cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2008)" : 16 Documents clear
ADAPTASI DAN FLEKSIBILITAS NILAI KOPERASI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu sektor atau pelaku ekonomi, koperasi didirikan dan dipacu di atas landasan nilai dan prinsipnya tersendiri. Berbeda dengan bentuk perusahaan non-koperasi. Dalam kenyataan koperasi sebagai pelaku ekonomi  sampai saat ini masih jauh tertinggal dari pelaku ekonomi lainnya. Hal ini tentu ada faktor yang menyebabkannya. Dari sekian banyak faktor yang diperkirakan menghambat kemajuan koperasi salah satunya adalah kekakuan nilai dan prinsip koperasi yang dianut serta diterapkan. Dalam menghadapi persaingan global, lingkungan ekonomi yang dihadapi suatu masyarakat sudah jauh berubah. Persaingan dalam memperoleh manfaat ekonomi semakin tajam. Berdasarkan itu, sudah saatnya koperasi perlu untuk mengadaptasi ulang nilai-nilai dan prinsipnya secara fleksibel, agar koperasi tidak tertinggal dengan bentuk badan usaha lainnya.  Kata Kunci:nilai dan prinsip koperasi, persaingan global.
PENINGKATKAN MUTU DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SESUAI DENGAN TUNTUTAN GLOBAL Nasir Usman
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi variabel determinan dan kedudukannya krusial ketika suatu bangsa menginginkan warganya berkualitas. Menjadikan pendidikan sebagai leading sector, benchmarking dari negara-negara lain,  good and clean government dalam era global bukan hanya sebagai persyaratan, tetapi lebih dari itu, ia menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Reformasi dan transformasi pendidikan selayaknya dilaksanakan sebagai langkah pembaruan dan pemberdayaan peningkatan mutu pendidikan, yang dilakukan secara simultan dengan sektor-sektor lainnya, Untuk itu, proses pembelajaran pada berbagai lembaga pendidikan harus berpijak pada empat pilar pendidikan, yaitu: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Kata kunci: peningkatan mutu, penyelenggaraan pendidikan
PENDEKATAN SUPERVISI DAN SUMBANGANNYA TERHADAP PENINGKATAN PROFESIONAL GURU SMA NEGERI 4 BIREUEN G, Mariana
Mentari Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus agar dapat melaksanakan fungsinya secara profesional. Salah satu pembinaan yang dilakukan adalah melalui supervisi, yaitu pembinaan eksternal yang dilakukan oleh kepala sekolah selaku supervisor. Pendekatan supervisi oleh Kepala SMA Negeri 4 Bireuen adalah pendekatan direktif, nonderektif dan kolaboratif. Indikator yang membedakan ketiga pendekatan supervisi tersebut adalah dari segi tanggung jawabnya. Pada pendekatan direktif, tanggung jawab sepenuhnya pada supervisor, sedangkan tanggung jawab guru rendah. Pada nondirektif, tanggung jawab guru yang besar, sedangkan supervisor hanya sebagai pendorong dalam memecahkan masalah. Untuk pendekatan kolaboratif, supervisor dan guru berbagi tanggung jawab. Penelitian ini untuk mengetahui sumbangan kegiatan supervisi terhadap peningkatan profesional guru di SMA Negeri 4 Bireuen dengan metode kualitatif dengan data primer (wawancara) dan data sekunder (dokumen). Populasi terdiri dari Kepala SMA Negeri 4 Bireuen dan guru 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan:                   1. Pendekatan supervisi yang sering digunakan adalah pendekatan kolaboratif, namun  sewaktu-waktu juga menggunakan pendekatan direktif dan nondirektif; 2. Ketiga pendekatan supervisi yang digunakan oleh Kepala SMA Negeri 4 Bireuen telah memberi sumbangan terhadap peningkatan profesional guru-guru SMA Negeri 4 Bireuen. Kata kunci: pendekatan supervisi, pendekatan profesional
STRATEGI PEMECAHAN MASALAH YANG KREATIF DALAM MEMBANTU PROSES BELAJAR SISWA Sofyan A Gani
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi siswa dalam proses belajar mengajar dan dalam berinteraksi dengan komunitas sekolah sangat beragam. Permasalahan-permasalahan tersebut ada yang dapat dipecahkan sendiri oleh siswa yang bersangkutan, dengan teman, ada pula yang membutuhkan bantuan guru. Khusus yang membutuhkan bantuan guru, salah satu cara pemecahan masalah adalah dengan tidak memberi jawaban secara langsung, melainkan mengajak anak untuk berpikir melalui beberapa tahap agar sampai pada pemecahan masalah dimaksud. Kata kunci:      pemecahan masalah, proses belajar mengajar,                           problem solving
PERKEMBANGAN GERAK FUNDAMENTAL PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK Ahadin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gerak fundamental pada anak taman kanak-kanak terdiri atas gerak lokomotor, gerak nonlokomotor, dan gerak manipulatif. Gerak ini merupakan gerak dasar yang perlu dipelajari dan dilatih bagi anak-anak usia taman kanak-kanak. Apabila gerak fundamental ini dipelajari dan dikuasai dengan konsep pembelajaran gerak yang benar dan tepat, dapat diharapkan anak memiliki fondasi untuk mempelajari keterampilan gerak pada berbagai cabang olahraga kemudian hari baik. Gerak lokomotor terdiri dari gerak: lari, lompat, congklang, loncat, dan melewati, gerak nonlokomotor terdiri dari gerak: mendorong, menarik, menekuk, melingkar, dan berbelok, sedangkan gerak manipulatif terdiri dari gerak: melempar, menangkap, menyerang, menendang, dan menderibel. Gerak fundamental mempunyai format dasar dari seluruh gerakan yang sering juga dideskripsikan sebagai dasar dari penguasaan keterampilan gerak bagi anak usia taman kanak-kanak.  Penguasaan gerak fundamental pada anak taman kanak-kanak dipengaruhi oleh pertumbuhan, perkembangan, lingkungan, dan ketepatan dalam memberikan tugas dan latihan dengan mengikuti tahapan-tahapan pembelajaran yang tepat. Kata kunci:   gerak fundamental, lokomotor, nonlokomotor,                       dan manipulatif
KEUJRUEN BLANG DAN PEMBERDAYAAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR IRIGASI (Suatu Penelitian Aspek Sosiobudaya) Rusli Yusuf
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keujruen Blang merupakan perangkat adat dalam masyarakat Aceh yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengatur, mendampingi dan membina petani sawah termasuk perkumpulan petani pemakai air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis  persepsi petani sawah (perkumpulan pemakai air  irigasi)  terhadap kehadiran Irigasi teknis, (2)  menganalisis persepsi masyarakat tani terhadap keberadaan  perkumpulan petani pemakai air (P3A) sebagai wadah pengelolaan air irigasi di petak tersier, (3) menganalisis persepsi masyarakat tani terhadap peran  Keujruen Blang sebagai pengelola air pada masa yang lalu (sebelum ada irigasi teknis), (4) menemukan  nilai sosial budaya yang dapat menghambat dan mendorong  peran keujruen blang dalam memberdayakan pengelolaan air irigasi dan petani, dan (5) menemukan komitmen institusi desa (gampong) dan kemukiman terhadap peran keujruen blang dalam pemberdayaan petani pemakai air (petani sawah). Penelitian kualitatif ini dipusatkan pada tiga Kabupaten yang memiliki jaringan irigasi teknis, yaitu Kabupaten Pidie, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat Daya. Untuk menentukan responden digunakan teknik sampel bertujuan (purposive). Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam ini dianalisis secara logis dan komparatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan irigasi teknis dan  Keujruen Blang, baik dalam tatanan nilai budaya Aceh maupun dalam tataran kebijakan pemerintah yang diintegrasikan ke dalam P3A dinilai positif oleh sebagian besar masyarakat tani dalam mengoptimalkan kegiatan pertanian sawah. Peran keujruen blang dinilai cukup dominan dalam memberdayakan petani, karena ia melakukan tugas-tugas seperti  mengkoordinasikan kegiatan gotong-royong pembersihan saluran (limeuh lueng),  mengkoordinasikan  penelusuran saluran sampai dengan sumber air,  membagi air sampai ke petak-petak sawah warga, membantu geuchik mengkoodinasikan kegiatan khanduri, dan menyelesaikan permasalahan yang muncul antar anggota masayarakat yang berkenaan dengan  sengketa pembagian air dan tanah pertanian di sawah.  Kata kunci : keujruen blang dan petani pemakai air irigasi.

Page 2 of 2 | Total Record : 16