Faktor kedua adalah pengaturan kelembabantanah, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: kelembaban tanah 100 % kapasitas lapang (KL), 90 % KL, dan 80 % KL. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara perlakuan varietas jagung dan kelembaban tanah ternyata tidakterjadi interaksi. Pada kelembaban tanah dipertahankan 90 % kapasitas lapang, tanaman membutuhkan air paling tinggi, yaitu 345.45 mm/musim dan memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paling baik, serta efisiensi penggunaan air paling tinggi yaitu 1.83 g/L. Tanaman yang menunjukkan kebutuhan air tertinggi, y pertumbuhan dan hasil yang terbaik dalam, berturut-turut adalah jagung hibrida BISI-2, DR-F,DR-A, dan DR-B.Kata Kunci: kelembaban tanah, kebutuhan air, jagung hibrida DR Unpad, dan kapasitas lapangDiterima: 08 April 2013; Disetujui: 09 Juli 2013
Rancang Bangun Konverter Biogas untuk Motor Bensin Silinder Tunggal Desrial .; Dyah Wulandani
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.02.1.%p

Abstract

AbstractThe need for energy continues to increase along with the increase of population in Indonesia. This is in contrast with the fact that the main oil energy source is reducing day by. To overcome this problem renewableenergy sources such as biogas becomes very important. Methane content in the biogas ranged between 60-65 %, where the value is large enough to be used as an energy source replacement of gasoline. The purpose of this study is to design a converter that is capable to perform biogas and air mixing for optimum use of biogas in gasoline engine. The main parts of biogas converter are the venturi, choke valves , throttle valves, as well as the coupler to the engine. Testing was done by applying converter on a gasoline engine with biogas fuel. Engine performance was tested using a dynamometer and the results are compared with the performance of the motor using gasoline fuel. Test results show that the optimal power is achieved at 0979 kW at 3146 rpm and a torque of 4.3 Nm, while the motor power with gasoline kW and a torque of 1.86 Nm at 6:21.Keywords: renewable energy, biogas, converter, gasoline engine, agricultural machineryAbstrakKebutuhan energi terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Hal ini berkebalikan dengan kenyataan bahwa sumber energi utama kita sehari - hari, yaitu minyak bumi terus menipis. Untuk mengatasi kelangkaan ini diperlukan adanya sumber energi baru dan terbarukan, salah satunya biogas. Kandungan metana dalam biogas berkisar antara 60 - 65 %, dimana nilai ini cukup besaruntuk dijadikan sebagai sumber energi pengganti bahan bakar bensin. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah konverter yang mampu mencampur biogas dan udara dengan campuran yang tepatdan agar motor bensin mampu beroperasi dengan bahan bakar biogas secara optimal. Konverter yang dirancang memiliki bagian - bagian utama yaitu venturi, selongsong venturi, katup choke, katup throttle, serta dudukan. Pengujian konverter dilakukan dengan cara memasangkan konverter pada motor bensin 4 tak dan menjalankan motor dengan bahan bakar biogas. Selanjutnya motor diuji kinerjanya menggunakandinamometer dan hasilnya dibandingkan dengan kinerja motor menggunakan bahan bakar bensin. Hasil pengujian menunjukkan daya optimal yang dicapai sebesar 0.98 kW pada 3146 rpm dan torsi sebesar 4.31 Nm, sementara daya motor dengan bahan bakar bensin sebesar 1.86 kW dan torsi sebesar 6.21 Nm.Kata kunci: energi terbarukan, biogas, konverter, motor bensin, alat mesin pertanianDiterima: 01 Oktober 2013; Disetujui: 07 Januari 2014
Perkembangan Desain dan Kinerja Aerator Tipe Kincir Samsul Bahri; Radite Praeko Agus Setiawan; Wawan Hermawan; Muhammad Zairin Yunior
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.02.1.%p

Abstract

AbstractPaddle wheel aerator widely used in aquaculture because it has the function of aeration and circulation as well as their construction is simple. However, its efficiency is not maximized so it is still expensive inoperation because of the large power consumption. Aerator performance is an important factor in the selection and use of the aerator as it relates to investment and operating cost, so the paddle wheel aeratordesign development and improvement of the performance of the operation is still possible to do. Developing of three-dimensional blade with the optimum geomerty and blade development that can move is a solution that can be done. The study aims to review the principle of aeration, performance test, evaluation criteria, and performance comparison aerator design development that have been made so as to provide an alternative to the developing of performance improvement paddle wheel aerator. This article is a summary of the ''state of the art'' design and performance of a paddle wheel aerator development.Keywords : design, aeration, paddle wheel, dissolved oxygen, efficiencyAbstrakAerator kincir banyak digunakan dalam budidaya air karena mempunyai fungsi aerasi dan sirkulasi yang baik serta kontruksinya sederhana. Namun demikian, efisiensinya belum maksimal sehingga masih mahal dalam pengoperasian karena besarnya pemakaian daya listrik. Kinerja aerator merupakan faktor penting dalam pemilihan dan penggunaan aerator karena berhubungan dengan biaya investasi dan operasional, sehingga pengembangan desain aerator kincir dan peningkatan kinerja pengoperasian masih memungkinkan untuk dilakukan. Pengembangan sudu tiga dimensi dengan geometri optimumnya dan pengembangan sudu yang dapat bergerak merupakan solusi yang dapat dilakukan. Kajian ini bertujuan menelaah kembali prinsip aerasi, uji kinerja, kriteria evaluasi, perbandingan kinerja dan perkembangan desain aerator yang sudah dilakukan sehingga dapat memberikan alternatif pengembangan guna peningkatan kinerja aerator kincir. Artikel ini merupakan rangkuman dari “state of the art” desain dan kinerja aerator kincir untuk penggunaan budidaya air.Kata kunci: desain, aerasi. kincir, kelarutan oksigen, efisiensi.Diterima: 12 November 2013; Disetujui:15 Januari 2014
Efek Paparan Musik dan Noise pada Karakteristik Morfologi dan Produktivitas Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea) Joko Prasetyo; Tineke Mandang; I Dewa Made Subrata
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.02.1.%p

Abstract

AbstractThe objective of present study was to investigate the effect of various sounds on the green mustard’s (Brassica Juncea) morphology characteristic and productivity. The plant has been subjected to three various sound, namely classical music (rhythmic violin music), machine and traffic noise, and mixed sound (classical music and traffic noise) with 70-75 dB sound pressure level, from germination to harvest for three hours (7-10 am.) each day. Six parameters, i.e. germination, plant height, leaf width, leaf lenght, total plant lenght, and fresh weight, related with growth and productivity of plant were been monitored on regular basis.The results showed classical music improves germination up to 15% for 36 hours, plant height 13,5%, leaf width 14,8%, leaf length 14,2%, and wet weight 57,1%. In general, exposure to classical music gives thebest results on the morphological characteristics and productivity of green mustard.Keywords: Sound exposure, plant morphology , productivity, green mustardAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek paparan variasi suara terhadap karakteristik morfologi dan produktivitas tanaman sawi hijau. suara yang dipaparkan antara lain musik klasik (suara biola), bising lalu lintas dan mesin industri (noise) dan campuran antara musik klasik dan noise. Level suara yang digunakan berkisar antara 70-75 dB dimulai sejak masa perkecambahan hingga panen selama 3 jam tiap harinya dimulai pukul 07.00-10.00. Enam parameter yang diamati dan diambil datanya meliputi, daya berkecambah, tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, panjang tanaman total dan berat basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik klasik meningkatkan daya berkecambah sebesar 15%, tinggi tanaman sebesar 13,5%, lebar daun sebesar 14,8%, panjang daun sebesar 14,2%, dan berat basah sebesar 57,1%. Secara umum paparan musik klasik memberikan hasil terbaik terhadap karakteristik morfologi dan produktivitas sawi hijau.Kata kunci: Paparan suara, morfologi, produktivitas, sawi hijauDiterima: 21 Oktober 2013;Disetujui: 28 Januari 2014
Transportasi dan Simulasinya dengan Pengemasan Curah untuk Cabai Keriting Segar Sandro Pangidoan; Sutrisno .; Y. Aris Purwanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.02.1.%p

Abstract

AbstractRed chili is the one of agricultural commodity which is needed by Indonesian people and has high economic value. It’s perishable product and almost needed in fresh product, the packaging and transportationbecome a postharvest critical point for maintain the freshness of product in the time of distribution until the consumer hand. The objective of this research was to do the real transportation and transport simulationwith bulk packaging for fresh chili and to evaluate the effect of transportation and packaging to weight losses, hardness, colour and water content. Packaging method was performed in two kind of packagewhich is cardboard box and plastic crate. This research compared the ability of the packages (plastic crate and cardboard box) to maintain the quality of fresh chili. Transport simulation can represent the real transportation with the same condition of vibration. Weight losses, hardness, color and water content aren’t affected directly by transportation.Keywords: Red chili, postharvest, packaging, transportation, vibrationAbstrakCabai merah adalah salah satu komoditas pertanian yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dan bernilai ekonomis yang tinggi. Cabai merah mudah rusak dan dibutuhkan dalam bentuk segar, sehingga cara pengemasan yang tepat serta transportasi yang baik menjadi titik kritis pascapanen untuk menjaga kesegaran produk pada saat didistribusikan sampai ke tangan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan transportasi langsung dan simulasi transportasi dengan pengemasan curah pada cabai keriting segar dan mengevaluasi pengaruh dari transportasi dan pengemasan terhadap susut bobot, kekerasan, warna dan kadar air pada cabai keriting segar. Pengemasan dilakukan pada dua jenis kemasan yaitu kemasan karton (kardus) dan keranjang plastik. Penelitian ini membandingkan kemampuan kedua kemasan (keranjang plastik dan kardus) untuk mempertahankan kualitas cabai keriting segar. Simulasi Transportasi bisa merepresentasikan transportasi langsung di lapangan dengan kondisi getaran yang sama. Susut bobot, kekerasan, derajat warna dan kadar air tidak dipengaruhi secara langsung oleh transportasi.Kata kunci: cabai merah, pascapanen, pengemasan, transportasi, getaranDiterima: 25 November 2013; Disetujui:28 Januari 2014

Filter by Year

1992 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 10 No. 3 (2022): Desember 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): April 2022 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 1 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 1 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2015): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 27 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 1 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 2 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 1 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 2 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 1 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 2 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 1 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 4 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 3 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 3 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 1 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 3 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 1 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 2 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 1 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 2 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 1 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 3 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 2 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 1 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (1997): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 6 No. 1 (1992): Buletin Ketenikan Pertanian More Issue