cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
IMPROVING THE SEVENTH GRADE STUDENTS’ WRITING COMPETENCY THROUGH CLUSTERING TECHNIQUE AT SMPN 6 SINGARAJA THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., I Putu Maharta Widia Wiguna; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5644

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa menggunakan tehnik pengelompokan pada siswa kelas 7 di SMPN 6 Singaraja. Pada observasi awal menyatakan bahwa siswa kelas 7 B4 di SMPN 6 Singaraja memiliki kemampuan menulis yang rendah. Subject pada penelitian ini berjumlah 36 orang siswa. Untuk menemukan hasil dari kemampuan siswa pada kempetensi menulis menggunakan tehnik pengelompokan , dan penulis menggunakan jenis penelitian penelitian tindakan kelas (PTK) penelitian ini menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat proses, diantaranya: rencana, pelaksanaan,penelitian, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan informasi yang didapat pada observasi. Dan pencapaian siswa pada penelitian awal digunakan untuk mendukung pengumpulan data. Penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan tehnik pengelompokan dalam menulis mampu meningkatkan kompetensi siswa dalam menulis.Data telah dikumpulkan berdasarkan evaluasi menulis. Menggunakan tehnik pengelompokan penulis dapat menggunakan garis, kotak, kolom dan lingkaran untuk menghubungkan setiap ide. Respon siswa menunjukan bahwa mereka tertarik untuk menulis, karena mereka merasa lebih mudah untuk menulis menggunakan pengelompokan tehnik. Persentase siswa yang mampu mencapai standar nilai pada observasi awal hanya 2 siswa (6%), pada siklus 14 siswa (39%), sementara itu, pada siklus 2 meningkat menjadi 31 siswa (86%). Itu bisa disimpulkan bahwa implementasi tehnik pengelompokan dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas VII B4 di SMPN 6 Singaraja. Dan penulis menyarankan pada guru bahasa inggris untuk menggunakan tehnik pengelompokan dalam mengajar menulis, karena tehnik ini mampu membantu siswa mengorganisasi ide sebelum mereka memulai untuk menulis. Kata Kunci : Kompetensi menulis,tehnik pengelompokan This study was conducted to improve students writing skill using Clustering Technique at seventh grades students of SMPN 6 Singaraja. The Preliminary observation indicated that student class VII B4 of SMP Negeri 6 Singaraja had low writing competency. The subjects of this study were consisted of 36 students. To find out the result of students writing ability in writing competency using clustering technique, the writer used Classroom Action Research (CAR) as the method of research. This study consisted of two cycles, each cycle consisted of four steps, and they were: planning, action, observation and reflection. To collect and analyze the data, the writer used the information from observation, and the students’ achievement in preliminary and evaluation to support data collected. This study showed that using clustering technique in teaching writing can improve students writing competency.The data were collected through writing evaluation. In clustering technique, the writer can use line, boxes, arrows, and circles to show relationships among the ideas. The students’ responses showed that they were interested in writing because they felt easier to write using clustering technique. The percentage of students who had passed the passing score of writing in pre-observation were 2 students (6%), in cycle I were 14 students (39%), meanwhile in cycle II were improved into 31 students (86%). It could be concluded that the implementation of Clustering technique could improve the students’ writing ability of students class VII B4 at SMP Negeri 6 Singaraja. And The writer suggested to the other English teacher to use Clustering Technique in teaching writing, because this technique helps the students organize their ideas before they start to write. keyword : Writing competency, Clustering Technique.
IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPH THROUGH DRAW LABEL CAPTION TECHNIQUE FOR CLASS XB OF SMA SARASWATI SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., I Gusti Ngurah Wahyu Danuarta Yoga; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5695

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif melalui penggunaan "Draw Label Caption Teknik". Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XB SMA Saraswati Singaraja. Ada 20 siswa sama sekali, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk kelas berbasis penelitian tindakan dengan dua siklus. Setiap siklus memiliki tiga sesi dan setiap sesi yang terlibat perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan Draw Label Caption Teknik, kompetensi siswa dalam menulis paragraf deskriptif ditingkatkan. Perbaikan bisa dilihat dari data kualitatif dan kuantitatif ditemukan dalam penelitian ini. Data kuantitatif dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa yang meningkat dari 57,75 (pre-test) untuk 67,5 (post-test 1 di siklus 1). Keberhasilan pelaksanaan undian Label Caption Teknik diperoleh ketika melakukan siklus kedua, di mana nilai rata-rata siswa meningkat dari 67,5 (post-test 1) ke 78 (post-test 2). Data kuantitatif didukung oleh analisis data kualitatif menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik dan antusias dalam menulis setelah penerapan Teknik Menggambar Label Caption. Kata Kunci: Deskritif Paragraf, Draw Label caption Teknik ABSTRACT This study aimed at improving students’ ability in writing descriptive paragraph through the use of “Draw Label Caption Technique”. The subjects were the students of class XB of SMA Saraswati Singaraja. There were 20 students altogether, comprising of 10 males and 10 females. This study was designed in the form of classroom based action research with two cycles. Each cycle had three sessions and each session involved planning, action, observation, and reflection. The result of the study showed that through the implementation of Draw Label Caption Technique, the competency of the students in writing descriptive paragraph improved. The improvement could be seen from the qualitative and quantitative data found in this study. The quantitative data could be seen from the students’ mean score which improved from 57.75 (pre-test) to 67.5 (post-test 1 in cycle 1). The success of the implementation of Draw Label Caption Technique was gained when conducting the second cycle, in which the students’ mean score improved from 67.5 (post-test 1) to 78 (post-test 2). The quantitative data were supported by qualitative data analysis showed that the students were more interested and enthusiastic in writing after the application of Draw Label Caption Technique. Key word: Descriptive Paragraph, Draw Label Caption Technique. keyword : Descriptive Paragraph, Draw Label Caption Technique
AFFIXATION OF CEMPAGA DIALECT ., I Kadek Utama Putra; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks dan sufiks inflektif dan prefiks dan sufiks derivasi dari Cempaga Dialek di desa Cempaga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua sampel informan dari Cempaga Dialek dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: elisity dan teknik snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis prefiks derivasional di Cempaga Dialek: awalan {mə-}, {m -}, kɅ-, dan pɅn-,. Ada lima jenis prefiks inflektif di Cempaga Dialek: awalan {n}, {N-}, {N-}, {m-} dan Λ-. Ada wes salah satu jenis akhiran derivatif di Cempaga Dialek: akhiran {-n}. Ada wes salah satu jenis akhiran infleksi: akhiran -ə. Prefiks dan sufiks di Cempaga Dialek yang milik derivasi adalah: prefix {mə-}, {m-}, {kɅ-} dan pɅn- dan akhiran {-n}. Prefiks dan sufiks di Cempaga Dialek yang milik belok adalah: prefix {n}, {N-}, {N-}, m-, dan Λ- dan akhiran -ə.Kata Kunci : Derivasi Awalan dan Akhiran, infleksi Awalan dan Akhiran, Cempaga Dialek This study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes of Cempaga Dialect in Cempaga village. This research is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Cempaga Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on two techniques, namely: elisity and snowball technique. The results of the study show that there were four kinds of derivational prefixes in Cempaga Dialect: prefix {mə-}, {m-},{kɅ-}, and {pɅn-}, . There were five kinds of inflectional prefixes in Cempaga Dialect: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} and {Λ-}. There wes one kinds of derivational suffixes in Cempaga Dialect: suffix {-ŋ}. There wes one kinds of inflectional suffixes: suffix {-ə}. Prefixes and suffixes in Cempaga Dialect which belong to derivation are: prefix {mə-}, {m-}, {kɅ-}and {pɅn-} and suffix {-ŋ}. Prefixes and suffixes in Cempaga Dialect which belong to inflection are: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ə}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Cempaga Dialect
ANALYZING METHODS OF TEACHING MICROTEACHING COURSE TO UNIVERSITIES FOR ENGLISH EDUCATION DEPARTMENTS IN BALI ., Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5751

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan model penelitian Dick dan Carrey sebagai prosedur penelitian. Ada tiga pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori bahasa dan pembelajaran bahasa, teori konstruktivisme, dan teori humanisme. Sementara itu, tersedia sebelas metode pembelajaran menurut beberapa ahli microteaching. Terakhir peneliti menjelaskan dua siklus yang dapat digunakan dalam pembelajaran microteaching. Penelitian ini bekerja di bawah kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam tahap pertama dan kedua. Tahap pertama adalah pembukaan, dan tahap kedua adalah pembuatan kunci jawaban dan pengembangan model pembelajaran. Pendekatan kuantitatif digunakan saat memvalidasi model pembelajaran divalidasi melalui pengujian empiris, tes yang berarti untuk melakukan model dalam situasi nyata. Subjek penelitian ini merupakan ahli pembelajaran microteaching yang tersebar di seluruh Bali. Peneliti menggunakan dua jenis instrumen yaitu angket dan pedoman wawancara. Instrumen tersebut didistribusikan ke semua subjek dan dianalisis menggunakan teknik interpretasi dan teknik triangulasi untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil kuesioner akan ditunjukkan dalam penelitian ini dan dalam buku panduan. Pada akhir proses, buku panduan akan didistribusikan ke dosen pengempu mata kuliah microteaching. Buku panduan membantu dosen microteaching untuk mengajar kelas microteaching. Selain itu, mahasiswa akan siap untuk mengajar di kehidupan nyata sesuai dengan Kurikulum 2013.Kata Kunci : Kurikulum 2013, buku panduan, Microteaching. This research discussed about approach, learning method, and learning technique. There were three approach showed in this research including theory of language and language learning, constructivism theory, and humanism theory. Meanwhile, there were eleventh learning methods presented in this research according to the expert. The researcher also explained two cycles in microteaching course. In order to getting the data, the researcher used Dick and Carrey as the research procedures. This study works under the combination of qualitative and quantitative approach. Qualitative approach was applied in the first and second phase. The first phase was the opening, and the second phase was the making of key answer and the development of learning model. The quantitative approach was used when validating the learning model was validated through empirical test, a test that means to conduct the model in real situation. The subject of this research is microteaching course experts in Bali. The researcher used two kinds of instrument namely questionnaire and interview guide. Those instruments distributed to all subject and analyzed used interpretation, triangulation technique, in form of triangulation method and source to get the result. The result of questionnaire would be showed in this research and manual book. In the end of the process, the learning manual distributed to all microteaching lecturer. The manual book helped the microteaching lecturer to teach the microteaching course. In addition, the student would be ready to teach in the real life according to Curriculum 2013.keyword : Curriculum 2013, learning manual, Microteaching.
IMPROVING STUDENTS’ COMPETENCE IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT BY USING MULTIMEDIA AT SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP DWIJENDRA GIANYAR IN THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., I Gede Saryana; ., Drs.Sudirman, M.L.S; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menulis paragraf deskriptif di kelas 7 C SMP Dwijendra Gianyar pada tahun akademik 2014/2015. Subjek penelitian ini terdiri dari 19 siswa dan 15 siswi. Berdasarkan hasil pra penelitian ditemukan bahwa nilai rata - rata siswa dalam menulis adalah 68, dan nilai tersebut dikategorikan menengah berdasarkan kriteria pada tabel Penilaian Acuan Patokan (PAP). Skor tersebut masih dibawah kriteria kelulusan sekolah (KKM), dimana seharusnya mereka mencapai skor 70. Disamping itu, hasil kuisioner pada pra penelitian menunjukkan bahwa siswa dan siswi sedang mengalami kesulitan dalam menulis dan mereka masih belum puas dengan pencapaian mereka selama ini. Berdasar pada temuan tersebut, serangkaian proses perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dari Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan menerapkan Multimedia sebagai alat bantu mengajar guna meningkatkan kompetensi siswa dalam menulis teks deskriptif. Data penelititan ini dikumpulkan melalui kuisioner, interview, observasi dan tes, kemudian data tersebut dianalisa secara kualitatif and kuantitatif. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi siswa dalam menulis teks deskriptif dapat ditingkatkan melalui penerapan Mutimedia sebagai alat bantu mengajar. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada siklus 1 sebesar 82 dan 80 pada siklus 2. Lebih jauh, seluruh siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal. Sebagai tambahan, Multimedia juga membawa efek positif pada partisipasi, antusiasme, dan ketertarikan siswa dalam belajar sebagaimana diungkap melalui hasil kuisioner pada akhir siklus 2. Oleh sebab itu disimpulkan bahwa kompetensi siswa dan siswi kelas 7C SMP Dwijendra Gianyar pada tahun ajaran 2014/2015 dalam menulis teks descriptive dapat ditingkatkan dengan megunakan multimedia sebagai alat bantu mengajar. Kata Kunci : Kompetensi menulis, Multimedia, Teks Deskriptif. ABSTRACT This study was aimed at improving the students’ competency in writing descriptive text in the 7C class of SMP Dwijendra Gianyar in the academic year 2014/2015. The subjects of this study consisted of 19 males and 15 females. Based on the preliminary study it was found that the students’ mean score in writing was 68, and this score was categorized as moderate based on PAP’s criteria. This score is also bellow school passing grade in which they supposed to achieve 70 Moreover, the result of questionnaire in preliminary study indicated that students were having problem in writing, and they had been not satisfied with their achievement. Reflected to the result of preliminary study, series of planning, acting, observing and reflecting of Action research was done by using multimedia as teaching aids to improve the students’ competence in writing descriptive text. The data were collected through four kinds of instruments, namely: interview, observation sheet, questionnaire and test. Then, the data were analyzed quantitatively and qualitatively. The findings of this study showed that the students’ writing competency could be improved through the use of multimedia. This was proved through students’ mean score that was 82 in first Cycle and 80 in second Cycle. Furthermore, all of the students had passed the school passing grade. In addition, the post questionnaire revealed that this media also brought positive effect in fostering students’ participation, enthusiasm and interest in learning English. Thus, the students’ competence of C class of SMP Dwijendra Gianyar in academic year 2014/2015 in writing descriptive text had been improved through the use of multimedia as teaching aids. keyword : Writing competence, Multimedia, Descriptive text.
TEACHERS' AND STUDENTS' PERCEPTION ON DEMOTIVATING FACTORS IN EFL LEARNING IN SMA N 2 BANJAR IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Kadek Diah Cahya Nita; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa terhadap faktor-faktor yang mengurangi motivasi siswa untuk belajar Bahasa Inggris serta persamaan dan perbedaan diantara persepsi guru dan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA 2 Banjar yang berjumlah 216 orang dan 3 orang guru Bahasa Inggris yang mengajar kelas XI. Sementara itu, objek dari penelitian ini adalah persepsi guru dan siswa terhadap faktor-faktor yang mengurangi motivasi siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey untuk mengumpulkan data. Kuisioner merupakan instrumen utama dalam penelitian ini yang didukung oleh hasil wawancara untuk memperkuat hasil kuisioner. Data dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru menunjukkan persepsi positif terhadap 5 faktor seperti buku pelajaran yang digunakan di kelas dan persepsi negatif guru ditunjukkan terhadap 4 faktor seperti gangguan bahasa asing lain. 2) Siswa menunjukkan persepsi positif terhadap 2 faktor seperti tingkah laku teman sekelas dan persepsi negative terhadap 7 faktor seperti berkurangnya kepercayaan diri siswa karena pengalaman kegagalan siswa. 3) Guru dan siswa menunjukkan persepsi positif terhadap 2 faktor dan persepsi negatif terhadap 4 faktor. Perbedaan persepsi guru dan siswa ditemukan pada 3 faktor dimana guru menunjukkan persepsi positif namun siswa menunjukkan persepsi negatif.Kata Kunci : Faktor yang menurunkan motivasi belajar siswa, Persepsi guru, Persepsi siswa This present study aimed at finding out the teachers’ and students’ perception on demotivating factors in EFL and the similarities and the differences between teachers’ and students’ perception. The subjects of this study were all the eleventh grade students and three teachers of SMA N 2 Banjar in academic year 2014/2015. The object in this study was perception of teachers and students on demotivating factors in EFL learning. This study was a descriptive study with survey as the method for collecting the data. A questionnaire was the main instrument in gaining the data which were supported by an interview to strengthen the result of the questionnaire. The data were analyzed both quantitatively and qualitatively. The result of the study reveals that: 1) Teachers express their positive perceptions towards five demotivating factors such as course book used in the class and negative perception towards four demotivating factors such as interference of another foreign language that pupils studying. 2) Students’ positive perception is on two demotivating factors such as attitude of group members and students’ negative perception is on seven demotivating factors such as reduced self confidence due to experience of failure or lack of success. 3) Both teachers and students show their positive perception toward two demotivating factors. Otherwise, they show their negative perception towards four demotivating factors. Teachers’ and students’ perception is different on three demotivating factors in which students’ perception is negative but teachers’ perception is positive.keyword : Demotivating factors, Students’ perception, Teachers’ perception.
TEACHERS' AND STUDENTS' PERCEPTION ON DEMOTIVATING FACTORS IN EFL LEARNING IN SMA N 2 BANJAR IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Kadek Diah Cahya Nita; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa terhadap faktor-faktor yang mengurangi motivasi siswa untuk belajar Bahasa Inggris serta persamaan dan perbedaan diantara persepsi guru dan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA 2 Banjar yang berjumlah 216 orang dan 3 orang guru Bahasa Inggris yang mengajar kelas XI. Sementara itu, objek dari penelitian ini adalah persepsi guru dan siswa terhadap faktor-faktor yang mengurangi motivasi siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey untuk mengumpulkan data. Kuisioner merupakan instrumen utama dalam penelitian ini yang didukung oleh hasil wawancara untuk memperkuat hasil kuisioner. Data dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru menunjukkan persepsi positif terhadap 5 faktor seperti buku pelajaran yang digunakan di kelas dan persepsi negatif guru ditunjukkan terhadap 4 faktor seperti gangguan bahasa asing lain. 2) Siswa menunjukkan persepsi positif terhadap 2 faktor seperti tingkah laku teman sekelas dan persepsi negative terhadap 7 faktor seperti berkurangnya kepercayaan diri siswa karena pengalaman kegagalan siswa. 3) Guru dan siswa menunjukkan persepsi positif terhadap 2 faktor dan persepsi negatif terhadap 4 faktor. Perbedaan persepsi guru dan siswa ditemukan pada 3 faktor dimana guru menunjukkan persepsi positif namun siswa menunjukkan persepsi negatif.Kata Kunci : Faktor yang menurunkan motivasi belajar siswa, Persepsi guru, Persepsi siswa This present study aimed at finding out the teachers’ and students’ perception on demotivating factors in EFL and the similarities and the differences between teachers’ and students’ perception. The subjects of this study were all the eleventh grade students and three teachers of SMA N 2 Banjar in academic year 2014/2015. The object in this study was perception of teachers and students on demotivating factors in EFL learning. This study was a descriptive study with survey as the method for collecting the data. A questionnaire was the main instrument in gaining the data which were supported by an interview to strengthen the result of the questionnaire. The data were analyzed both quantitatively and qualitatively. The result of the study reveals that: 1) Teachers express their positive perceptions towards five demotivating factors such as course book used in the class and negative perception towards four demotivating factors such as interference of another foreign language that pupils studying. 2) Students’ positive perception is on two demotivating factors such as attitude of group members and students’ negative perception is on seven demotivating factors such as reduced self confidence due to experience of failure or lack of success. 3) Both teachers and students show their positive perception toward two demotivating factors. Otherwise, they show their negative perception towards four demotivating factors. Teachers’ and students’ perception is different on three demotivating factors in which students’ perception is negative but teachers’ perception is positive.keyword : Demotivating factors, Students’ perception, Teachers’ perception.
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness