cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 337 Documents clear
The Effect of Communicative Language Teaching ”Role Play” On The Students Speaking Competency Of Grade X In SMA N 1 Kubu in Academic Year 2013/2014 ., I Kadek Suarsana; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4801

Abstract

Ini adalah penelitian eksperimen, dimana bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada berbicara siswa yang diajar dengan tehnik Role Play dan tehnik konvensional di siswa kelas 10. Cluster Random Sampling adalah tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam studi ini, dimana dua kelas dipilih secara acak sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil dari descriptive statistics menunjukan hasil rerata nilai kelompok eksperimen 73.96 dan kelompok control 64.58. Lebih lanjut, analisis secara statistik inferensial menunjukan nilai t observed (to) adalah 3.198. Nilai tersebut lebih besar dari nilai t critical value (tcv) yaitu 1.67 (α = .05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, bisa di simpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada hasil berbicara siswa yang diajarkan dengan menggunakan tehnik Role Play dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan tehnik konvensional. Kata Kunci : Keywords: Role Play, Conventional, Speaking Achievement This research was an experimental research, which was aimed at investigating whether there was a significant difference in students' speaking achievement taught by using Role Play Technique and Conventional Technique in tenth grade students. Cluster random sampling was used as sampling technique in this study, in which two classes were selected randomly as the samples of the study. The result of descriptive statistics shows that the mean score of experimental group was 73.96 while the control group was 64.58. Furthermore, from the analysis by using inferential statistic, it was found that the value of t observed (to) was 3.198. It was higher than t critical value (tcv) which was 1.67 (α = .05). Based on the data, it can be concluded that there is significant difference in speaking achievement of the students who are taught through Role Play Technique and the students who are taught by using conventional technique. keyword : Keywords: Role Play, Conventional, Speaking Achievement
IMPROVING THE EIGHTH GRADE STUDENTS’ WRITING COMPETENCY THROUGH PERSONAL PHOTOGRAPH TECHNIQUE AT SMPN 3 SINGARAJA ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Gede Susila Darma; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4802

Abstract

Itu adalah prestasi dalam setiap indikator penulisan kompetensi siswa kelas delapan di SMP N 3 Singaraja setelah menerapkan teknik foto pribadi di tahun akademik 2014/2015. Untuk mengetahui prestasi dalam setiap indikator penulisan kompetensi siswa kelas delapan di SMP N 3 Singaraja setelah menerapkan teknik foto pribadi di tahun akademik 2014/2015. Ada 30 siswa di 15 laki-laki dan 15 siswa perempuan di terutama VIIIE di SMP N 3 Singaraja. Penelitian telah memiliki dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Ada dua jenis data untuk menganalisa data yang bersifat data kualitatif dan kuantitatif. Dalam pengamatan awal berdasarkan teks umum: 22 (73,3%), dalam jenis teks teks deskriptif 26 (86,7%), menceritakan teks 24 (80%) memiliki masalah, dalam indikator teks deskriptif seperti: keaslian 22 (73%), judul . kesesuaian 12 (40%), struktur teks 19 (63%), diksi 13 (43%), tata bahasa 22 (73%), kerapian 18 (60%), menulis kompetensi 21 (70%), ingatlah teks seperti: keaslian : 17 (57%), judul kesesuaian 18 (60%), struktur teks 18 (60%), diksi 14 (47%), tata bahasa 18 (60%), kerapian 18 (60%), menulis kompetensi 20 (67% ). Dalam siklus I berdasarkan teks umum: 12 (40%), dalam jenis teks seperti: teks deskriptif 18 (60%), teks recount 13 (43%) dan di setiap indictor untuk teks deskriptif seperti: keaslian 1 (3% ), judul kesesuaian 3 (10%), struktur teks 2 (7%), diksi 6 (20%), tata bahasa 5 (17%), kerapian 1 (3%), menulis kompetensi 5 (17%)., ingatlah teks seperti sebagai: 9 (3%), 9 (3%), 10 (3,3%), 10 (3,3%), 9 (3%), 10 (3,3%), 4 (13%). Dalam siklus II berdasarkan teks umum: 9 (30%), dalam jenis teks seperti: teks deskriptif 9 (30%) dan penghitungan ulang teks 3 (10%). Dalam setiap indikator keterampilan menulis seperti: keaslian 2 (7%), judul kesesuaian 3 (10%), struktur teks 1 (3%), diksi 4 (13%), tata bahasa 2 (7%), kerapian 3 (10 %), menulis kompetensi 1 (3%), ingatlah teks seperti:. 2 (7%), 3 (10%), 1 (3%), 3 (10%), 1 (3%), 4 (13% ), 5 (17%). Belajar dari peningkatan mengesankan teknik secara tertulis di SMPN 3 Singaraja, guru disarankan untuk menggunakan kontekstual dan nyata Media kehidupan. Kata Kunci : teknik foto sendiri, kompetensi menulis This study for achievements in each indicator of writing competency of the eighth grade students in SMP N 3 Singaraja after applying the personal photograph technique in academic year 2014/2015. To know the achievements in each indicator of writing competencies of the eighth grade students in SMP N 3 Singaraja after applying the personal photograph technique in academic year 2014/2015. There are 30 students in 15 male and 15 female students in especially VIIIE in SMP N 3 Singaraja. The studies have had two cycles where each cycle consists of planning, action, observation and reflection. There are two types of data to analyze the data that is both qualitative and quantitative data. In preliminary observation based on general text: 22 (73.3%), in text type’s descriptive text 26 (86.7%), recount text 24(80%) had problem, in indicator descriptive text such as: authenticity 22(73%), title suitability 12(40%), text structure 19 (63%), diction 13(43%), grammar 22(73%), neatness 18(60%), writing competency 21(70%).Recount text such as: authenticity: 17(57%),title suitability 18(60%),text structure 18(60%),diction 14(47%), grammar 18(60%), neatness 18(60%), writing competency 20(67%). In cycle I based on general text: 12 (40%), in text type such as: descriptive text 18(60%), recount text 13(43%) and in each indictor for descriptive text such as: authenticity 1(3%), title suitability 3(10%), text structure 2(7%), diction 6 (20%), grammar 5(17%), neatness 1(3%), writing competency 5(17%).Recount text such as :9(3%),9(3%),10(3.3%),10(3.3%),9(3%),10(3.3%),4(13%). In cycle II based on general text: 9(30%), in text type such as: descriptive text 9(30%) and recount text 3(10%). In each indicator of writing skill such as: authenticity 2(7%), title suitability 3(10%), text structure 1(3%), diction 4(13%), grammar 2(7%), neatness 3(10%), writing competency 1(3%).Recount text such as : 2(7%),3(10%),1(3%),3(10%),1(3%),4(13%),5(17%).Learning from an impressive improvement of the technique in writing at SMPN 3 Singaraja, teachers are suggested to make use of contextual and real life media.keyword : personal photograph technique, writing competecy
IMPROVING SPEAKING ACHIEVEMENT OF CLASS X3 STUDENTS OF SMA KARYA WISATA SINGARAJA THROUGH PANAURICON TECHNIQUE FACILITATED WITH PICTURE IN ACADEMIC YEAR 2013/2014. ., I Made Yudhy Lesmana Dinatha; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi berbicara siswa kelas X SMA Karya Wisata, khususnya kelas X3 melalui teknik Panauricon difasilitasi dengan gambar pada tahun ajaran 2013/2014. Jumlah keseluruhan ada 44 siswa, terdiri dari 19 perempuan dan 25 laki-laki. Penelitian ini dirancang dalam bentuk tindakan di kelas dan dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga sesi, yaitu: sesi dua untuk tindakan dan sesi satu untuk tes. Langkah-langkah dalam setiap siklus melibatkan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data itu diperoleh dari tes prestasi siswa; pre-test, post-test 1, dan post-test 2. Sementara perilaku siswa tercatat selama pelaksanaan tindakan melalui hasil kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik Panauricon difasilitasi dengan gambar sangat efektif untuk meningkatkan prestasi siswa dalam berbicara. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes prestasi siswa yang meningkat selama penerapan teknik. Peningkatan juga terjadi pada aspek berbicara yaitu, tata bahasa, kosa kata, pemahaman, kelancaran dan pengucapan di mana semua skor rata-rata dari masing-masing aspek meningkat dari pre-test sampai post-test. Sementara itu, hasil observasi kelas dan kuesioner menunjukkan bahwa ada perubahan positif pada perilaku siswa selama kegiatan belajar mengajar. Para siswa juga mengungkapkan bahwa perasaan mereka sangat baik terhadap pelaksanaan teknik Panauricon difasilitasi dengan gambar. Berdasarkan hasil penelitian, terbukti bahwa teknik Panauricon difasilitasi dengan gambar sangat efektif untuk membantu siswa kelas X3 di SMA Karya Wisata dalam meningkatkan prestasi berbicara mereka.Kata Kunci : Teknik Panauricon, prestasi berbicara, gambar This study was aimed at improving speaking achievement of the tenth grade students of SMA Karya Wisata, especially class X3 through Panauricon technique facilitated with pictures in academic year 2013/2014. The number of the subjects were 44 students, consisted of 19 females and 25 males. This study was designed in the form of classroom-based action research and conducted in two cycles. Each cycle consisted of three sessions, such as: two sessions for action and one session for test. The steps in each cycle involved planning, action, observation, and reflection. The data was gained from the students’ achievement test; pre-test, post-test 1, and post-test 2. Meanwhile the students’ behavior was recorded during the implementation of the action through the result of questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively. The result of the study shows that the use of the Panauricon technique facilitated with picture is effective to improve the students’ achievement in speaking. It could be seen from the result of the students’ achievement test which increased during the application of the technique. The improvement also occurred in the aspects of speaking namely, grammar, vocabulary, comprehension, fluency and pronunciation in which all of mean score of each aspect increased from pre-test until post-test. Meanwhile, the results of the classroom observation and questionnaire indicated that there were positive changes on students’ behavior during teaching and learning activities. The students also expressed better feelings and opinion towards the implementation of Panauricon technique facilitated with pictures. Based on the results of study, it is proved that Panauricon technique facilitated with pictures is very effective to assist the students of class X3 in SMA Karya Wisata in improving their speaking achievement.keyword : Panauricon Technique, speaking achievement, pictures.
TASK-BASED ACTIVITIES WITH CHARACTER VALUES FOR TEACHING ENGLISH LITERACY OF 2ND GRADE STUDENTS IN NBBS ., Gina Wulandari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4856

Abstract

Dewasa ini, guru-guru di Indonesia dihadapkan dengan dua masalah utama dalam pengajaran yaitu bagaimana mengajarkan Bahasa Inggris secara kontekstual dan inovatif, serta bagaimana menyisipkan pendidikan karakter sebagai aturan dari pemenrintah untuk meningkatkan moral dari generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis aktivitas berbasis tugas dengan nilai-nilai karakter untuk mengajarkan literasi Bahasa Inggris di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk deskriptif kualitatif dengan analisis data triangulasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 2 sekolah dasar North Bali Bilingual School Singaraja selama satu semester di tahun 2014. Berdasarkan observasi, ada sebelas jenis aktivitas berbasis tugas yang ditemukan diantaranya: take-home reading task, reading buddy, collaborative literacy task, scavenger hunt, door’s decoration, daily task, spelling quiz, super reader challenge, earth day celebration, and reading world day celebration (yang berisi 3 kegiatan literasi Bahasa Inggris). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas tersebut bisa membuat siswa fokus terlibat dalam proses belajar dan membuat siswa termotivasi untuk mempelajari Bahasa Inggris.Kata Kunci : aktivitas berbasis tugas, nilai karakter, literasi Bahasa Inggris Nowadays, teachers in Indonesia are faced with two main problems of teaching such as how to teach English contextually and innovatively, and how to insert character education as the government’s policy to improve the morality of the young generations. This study aimed to analyze kinds of task-based activities inserted with character values in teaching English literacy in elementary school. The study was conducted in descriptive qualitative study with the triangulation data analysis. The subject of the study was on grade 2 students of North Bali Bilingual School Singaraja for about one semester in 2014. Based on the observation, there were about eleven task based activities documented such as: take-home reading task, reading buddy, collaborative literacy task, scavenger hunt, door’s decoration, daily task, spelling quiz, super reader challenge, earth day celebration, and reading world day celebration (consisted of 3 literacy activities). The result of the study stated that the activities can make students on task during the teaching learning process and make students highly motivated to learn English.keyword : task-based activities, character values, English literacy
THE PERCEPTION OF ENGLISH SENIOR HIGH SCHOOL TEACHERS IN BULELENG DISTRICT ON SCIENTIFIC APPROACH IN THE IMPLEMENTATION OF THE CURRICULUM 2013 ., I Gede Surya Mertha; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4871

Abstract

This study aimed at determining the perception of English senior high school teacher in Buleleng District on Scientific Approach in the implementation of curriculum 2013. The population of this study were English teacher in Buleleng District and selected to be the sample by using random sampling technique. This study was descriptive study with survey technique. The instrument used was only questionnaire with 50 items which was distributed to the sample. The result of this study shows that most teachers in Buleleng District have very good perception on scientific approach in the implementation of curriculum 2013.Kata Kunci : Perception, Scientific Approach, Curriculum 2013 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru bahasa inggris SMA di Kecamatan Buleleng terhadap pendekatan saintifik dalam implementasi kurikulum 2013. Populasi pada penelitian ini adalah guru-guru Bahasa Inggris SMA di Kecamatan Buleleng yang dipilih menjadi sampel dengan teknik acak. Penelitian ini merupakan penetitian deskriptif dengan teknik survey. Istrumen yag digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan 50 butir pernyataan yang didistribusikan pada sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru bahasa inggris SMA di Kecamatan Buleleng memiliki persepsi yang baik terhadap pendekatan saintifik dalam implementasi kurikulum 2013.keyword : Persepsi, Pendekatan Saintifik, Kurikulum 2013
INNOVATIVE CHARACTER-BASED ENGLISH TEACHING STRATEGIES FOR GRADE 2 STUDENTS IN NBBS ., Ni Putu Ria Tirana Surastiani; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education has become a great issue which is debated by many people. So far, character education can be implemented of behavior so that the learning process requires seriousness and consistency. This is because implementation is not enough in theory but needs to be implemented in practice. Therefore, education plays a very important role as an agent and forming the character of the nation that education is required to form the nation. Indonesia as one nation in the world has a dream to form citizens who have noble values, prosperous and able to compete in the international world. But in recent years, Indonesia burdened by problems that are not solved wisely can lead to disintegration and destruction. North Bali Bilingual School is one of school in Bali that implemented some innovative character based English teaching strategies. In this study was conducted using qualitative design where the researcher acted as the main instrument of the research. The study was conducted in NBBS since December 2014. The subject of this study was the 2nd grade students in NBBS. The result of this analysis has showed a significant improvement when they are using innovative character based English teaching strategies for second grade students. Therefore, this study is conducted to describe how innovative character based English teaching strategies is implemented for second grade students in NBBS.Kata Kunci : Character Education, English Teaching Strategies, Second Grade Students, NBBS. Pendidikan karakter telah menjadi isu besar yang diperdebatkan oleh banyak orang . Sejauh ini , pendidikan karakter dapat diimplementasikan perilaku sehingga proses belajar memerlukan keseriusan dan konsistensi . Hal ini karena pelaksanaannya tidak cukup dalam teori tetapi perlu diterapkan dalam praktek . Oleh karena itu , pendidikan memainkan peran yang sangat penting sebagai agen dan membentuk karakter bangsa bahwa pendidikan diperlukan untuk membentuk bangsa . Indonesia sebagai salah satu negara di dunia memiliki mimpi untuk membentuk warga negara yang memiliki nilai-nilai luhur , makmur dan mampu bersaing di dunia internasional . Tapi dalam beberapa tahun terakhir , Indonesia terbebani oleh masalah yang tidak diselesaikan dengan bijaksana dapat menyebabkan disintegrasi dan kehancuran . North Bali Bilingual School adalah salah satu sekolah di Bali yang menerapkan beberapa strategi pengajaran bahasa Inggris berbasis karakter yang inovatif . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti bertindak sebagai instrumen utama penelitian . Penelitian ini dilakukan di NBBS sejak Desember 2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2 di NBBS . Hasil analisis ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan ketika mereka menggunakan strategi pengajaran bahasa Inggris berbasis inovatif karakter untuk siswa kelas dua . Oleh karena itu , penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana karakter berbasis strategi pengajaran bahasa Inggris yang inovatif diimplementasikan untuk siswa kelas dua di NBBS .keyword : Pendidikan Karakter , English Teaching Strategies , Siswa Kelas , NBBS
TECHNIQUES OF TEACHING READING FOR ENGLISH LITERACY BOOST OF FIRST GRADE STUDENTS OF NBBS ., Putu Novi Permata Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4873

Abstract

Literasi bahasa Inggris adalah keterampilan hidup yang penting yang menggunakan kompetensi membaca dan menulis sebagai keterampilan dasarnya dalam era global ini. Dengan kemampuan literasi yang baik, siswa akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan. Namun, itu menjadi masalah yang luas saat ini di Indonesia bahwa literasi Bahasa Inggris siswa rendah dan mereka kebanyakan tidak memiliki keterampilan dasar membaca dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa banyak guru masih bingung tentang cara mengajar membaca secara efektif terutama untuk pemula. Maka dari itu penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan teknik mengajar membaca untuk meningkatkan literasi Bahasa Inggris bagi mereka siswa kelas satu sekolah dasar. Penelitian ini adalah bagian dari penelitian yang lebih besar yang dilakukan di North Bali Bilingual School (NBBS), sebuah sekolah nasional plus di Singaraja Bali Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas satu di NBBS. Hasilnya menunjukkan bahwa ada dua teknik utama membaca yang diterapkan seperti phonic approach dan the whole language approach dalam rangka meningkatkan literasi Bahasa Inggris siswa. Kedua teknik tersebut saling berkaitan satu sama lain dan terbukti efektif untuk meningkatkan literasi siswa tidak hanya dalam membaca, tetapi juga dalam berbicara. Para siswa ini selalu bahagia dan ceria di dalam kelas karena pendekatan yang diterapkan memberikann pembelajaran yang menyenangkan di kelas.Kata Kunci : teaching reading, elementary school, NBBS English literacy is an essential life skill which uses reading and writing competencies as its fundamental skills in this global era. With good literacy skills, students will have better chances to have better life in the future. However, it becomes a wide issue nowadays in Indonesia that students’ English literacy is low and they mostly do not have basic reading skills in English. This is assumed to be caused by the fact that many teachers are still confused on how to teach reading effectively especially for beginners. This paper is, therefore, intended to describe techniques of teaching reading for boosting English literacy for those who are in the first grade of elementary school. The study was part of a bigger study conducted at North Bali Bilingual School (NBBS), a national plus school in Singaraja North Bali. This study used descriptive qualitative research with a researcher as the main instrument. The subject of this study was the first grade students of NBBS. The result has showed that there are two major reading techniques implemented such as phonic approach and the whole language approach in order to improve the students’ English literacy. The two techniques are complimenting each other and found to be effective to improve the students’ literacy not only in reading but also in speaking. The students are always happy and cheerful in the classroom because the approaches implemented bring joyful learning in the classroom.keyword : teaching reading, elementary school, NBBS
THE IMPLEMENTATION OF INNOVATIVE PHONIC APPROACH FOR TEACHING ENGLISH LITERACY FOR SECOND GRADERS OF NBBS ., Pebri Ariati Ni Putu; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4874

Abstract

Literasi Bahasa Inggris saat ini adalah istilah yang paling terkenal dalam dunia pendidikan dan menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Hal ini karena literasi Bahasa Inggris tidak hanya mengharapkan peserta didik untuk dapat membaca dan menulis, tetapi juga untuk dapat berkomunikasi dengan lancar, mandiri dan efektif di masyarakat. Namun, dalam beberapa kasus, proses pengajaran literasi Bahasa Inggris dianggap sulit oleh guru dan strategi yang digunakan sangat konvensional. North Bali Bilingual School adalah satu-satunya sekolah bilingual di Singaraja, Bali yang memiliki berbagai strategi inovatif untuk meningkatkan literasi Bahasa Inggris anak-anak. Salah satu strategi yang paling inovatif untuk mengajar literasi Bahasa Inggris yang dimiliki oleh NBBS adalah Phonic Approach. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana inovatif Phonic Approach diimplementasikan sebagai strategi untuk mengajar literasi Bahasa Inggris untuk siswa kelas dua di North Bali Bilingual School. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian dan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari guru, kepala sekolah serta siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang diimplemetasikan oleh guru sangatlah inovatif, karena dikombinasikan dengan kegiatan menyenangkan lainnya, seperti lagu dan permainan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan Phonic Approach secara inovatif telah berhasil meningkatkan kualitas pengucapan siswa serta mengembangkan pengetahuan literasi Bahasa Inggris siswa, sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan lancar baik di sekolah maupun di masyarakat.Kata Kunci : Literasi Bahasa Inggris, Phonic Approach, NBBS English literacy nowadays is the most well known terms in educational life and thus become extremely important in the process of teaching and learning English as a Foreign Language. This is because English literacy doesn't only expect the learners to be able to read and write, but also to be able to communicate fluently, independently and effectively in the society. However, in some cases, the process of teaching English literacy is considered difficult by the teacher and the strategy used is very conventional. North Bali Bilingual School is the only bilingual school in Singaraja, Bali which has various innovative strategies to boost children’s English literacy. One of the most innovative strategies for teaching English literacy that owned by NBBS is phonic approach. Therefore, this study aimed at describing how innovative phonic approach implemented as a strategy for teaching English literacy for the second grade students in North Bali Bilingual School. This study used descriptive qualitative method as a research design and used observation, documentation and interview to collect the data from the teachers, principals as well as the students. Result of this study shows that the strategy has innovatively implemented by the teacher, because it is combined with the other enjoyable activity, such as song and games. The result of this study indicated that the implementation of innovative phonic approach has successfully enhanced the quality of the students’ pronunciation and developed the students’ English literacy, so the students are able to communicate fluently both at school and in the society.keyword : English Literacy, Innovative Phonic Approach, NBBS
EMPOWERING DIFFERENTIATED INSTRUCTION IN TEACHING ENGLISH LITERACY FOR STUDENTS OF SPLIT CLASS IN NBBS ., Made Arya Putri Agung Indhira; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan yang dihadapi oleh para guru di Indonesia saat ini adalah prestasi siswa yang rendah dalam bahasa Inggris. Banyak guru sering mengeluh tentang bagaimana cara terbaik untuk mengajar siswa agar mereka mampu meningkatkan prestasi siswa serta motivasi mereka untuk belajar bahasa Inggris. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di sekolah-sekolah di Singaraja, guru-guru masih mengajar dengan menggunakan metode tradisional di mana semua siswa di kelas diajarkan menggunakan teknik yang sama meskipun mereka mengajar dalam kondisi kelas yang heterogen, dimana siswa di dalam kelas memiliki kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Akibatnya, siswa yang memiliki kemampuan yang baik dipaksa untuk mengikuti siswa yang memiliki kemampuan yang kurang, begitu pula sebaliknya untuk mengikuti materi yang sama yang diberikan oleh guru. Sebagai hasil, para siswa cenderung bosan dalam mengikuti pelajaran. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana Differentiated Instruction dilaksanakan di dalam kelas untuk membantu setiap siswa di kelas untuk mengembangkan diri dalam potensi penuh mereka. Penelitian ini dilakukan di North Bali Bilingual School untuk kelas gabungan di kelas 3 dan kelas 4 sejak Desember 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui analisis data triangulasi dimana peneliti bertindak sebagai instrumen utama penelitian. Penelitian ini dilakukan di North Bali Bilingual School yang terletak di Panji, Singaraja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas gabungan di kelas 3 dan 4. Hasil penelitian menyatakan bahwa Differentiated Instruction mampu meningkatkan literasi Bahasa Inggris siswa dan setiap siswa di kelas sangat menikmati waktu mereka di kelas.Kata Kunci : differentiated instruction, kelas gabungan, literasi The challenge faced by teachers in Indonesia nowadays is low achievement in English. Many teachers are frequently complaint on how to best teach students in order they are able to improve students’ achievement as well as their motivation to learn English. Based on observations conducted in schools in Singaraja, teachers still teach their students using traditional method where all students in the classroom are taught using the same techniques despite the heterogeneous condition of the students in the classroom. As the result, students who are better are dragged down and those who are down are dragged up in order to follow the same material given by the teacher. As the results, the students are mostly bored or struggling to follow the lesson. This paper is intended to describe how differentiated instruction implemented in the classroom in order to help every student in the classroom develop themselves in their full potentials. The study was conducted in NBBS School for grade 3 and 4 split class since December 2014. This study was a descriptive qualitative study through a triangulation data analysis where the researcher acted as the main instrument of the study. The setting of this study in North Bali Bilingual School which is located in Panji, Singaraja. The subject of this study was the students of split class in grade 3 and 4. The result of the study stated that the differentiated instruction is very powerful to increase students’ English literacy and every student enjoys his/her time in the classroom.keyword : differentiated instruction, split class, literacy
INNOVATIVE COOPERATIVE TASK FOR ACCELERATING VOCABULARY ACHIEVEMENT OF THE SECOND GRADERS OF NBBS ., Kadek Dian Sri Pratiwi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4876

Abstract

Bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa asing di Indonesia dan mulai diperkenalkan sejak sekolah dasar. Namun, prestasi Bahasa Inggris siswa masih sangat rendah dan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kosakata yang dimiliki siswa. Banyak guru Bahasa Inggris di sekolah dasar masih menghadapi masalah tentang bagaimana mengajar Bahasa Inggris yang inovatif dalam rangka meningkatkan prestasi kosakata siswa. Salah satu teknik untuk meningkatkan kosa kata siswa adalah dengan menggunakan teknik Cooperative Task yang inovatif yang dilakukan untuk mempercepat pencapaian kosakata siswa. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan Cooperative Task yang inovatif dalam mempercepat pencapaian kosakata siswa kelas dua di North Bali Bilingual School. Ada beberapa jenis Cooperative Task yang dilaksanakan di sekolah ini, dan ditemukan bahwa pelaksanaan Cooperative Task di North Bali Bilingual School (NBBS) sangat efektif dalam meningkatkan prestasi kosakata siswa. Tidak hanya itu, antusias siswa dan motivasi siswa sangat mendukung dalam pelaksanaan teknik ini, sehingga mereka sangat tertarik untuk belajar bahasa Inggris di sekolah. Penelitian ini merupakan hasil penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan terhadap siswa kelas dua di North Bali Bilingual School (NBBS). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua, para guru, dan kepala sekolah dari North Bali Bilingual School (NBBS). Penelitian ini akan dikumpulkan dengan dua metode,yaitu metode observasi dan metode wawancara. Kata Kunci : Innovative cooperative tasks, Vocabulary achievement English is considered as a foreign language in Indonesia and started to be introduced since elementary school. However, students’ English achievement was still very low and this was assumed to be caused by lack of vocabulary knowledge of the students. Many English teachers in elementary school still faced problem on how to teach English innovatively in order to improve student’s vocabulary achievement. One of the techniques used was innovative cooperative tasks which were conducted for accelerating the student’ vocabulary achievement. This study is therefore, intended to describe about the implementation of innovative cooperative task for accelerating vocabulary achievement for the second grade students of North Bali Bilingual School (NBBS). The cooperative tasks were assigned of several kinds and all were found very effectively improved the students’ vocabulary achievement. Not only that, the students’ enthusiasm and motivations were clearly boosted and they were highly interested to study English in the school. The paper was the result of qualitative descriptive research which was conducted toward the second grade students in North Bali Bilingual School. The subject of this research was the second grade students, the teachers and the principal of North Bali Bilingual School (NBBS). This study was collected by two methods, such as observation method and interview method. keyword : Innovative cooperative tasks, Vocabulary achievement.