cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dasar
ISSN : 20859872     EISSN : 24431273     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013): October 2013" : 15 Documents clear
Pengaruh suhu dan waktu proses terhadap karakter biodiesel hasil sintesa dari minyak biji ketapang Siswani, Endang Dwi; Kristianingrum, Susila; Marwati, Siti; Noviantara, Arief; Yuniastuti, Rosa
Jurnal Sains Dasar Vol 2, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v2i2.3345

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu dan waktu proses transesterifikasi terhadap karakter biodiesel hasil sintesa dari minyak biji ketapang. Karakter biodiesel dilakukan menggunakan standar SNI. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA UNY, sedangkan pengujian karakter biodiesel hasil sintesa dilakukan di Laboratorium Teknologi Minyak Bumi, Gas, dan Batubara, Jurusan teknik Kimia, Fakultas teknik UGM. Sintesa biodiesel dari minyak biji ketapang dilakukan melalui dua (2) tahap. Tahap pertama adalah pengambilan minyak dari biji ketapan, dan tahap kedua adalah proses transesterifikasi dengan menggunakan metanol. Proses dilaksanakan pada berbagai berbagai harga suhu, yaitu: 35, 57, 78 dan 89 oC dan berbagai waktu, yaitu: 60 dan 120 menit. Biodiesel hasil sintesa dianalisis menggunakan FTIR, sedangkan karakter biodisel dicari dengan bantuan alat yang ada dalam Laboratorium Teknologi Minyak Bumi, Gas. dan Batubara, Fakultas Teknik UGM. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Variasi suhu proses transesterifikasi tidak memberikan perbedaan yang signifikan pada nilai massa jenis, viskositas, titik nyala, titik tuang, dan kalor pembakaran. Ada pengaruh suhu terhadap proses transesterifikasi terhadap jumlah biodiesel yang dihasilkan yaitu untuk suhu reaksi 35, 57, 78, dan 780C menghasilkan biodiesel berturut turut sebanyak 368, 450, 435, dan 316 mL. Nilai massa jenis biodiesel BA, BB, BC dan BD berturut turut adalah sebesar 869.5, 858.6, 859, dan 858.8 kg/m3. Nilai viskositas untuk biodiesel BA, BB, BC, dan BD berturut turut adalah sebesar 5.867 ± 0.00194, 5.300, 4.820 ± 0.0005 mm2/s, dan 4.700 mm2/s. Nilai titik nyala untuk biodiesel BA, BB, BC, dan BD berturut turut adalah sebesar: 176.5, 172.5, 172.5, dan 174.50C. Nilai titik tuang untuk biodiesel BA, BB, BC, dan BD adalah sebesar 90C. Nilai kalor pembakaran untuk biodiesel BA, BB, BC, dan BD hasil sintesis berturut-turut adalah sebesar: 9466.472, 9482.149, 9561.2445, dan  9506.199 kal/g. Ada pengaruh waktu 60 dan 120 menit pada proses transesterifikasi terhadap jumlah biodiesel yang dihasilkan yaitu waktu 60 menit menghasilkan biodiesel sebanyak  ±260 mL (biodiesel BP), dan waktu 120 menit menghasilkan biodiesel sebanyak ±275 mL (biodiesel BQ). Nilai densitas, viskositas, titik tuang, titik nyala, kalor pembakaran masing-masing biodiesel secara berturut-turut adalah untuk biodiesel BP (waktu transesterifikasi 60 menit) yaitu (888,800 kg/m3; 10,48 cSt; 6 0C; 188,5 0C; 9889,64 kal/g) dan untuk biodiesel BQ (waktu transesterifikasi 120 menit) yaitu (88,800 kg/ m3; 11,99 cSt; 6 0C; 188,5 0C; 9788,003 kal/g).   Kata kunci:  minyak biji ketapang, variasi suhu, waktu transesterifikasi, karakter biodiesel
Uji aktivitas antioksidan modifikasi senyawa khrisin dengan gugus alkoksi menggunakan metode RM1 Fadhlina Khoirun Nisa; Kasmui '; Harjito '
Jurnal Sains Dasar Vol 2, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v2i2.3346

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa hasil modifikasi khrisin yang memenuhi aktivitas antioksidan yang lebih baik dari senyawa khrisin dan faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Deskriptor molekuler dari senyawa turunan flavon/flavonol dan modifikasi senyawa khrisin telah dibuat dengan bantuan perhitungan RM1, dan optimasi geometri menggunakan Hyperchem 8.0.7. Analisis korelasi dan regresi multilinier dilakukan menggunakan program SPSS® for Windows versi 16.0. Hasil korelasi menunjukkan bahwa parameter momen dipol paling berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan. Momen dipol, energi ikat, dan energi elektronikdigunakan untuk analisis HKSA. Hasilnya sangat memuaskan karena memiliki nilai R sebesar 0,924 dan R2 sebesar 0,854. Aktivitas antioksidan prediksi dihitung menggunakan Multiple Regression Calculator. Aktivitas antioksidan dapat menurun dengan  penambahan gugus yang memiliki lebih banyak karbon dan keruahan molekul tinggi. Modifikasi senyawa khrisin yang memiliki aktivitas antioksidan prediksi lebih tinggi dari yaitu : senyawa 5,7-dihidroksi-3-metoksi flavon dan 5,7-dihidroksi-8-metoksi flavon, dengan nilai aktivitas antioksidan prediksi sebesar  -2,6735 dan -2,6121. Kata kunci: antioksidan, modifikasi khrisin, HKSA
Temperature effect on hidration reaction of α-pinene to α-terpineol catalyzed by activated nature zeolite) Nia Amilia; Kusoro Siadi; Latifah Latifah
Jurnal Sains Dasar Vol 2, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.656 KB) | DOI: 10.21831/jsd.v2i2.4163

Abstract

system over activated nature zeolite has been conducted. The purposes of the research are toknow the best temperature of hydration reaction α-pinene to α-terpineol using activated naturezeolite and to determine the value of activation energy for the hydration reaction. Characterizationof the catalyst include surface area, pore size, and pore volume was performed using GasSorption Analyzer NOVA1200e. Reaction occurs at various temperature of 30, 40, 50, 60, 70, and80oC. The product of reaction is analyzed using infra red spectroscopy, gas chromatography, andchromatography-mass spectroscopy for the best product. Results of the analysis using infra redshow absorption of OH group at 3400cm-1, C-H at 2987,09cm-1, C=C bond at 1635,64cm-1, andC-O at 1126,43 cm-1. Effect of increasing temperature influences the convertion (%) α-pinene toα-terpineol. The best result was reached at 70oC for 68.53% and the activation energy of reactionhydration is 69.6546 kJmol-1.Key words: α-pinene, temperature, hydration reaction, α-terpineol
Personal health behavior profile of biology and biology education students in Yogyakarta State University Siti Mariyam; Kartika Ratna Pertiwi
Jurnal Sains Dasar Vol 2, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.756 KB) | DOI: 10.21831/jsd.v2i2.4164

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan status personal healthbehavior antara mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi pria dan wanita, (2) perbedaan statuspersonal health behavior antara mahasiswa prodi Pendidikan Biologi dan Biologi, dan (3) faktorfaktorpendukung dan penghambat apa sajakah yang mewarnai personal health behaviormahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi.Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik model Cross Sectional. Penelitimencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan masyarakat itu terjadi denganpendekatan point time approach. Berdasar batasan tersebut maka penelitian ini berusahamenggali fenomena Personal Health Behavior mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FMIPAUniversitas Negeri Yogyakarta, baik prodi Biologi maupun Pendidikan Biologi. Berdasarkan skoryang diperoleh melaui pengisian Personal Health Inventory, dapat ditentukan tingkat perilakukesehatan responden atau status risiko kesehatan mereka. Selain hal tersebut juga dilacakfaktor-faktor yang mewarnai Personal Health Behavior responden untuk melihat keterkaitan antarfaktor maupun faktor penentu utama terhadap tingkat perilaku kesehatan responden. Sebagaicontoh, keterkaitan antara faktor individu, faktor lingkungan intrinsik dengan ekstrinsik, sertafaktor predisposisi dan predileksi terhadap profil perilaku kesehatan responden.Dalam penelitian ini dapat ditarik beberapa simpulan : (1) tidak ada perbedaan status PHBantara mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi pria dan wanita, sebagian besar mereka berisikosedang, (2) tidak ada perbedaan status PHB antara mahasiswa program studi Pendidikan Biologi Biologi sebagian besar mereka berisiko sedang, dan (3) Faktor-faktor yang mewarnai PHBmahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi meliputi riwayat kesehatan, pola asuh, dan psikososial.Kata kunci: Personal Health Behavior, Personal Health Inventory
Struktur morfologi, komposisi kimia dan resistansi lapisan TiO2- Cu sebagai lapisan aktif pada sel surya fotoelektrokimia Rita Prasetyowati; Marfuatun Marfuatun; Hadriansyah Ahmad
Jurnal Sains Dasar Vol 2, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v2i2.4165

Abstract

Peningkatan efisiensi sel surya titania terus dikembangkan. Salah satunya adalahmemodifikasi titania yang berfungsi sebagai lapisan aktif. Lapisan titania dapat disisipi denganlogam Cu. Penyisipan logam Cu pada TiO2 dilakukan melalui pembuatan nanokomposit TiO2-Cudengan metode sol-gel. Lapisan TiO2-Cu yang terbentuk dikarakterisasi dengan SEM (ScanningElectron Microscopy) untuk mengetahui struktur morfologi permukaan, EDX (Energy dispersiveX-ray spectroscopy) untuk mengetahui komposisi bahan. Sedangkan resistansi lapisan diukurmenggunakan Jembatan Wheatstone. Berdasarkan hasil SEM dapat ditunjukkan bahwa strukturmorfologi permukaan lapisan TiO2-Cu tidak berbeda secara signifikan dengan lapisan TiO2, yaitucukup homogen dan memiliki ukuran butir (grain) yang hampir sama. Tetapi dari hasil EDXdiperoleh bahwa lapisan TiO2-Cu yaitu lapisan TiO2 yang disisipi logam tembaga mengandungunsur Ti sebanyak 59,8%, unsur O sebanyak 40,02% dan unsur Cu sebanyak 0,19%. Sedangkanlapisan TiO2 saja mengandung unsur Ti sebanyak 54,25% dan unsur O sebanyak 45,75%.Penyisipan logam tembaga pada lapisan titania dapat menurunkan resistansi listrik lapisan. Nilairesistansi lapisan TiO2 adalah 7,714 kilo ohm. Sedangkan nilai resistansi lapisan TiO2-Cu adalah6,624 kilo ohm.Kata kunci: titania, logam Cu, morfologi, komposisi, resistansi

Page 2 of 2 | Total Record : 15