cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2016): May" : 46 Documents clear
IMPROVING STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPHS BY USING PICTURE DICTATION TECHNIQUE FOR 8TH GRADE AT SMP NEGERI 1 BANJAR IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ida Ayu Komang Krisna Dewi; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7891

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan berdasarkan kelas yang bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan teknik Gambar Dictation dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif, terutama dalam mengembangkan ide-ide, mengorganisir ide-ide, tata bahasa, menggunakan mekanika yang tepat, kosakata dan konten. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tiga sesi pada setiap siklus. Ada dua jenis data (kualitatif dan data kuantitatif) yang dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan buku harian penulis. Hasil tes menunjukkan bahwa prestasi menulis siswa ditingkatkan pada setiap siklus. skor rata-rata siswa adalah 54 di pre test, 65,4 di post test 1, dan ditingkatkan menjadi 80,4 di post test 2. Hal ini dapat dilihat pada jumlah siswa lulus ujian. Ada 1 siswa lulus dalam pre test, 16 siswa di post test 1, dan 28 siswa di post test 2. Hasil kuesioner dan buku harian penulis menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penerapan teknik Picture Dikte. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 6 (18,2%) dari siswa mengakui bahwa mereka benar-benar suka dan 20 (60,6%) dari siswa seperti penerapan teknik Picture Dikte. Selain itu, beberapa siswa mengaku bahwa mereka termotivasi dalam belajar bahasa Inggris menggunakan teknik Gambar Dikte.Kata Kunci : Keyword: Teknik Gambar Dictation, Menulis Prestasi, Teks Deskriptif This study was classroom based action research which aimed to find out whether the use of Picture Dictation technique can improve students’ ability in writing descriptive paragraph, especially in developing the ideas, organizing the ideas, grammar, using appropriate mechanics, vocabulary and content. This study was conducted in two cycles consisting of three sessions in each cycle. There were two kinds of data (qualitative and quantitative data) which were collected through tests, questionnaires, and writer’s diary. The result of the tests showed that the students’ writing achievement was improved in each cycle. The students’ mean score was 54 in pre test, 65.4 in post test 1, and improved became 80.4 in post test 2. It can be seen on the number of students passing the test. There were 1 student passed in the pre test, 16 students in the post test 1, and 28 students in the post test 2. The result of questionnaire and writers’ diary showed that the students gave positive response toward the implementation of Picture Dictation technique. The results of the questionnaires showed that 6 (18,2 %) of the students admitted that they really like and 20 (60,6%) of the students like the implementation of Picture Dictation technique. Moreover, some of the students admitted that they were motivated in learning English using Picture Dictation technique.keyword : Keyword: Picture Dictation Technique, Writing Achievement, Descriptive Text
Diglossia Phenomenon of Balinese Variety in Sanda Village ., Ni Wayan Paramita Dewi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7892

Abstract

FENOMENA DIGLOSIA PADA VARIASI BAHASA BALI DI DESA SANDA Ni Wayan Paramita Dewi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk (1) menyelidiki situasi diglossic terjadi di Desa Sanda, Kabupaten Tabanan, (2) menyelidiki faktor yang mempengaruhi fenomena diglosia di desa Sanda. Penelitian ini dilakukan di Sanda, Pupuan Kecamatan, Kabupaten Tabanan. Subyek penelitian ini adalah orang-orang dari Sanda dalam lima domain: (1) (2) lingkungan (3) friendship (4) (5) pendidikan agama keluarga. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah peneliti, perekam, catatan lapangan, wawancara dipandu, dan laptop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan perekaman. Ada empat langkah yang dilakukan dalam menganalisis data: pengumpulan data, reduksi data, display data, dan data kesimpulan / verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi diglossic terjadi di desa Sanda, itu terlihat dari dua varietas bahasa yang digunakan di Sanda, yaitu: (1) ragam tinggi ditemukan dalam penggunaan basa alus, (2) ragam rendah ditemukan di kesamen basa dan basa kasar dari Bali. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi diglosia fenomena di desa Sanda: (1) kelas sosial (2) konteks sosial.Kata Kunci : Diglosia, Variasi Bahasa Bali, Desa Sanda DIGLOSSIA PHENOMENON OF BALINESE VARIETY IN SANDA VILLAGE Ni Wayan Paramita Dewi English Education Department, Faculty of Language and Art Ganesha University of Education Singaraja, Indonesia ABSTRACT This research is descriptive qualitative research which aimed at (1) investigating the diglossic situation occurring in Sanda village, Tabanan regency, (2) investigating the factors that influence the phenomenon of diglossia in Sanda village. This study was conducted at Sanda, Pupuan sub-district, Tabanan regency. The subjects of this study were the people of Sanda in five domains: (1) family (2) neighborhood (3) friendship (4) religion (5) education. The instruments used in gathering the data were researcher, recorder, field note, guided interview, and laptop. The methods used in this research were interviews, observation and recording. There were four steps done in analyzing the data: data collection, data reduction, data display, and data conclusion/verification. The results showed that diglossic situation occurring in Sanda village, it seen from the two varieties of language used in Sanda, that is: (1) High variety discovered in basa alus usage, (2) Low variety discovered in basa kesamen and basa kasar of Balinese. There were two main factors influencing diglossia phenomenon in Sanda village: (1) social class (2) social context. keyword : Diglossia, Balinese variety, Sanda village
Language Use : An Analysis of Expressive Acts Used by The Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Sawan ., Ester Adi Wiryani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7915

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata Kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. ABSTRACT This study was a qualitative research. This study is intended : 1) to identify and classify the types of expressive acts used by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressive. 2) to identify the style of the students locutionary acts to express thank, apology, condole, congratulation, welcome and deplore. 3) to identify and classify the types of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressing their ideas in terms of grammar and diction 4) to analyze the sources of errors committed by the students in their locutionary acts. The subjects of this study were the eleventh grade students of SMAN 1 Sawan. The data were collected by using one instrument, namely: performance assesment. The results of the study showed that 1) The types of expressive acts used among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were apologizing (250 speeches), thanking (180 speeches), congratulating (200 speeches), welcoming (120 speeches) and protesting (150). 2) The speech style used in terms of formality among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were 598 informal speeches and 175 formal speeches from the whole 773 speeches made by the students. 3) The errors committed in their utterances in terms of grammar and diction of SMA N 1 Sawan were 255 errors of grammar and 217 errors of diction from the whole 472 errors made by the students. 4) The sources of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were from 200 speeches which have their errors, the most errors are caused by incomplete application of rules with 92 errors while the less one is caused by over generalization with 5 errors only. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. In other words, the students assumed that the organization of word was correct. keyword : Key Words: Speech act, expressive acts, language style, errors, source of errors
Language Use : An Analysis of Expressive Acts Used by The Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Sawan ., Ester Adi Wiryani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7916

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata Kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. ABSTRACT This study was a qualitative research. This study is intended : 1) to identify and classify the types of expressive acts used by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressive. 2) to identify the style of the students locutionary acts to express thank, apology, condole, congratulation, welcome and deplore. 3) to identify and classify the types of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressing their ideas in terms of grammar and diction 4) to analyze the sources of errors committed by the students in their locutionary acts. The subjects of this study were the eleventh grade students of SMAN 1 Sawan. The data were collected by using one instrument, namely: performance assesment. The results of the study showed that 1) The types of expressive acts used among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were apologizing (250 speeches), thanking (180 speeches), congratulating (200 speeches), welcoming (120 speeches) and protesting (150). 2) The speech style used in terms of formality among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were 598 informal speeches and 175 formal speeches from the whole 773 speeches made by the students. 3) The errors committed in their utterances in terms of grammar and diction of SMA N 1 Sawan were 255 errors of grammar and 217 errors of diction from the whole 472 errors made by the students. 4) The sources of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were from 200 speeches which have their errors, the most errors are caused by incomplete application of rules with 92 errors while the less one is caused by over generalization with 5 errors only. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. In other words, the students assumed that the organization of word was correct. keyword : Key Words: Speech act, expressive acts, language style, errors, source of errors
The Effect of Blended Learning Strategy Towards The 8th Grade Students' Writing Competency at SMP N 1 Singaraja in Academic Year of 2015/2016 ., I Gede Yoga Permana; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kompetensi menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Singaraja dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIII A8 terpilih sebagai kelas ekperimen dimana strategi blended learning digunakan dan kelas VIII A7 terpilih sebagai kelas kontrol dimana strategi konvensional digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas ekperimen medapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas control. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 84.75 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 76.75. Slain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob= -6.379 sedangkan nilai Tcv adalah 1.6736 (α = 0,5). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan kompetensi menulis yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Maka dari itu, hipotesis null (Ho) ditolak sedangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : Blended Learning, Strategi Konvensional, Kompetensi Menulis This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in writing competency between students who were taught by using blended learning and those who were taught by using conventional strategy. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eight grade students of SMP Negeri 1 Singaraja and the samples of study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIII A8 was assigned as the experimental group which was taught by using “blended learning” and class VIII A7 as the control group which was taught by using “conventional strategy”. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 84.75 while the mean score of the control group was 76.75. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was -6.379, while the value of the tcv was 1.6736 (α = 0.5). It means that there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using blended learning strategy and those who were taught by using conventional strategy. Therefore the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted.keyword : Blended Learning.Conventional Strategy.Writing Competency
The Effect of Blended Learning Strategy Towards The 8th Grade Students' Writing Competency at SMP N 1 Singaraja in Academic Year of 2015/2016 ., I Gede Yoga Permana; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kompetensi menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Singaraja dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIII A8 terpilih sebagai kelas ekperimen dimana strategi blended learning digunakan dan kelas VIII A7 terpilih sebagai kelas kontrol dimana strategi konvensional digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas ekperimen medapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas control. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 84.75 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 76.75. Slain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob= -6.379 sedangkan nilai Tcv adalah 1.6736 (α = 0,5). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan kompetensi menulis yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi blended learning dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Maka dari itu, hipotesis null (Ho) ditolak sedangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : Blended Learning, Strategi Konvensional, Kompetensi Menulis This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in writing competency between students who were taught by using blended learning and those who were taught by using conventional strategy. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eight grade students of SMP Negeri 1 Singaraja and the samples of study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIII A8 was assigned as the experimental group which was taught by using “blended learning” and class VIII A7 as the control group which was taught by using “conventional strategy”. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 84.75 while the mean score of the control group was 76.75. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was -6.379, while the value of the tcv was 1.6736 (α = 0.5). It means that there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using blended learning strategy and those who were taught by using conventional strategy. Therefore the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted.keyword : Blended Learning.Conventional Strategy.Writing Competency
THE EFFECT OF PREDICT-LOCATE-ADD-NOTE (PLAN) STRATEGY ON READING COMPETENCY OF EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ade Ari Gianika; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah terdapat pengaruh yang berarti dari strategi predict- locate-add-note (PLAN) terhadap kompetensi membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Singaraja pada tahun akademik 2015/2016. Teknik Sampling yang di gunakan pada penelitian ini adalah Random Sampling dan model penelitiannya adalah Post Only Control Group Design. Dua kelas yaitu kelas VIII F dan kelas VIII E dipilih sebagai Samples pada penelitian ini. Kelas VIIIF di pilih sebagai The experimental Group dan kelas VIII E di pilih sebagai The control Group. Tiap kelas terdiri dari jumlah siswa yang berbeda, kelas VIII F terdiri dari 33 siswa sedangkan kelas VIII E terdiri dari 34 siswa. Data pada kompetensi membaca didapat dengan menggunakan tes kompetensi membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisi dengan menggunakan t-test. Hasil dari Descriptive Analysis menunjukkan nilai rata-rata untuk kelompok yang menggunakan srategi PLAN sebesar 80,06, sedangkan kelompok yang menggunakn strategi Teacher-centered sebesar 64,61. Hasil dari t-test menunjukkan t-observed (to) sebesar 8,354 yang menunjukkan lebih besar daripada t-critical value (tcv), 1,507. Ini berarti Alternative Hypothesis yang dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang berarti terhadap pemahaman membaca siswa kelas delapan antara dua kelompok diterima, yang mana, itu dapat dilihat dari nilai rata-rata kedua kelompok tersebut, pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi PLAN lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi Teacher-Centered. Kata Kunci : Kompetensi membaca, Strategi PLAN, Teacher-Centered Approach. This study was aimed to investigate whether or not there was a significant effect of predict-locate-add-note (PLAN) strategy on the students’ reading competency of the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The sampling technique used in this study was Random Sampling and the research design was Post Test Only Control Group Design. Two classes, VIII F and VIII E were selected as the samples of this study. Class VIII F was selected as the experimental group and class VIII E was selected as the control group. Each class consisted of different number of students; VIII F consisted of 33 students, while VIII E consisted of 34 students. Data on reading competency were gathered by using a reading competency test. The obtained data were then analyzed by using t-test. Result of descriptive analysis showed that the mean score for the group using PLAN Strategy was 80,06, while the group using Teacher-Centered was 64,61. The result of t-test showed that t-observed (to) was 8,354, which was higher than the t-critical value (tcv), 1,507. This meant that Alternative Hypothesis which was stated that there was significant difference of the eighth grade students’ reading comprehension between the two groups was accepted, this means that reading comprehension taught by using PLAN Strategy was better than the students’ reading comprehension taught by Teacher-Centered Approach.keyword : Reading Competency, PLAN Strategy, Teacher-Centered Approach
Developing Supplementary English Material for Above Average Students of the Eighth Grade at SMP N 7 Denpasar to Support the Implementation of 2013 Curriculum ., Wayan Septiana Lusiantari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8070

Abstract

Penelitian dan Pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dalam mengembangkan dan mengetahui kualitas dari materi tambahan bahasa Inggris untuk siswa berkemampuan di atas rata-rata kelas delapan di SMP N 7 Denpasar untuk mendukung implementasi Kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris dan siswa berkemampuan di atas rata-rata kelas VIII di SMP N 7 Denpasar. Model penelitian yang digunakan adalah desain Penelitian dan Pengembangan diadaptasi dari Sugiyono (2008) yang diterapkan hanya sampai tahap ketujuh. Dengan itu ditemukan bahwa ada tujuh unit yang perlu dikembangkan pada materi tambahan yang mengikuti silabus Kurikulum 2013, kriteria materi pembelajaran yang baik dari Tomlinson (1998), dan differentiated instruction. Materi yang dikembangkan menyisipkan nilai karakter dan budaya lokal. Konten di materi tambahan lebih bervariasi dalam hal latihan soal. Validasi dilaksanakan melalui uji ahli dengan hasil validitas konten 1.00 yang mengindikasikan bahwa produk memiliki validitas sangat tinggi. Uji coba produk diadakan untuk mengetahui kualitas produk melalui angket guru yang menunjukkan bahwa materi memenuhi kriteria yang sangat baik (229≥225). Serta, hasil angket siswa menunjukkan bahwa siswa memberi balikan positive terhadap produk.Kata Kunci : differentiated instruction, materi tambahan, siswa berkemampuan di atas rata-rata This Research and Development aimed at describing the process of developing and measuring the quality of supplementary English material for above average students of the eighth grade at SMP N 7 Denpasar to support the implementation of 2013 Curriculum. The subjects of this study were the English teacher and above average students of the eighth grade at SMP N 7 Denpasar, and the object of this study was supplementary English material. The research designed employed in this study was model of Research and Development adapted from Sugiyono (2008) which conducted until the seventh step. It was found that there were seven units that needed to be developed in supplementary material following syllabus of 2013 Curriculum, criteria of good learning material (Tomlinson,1998), and differentiated instruction. The material developed inserted character values and local content. The content in supplementary material should be more challenging and varied in term of exercises. The validation was done through expert judgment with Content Validity was 1.00 which indicated it has very high validity. Product try-out was conducted to know the quality of the product through teacher questionnaire which showed excellent material (229≥225). And, the result of student questionnaire showed that the students gave positive feedback toward the product.keyword : above average students, differentiated instruction, supplementary material
Developing Supplementary English Material for Average Learners of the Eighth Grade at SMP N 1 Mengwi to Support the Implementation of Kurikulum 2013 ., Kadek Intan Nirmala Sari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8071

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan materi tambahan untuk pelajaran bahasa Inggris dan mengetahui kualitas dari produk yang dikembangkan oleh peneliti. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas delapan dan siswa berkemampuan sedang kelas delapan di SMP N 1 Mengwi. Sedangkan, objek yang digunakan adalah materi tambahan tersebut. Desain dari penelitian ini mengikuti tujuh langkah yang diadaptasi dari Sugiyono (2008). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen dan wawancara dengan menggunakan beberapa instrumen, seperti catatan, perekam suara dan angket wawancara. Temuan awal menunjukkan bahwa pengembangan materi tambahan untuk pelajaran bahasa Inggris sangat dibutuhkan karena tidak semua aktivitas pada buku pelajaran bahasa Inggris yang digunakan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Sedangkan, temuan kedua menunjukkan bahwa ada tujuh topik dan delapan nilai pendidikan karakter yang harus diperkenalkan di kelas delapan semester dua. Berdasarkan hasil dari lembar uji ahli, konten validitas produk menunjukkan nilai 1.00 yang mengindikasikan bahwa produk memiliki validitas yang sangat tinggi. Produk ini juga memenuhi kriteria materi yang sangat baik yang ditunjukkan dengan nilai ≥ 225. Selain itu, siswa menunjukkan perilaku positif selama uji coba produk terbatas. Mereka setuju bahwa produk yang dikembangkan memiliki bacaan yang mengandung budaya lokal, gambar yang menarik serta ragam aktivitas yang terdapat di setiap bab. Kata Kunci : differentiated instruction, materi tambahan, siswa berkemampuan sedang This research and development (R&D) study aimed at describing the development of supplementary English material and measuring the quality of the product. The subject used in this study were the English teacher who teaches the eighth graders and average learners of the eighth grade at SMP N 1 Mengwi. Meanwhile, the object was the supplementary English material itself. When developing the product, the research design used in this study following the seven steps adapted from Sugiyono (2008). To collect the data, an interview and document study were conducted by using some instruments like field note, voice recorder and interview guide. The first finding showed that there was a need to develop supplementary English material for average learners of the eighth grade since not all activities in the English textbook were suitable for their level. The second finding showed that there were seven topics and eight educational character values which should be developed in the second semester. Additionally, the result from expert judgment sheet revealed that the content validity of the product was 1.00, which indicated that it had a very high validity. It was also categorized as excellent material in which the score was ≥ 225. Moreover, students showed their positive attitudes during the limited field trial of the product. They agreed that the product had covered local culture based-reading materials, provided with colorful pictures and various activities in each chapter.keyword : average learner, differentiated instruction, supplementary material
Derivational and Inflectional Processes of Tajen Dialect ., Putu Sri Ayu Padmi; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di dialect Tajen dan jenisnya dari proses derivasional dan infleksional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Tiga sampel informan dari penutur dialek Tajen dipilih berdasarkan criteria yang ditetapkan. Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan 3 teknik, yaitu: observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima jenis prefik (awalan) dan lima jenis suffik (akhiran) pada dialek Tajen. Adapun jenis prefik (awalan) meliputi: {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, dan {si-}. Jenis suffik akhiran meliputi: {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, dan {-n}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses derivasional adalah prefik: {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; dan suffik {-an}, {-ang}, {-in}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses infleksional adalah prefik: {a-}, {me}, {N-}; dan suffik {-e}, {-an}, {-in}, {-n}, {-ne}.Kata Kunci : prefik dan suffix, proses derivasional dan infleksional, dialek Tajen This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Tajen dialect and its derivational and inflectional processes. This study is a descriptive qualitative research. There are three informants chosen based on a set criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observing, recording, and interviewing (listening and noting) .The results of the study show that there are five prefixes and five suffixes existing in Tajen dialect. The prefixes are {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, and {si-}. The suffixes are {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, and {-n}. The prefixes and suffixes that undergo derivational process are: prefix {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; and suffix {-an}, {-ang}, {-in}. The prefixes and suffixes that undergo inflection process are: prefix {a-}, {me-}, {N-}; and suffix {-e}, {-an}, {-in}, {-n}.keyword : prefixes and suffixes, derivational and inflectional processes, Tajen dialect