cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT PASIEN PERILAKU KEKERASAN DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT MARZOEKI MAHDI BOGOR Suryaningrum, Sri; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.823 KB)

Abstract

Skizofrenia menduduki peringkat keempat sebagai penyakit yang membebankan di seluruh dunia. Salahsatu manifestasi klinik dari skizofrenia adalah perilaku kekerasan. Beban berat yang dirasakan keluargadapat menurunkan kemampuan keluarga merawat pasien dengan perilaku kekerasan. Tujuan penelitianadalah mengidentifikasi hubungan beban dengan kemampuan keluarga merawat pasien perilaku kekerasan di Poliklinik Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian adalah analitikdengantehnik purposive sampling terhadap 103 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban dengan kemampuan keluarga dalam merawat pasien perilaku kekerasan (P value<0,05). Peningkatan kemampuan keluarga merawat pasien perilaku kekerasan perlu dilakukan agarbeban yang dirasakan keluarga menjadi berkurang.
Penerapan Teknik Napas dalam pada Pasien Diagnosis Keperawatan Ansietas dengan Diabetes Mellitus serta Tubercolosis Paru di Ruangan Umum Rsmm Bogor Hidayat, Asep Yusup; Ekaputri, Yossie Susanti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.571 KB)

Abstract

Urbanisasi membawa dampak terhadap berbagai sektor di lingkungan perkotaan, yang berdampak pada perubahan gaya hidup. Gaya hidup seperti kurang aktivitas dan makan makanan tidak sehat berdampak pada munculnya berbagai macam penyakit seperti diabetes. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, baik fisik maupun psikososial. Secara fisik dengan menurunnya system imun tersebut penderita DM akan sangat rentan terkena penyakit infeksi, diantaranya lebih rentan mengalami infeksi Tuberculosis (TBC). Ansietas merupakan salah satu komplikasi psikososial yang dapat timbul akibat adanya masalah kesehatan. Intervensi keperawatan membantu klien mengenal ansietasnya, mengidentifikasi cara yang digunakan untuk mengatasi ansietasnya, melatih klien mengontrol ansietasnya menggunakan teknik distraksi, tehnik relaksasi tarik nafas dalam dan hypnosis 5 jari, kegiatan spiritual serta melibatkan keluarga dalam mengatasi ansietas klien.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG CARA MERAWAT PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH KEGIATAN FAMILY GATHERING PADA HALUSINASI DENGAN KLIEN SKIZOFRENIA DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Lukitasari, Puri; Hidayati, Eni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.931 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu sindrom dengan variasi penyebab (banyak yang belum diketahui), dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya, sedangkan angka kekambuhan pada klien tanpa terapi keluarga sebesar 25 – 50% sedangkan angka kekambuhan pada klien yang diberikan terapi keluarga 5-10%. Keluarga sebagai ”perawat utama” dari klien memerlukan treatment untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam merawat klien, sehingga diperlukannya kegiatan Family Gathering. Tujuan penelitian perbedaan pengetahuan tentang cara merawat penderita sebelum dan sesudah kegiatan Family Gathering halusinasi pada klien skizofrenia. Jenis Penelitian Quasi eksprimental dengan rancangan randomized controlled groups pretest-posttestdesign denganintervensi Family Gathering. Variabel bebas adalah Family Gathering dan variabel terikat Pengetahuan tentang cara merawat halusinasi dengan klien skizofrenia. Populasi adalah seluruh keluarga klien halusinasi padaskizofrenia di Unit Rawat Inap. Jumlah sampel 42 (21 responden kelompok perlakuan dan 21 responden kelompok kontrol ) dengan metode purposive sampling dan uji yang digunakan pada penelitian ini ujiindependent t test dan uji paired t Test . Hasil uji dengan independent t test menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sesudah kegiatan Family Gathering ada perbedaan yang bermakna dengan nilai signifikasi 0,000 yang lebih kecil dari α (5%) dan uji paired t Test menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan Family Gathering dapat diketahui nilai p = 0,022 <0,05. Diharapkan perlu diadakan kegiatan Family Gathering secara rutin dan terprogram di Rumah Sakit Jiwa Dr. Amino Gondohutomo Semarang.Kata Kunci : Pengetahuan, Halusinasi , Skizofrenia, Family Gathering
Perkembangan Psikososial Anak Pada Keluarga Buruh Migran Internasional Di Wilayah Kabupaten Kendal Nurhidayati, Tri; Rahayu, Desi Ariyana; Mubin, M. Fatkul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.033 KB)

Abstract

This study aims to to identify psychosocial development of the children. It is based on several studies that families become overburdened with children entrusted, the child's relationship with her mother became strained, unruly children and school dropouts. Family is the first level of social group, the first place for learning about values and the formation of the child's personality structure through the values and norms of the parents. Yet with his parents, especially mothers working abroad will have much effect on the child. Problems that are often experienced by children whose parents work abroad (especially mothers) migrated abroad to earn money for the family, many children who pass through the golden age without the guidance of a mother, even though this period determine the most critical period for children. Though the mother would not be replaced by anyone. Children who left a lot of experience psychosocial problems such as emotional disorders, behavioral problems, hyperactivity, tend to be more passive in terms of addressing issues that arise both families and schools. The study was conducted in the area of Kendal, precisely at Taman Gede village, Gemuh subdistrict. Taman Gede is one of the villages in the district, which send many citizens working abroad according to one of the company's most labor suppliers at Gemuh districts. Kendal selected based on the results BNP2TKI report stating that Kendal area was ranked as the ninth highest labor suppliers in Indonesia in 2012.Respondents are selected based on inclusion criteria that is international migrant worker's family with family members (mother) who left children aged 0 -18 years. The research used descriptive method design to analyze and describe the psychosocial development of the children. Analysis using univariate analysis. The results of the study were obtained either psychosocial development of the child as many as 24 people (60%). Unfavorable psychosocial development that have familiar friends play have significant achievements in life.
Gambaran Tingkat Stres Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah Di Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran Larasanti, Ni Nyoman Diah; Wakhid, Abdul; Susilo, Tri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.969 KB)

Abstract

Stres adalah reaksi/respon tubuh terhadap stresor psikososial (tekanan mental /beban kehidupan). Penelitian ini bertujuan adalah mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah di Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran. Penelitian ini dilakukan di Akper Ngudi Waluyo Ungaran dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Akper Ngudi Waluyo Ungaran yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah yaitu sejumlah 89 mahasiswa. Sempel yang diteliti sebanyak 89 mahasiswa dengan teknik total sampling, alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian di Akper Ngudi Waluyo Ungaran menunjukan sebagian besar responden yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah pada aspek psikologis ditemukan stres sedang sebanyak 55 mahasiswa (61,8%), pada aspek fisik ditemukan stres sedang sebanyak 43 mahasiswa (48,3%), pada aspek kognitif ditemukan stres sedang sebanyak 51 mahasiswa (57,3%), pada aspek sosial ditemukan stres ringan sebanyak 61 mahasiswa (68,5%), tingkat stres seluruh mahasiswa Akper yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah di Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran sebanyak 51 mahasiswa (57,3%) yang mengalami stres sedang. Diharapkan pada remaja putri untuk memperhatikan tingkat stres saat menyelesaikan karya tulis ilmiah.
HUBUNGAN LAMA RAWAT INAP DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PASIEN SKIZOFRENIA BERSTATUS MENIKAH Tubagus, Muhammad Safaat Agung; Suerni, Titik; Tubagus, Muhammad Safaat Agung; Susanto, Wigyo; Susanto, Wigyo
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.262 KB)

Abstract

Rawat inap adalah bentuk perawatan pasien yang dirawat dan tinggal di rumah sakit dalam waktu tertentu. Pelayanan rawat inap yang berkualitas dicirikan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar pasien. Kebutuhan fisiologi menempati peringkat pertama dalam hirarki Maslow yang di dalamnya terdapat kebutuhan akan seksual. Pemenuhan akan kebutuhan seksual harus tetap diperhatikan, karena pasien dengan skizofrenia tidak kehilangan akan keinginan atau hasrat dalam pemenuhan kebutuhan seksualnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama rawat inap dengan pemenuhan kebutuhan seksual pasien skizofrenia berstatus menikah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik Observasi dengan menggunakan desain pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan Probability Sampling jenis Simple Random Sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 60 responden didapatkan karakteristik lama rawat inap yang terbanyak yaitu dengan kategori perawatan singkat sebanyak 35 responden atau sebesar 58,3 %, dan karakteristik lama rawat inap terbanyak pada kategori perawatan sedang sebanyak 25 orang atau sebesar 41,7%. Secara keseluruhan mengalami gangguan pada pemenuhan kebutuhan seksualnya. Kategori perawatan singkat sebanyak 23 orang (65,7 %) kurang terpenuhi dan kategori perawatan sedang sebanyak 18 orang (72 %) tidak terpenuhi kebutuhan seksualnya. Hasil penelitian dengan uji Chi-Square  menunjukan nilai P Value = 0,004 ( <0,05), maka ada hubungan lama rawat inap dengan pemenuhan kebutuhan seksual pasien skizofrenia berstatus menikah. Kata Kunci: Rawat inap, Kebutuhan seksual, Skizofrenia RELATED RELATIONSHIP WITH FULFILLMENT OF SEXUAL SKIZOFRENIA PATIENTS WITH MARRIED STATUS ABSTRACTHospitalization is a form of care for patients who are treated and stay in the hospital for a certain period of time. Quality inpatient services are characterized by meeting the basic needs of patients. Physiological needs are ranked first in Maslow's hierarchy in which there are sexual needs. Fulfillment of sexual needs must be considered, because patients with schizophrenia do not lose the desire or desire to fulfill their sexual needs. This study aims to determine whether there is a relationship between the length of stay with the fulfillment of the sexual needs of married schizophrenic patients. This study is a type of Observational Analytical research using the Cross Sectional approach design. The sampling technique uses the Probability Sampling type of Simple Random Sampling. The data obtained was processed statistically using the Chi-Square test. Based on the results of the analysis, it was found that from the 60 respondents the characteristics of the longest hospitalization were obtained with the short care category of 35 respondents or 58.3%, and the characteristics of the highest length of stay in the moderate care category were 25 people or 41.7%. Overall experience a disruption in fulfilling sexual needs. The short care category of 23 people (65.7%) was less fulfilled and the moderate care category was 18 people (72%) whose sexual needs were not met. The results of the study with the Chi-Square test showed the value of P Value = 0.004 (<0.05), so there was a relationship between length of stay and fulfilling the sexual needs of married schizophrenic patients Keywords: Hospitalization, Sexual Needs, Schizophrenia
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Wakhid, Abdul; Kamsidi, Kamsidi; Widodo, Gipta Galih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.292 KB)

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisis sebagian besar ketergantungan terhadap mesin hemodialisis yang mengakibatkan terjadinya perubahan seperti masalah finansial, kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, dorongan seksual yang menghilang, impotensi, dan berisikomengalami depresi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Semarang. Desain penelitian yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatansurvei. Populasi penelitian 85 pasien yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Teknik sampling menggunakan quota sampling sehingga jumlah sampel penelitian yaitu 85 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat depresi. Analisis data menggunakananalisisunivariat. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisisdepresi ringan sejumlah 41 orang (48,2%). Saran bagi RSUD Kabupaten Semarang untuk memberikan pelayanan keperawatan yang holistik pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis. Kata kunci: Tingkat depresi, gagal ginjal kronik, hemodialisis DESCRIBE DEPRESSION LEVEL OF CHRONIC KIDNEY FAILURE UNDERGOING HEMODIALYSIS ABSTRACTThis research is motivated patients under going hemodialysis are largely dependent on hemodialysis machines resulting in changes such as financial problems, difficulty in keeping jobs, disappearing exualurges, impotence, and patient softenex perience self – conceptual disturbances as well as body image disturb ancesdue to the difficulty of accepting changes that result from failure kidney that  experienced resulting in depressed patients. The research aim is to describe depression level of chronic kidney failure under going hemodialysis ar Semarang Regency hospital. This research used descriptive correlative method with cross sectional approach. Population in this research were 85% of patients with chronic renal failure who under went hemodialysis at RSUD Semarang Regency. Sampling technique used sample quota. Data collection questionnaires used depressi on level sand self concept questionnaires. Analysis univariat was used in this analysis. The results of the study show that most patients with chronic renal failure under going hemodialysis experience mild depression as many as 41 people (48.2%). Suggestions to the hospital toteach patients to always optimistic to try new things, courageous, confident, enthusiastic, feeling self worth, dareto set a goal to live, behave and positively, and can be a reliable leader. Keyword: Depression level, chronic kidney disease, hemodialysis 
Pengaruh Acceptance And Commitment Therapy Terhadap Gejala Dan Kemampuan Klien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Sulistiowati, Ni Made Dian; Keliat, Budi Anna; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.537 KB)

Abstract

Sebanyak 70% gangguan jiwa di Indonesia merupakan skizofrenia dimana memiliki gejala perilaku kekerasan. RSMM Bogor merupakan rumah sakit jiwa yang sudah menerapkan MPKP pada tiap ruang rawatnya. Klien yang dirawat sudah mendapatkan terapi keperawatan dan juga terapi secara medis. Terapi keperawatan yang diberikan berupa terapi generalis dan terapi spesialis. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) merupakan suatu terapi baru yang menggunakan prinsip penerimaan terhadap suatu masalah dan komitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap gejala dan kemampuan klien dengan resiko perilaku kekerasan yang dirawat diRumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala perilaku kekerasan secara bermakna pada kelompok yang mendapatkan terapi ACT dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan terapi ACT (p value < 0,05). Kemampuan ACT memiliki hubungan terhadap gejala perilaku kekerasan dimana didapatkan bila kemampuan ACT meningkat maka terjadi penurunan gejala perilaku kekerasan. ACT direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai terapi keperawatan jiwa yang dapat diberikan pada klien resiko perilaku kekerasan.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan Ketidakberdayaan Pada Klien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Ruang Antasena Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Yusuf, Rachel Satyawati; Wardan, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.424 KB)

Abstract

Rasa tidak berdaya merupakan salah satu masalah psikososial yang dapat muncul setelah seseorang menderita penyakit kronis. DM merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat dan mengakibatkan seseorang merasa lemah dan merasa tidak berdaya. Perasaan ini merupakan kondisi dimana seseorang kehilangan kontrol terhadap situasi dan merasa tidak bermakna serta merasa tidak bisa mencapai apa yang diinginkan dalam hidupnya. Tindakan yang bisa digunakan untuk menangani pasien DM tipe 2 dengan perasaan tidak berdaya ini adalah teknik berpikir positif dan harapan (afirmasi) positif. Dua teknik tersebut terbukti berhasil dan dapat digunakan oleh para perawat untuk membantu pasien dengan masalah yang sama di ruang rawat umum.
TIPE POLA ASUH ORANG TUA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BULLYING DI SMA KABUPATEN SEMARANG Nurhayanti, Rida; Novotasari, Dwi; Natalia, -
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.278 KB)

Abstract

Bullying children tend to do juvenile delinquency, and other criminal behavior. Parenting style also plays a role in the process of socialization on children to show bullying behavior. The objective of this research is to determine the type of parenting pattern concerning bullying behavior at Sudirman Islamic Senior High School at Ambarawa, Semarang Regency. The method of this research was descriptive correlation using cross sectional approach to 766 students as the population, and 88 respondents as the samples. The data collecting technique used questionnaires about the type of parenting pattern and bullying behavior. Data analysis used chi square analysis.  The findings of this research reveal that the type of parenting pattern felt by students is mostly democratic than authoritarian and permissive parenting pattern as many as 40 students (45.5%). Bullying behavior done by students is mostly mild as many as 51 students (58.0%).  There is a relation between tehe type of parenting pattern with bullying behavior in Sudirman Islamic Senior High School at Ambarawa, Semarang Regency (p value 0.027).  An advice for parents should exemplify a positive attitude, be flexible according to the situation and ongoing conditions, understand children as young teenagers who areexperiencing a period of transition and change and experiencing rapid growth in many ways, both physically and mentally, respecting and giving support to childrent.Keywords: type of parenting pattern, bullying behavior

Page 9 of 82 | Total Record : 819


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue