cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Pengetahuan Ibu Meningkatkan Kemampuan “Toilet Training” Anak Istianah Istianah; Indanah Indanah; Umi Farida
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.262 KB)

Abstract

Tujuan dari peneitian adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kemampuan toilet traininganak usia todler. Penelitian merupakan penelitian cross sectional. Hipotesa yang dibuktikan adalah “Adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan Kemampuan toilet trainingpada anak usia todler. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien usia todller di desa Hadiwarno, Mejobo Kudus. sejumlah 54 anak. Penelitian menggunakan instrument tentang pengetahuan dan kemampuan toilet training. Hasil menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kemampuan toilet traininganak dengan p = 0,0000 (α = 0,05). Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan pengetahuan ibu untuk meningkakan kemampuan toilet trainingpada anak khusunya anak usia todler.
HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN ANEMIA DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SUSUKAN 04 UNGARAN TIMUR Primalia Putrihantini; Meira Herawati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.209 KB)

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin maupun hematokrit lebih rendah daripada normal. Kondisi ini mengganggu transport oksigen maupun nurisi ke beberapa organ penting di dalam tubuh. Anak yang menderita anemia akan mengalami gangguan pemusatan pikiran dan penurunan fungsi kognitif. Berdasarkan observasi dan wawancara pada bulan Januari 2011 di Sekolah Dasar negeri Susukan 04 Ungaran Timur, terdapat kurang lebih 25% dari seluruh total siswa sejumlah 183 anak menunjukkan gejala anemia.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian anemia dengan kemampuan kognitif anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Susukan 04 Ungaran Timur. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2011, menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan belah lintang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah denganmenggunakan nonprobability sampling dengan teknik Quota sampling. Jumlah siswa yang dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini adalah sejumlah 100 siswa. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan dengan metode cyanmethemoglobin, sedangkan untuk menguji kemampuan kognitif anak dilakukan dengan cara memberikan soal matematika dan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kurikulumnasional untuk Sekolah Dasar. Analisis korelasi dilakukan dengan teknik korelasi Spearman Rank.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin yang terandah adalah 9,9 g/dl, sedangkan kadar hemoglobin yang tertinggi adalah 13,5 g/dl. Kadar hemoglobin rata-rata adalah 11,55 g/dl. Sebagian besardari responden menunjukkan kemampuan kognitif dalam kategori sedang. Hasil analisis Spearman rank didapatkan bahwa nilai p=0,000 dan nilai r=0,395. Nilai ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterimaKesimpulan: Ada hubungan antara kejadian anemia dengan kemampuan kognitif pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Susukan 04 Ungaran Timur. Disarankan agar anak dihindarkan dari hal-hal yangdapat memicu terjadinya anemia, karena dapat menurunkan kemampuan kognitif anak.
Ibm Aplikasi “Interactive Smart Board” untuk Pendidikan Kesehatan Siswa Taman Kanak-Kanak Di Wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Meira Erawati; Natalia Ratna Yulianti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3900.702 KB)

Abstract

Guru Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan terhadap anak didiknya ketika masa pendaftaran anak sekolah. Namun data yang sudah ada tersebut berakhir dalam buku induk anak yang tidak ada tindak lanjutnya. Sementara itu, guru merasa tidak tahu harus melakukan apa bila mendapati anak didiknya yang memperlihatkan penyimpangan dalam perkembangannya. Masalah kesehatan yang menjadi masalah utama bagi anak-anak usia prasekolah menjadi perhatian bagi guru di Taman Kanak-Kanak. Namun pengetahuan dan fasilitas yang tidak memadai seringkali membuat para guru kesulitan untuk menanamkan perilaku sehat bagi anak didiknya. Metode penyelesaian masalah. Pelatihan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah bagi guru Taman Kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Pelatihan pemanfaatan “interactive smart board” bagi para guru taman kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Pendistribusian interactive smart board kepada setiap sekolah Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Hasil. Pelatihan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah bagi guru Taman Kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang dan pemanfaatan “interactive smart board” dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6 dan 7 April 2016. Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang masing-masing merupakan utusan dari taman kanak-kanak dimana peserta mengajar. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru Taman kanak-kanak dalam melakukan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang bagi anak usia prasekolah. Peserta pelatihan juga merasakan kemudahan dalam menggunakan thematic interactive smart board untuk pendidikan kesehatan bagi anak didiknya
POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 1 SAMPAI 5 TAHUN DI KABUNAN TAMAN PEMALANG Erni Purwani; - Mariyam
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.086 KB)

Abstract

Pola makan pada balita sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan pada balita, karena dalam makanan banyak mengandung gizi. Gizi menjadi bagian yang sangat penting dalam pertumbuhan. Gizi di dalamnyamemiliki keterkaitan yang sangat erat hubungannya dengan kesehatan dan kecerdasan. Jika pola makan tidak tercapai dengan baik pada balita maka pertumbuhan balita akan terganggu, tubuh kurus, pendek bahkan bisaterjadi gizi buruk pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola pemberianmakan dengan status gizi pada anak usia 1 sampai 5 tahun di Desa Kabunan Kecamatan Taman KabupatenPemalang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan sampel jenuh sebanyak 33 responden yang dilaksanakan di Desa Kabunan  Kecamatan TamanKabupaten Pemalang pada bulan Febuari 2013. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengankorelasi Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan nilai p value 0,000 (p<0,05), sehingga dapatdisimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan  antara hubungan antara pola pemberian makan dengan statusgizi pada anak usia 1 sampai 5 tahun di Desa Kabunan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Menurut hasilpenelitian ini, disarankan agar ibu-ibu selalu menerapkan pola pemberian makan yang baik, maksudnya dalampemilihan makannya dan gizi makananya.Kata Kunci : Pola pemberian makan, Status Gizi
Gambaran Dampak Biologis Dan Psikologis Remaja Yang Menikah Dini Di Desa Munding Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang May Minarni; Ari Andayani; Siti Haryani
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.286 KB)

Abstract

Banyak remaja di Desa Munding terutama di Dusun Cemanggal yang cenderung mengalami pernikahan dini. Mereka belum begitu memahami arti dari sebuah ikatan suci perkawinan dan dampak yang ditimbulkan dari pelaksanan pernikahan dini seperti hubungan sexual yang dilakukan pada usia dibawah umur 20 tahun beresiko terjadi kanker serviks dan penyakit menular sexual, belum lagi dampak lain yang ditimbulkan seperti cemas, stress, depresi saat menghadapi masalah yang timbul dalam keluarga yang dapat berakibat pisah rumah bahkan perceraian karena emosi remaja yang masih labil. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh data jumlah remaja yang menikah dini dan telah melahirkan bayi sebanyak 25 orang, ternyata dari 25 orang tersebut mengalami dampak biologis dan psikologis dari pelaksanaan pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dampak biologis dan psikologis remaja yang menikah dini di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Desain penelitian diskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan data menggunakan data primer. Populasi seluruh remaja yang telah melakukan pernikahan dini dan telah melahirkan bayi di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang sebanyak 30 orang. Tehnik sampling dengan menggunakan total sampling sebanyak 30 orang akan tetapi dalam pelaksanaan penelitian hanya bisa dilakukan terhadap 25 orang dikarenakan 5 orang pindah wilayah tempat tinggal. Hasil penelitian gambaran biologis dan psikologis remaja yang melakukan pernikahan dini sebagian besar adalah tinggi sebanyak 13 responden (52%) sedang sebanyak 7 responden (28%) rendah sebanyak 5 responden (20%). Diharapkan bidan terus memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi remaja khususnya tentang dampak dari pelaksanaan pernikahan dini sehingga dapat mengurangi terjadinya angka pernikahan dini dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Pengetahuan dan Perilaku Oral Hygiene dengan Kejadian Karies Gigi di Sd Negeri 01 Ketanggan Batang Sigit Pagunanto; Dera Alfiyanti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.413 KB)

Abstract

Karies gigi adalah daerah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat proses yang secara bertahap melarutkan email dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Anak di Indonesia masih sulit untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku yang kurang tepat dalam menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan perilaku oral hygiene pada anak dengan kejadian karies gigi di SDN Ketanggan 01 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 01 Ketanggan yang mengalami karies gigi sebanyak 88 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63,6% memiliki pengetahuan tidak baik, 76,1% perilaku tidak baik dan 72,7% mengalami karies gigi. Analisa data menggunakan Chi square diperoleh nilai p value 0,000 (α 0,05) jadi nilai p < 0,05, dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian karies gigi dan terdapat hubungan antara perilaku dengan kejadian karies gigi (p value 0,000).
Pengalaman Keluarga Dalam Pemberian Nutrisi Bagi Bayi Pada Tahun Pertama Di Daerah Pedesaan Meira Erawati; Elsa Naviati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.409 KB)

Abstract

Pemberian makanan tambahan bagi bayi pada 1 tahun pertama usianya mendasari pertumbuhan dan perkembangan bayi pada waktu-waktu selanjutnya. Pemberian makanan ini menjadi penting untuk diperhatikan oleh orang tua terutama ibu agar tercapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Perilaku pemberian makanan tambahan bagi bayi dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, keadaan sosial ekonomi dan keadaan geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam pemberian nutrisi bagi bayi pada tahun pertama di daerah pedesaan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan penelitian kualitatif. Data kualitatif didapatkan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis yang menekankan pada interpretatif secara individu, ditunjukkan dalam perilaku tertentu di masyarakat. Penelitian ini menghasilkan 5 tema antara lain faktor-faktor pendorong keluarga dalam pemberian ASI bagi bayi pada umur 6 bulan pertama, faktor-faktor penghambat keluarga dalam pemberian ASI bagi bayi sampai umur 6 bulan pertama, faktor pendorong pemberian makanan tambahan pendamping ASI sebelum anak mencapai usia 6 bulan, faktor pendukung keluarga memilih jenis makanan pertama bagi bayi, serta tingkat pertumbuhan anak pada tahun pertama di daerah pedesaan.
PENERAPAN MODEL KONSERVASI LEVINE PADA BAYI PREMATUR DENGAN INTOLERANSI MINUM Zubaidah -; Yeni Rustina; Elfi Syahreni
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.261 KB)

Abstract

Intoleransi minum merupakan masalah yang umum terjadi pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran penerapan Model Konservasi Levine pada bayi prematur dengan intoleransi minum. Model Konservasi Levine berfokus pada peningkatan adaptasi melalui prinsip konservasi untuk mencapai interigritas diri. Metode penelitian ini adalah studi kasus terhadap lima bayi prematur yang mengalami intoleransi minum dengan pendekatan proses keperawatan. Penerapan Model Konservasi Levine tertuang dalam lima kasus terpilih dan ditemukan masalah keperawatan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh intoleransi minum. Adapun masalah keperawatan lainnya adalah bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pola napas, gangguan termoregulasi, risiko infeksi, risiko gangguan perkembangan dan gangguan proses keluarga. Masalah-masalah tersebut dapat memperberat intoleransi minum dan menghambat proses adaptasi bayi prematur dalam mencapai integritas diri.
Gambaran Psikologis: Konsep Diri Pada Anak Remaja Di Wilayah Banjir Rob Dianika Linda Puspitasari; Targunawan Targunawan
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.828 KB)

Abstract

Survei Penyimpangan perilaku remaja yang dilakukan BNN pada tahun 2012 melaporkan bahwa hampir 10 % memiliki gejala distress psikologis. Salah satu gangguan psikologis yang dapat muncul adalah gangguan konsep diri. Gangguan ini bisa terjadi akibat ketiadaan ruang publik bagi remaja yaitukarena wilayah banjir rob.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikologis: konsep diri pada anak remaja di wilayah banjir rob Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Metode sampling yang digunakan adalah proporsional stratified random sampling, dengan jumlah sampel 81 responden. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh sebagian besar responden memiliki citra diri buruk sebesar 50,6 %, sebagian besar responden memiliki ideal diri baik sebesar 95,1 %, sebagian besar responden memiliki harga diri buruk sebesar 53,1 %, sebagian besar responden memiliki peran diri sebesar 95,1 %, dan sebagian besar responden memiliki identitas diri sebesar 51,9 %. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlu adanya dukungan yang penuh dari keluarga dan masyarakat dalam memberikan konseling atau pendidikan kesehatan pada anak remaja tentang konsep diri yang sehat dalam menyikapi perubahan fisik maupun psikologis pada masa remaja sehingga tidak terjadi gangguan konsep diri.
EFEKTIFITAS LINGKUNGAN TERAPETIK TERHADAP REAKSI HOSPITALISASI PADA ANAK Umi Solikhah
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.497 KB)

Abstract

Anak yang dirawat di rumah sakit sering  mengalami  reaksi hospitalisasi dalam bentuk anak rewel, tidak mau didekati oleh petugas kesehatan, ketakutan, tampak cemas, tidak kooperatif,  bahkan tamper tantrum. Tujuan untuk mengetahui efektifitas lingkungan terapeutik terhadap reaksi hospitalisasi pada anak. Rancanganpenelitian quasy eksperiment dengan desain crossectional. Sampel 44 anak usia 1-13 tahun. Analisis data denganindependent t-test dan chi-square. Hasil penelitian diperoleh lingkungan terapetik efektif untuk meminimalkanreaksi hospitalisasi. Reaksi hospitalisasi ditunjukkan dengan angka signifikansi dari variabel reaksi hospitalisasiyang meliputi kecemasan anak (p-value=0,004), sikap kooperatif (p-value=0,000), respon anak (p-value=0,000),mood anak (p-value=0,000), dan sikap penerimaan pada petugas (p-value=0,000). Hendaknya perawat ruanganak menerapkan lingkungan terapeutik  sehingga dapat meminimalkan reaksi hospitalisasi negatif.Kata kunci: lingkungan terapetik, reaksi hospitalisasi

Page 10 of 12 | Total Record : 112