cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2025): Februari" : 6 Documents clear
Pengaruh Hasil Metabolit Sekunder PSB (Photosyintethic Bacteria) terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Ranti Prima Ilahi; Gusnidar; Mimien Harianti; M Aknil Sefano
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i1.53694

Abstract

Bakteri Fotosintetik (PSB) menghasilkan beberapa metabolit diantaranya Asam Amino, zat bioaktif,Oksigen, Karbon Dioksida. Zat bioaktif dalam PSB merupakan hasil metabolit sekunder dari bakterifotosintesis salah satunya fitohormon. Peran fitohormon seperti Auksin (IAA), Giberelin, dan Sitokinpada proses fisiologis, mengatur masa dormansi perkecambahan biji, pembentukan akar, pemotongan,serta pembentukan percabangan tanaman, seperti tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitianbertujuan untuk mengetahui pengaruh metabolit PSB (Photosyintethic Bacteria) dari sumber proteinhewani terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Penelitian dilakukan di rumah kaca FakultasPertanian Universitas Andalas pada 15 Agustus hingga 25 September 2024 menggunakan bahan: tanahordo Regosol, PSB dari sumber protein hewani, dan tanaman pakcoy. Tanah diambil di Nagari KorongTiram Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) (36 satuan percobaan) dengan perlakuanyaitu (1) PSB telur ayam ras; (2) PSB telur ayam kampung; (3) PSB telur bebek; (4) PSB telur keongmas; dan (5) PSB daging ikan nila. Parameter penelitian yaitu hasil metabolit PSB: IAA, Giberelin, danSitokinin (pengukuran secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer, metode kalorimetri), danNitrogen (Kjeldhal), Phospor, dan Kalium, (ekstrak HNO3). Produksi tanaman meliputi pertumbuhanvegetatif dan generatif. Indikator vegetatif adalah tinggi tanaman, dan jumlah daun, biomasa pakcoysegar dan bobot kering setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSB telur ayam rasmenghasilkan IAA, Giberlin dan Sitokinin paling tinggi. Unsur hara N, P, K tertinggi yaitu pada PSBdaging ikan nila. Pengaplikasian PSB daging ikan nila merupakan perlakuan terbaik dalammeningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy seperti: tinggi tanaman, jumlah helai daun, bobot segartanaman, dan bobot kering tanaman.
Transformasi Mineral Klei pada Pertanian Intensif: Implikasi terhadap Kesuburan Tanah dan Keberlanjutan R. Ayu Chairunnisya; Retno L Lubis; Yaumil Khairiyah; Khairun Purgawa; Retno Purnama Sari
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i1.53699

Abstract

Transformasi mineral klei dalam tanah akibat intensifikasi pertanian memiliki dampak signifikanterhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan sistem pertanian. Artikel review ini mengkaji dinamikatransformasi mineral klei yang dipicu oleh praktik seperti pemupukan kimia, irigasi berlebih, danpengolahan tanah intensif. Transformasi ini memengaruhi kapasitas tukar kation, retensi hara, danstabilitas agregat tanah, dengan implikasi jangka panjang terhadap produktivitas dan kesehatan tanah.Kajian literatur dilakukan dengan meninjau publikasi dalam lima tahun terakhir yang berkaitan dengankata kunci "transformasi mineral klei," "evolusi klei pada tanah," dan "pengelolaan tanah pertanianberkelanjutan." Sumber yang dipilih berasal dari basis data ilmiah terkemuka dan mencakup studi yangsecara representatif menggambarkan transformasi mineral klei dalam sistem tanah pertanian sertadampaknya terhadap sifat tanah. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi antara mineral klei, bahanorganik, dan mikroorganisme dapat mempercepat transformasi mineral, tetapi juga membuka peluanguntuk pengelolaan adaptif yang meningkatkan fungsi tanah. Oleh karena itu, strategi pertanianberkelanjutan berbasis bukti, seperti penggunaan biochar dan pertanian presisi, direkomendasikanuntuk memitigasi dampak negatif transformasi mineral klei dan mendukung keberlanjutan tanah.
Pemanfaatan Tepung Ubi Ungu dan Pisang Raja dalam Inovasi Bolu dengan Pemanis Stevia Fitriyah Zulfa; Anisa Rahma Dian Pratiwi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i1.53697

Abstract

Bolu kukus umumnya terbuat dari bahan utama seperti tepung terigu, gula pasir, telur dan margarin.Penggantian terigu dengan memanfaatkan tepung dari ubi ungu dapat mengurangi ketergantunganpada produk impor dan lebih sehat karena bebas gluten. Penelitian ini menurunkan kalori dari guladengan menggantinya menggunakan pemanis stevia dan pisang raja matang. Tujuan penelitian iniadalah menghasilkan inovasi bolu kukus bebas gluten dan gula, mengidentifikasi efek proporsi tepungubi ungu dan pure pisang raja pada karakteristik fisikokimia dan penerimaan organoleptik. Metodepenelitian secara deskriptif 3 perlakuan (% penambahan dari tepung ubi ungu) P1 (40%), P2 (50%), P3(60%). Bahan lain yaitu telur, margarin, dan pemanis stevia. Analisis kimia meliputi kadar air dan abu(oven thermogravimetri), aktivitas antioksidan (metode DPPH), dan kadar pati, analisis sifat fisik dayakembang, analisis organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Berdasarkan hasil ujiorganoleptik rentang skor 1-5 didapatkan hasil skor tertinggi setiap parameter pada P2 : skor warna4,21a ± 0,641, aroma 3.35a ± 0,646, rasa 3.09ab ± 0,900, dan tekstur 3.68b ± 0,768. Produk yangmendapatkan skor analisis organoleptic tertinggi merupakan produk terbaik dan dilanjutkan analisiskimia, dengan hasil kadar air 36,35%,kadar abu 1,80%, aktivitas antioksidan 23,12%, kadar pati 15,24%,dan daya kembang sebesar 0,68%. Inovasi bolu kukus diterima secara sensory dengan nilai rata-ratadisukai pada semua parameter dan sesuai SNI 01-3840-1995 kukus kadar air maksimal 40%, kadar abu1%.
Pengaruh Macam dan Konsentrasi Auksin terhadap Pertumbuhan Awal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Metode Bud Set Robby An Taghfironi; Gatot Subroto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu adalah tanaman penghasil gula utama di Indonesia. Salah satu upaya untuk menghasilkan bibittebu unggul adalah dengan metode bud set. Untuk merangsang perakaran bud set perlu diaplikasianauksin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Macam dan Konsentrasi Auksinterhadap Pertumbuhan Awal Tanaman Tebu Metode Bud Set. Penelitian ini menggunakan rancanganacak lengkap pola faktorial. Faktor pertama adalah macam zat pengatur tumbuh yaitu NAA, IBA, danIAA. Faktor ke dua adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh dengan taraf kontrol, 100 ml/l, 200 ml/l,dan 300 ml/l. Data dianalisis menggunakan analisis ragam Anova, kemudian diuji lanjut DMRT dengansignifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara macam dan konsentrasi zat pengaturtumbuh berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun dengan hasil terbaik IBA 200 ml/l. Pengaruhmacam zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap variabel Jumlah akar dan volume akardengan hasil terbaik IBA. Pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh terhadap variabelkecepatan berkecambah, jumlah anakan, jumlah akar, dan volume akar dengan hasil terbaik taraf 200ml/l.
The Effect of Starter Culture on Increasing Food Safety and Its Impact on Customer Preference Hillary Ellen Yapradinata; Alvin Chandra Wijaya; Tuhfah Wikaputra; Masdiana Cendrakasih Padaga; Oki Krisbianto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aron is a fermented white corn, a traditional product of the Tengger tribe, which is susceptible to contamination by pathogenic microorganisms during its production process. The addition of starter cultures obtained from the isolation of dominant lactic acid bacteria in the natural fermentation of white corn, namely Lactobacillus and Streptococcus, was expected to inhibit the growth of pathogenic microorganisms. The aim of this study was to evaluate the ability of different concentrations of starter culture, starting from 0%, 10%, 20%, and 30% to inhibit the growth of pathogenic microorganisms, under different fermentation conditions, which are traditional fermentation at a cold temperature around 13-18°C in Tengger and controlled fermentation at 28-32°C in a laboratory in Surabaya for 6 days, with analysis done on days 0, 3, and 6. Differences in sensory characteristics of aron with the addition of starter cultures, including aroma, taste, and color, were also evaluated. The indicator used to measure the growth of pathogenic microorganisms was Enterobacteriaceae, which quantity was analyzed to evaluate the inhibition of its growth by lactic acid bacteria under both conditions. Biochemical analyses such as TSIA test, catalase test, and motility test were performed to ensure that the dominant bacteria at the end of fermentation were lactic acid bacteria. Additionally, molds that grew during fermentation in both conditions were identified. Sensory analysis was done at the end of fermentation, including aroma, taste, and colour tests, which supported by Whiteness Index, DE2000, and Chroma analyses to evaluate the impact of starter culture and environmental conditions on the resulting aron. The addition of starter cultures was shown to affect the inhibition of Enterobacteriaceae growth under both conditions. Biochemical tests serve as supporting evidence that the dominant bacteria under both conditions after 6 days of fermentation were lactic acid bacteria. Aroma was identified as an attribute likely influenced by the addition of starter culture and environmental differences, caused by the compounds produced during fermentation. It was concluded that the addition of starter culture and environmental differences affect the microbiological characteristics and aroma of aron.
Respon Interval Pengadukan dan Penggunaan Air Baku Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada Hijau Romaine pada Hidroponik Sistem Wick Aprilia Hartanti; Mimik Umi Zuhroh; Mita Hikmatur Romadhana
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i1.53693

Abstract

Budidaya sayuran secara hidroponik menggunakan sistem wick merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pemanfaatan lahan sempit pada urban farming. Jenis sistem hidroponik yang mudah digunakan adalah sistem sumbu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon interval pengadukan dan penggunaan air baku yang digunakan sebagai pengencer nutrisi terhadap pertumbuhan dan produksi selada hijau romaine. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Faktor pertama adalah interval pengadukan dalam wadah sistem sumbu dengan 4 taraf (tanpa pengadukan, diaduk 1 kali/hari, 2 kali/hari dan 3 kali/hari) dan Perlakuan kedua meliputi penggunaan air baku yang terdiri dari 3 taraf (Air pembuangan AC, Air PDAM, Air sumber dari pegunungan). Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, diameter, jumlah daun, panjang akar, dan berat brangkasan basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pengadukan larutan nutrisi 3 kali sehari memberikan pengaruh signifikan pada semua parameter pertumbuhan dan produksi selada hijau romaine. Macam air baku yang digunakan, yaitu air AC, berpengaruh positif terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi. Kombinasi perlakuan interval pengadukan 3 kali/hari dengan penggunaan air baku asal pembuangan AC menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6