Articles
112 Documents
Gambaran Dampak Biologis Dan Psikologis Remaja Yang Menikah Dini Di Desa Munding Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang
Minarni, May;
Andayani, Ari;
Haryani, Siti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyak remaja di Desa Munding terutama di Dusun Cemanggal yang cenderung mengalami pernikahan dini. Mereka belum begitu memahami arti dari sebuah ikatan suci perkawinan dan dampak yang ditimbulkan dari pelaksanan pernikahan dini seperti hubungan sexual yang dilakukan pada usia dibawah umur 20 tahun beresiko terjadi kanker serviks dan penyakit menular sexual, belum lagi dampak lain yang ditimbulkan seperti cemas, stress, depresi saat menghadapi masalah yang timbul dalam keluarga yang dapat berakibat pisah rumah bahkan perceraian karena emosi remaja yang masih labil. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh data jumlah remaja yang menikah dini dan telah melahirkan bayi sebanyak 25 orang, ternyata dari 25 orang tersebut mengalami dampak biologis dan psikologis dari pelaksanaan pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dampak biologis dan psikologis remaja yang menikah dini di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Desain penelitian diskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan data menggunakan data primer. Populasi seluruh remaja yang telah melakukan pernikahan dini dan telah melahirkan bayi di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang sebanyak 30 orang. Tehnik sampling dengan menggunakan total sampling sebanyak 30 orang akan tetapi dalam pelaksanaan penelitian hanya bisa dilakukan terhadap 25 orang dikarenakan 5 orang pindah wilayah tempat tinggal. Hasil penelitian gambaran biologis dan psikologis remaja yang melakukan pernikahan dini sebagian besar adalah tinggi sebanyak 13 responden (52%) sedang sebanyak 7 responden (28%) rendah sebanyak 5 responden (20%). Diharapkan bidan terus memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi remaja khususnya tentang dampak dari pelaksanaan pernikahan dini sehingga dapat mengurangi terjadinya angka pernikahan dini dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Pengetahuan dan Perilaku Oral Hygiene dengan Kejadian Karies Gigi di Sd Negeri 01 Ketanggan Batang
Pagunanto, Sigit;
Alfiyanti, Dera
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karies gigi adalah daerah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat proses yang secara bertahap melarutkan email dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Anak di Indonesia masih sulit untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku yang kurang tepat dalam menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan perilaku oral hygiene pada anak dengan kejadian karies gigi di SDN Ketanggan 01 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN 01 Ketanggan yang mengalami karies gigi sebanyak 88 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63,6% memiliki pengetahuan tidak baik, 76,1% perilaku tidak baik dan 72,7% mengalami karies gigi. Analisa data menggunakan Chi square diperoleh nilai p value 0,000 (α 0,05) jadi nilai p < 0,05, dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian karies gigi dan terdapat hubungan antara perilaku dengan kejadian karies gigi (p value 0,000).
Pengalaman Keluarga Dalam Pemberian Nutrisi Bagi Bayi Pada Tahun Pertama Di Daerah Pedesaan
Erawati, Meira;
Naviati, Elsa
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemberian makanan tambahan bagi bayi pada 1 tahun pertama usianya mendasari pertumbuhan dan perkembangan bayi pada waktu-waktu selanjutnya. Pemberian makanan ini menjadi penting untuk diperhatikan oleh orang tua terutama ibu agar tercapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Perilaku pemberian makanan tambahan bagi bayi dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, keadaan sosial ekonomi dan keadaan geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam pemberian nutrisi bagi bayi pada tahun pertama di daerah pedesaan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan penelitian kualitatif. Data kualitatif didapatkan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis yang menekankan pada interpretatif secara individu, ditunjukkan dalam perilaku tertentu di masyarakat. Penelitian ini menghasilkan 5 tema antara lain faktor-faktor pendorong keluarga dalam pemberian ASI bagi bayi pada umur 6 bulan pertama, faktor-faktor penghambat keluarga dalam pemberian ASI bagi bayi sampai umur 6 bulan pertama, faktor pendorong pemberian makanan tambahan pendamping ASI sebelum anak mencapai usia 6 bulan, faktor pendukung keluarga memilih jenis makanan pertama bagi bayi, serta tingkat pertumbuhan anak pada tahun pertama di daerah pedesaan.
PENERAPAN MODEL KONSERVASI LEVINE PADA BAYI PREMATUR DENGAN INTOLERANSI MINUM
-, Zubaidah;
Rustina, Yeni;
Syahreni, Elfi
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Intoleransi minum merupakan masalah yang umum terjadi pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran penerapan Model Konservasi Levine pada bayi prematur dengan intoleransi minum. Model Konservasi Levine berfokus pada peningkatan adaptasi melalui prinsip konservasi untuk mencapai interigritas diri. Metode penelitian ini adalah studi kasus terhadap lima bayi prematur yang mengalami intoleransi minum dengan pendekatan proses keperawatan. Penerapan Model Konservasi Levine tertuang dalam lima kasus terpilih dan ditemukan masalah keperawatan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh intoleransi minum. Adapun masalah keperawatan lainnya adalah bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pola napas, gangguan termoregulasi, risiko infeksi, risiko gangguan perkembangan dan gangguan proses keluarga. Masalah-masalah tersebut dapat memperberat intoleransi minum dan menghambat proses adaptasi bayi prematur dalam mencapai integritas diri.
Gambaran Psikologis: Konsep Diri Pada Anak Remaja Di Wilayah Banjir Rob
Puspitasari, Dianika Linda;
Targunawan, Targunawan
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Survei Penyimpangan perilaku remaja yang dilakukan BNN pada tahun 2012 melaporkan bahwa hampir 10 % memiliki gejala distress psikologis. Salah satu gangguan psikologis yang dapat muncul adalah gangguan konsep diri. Gangguan ini bisa terjadi akibat ketiadaan ruang publik bagi remaja yaitukarena wilayah banjir rob.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikologis: konsep diri pada anak remaja di wilayah banjir rob Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Metode sampling yang digunakan adalah proporsional stratified random sampling, dengan jumlah sampel 81 responden. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh sebagian besar responden memiliki citra diri buruk sebesar 50,6 %, sebagian besar responden memiliki ideal diri baik sebesar 95,1 %, sebagian besar responden memiliki harga diri buruk sebesar 53,1 %, sebagian besar responden memiliki peran diri sebesar 95,1 %, dan sebagian besar responden memiliki identitas diri sebesar 51,9 %. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlu adanya dukungan yang penuh dari keluarga dan masyarakat dalam memberikan konseling atau pendidikan kesehatan pada anak remaja tentang konsep diri yang sehat dalam menyikapi perubahan fisik maupun psikologis pada masa remaja sehingga tidak terjadi gangguan konsep diri.
Karakteristik Pertumbuhan Perkembangan Remaja dan Implikasinya Terhadap Masalah Kesehatan dan Keperawatannya
Ade Wulandari
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.085 KB)
Remaja, adalah kelompok penduduk yang berusia 10-19 tahun (WHO). Banyak hal yang menarik bila kita membahas tentang kelompok ini antara lain: jumlah populasi yang cukup besar, keunikan dalam pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun sosial di mana mereka memasuki masa yang penuh dengan storm and stress, yaitu masa Pubertas. Masalah kesehatan pada kelompok remaja lebih kompleks. Banyak data menunjukan bahwa masalah kesehatan remaja berawal dari perilaku yang berisiko. Beberapa ciri yang khas dari perkembangan remaja dapat dilihat bahwa masa awal remaja adalah tahap dimana remaja mengalami krisis karena adanya perubahan cepat yang memunculkan sesuatu yang dirasakan baru dan berbeda pada aspek fisik maupun psikososial mereka. Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah bertambah meningkatnya perilaku berisiko pada anak remaja dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan peran pengasuhan oleh keluarga. Disamping peran keluarga, peran pemerintah juga penting dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan remaja, termasuk didalamnya adalah peran perawat dalam memberikan pelayanan pada remaja harus berorientasi pada tujuan yang didasarkan pada karakteristik pertumbuhan dan perkembangan remaja.
DUKUNGAN SOSIAL MENINGKATKAN “SELFCARE BEHAVIOR” ANAK
Indanah -;
Krisna Yetti;
Luknis Sabri
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (776.93 KB)
Tujuan dari peneitian adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan Selfcare Behavior anak usia sekolah dengan talasemia mayor”. Penelitian merupakan penelitian cross sectional. Hipotesayang dibuktikan adalah “Adanya hubungan antara dukungan sosial dengan Selfcare behavior pada Anak Usia Sekolah dengan Talasemia Mayor”. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien usia sekolah dengantalasemia mayor di RSUPN. Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, sejumlah 131 pasien. Penelitian menggunakan instrument tentang dukungan sosial dan “selfcare behavior”. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial dengan selfcare behavior dengan p = 0,0000 (α = 0,05). Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan dukungan sosial dari keluarga dan teman untuk meningkatkan kemmapuan selfcare behavior pada anak usia sekolah khusunya anak dengan talasemia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK PADA REMAJA DI SMP NEGERI 3 KENDAL
Elok Nuradita;
- Mariyam
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.95 KB)
WHO menyebutkan 1 dari 10 kematian pada orang dewasa disebabkan karena merokok. Indonesia sudah menempati urutan kelima di antara negara-negara dengan tingkat konsumsi tembakau tertinggi di dunia.Kebiasaan merokok pada pelajar disebabkan karena kesalahpahaman informasi, pengaruh iklan dan pengaruh teman. Perilaku merokok berkaitan dengan pengetahuan, sikap seseorang terhadap rokok, dan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya rokok pada remaja di SMP Negeri 3 Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan menggunakan bentuk rancangan one group pretest-postest. Teknik sampling yang digunakan adalahproportional stratified random sampling, dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji McNemmar didapatkan nilai p value= 0,000 � α 0,05. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok Pada Remaja Di SMP Negeri 3 Kendal dengan nilai p value = 0,000. Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, Pengetahuan, Rokok
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Bayi di Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati.
Ika leviana;
Rini Susanti;
Widayati Widayati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.057 KB)
One health status can be viewed by the infant mortality rate. The infant mortality rate is thenumber of deaths of infants aged less than 1 year. The infant mortality rate in the district starch in 2012amounted to 156 babies. Malnutrition rates in Pati regency in 2012 of 256 infants, in pukesmasMargoyoso II as many as 45 babies and in the village there are 15 babies soneyan of 45 babies. Thepurpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of mothers aboutinfant nutrition with nutritional status of infants in rural Soneyan Margoyoso Pati District. The studydesign used is descriptive correlation with cross-sectional approach and retrieval of data is primary data.The population in this study were mothers with infants aged 0-12 months in the village of Pati MargoyosoSoneyan District. The sample in this study uses total sampling that all mothers with infants 0-12 monthsas many as 33 people. The results can be seen 12 respondents (36.4%) good knowledge, 12 respondents(36.4%) mothers knowledgeable enough and 9 respondents (27.3%) less knowledgeable note 18 infants(54.5%) had good nutritional status , the nutritional status of infants who have less sebanyai 11 infants(33.3) and 4 infants (12.1%) have more nutritional status. As well as it can be seen that there is arelationship between knowledge of the nutritional status of mothers with babies in the village of Patiregency Soneyan District Margoyoso using Chi Square statistical test obtained p value of 0.001 <0.005then ho rejected. Suggestions of researchers is that knowledge be improved maternal nutrition baby.
Hambatan Perawat Anak Dalam Pelaksanaan Atraumatic Care Di Rumah Sakit Di Kota Salatiga
Liya Apriani;
Kasmirah Kasmirah;
Natalia R Yulianti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.486 KB)
Pendahuluan: Anak yang dirawat di rumah sakit tidak pernah terlepas dari dampak negatif hospitalisasi. Untuk menghindari dan mencegah dampak negatif hospitalisasi, perawat menerapkan prinsip Atraumatic Care dalam memberikan asuhan keperawatan. Usaha penerapan Atraumatic Care telah dilakukan di Rumah Sakit Kota Salatiga, namun usaha tersebut belum maksimal (anak masih menangis, rewel bahkan takut dengan perawat). Hambatan perawat dalam menerapkan Atraumatic Care perlu digali lebih dalam.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hambatan perawat anak dalam pelaksanaan Atraumatic Care di sebuah rumah sakit di Kota Salatiga. Metode: Studi kualitatif yang melibatkan lima perawat Ruang Anak sebagai partisipan. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dan data dianalisis dengan analisis tematik. Keabsahan data diuji dengan kriteria credibility, dependability, confirmability, dan transferability. Hasil: Ditemukan empat tema tentang hambatan perawat anak dalam pelaksanaan Atraumatic, yaitu (1) Perbedaan persepsi orang tua atau keluarga dengan perawat, (2) Keterbatasan fasilitas rumah sakit, (3) Kurangnya dukungan orang tua, (4) Kurangnya pengalaman kerja perawat. Kesimpulan: Rumah sakit harus menyediakan ruang bermain dan ruang tindakan khusus dengan tujuan pengendalian infeksi dan kesejahteraan anak. Kurangnya dukungan orang tua atau keluarga dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah dan akan berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat. pengalaman kerja perawat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan.