cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2010)" : 18 Documents clear
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG BERAS DALAM PEMBUTAN KUE BOLU (BHOI), PENGANAN TRADISONAL ACEH, DI KECAMATAN MEURAXA Wardiah -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To keep bhoi exist, we try to just rice flour as the main material in making process. Based on the above statement, this experiment is purpose to (1) Know how many percent of using rice flour can replace wheat flour, (2) Know the taste comparison between bhoi with is made from rice flour to bhoi which is made from wheat flour, (3) Know the texture comparison between bhoi with is made from rice to bhoi which is made from wheat flour. This experiment is conducted in Lambung village Meuraxa sub-district, Banda Aceh district and also in Tata Boga’s Laboratory. Research setting which used is Complete Random Plan system non factorial which consists of six treatment of using rice flour to replace wheat flour in mixing material to make bhoi by composition of rice flour 0%,20%, 40%, 60%, 80%,and 100%. This research is repeated six times through each treatment. There are five informants whose have knowledge and skill in making bhoi and also ten prominent figure woman whose know and ever make bhoi. The experiment is conducted to texture and taste which is examined by ten panelists to the hedonic and acceptability test. From the data can be concluded thah (1) Rice flour can replace wheat flour 0%,20%, 40%, 60%, 80%,and  100%. The most panelist like is the treatment of making bhoi by adding 0% and 100% rice flour, (2) It gives and abvious effect of using rice flour to the taste of bhoi and panelists be fond of the taste at 100%  treatment, (3) It gives an obvious effect of using rice flour to the texture of bhoi at 0% and 100% treatment which the most panelists  like.  Keywords: Bhoi, Aceh’s traditional cake, wheat flour, rice flour.
Hal-Hal yang perlu Diperhatikan dalam Pengembangan Bahan Ajar Ramli -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan belajar-mengajar. Tanpa bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar tidak dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, sebelum mengajar setiap guru diharapkan dapat menyiapkan bahan ajar.Banyak guru sudah menyiapkan bahan ajar ketika hendak mengajar. Akan tetapi, banyak pula yang masuk ke dalam kelas tanpa bahan ajar yang sengaja disiapkan. Karena bahan ajar tidak disiapkan, sang guru cenderung menceritakan pengalamannya atau member nasihat kepada siswa/mahaiswa sebagai pengganti bahan ajar. Fenomena ini sering terjadi pada jejang SD/SMP/SMA, bahkan pada Perguruan Tinggi. Ketika ditanyakan alasan tidak menyiapkan bahan, guru tipe ini menjawab bahwa bahan ajar tidak perlu disiapkan karena sudah ada buku teks.Sesungguhnya, guru bukan tidak mau menyiapkan bahan ajar, tetapi lebih banyak karena belum mengetahui tentang hakikat bahan ajar dan pengembangannya. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dibahas secara umum tentang alasan pengembangan bahan ajar, prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar, buku teks, dan latihan-latihan dalam mengembangkan bahan ajar.
PENGARUH RASIO CAMEL (CAPITAL, ASSET, MANAGEMENT, EARNING, LIQUIDITY) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DI INDONESIA TAHUN 2006 - 2008 Jen Surya
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui “Pengaruh Rasio CAMEL (capital, assets, management, earning, liquidity) Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan di Indonesia khususnya bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel dalam penelitian ini terbatas pada perbakan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode amatan tahun 2006 s.d 2008, memiliki kantor cabang operasional di Banda Aceh, menyajikan laporan keuangan secara berturut-turut selama periode 2006 s.d 2008, dari kriteria jumlah sampel yang diperoleh adalah 9 Bank. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa rasio CAMEL secara simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perbankan yang diindikasikan dengan hasil uji statistik P-value dengan tingkat signifikansi 5%, tidak signifikan karena lebih besar dari tingkat signifikansi 5%. Secara parsial tidak ada satu rasio pun yang berpengaruh positif terhadap kinerja perbankan. Ini diindikasikan oleh nilai P-Value untuk tiap-tiap rasio independen  yang lebih besar daripada nilai signifikansi 5%. Kesimpulan yang diambil bahwa rasio CAMEL tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perbankan di Banda Aceh, baik secara simultan maupun secara parsial. Untuk itu disarankan Penelitian berikutnya perlu mempertimbangkan faktor selain rasio CAMEL seperti; kebijakan moneter, fluktuasi nilai tukar dan tingkat inflasi, volatilitas tingkat bunga, sekuritisasi, persaingan antar bank maupun lembaga keuangan nonbank, perkembangan teknologi, inovasi instrumen keuangan, sosial dan politik, dan globalisasi. Juga perlu mempertimbangkan jumlah bank yang lebih besar, bukan hanya bank yang beroperaasional di Banda Aceh.  Key words: Rasio CAMEL, Kinerja Keuangan Perbankan.
KONSELING ISLAMI SEBAGAI PENDEKATAN PARIPURNA DALAM MENJAWAB PERUBAHAN NILAI Muharrir Asy'ari
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah swt. menciptakan makhluk dengan bentuk yang paling baik dibandingkan dengan makhluk lain. Di dalam dirinya terdapat dua unsur yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, yaitu unsur jasmani dan rohani. Dengan dua unsur inilah manusia menjalankan tugasnya sebagai khalifah di atas dunia ini, memberdayakan kehidupan untuk kesejahteraan hidupnya di dunia dan akhirat.Di dalam menjalankan fungsinya, manusia menghadapi ujian dan tantangan yang berat. Ujian tersebut dapat berupa nikmat atau musibah. Di dalam pandangan Islam, hal ini merupakan ujian keimanan. Allah swt. berfirman di dalam Alquran surat Alankabut, ayat 2-3, yang artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi.”Masyarakat Aceh pascatsunami patut bersyukur atas nikmat, yaitu banyaknya fasilitas yang dibangun, situasi keamanan kondusif, aktivitas sosial meningkat. Namun, di sisi lain, kita perlu bertanya pada diri kita, sudahkah kita menjadi orang yang bersyukur dan dapat menggunakan nikmat itu dengan baik?Aceh dalam situasi global saat ini, kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang untuk mencapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berpikir dan meningkatkan kemampuan. Namun, globalisasi itu juga mempunyai dampak negatif.Syamsu Yusuf[1] dalam bukunya, Landasan Bimbingan dan Konseling mengatakan dampak negatif dari globalisasi adalah (1) keresahan hidup di kalangan masyarakat yang semakin meningkat karena banyaknya konflik, stress, kecemasan, dan frustasi. (2) adanya kecenderungan pelanggaran disiplin, kolusi dan korupsi, makin sulit ditegakkannya ukuran baik, jahat, benar, salah secara tegas. (3) adanya ambisi kelompok yang dapat menimbulkan konflik, tidak saja konflik psikis, tetapi juga konflik fisik. (4) pelarian dari masalah melalui jalan pintas yang bersifat sementara dan adiktif seperti penggunaan obat-obatan terlarang.Agaknya, apabila kita renungkan, di tengah-tengah masyarakat, terjadi pergeseran nilai, yaitu (1)  dari kehidupan yang religius bergeser ke arah kehidupan materialistik. Masyarakat cenderung hidup hedonistik dan konsumtif, mengejar kepuasan, mengabaikan aspek ruhaniyahnya. (2) masyarakat kita dahulu dikenal dengan masyarakat yang cinta kebersamaan, saling tolong menolong, sekarang bergeser ke arah hidup individualistik dan kontrol sosial lemah. (3) pengalaman ritual keagamaan mulai kendor, ada saja di tengah-tengah masyarakat orang yang tidak salat, tidak puasa, bahkan salat jumat pun ditinggalkannya. (4) konflik individu, keluarga, dan sosial meningkat, kekerasan terhadap anak, sehingga ada anak yang kabur dari rumahnya, kekerasan rumah tangga yang mengakibatkan peningkatan perceraiaan, tawuran antar warga desa yang hanya disebabkan oleh maslah kecil. (5) pergaulan bebas merangkak naik. Akibatnya, penyakit aids naik kuantitasnya dari tahun ke tahun, ada kasus bayi dari hasil hubungan gelap yang tak berdosa dibuang begitu saja, serta banyak kasus lainnya di tengah-tengah masyarakat yang sangat meresahkan dan memprihatinkan. Dengan demikian, banyak manusia sekarang ini yang sebenarnya tidak menemukan lagi makna hidupnya dan mengindap gangguan psikis.Ahmad Mubarak, sebagaimana dikutip Erhamwilda, dalam bukunya Konseling Islami, mengatakan bahwa ada beberapa gangguan kejiwaan manusia modern. Gangguan dimaksud adalah: (1) kecemasan, (2) kesepian, (3) kebosanan, (4) perilaku menyimpang, dan (5) psikosomatik.[2][1] Syamsu Yusuf dan A. Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan   dan Konseling, 2006, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, Cet. 2,  hlm. 1. [2] Erhamwilda, Konseling Islami, 2009, Graha Ilmu, Yogyakarta, Cet. 1,  hlm. 53. 
OUTCOMES-BASED ASSESSMENT Hendra -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan telah menjadi prioritas yang utama bagi setiap negara dan pemerintah. Hal ini menjadi penting karna suatu negara dapat berkembang dengan cepat jika didukung oleh ketersedian sumber daya manusia yang memiliki sejumlah kompetensi dan keterampilan ( life skill) yang baik dan handal sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya; yang tujuan nya agar dapat memenuhi kebetuhan pasar tenaga kerja serta mampu mengelolah sumber daya alam yang ada dengan baik. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualiatas dan terampil salah satu nya dapat dilakukan melalui sistim pendidikan yang menekankan pada hasil pembelajaran dimana hasil kemajuan dan prestasi yang dicapai oleh peserta didik dapat diukur dan diamati oleh seorang guru. Oleh karna itu, dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu sistim penilain dan evaluasi (assessment/evaluation) yang memuat sejumlah standar atau kompetensi tertentu yang harus dicapai atau dimiliki oleh seorang peserta didik dari suatu hasil proses pembelajaran.  Kata Kunci: outcomes-based assessment
THE INTERNATIONAL STUDENTS’ MOTIVATION IN LEARNING BAHASA MELAYU AS A FOREIGN LANGUAGE AT UKM, MALAYSIA Asnawi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi motivasi dan persepsi mahasiswa internasional dalam belajar bahasa Melayu sebagai bahasa asing di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek peneltian ini adalah sejumlah 30 mahasiswa asing yang belajar di UKM dengan menggunakan teknik purposif sampling. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menyebarkan angket/kuisioner kepada 30 subjek peneltian. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan persentase.  Dapatan kajian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju dengan belajar bahasa Melayu sebagai bahasa asing di universitas dimaksud. Hal ini dapat dilihat persentase yang diperoleh dimana 70% dari 30 responden menyatakan setuju bahasa Melayu dipelajari oleh mahasiswa asing di UKM. Mereka juga menyatakan bahwa dengan belajar bahasa Melayu dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami literature yang ditulis dalam bahasa tersebut. Di samping itu, bahasa Melayu juga dianggap penting karena dengan menguasai bahasa tersebut akan mempermudah mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus di Negara Malaysia.  Berdasrkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi/persepsi mahasiswa asing dalam belajar bahasa Melayu sangat positif. Mereka merasa puas terhadap pelaksanaan bahasa Melayu dapat membantu mereka dalam belajar di Malaysia.    Kata Kunci: international students, Bahasa Melayu, motivation
PEMANTAPAN WAWASAN KEBANGSAAN DALAM MENGSUKSESKAN PILKADA 2011 M Nasir Basyah
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Multi penafsiran terhadap wawasan kebangsaan sering kita jumpai, namun subtansinya sama, yakni kesamaan cara pandang ke dalam dan cara pandang ke luar sebagai sebuah bangsa dalam berbagai permasalahan yang dapat dilihat di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, ideologi, dan pertahanan - keamanan.Oleh karena itu, masa lalu (sejarah) memberikan kita pelajaran berharga untuk menatap jauh kedepan, bahwa jatuh bangunnya suatu bangsa sangat bergantung pada konsep wawasan kebangsaan yang mereka pahami dan ideologi yang mendukungnya. hal itu berkaitan dengan konsep suatu bangsa dalam mensejahterakan rakyat, selain itu bergantung pada kemampuan berbagai level strata sosial yang ada di masyarakat dalam mengadaptasikan dirinya terhadap berbagai perubahan global yang selalu berubah dewasa ini.Kualitas rasa kebangsaan seseorang sangat dipengaruhi minimal oleh 2 (dua) faktor; pertama mental kebangsaan, dan yang kedua intelektual kebangsaan. Apa arti “mental kebangsaan” yakni memuat nilai-nilai humanity (aspek kemanusiaan) contoh peduli terhadap pembinaan mental masa depan pemuda dan cintai terhadap generasi penerus bangsa. Dan apa arti “intelektual kebangsaan” yakni mengandung nilai kreatifitas dalam memikirkan dan menemukan pemecahan masalah yang terbaik untuk permasalahan kebangsaan, dan selalu berpikir jernih serta berpikir pembaharuan untuk menatap jauh kedepan.Makalah ini berupaya mengulas beberapa permasalahan yang berkaitan dengan topik di atas di antaranya: a). Wawasan Kebangsaan dan Kesejahteraan Rakyat, b). Potensi Konflik Dalam Pilkada, c). Lima Potensi Konflik, d). Demokrasi lokal, e). Wawasan Kebangsaan dan Penguatan Pemerintahan, f). Makna Visi Pembangunan, g). Memaknai Peran DPRA/DPRK.
IMPROVING THE QUALITY OF PERFORMANCE APPRAISALS OF EMPLOYEES AT SYIAH KUALA UNIVERSITY Sayed Mahdi
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sumber daya manusia yang unggul di sebuah universitas di percaya dapat menciptkan keunggulan kompetitif bagi sebuah universitas. Keunggulan tersebut sangat sulit di tiru oleh pesaing pesaing dalam jangka pendek.Oleh karena itu, artikel ini membahas beberapa aspek penting dalam penilain kinerja karyawan yang umumnya di implementasikan dalam dunia perusahaan,kemudian disesuaikan untuk di terapkan di dalam dunia perguruan tinggi. Artikel ini juga menyarankan Unsyiah memodel penilain kinerja  SDM nya seperti yang telah sukses di implementasikan banyak perguruan tinggi berpengaruh di Amerika. Institusi perguruan tinggi di harapkan secara regular memperbaiki sistem penilaian kinerja SDM nya untuk meningkatkan keobyektifan dalam pengevaluasi human capitalnya secara regular. Sistem evaluasi tersebut diharapkan tidak hanya  berfokus pada kebutuhan administrative, melainkan juga untuk pengembangan staff pengajarnya. Keywords: Performance Appraisal, Productivity and University

Page 2 of 2 | Total Record : 18