cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 83 Documents clear
THE IDENTIFICATION OF MISBEHAVIORS OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA BHAKTIYASA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Meindy Ferawati Effendy; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kenakalan yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) menemukan kenakalan yang paling sering terjadi yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. (3) menemukan dan mendeskripsikan penyebab kenapa kenakalan tejadi di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah buku tulis, panduan wawancara dan perekam. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat empat jenis kenakalan yang ditemukan di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis kenakalan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah korupsi (berlaku curang 3,12%), tidak mematuhi aturan (ribut didalam kelas 12,5%, tidak mau berbicara bahasa inggris selama pembelajaran 3.12%), tidak sopan didalam kelas (menggunakan bahasa yang tidak sopan 6,25%, menggunakan nada tinggi ketika berbicara 6,25%, berjalan-jalan di kelas 6.25%), membuang waktu (menggunakan hp saat pembelajaran 12,5%, bolos pelajaran 12,5, melamun 3,12%, tidur saat pembelajaran 6,25%, menggambar 3,12%, merokok di area sekolah 12,5%, pergi ke kantin saat pembelajaran 12,5%). (2) Ribut didalam kelas, menggunakan hp saat pembelajaran, bolos pelajaran, merokok di area sekolah, dan pergi ke kantin saat pembelajaran menjadi kenakalan yang paling sering muncul dalam penelitian ini. (3) penyebab-penyebab dari kenakalan siswa tersebut berasal dari keluarga, bosan, dan faktor-faktor dari luar.Kata Kunci : kenakalan siswa, tipe kenakalan siswa, penyebab kenakalan siswa This research aimed at (1) investigating the types of student misbehavior conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) describing the most common misbehaviors conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja and (3) describing the causes why misbehaviors at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja occur. This research used descriptive qualitative study. The instruments of collecting data were Note book, interview guide and a recorder. The data obtained were analyzed qualitatively by using Miles and Huberman theory. The result of this study showed that: (1) there are four types of student misbehavior found at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja. The types of misbehavior found in this study were corruption (cheating 3.12 %), disobeying authority (avoiding to be quiet in the classroom 12.5 %, avoiding to practice speaking English during lesson 3.12 %), disrespect in the classroom (using impolite language 6.25 %, using harsh tone when speaking 6.25 %, wandering around the classroom 6.25 %), wasting time (using cell phone during lesson 12.5 %, skipping the lesson 12.5 %, daydreaming 3.12 %, sleeping during lesson 6.25 %, drawing/doing graffiti on their book 3.12 %, smoking in school area 12.5 %, going to canteen 12.5 %). (2) Avoiding to be quiet in classroom, using cell phone and skipping the lesson became the most frequent misbehaviors happened inside of the classroom and smoking in school area and going to canteen became the most frequent misbehavior happened outside of the classroom in this study. (3) The causes of their misbehavior were family, boredom and external factors.keyword : student misbehavior, types of misbehavior, causes of misbehavior
THE EFFECT OF RECIPROCAL QUESTIONING STRATEGY IN COOPERATIVE LEARNING SETTING TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION OF SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Indah Puspitasari; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8700

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menginvestigasi ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan memahami bacaan antara siswa yang diajar menggunakan strategi Reciprocal Questioning dalam situasi Cooperative Learning dan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penelitian inimerupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-test Only Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Singaraja. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas sebelas di SMA Negeri 4 Singaraja pada tahun akademik 2016/2017 dengan 60 siswasebagaisampel yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan reading comprehension test. Data yang terkumpul dianalisis dengan t-test yang dibantu oleh SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas sebelas yang diajar menggunakan strategi Reciprocal Questioning dalam situasi Cooperative Learning dan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional (t=3.845, p
An Analysis of Teaching Strategies of EFL Teachers in Tabanan Sub-District in Promoting Critical Thinking Skill in the 21st Century Education ., I Gusti Putu Hendranatha Wijaya; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi mengajar dengan mengamati tantangan dan faktor keberhasilan yang dihadapi oleh guru dalam mempromosikan kemampuan berpikir kritis untuk siswa EFL. Penelitian ditulis dalam bentuk deskriptif kualitatif. Guru bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah atas di Kecamatan Tabanan merupakan subjek dari penelitian ini. Observasi dilaksanakan berdasarkan perekaman video, ceklist, dan metode interview. Kemudian, data yang dikumpulkan telah melalui observasi dan interview mendalam terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam satu semester serta pengamatan proses belajar mengajar dalam kelas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga tipe strategi mengajar yang digunakan guru untuk mempromosikan kemampuan berpikir kritis dalam satu semester, yaitu strategi kolaboratif atau kooperatif (54%), penggunaan pertanyaan (25%), dan studi kasus (21%). Hasil interview terhadap guru menunjukkan bahwa ada dua tantangan yang dihadapi dalam mempromosikan kemampuan berpikir kritis, yaitu keragaman tingkat berpikir siswa dan kecenderungan siswa tidak terlibat untuk belajar. Guru diharapkan menggunakan empat strategi untuk mempromosikan kemampuan berpikir kritis yang lebih efektif kepada siswa, yaitu strategi kolaboratif atau kooperatif, penggunaan pertanyaan, studi kasus dan metode socratic. Pemberian instruksi yang beragam digunakan untuk menghadapi keragaman tingkat berpikir siswa dan kecenderungan siswa tidak terlibat untuk belajar.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, strategi mengajar, tantangan, faktor keberhasilan This study aimed at analyzing teaching strategies while examining the enabling and challenging factors in promoting critical thinking skill for EFL students. This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is EFL teachers in a public school of Tabanan Sub-District. The instruments used in this study namely video recorder, observation sheets, and interview guides. The data of this study were collected based on in-depth observations and interviews based on document analysis and a direct observation. The observation results of this study show that there are three types of teaching strategies used by teachers in one semester. They are collaborative or cooperative strategy (54%), use of question strategy (25%), and case study strategy (21%). The interview results of this study show two enabling and challenging factors to promote critical thinking. They are heterogeneous students and disengaged students. Teachers are suggested to employ four teaching strategies to promote critical thinking skill effectively, namely collaborative or cooperative strategy, use of question strategy, case study strategy, and socratic questioning strategy. While, a differentiated instruction is suggested for teacher to cope with disengaged students.keyword : critical thinking, teaching strategy, enabling and challenging factors
ANALYSIS OF PERCEPTIONS ON ENGLISH NEEDS FOR STUDENTS OF MARKETING PROGRAM OF SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., I Pt Hendry Gunawan; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi dari keperluan bahasa Inggris oleh siswa jurusan pemasaran di SMK Negeri 1 Singaraja melalui murid di jurusan pemasaran, guru yang mengajar bahasa Inggris dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah kelas B tingkat sebelas di jurusan pemasaran di SMK Negeri 1 Singaraja yang beranggotakan 41 siswa. Data dari penelitian ini diperoleh melalui kuesioner, panduan wawancara, rekaman suara, dan catatan. Penelitian ini adalah deskriftif kualitatif penelitian kasus. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kemampuan berbicara dan istilah-istilah tekhnikal di pemasaran adalah hal yang utama untuk diajarkan kepada siswa di jurusan pemasaran dan diperlukan adanya materi yang secara spesifik mengajar siswa mengenai bahasa yang digunakan di sektor pemasaran.Kata Kunci : Bahasa Inggris untuk Pemasaran, Keperluan, Keperluan Siswa TThis research aimed at investigating the perceptions on English needs of students of marketing study program in SMK Negeri 1 Singaraja through the students in marketing study program, the teacher who teaches English, and one of the stakeholders of SMK Negeri 1 Singaraja. The subject of this research was B class of eleventh grade in marketing study program in SMK Negeri 1 Singaraja which consisted of 41 students. The data of this research were obtained by using questionnaire, interview guide, audio recorder, and notes. This research is descriptive qualitative case study research. The result of this research found speaking skill and marketing technical terms were the most priority to be taught for the students in marketing study program and it needed materials which specifically teach students about the language which is used in marketing sector.keyword : English for Marketing, Needs, Needs Analysis
The Phonological System of Balinese Language of Taro Dialect: A Descriptive Qualitative Study ., I Putu Adhi Wirayasa; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8666

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk kualitatif deskriptif yang memiliki karakteristik sinkronis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem yang ada di Dialek Taro dan distribusinya. Penelitian ini difokuskan hanya pada fonem segmental pada Taro Dialek. Tiga informan dari Taro Dialek dipilih berdasarkan standar persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan tiga daftar kata yaitu: daftar kata Swadesh, Nothofer, dan Holle. Data dianalisis dan ditampilkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Taro Dialek memiliki 44 fonem dan tidak semua fonem memiliki distribusi yang lengkap (posisi awal, tengah, dan akhir). Fonem yang ditemukan dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; /ʌ/, /i/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, dan /ə/, sembilan belas konsonan; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, / l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y /, /ŋ/, dan /ñ/, tujuh konsonan kluster; /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /ŋr/, dan /tr/,, tujuh diftong; /ʌu:/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪu:/, /ʊə/, and /ʊʌ/ dan, 5 geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/.Kata Kunci : kualitatif, sinkronis, fonologi, fonem segmental, fonem This study was designed in form of descriptive qualitative study which has synchronic characteristics. This study aimed at describing the number of phonemes exist in of Taro Dialect and its distribution. This study focused only on the segmental phonemes in Taro Dialect. Three informants of Taro Dialect were chosen based on the requirement standard and criteria. The data were collected based on three word lists, namely: Swadesh, Nothofer, and Holle word list and the obtained data were analyzed and displayed descriptively. As the result of this study, it shows that Taro Dialect has 44 phonemes and not all of those phonemes have complete distribution (initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; /ʌ/, /i/, /u/, /ɛ/, /ɔ/, and /ə/, nineteen consonants; /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, / l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y /, /ŋ/, and /ñ/, seven consonant clusters; /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /ŋr/, and /tr/, seven diphthongs; /ʌu:/, /ʌɛ/, /ɪʌ/, /ʌɪ/, /ɪu:/, /ʊə/, and /ʊʌ/ and, 5 geminates; /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/.keyword : qualitative, synchronic, phonology, segmental phoneme, phoneme.
THE STUDY OF LESSON PLANS AND LEARNING ACTIVITIES ON CURRICULUM 2013 BY SEVENTH GRADE ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Kadek Angga Andriani; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8757

Abstract

Studi deskriptif ini bertujuan untuk : (1) menganalisis kualitas RPP kurikulum 2013 yang dibuat oleh guru kelas 7 di SMP N 2 Singraja, (2) menginvetigasi penerapan RPP kurikulum 2013, (3) menginvestigasi permasahalan yang dialami oleh guru dalam menerapkan RPP kurikulum 2013. Subyek penelitian ini adalah dua guru Bahasa Inggris di SMP N 2 Singaraja. Pengumpulan data menggunakan APKCG (penilaian pembelajaran) dan dianalisis menggunakan deskriptif statistic. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Kualitas RPP kurikulum 2013 yang dibuat oleh guru dikategorikan baik (dengan rerata nilai 84). (2) Implementasi RPP dalam kegiatan pembelajaran dikategorikan baik (dengan rerata skor 78). (3) Guru mengalami kesulitan dalam : (a) merancang penilaian, (b) menyusun materi, (c) mengajak siswa melakukan aktifitas menanya dan mengkomunikasikan, (d) menyiapakan media yang cocok. Dapat disimpulkan bahwa implementasi RPP kurikulum 2013 sudah berhasil. Namun, ada yang perlu ditingkatkan dalam beberapa aspek.Kata Kunci : Implementasi kurikulum 2013, Rencana Pleaksanaan Pembelajaran This descriptive study aims at (1) analyzing the quality of lesson plans on curriculum 2013 made by seventh grade English teachers at SMP N 2 Singaraja, (2) observing the implementation of the lesson plans on curriculum 2013, (3) investigating the problems encountered by teachers in implementing lesson plans on curriculum 2013. The subject of this study was two English Teachers of SMP N 2 Singaraja. The data were collected by using APKCG (assessment for teaching) and analyzed by using descriptive statistics. The result of the research shows that: (1) the quality of the lesson plans on curriculum 2013 made by English teachers is good (with the average score of 84). (2)The implementation of lesson plans in learning activities by English teachers is categorized as good (with the average score of 78). (3) Teachers faced difficulty in: (a) designing assessment, (b) organizing material (c) inviting students to do questioning and communicating stage, and (d) preparing appropriate media. It is concluded that the implementation of lesson plans on curriculum 2013 by seventh Grade English Teachers at SMP N 2 Singaraja has been successful. Despite of that, some aspect in implementing lesson plans need to be improved.keyword : Implementation of Curriculum 2013, Lesson plan
THE EFFECT OF TALKING CHIPS TECHNIQUE TOWARD SPEAKING ACHIEVEMENT OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Desak Ayu Made Pradnya Iswari; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik talking chips dan mereka yang menggunkan teknik konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 4 Singaraja dengan sample 64 siswa yang dipilih melalui Cluster Random Sampling. 32 siswa dari kelas VIIIB2 sebegai kelas experimen dimana teknik talking chips diterapkan dan 32 siswa dari kelas VIIIB1 sebagai kelas kontrol dimana teknik konvensional diterapkan. Data diambil melalu tes berbicara dengan menggunakan rubric penilaian dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan dalam prestasi berbicara yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik talking chips dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional (tobs= 2,415, P
THE AFFIXATION OF BALINESE BATURINGGIT DIALECT ., I Gede Bages Rare Prabadesa; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah awalan dan akhiran, jenis item derivasi dan infleksi, dan morfologi menyerupai awalan dan akhiran di Bali Baturinggit Dialek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga informan sampel dari Dialek Bahasa Bali Baturinggit dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat awalan dan lima akhiran yang ada di Dialek Bahasa Bali Baturinggit. Awalan {ma-}, {n}, {pa-}, dan {ka-}. Akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, {-an}. Awalan dan akhiran bersifat infleksi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {-pa} dan akhiran {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran bersifat derivasi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {ka-} dan akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, dan {-an}. Item morfologi menyerupai awalan dan akhiran adalah: proklitika (Ja-) dan (kelo-), dan enklitika (-nane).Kata Kunci : Kata kunci: Dialect Bahasa Bali Baturinggit, awalan dan akhiran derivatif, awalan dan akhiran inflektif, proklitika, dan enklitika. This study aimed to describe the number of prefixes and suffixes, the types of prefixes and suffixes, and the affixes-like morpheme found in Balinese Baturinggit Dialect. This research is a descriptive qualitative study. Three informants’ sample of Balinese Baturinggit Dialect were chosen based on a set criteria. The data were collected based on three technique, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are four prefixes and five suffixes existing in Balinese Baturinggit Dialect. The prefixes are {ma-}, {n-}, {pa-}, and {ka-} and the suffixes are {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, {-an}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {ma-}, {n-}, and {pa-} and suffix {-ang} and {-in}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefix {ma-}, {n-}, and {ka-} and suffix {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, and {-an}. The morphological items resemble prefixes and suffixes are: proclitic (ja-) and (kelo-), an enclitic (-nane).keyword : Key Words: Balinese Baturinggit Dialect, derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, proclitic, and enclitic.
THE EFFECT OF SQ3R METHOD ON READING COMPREHENSION OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA LAB UNDIKSHA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Oka Mahendra; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan atau tidak pada kemampuan membaca siswa kelas sebelas SMA Lab Undiksha. Desain penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMA Lab Undiksha. Cluster Random Sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian. Dua kelas dipilih sebagai sampel penelitian. Satu kelas diperlakukan sebagai grup eksperimen dan yang lain diperlakukan sebagai grup control. Grup eksperimen diajar dengan menggunakan metode SQ3R dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional (Read aloud). Data penilitian akan dianilis melalui t-test dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil penilitian didapat dari analisis hasil post-test dari kedua grup secara deskriptip dan inferential. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam grup eksperimen menunjukkan hasil lebih baik daripada siswa dalam grup kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari grup eksperimen adalah 82.16 sedangkan nilai rata-rata dari grup kontrol adalah 78.24. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs (2.226) lebih tinggi dari tcv (2.003). Ini berarti ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan membaca siswa yang diajar dengan menggunakan metode SQ3R dan yang diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional.Kata Kunci : metode SQ3R, kemampuan membaca This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect of the implementation of SQ3R method on reading comprehension of the eleventh grade students of SMA Lab Undiksha. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the eleventh grade students of SMA Lab Undiksha. Cluster Random Sampling was used to select the sample of the study. Two classes were selected as the sample of the study. One was treated as the experimental group and the other one was treated as control group. The experimental group was taught by using SQ3R and the control group was taught by using conventional teaching method (read aloud). The data were analyzed by using t-test through SPSS 16.0. The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 82.16 while the mean score of the control group was 78.24. The result of the t-test also showed that the value of the tobs (2.226) was higher than the tcv. (2.003). It could be concluded that there was a significant difference on reading comprehension of the eleventh grade students of SMA Lab Undiksha that were taught by using SQ3R method than those who were taught by using conventional teaching method.keyword : SQ3R method, reading comprehension.
A STUDY OF THE IMPLEMENTATION OF DISCOVERY LEARNING MODEL IN TEACHING ENGLISH FOR SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Nelly Elitta; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan penerapan discovery learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Singaraja, 2) untuk menemukan masalah yang dihadapi oleh guru dalam penerapan discovery learning, 3) untuk menemukan solusi yang yang diberikan oleh guru dalam penerapan discovery learning selama proses belajar mengajar siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah peneliti, kamera video, lembar observasi, pedoman wawancara. Data dikumpulkan dengan merekam penerapan discovery learning model selama proses belajar mengajar dan mentranskip data yang sudah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses belajar mengajar, guru belum sepenuhnya menerapkan discovery learning model. Ini sejalan dengan persepsi guru. Guru belum sepenuhnya paham tentang discovery learning, oleh sebab itu guru mengalami kesulitan dalam menerapkan discovery learning. Selain itu, discovery learning sulit diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Guru juga mempunyai masalah dalam menentukan materi apa yang sesuai dengan discovery learning, terbatasnya waktu dan fasilitas yang mendukung proses belajar. Untuk mengatasi masalah dalam menentukan materi yang sesuai dengan discovery learning, guru akan mendiskusikan materi itu dengan guru yang lain. Sedangkan, untuk menimimalkan keterbatasan waktu, guru tidak menerapkan semua step dari discovery learning sebagai solusinya. Fasilitas kadang kurang mendukung proses belajar mengajar, oleh sebab itu guru biasanya membawa fasilitas yang diperlukan untuk mengantisipasi situasi jika fasilitas di sekolah tidak mendukungKata Kunci : Kurikulum 2013, discovery learning model, pembelajaran Bahasa Inggris ABSTRACT The purposes of this study were to 1) describe the implementation of discovery learning model in teaching English for seventh grade students of SMP Negeri 1 Singaraja, 2) to find out the problems faced by the teacher in implementing discovery learning model during the teaching-learning process in seventh grade at SMP Negeri 1 Singaraja and 3) to find out the solutions given by the teacher in implementing discovery learning model during the teaching-learning process for seventh grade students of SMP Negeri 1 Singaraja. This study was designed in that form of a qualitative research. The instruments which were used in gathering data were a researcher, a video camera, an observation sheet, and interview guides. The data were collected by recording the implementation of discovery learning during teaching-learning process and transcribing them. The result shows that in his teaching and learning process, the teacher was not fully implement discovery learning model. It was in line too with the teacher perception. The teacher did not have clear understanding about discovery learning, which causes him not to fully implement discovery learning. In addition, discovery learning was difficult to implement in language teaching. The teacher also had problems in determining the learning materials which were suitable to the discovery learning model, lack of time and the facilities to support the learning process. To solve the problem in determining the learning materials, the teacher discuss it with another teacher. While, to maximize the limited time, the teacher did not apply all stages in discovery learning completely as the solution. The facilities sometimes did not support teaching and learning process, so the teacher usually brought the facilities which were needed to anticipate the situation in which facilities in school did not support keyword : Curriculum 2013, discovery learning model, teaching English