cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
The Analysis of Figurative Language and Character Values in Sabrina Benaim's Poetry ., Virginia Helzainka; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16791

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bahasa kiasan dan nilai karakter yang digunakan dalam puisi Sabrina Benaim "Explaining My Depression to My Mother". Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berkaitan dengan variabel tertentu, indikasi atau fenomena tertentu yang terjadi di tempat tertentu. Ditemukan bahwa bahasa kiasan yang ditemukan dalam puisi adalah metafora, simili, personifikasi, hiperbola, litotes, metonimi, paradoks, ironi, denotasi, dan konotasi. Dari puisi ini, beberapa nilai karakter dapat dipelajari. Itu adalah agama, jujur, kreatif, mandiri, ingin tahu, altruistik, ramah, peduli terhadap lingkungan dan kesadaran sosial. Mengajar bahasa Inggris melalui puisi tidak hanya eksposur ke literatur bahasa target tetapi juga mengajarkan nilai moral. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melakukan studi eksperimental terhadap penggunaan puisi dalam pembelajaran bahasa dan nilai karakter.Kata Kunci : Puisi, Bahasa Kiasan, Nilai Karakter The current study intended to find out the figurative language and the character value in used in Sabrina Benaim’s poetry “Explaining My Depression to My Mother”. This study was designed as a descriptive qualitative research. This research concerned with a certain variable, indication or specific phenomenon happened in a particular place. It was found that the figurative language that found in the poetry are metaphor, simile, personification, hyperbole, understatement, metonymy, paradox, irony, denotation and connotation. From this poetry, several character values can be learnt. Those are religious, honest, creative, independent, curious, altruistic, friendly, care for the environment and social awareness. Teaching English through poetry is not only an exposure to target language literature but also teaching moral value. A further study is suggested to conduct an experimental study toward the use of poetry in language learning and character value.keyword : Poetry, Figurative Language, Character Value
THE EFFECT OF SUSTAINED SILENT READING ON STUDENTS READING COMPREHENSION OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SUKASADA ., I Komang Piska Sandya Nata; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16794

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan ada atau tidaknya pengaruh dari penerapan Sustained Silent Reading pada pemahaman membaca siswa. Penelitian ini adalah penelitian quasi-experimental yang menggunakan desain post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas delapan di SMP Negeri 1 Sukasada, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah 57 siswa yang terdiri dari 28 siswa dari kelas VIII E sebagai kelompok eksperimen dan 29 siswa dari kelas VIII F sebagai kelompok kontrol. Sampel dikelompokan dengan menggunakan random sampling on the intact group. Pengumpulan data dilakukan melalui post-test dalam bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata untuk kelompok eksperimen (79.00) lebih tinggi daripada skor rata-rata untuk kelompok kontrol 75,65. Selanjutnya, analisis statistik inferensial melalui uji t-test mengungkapkan bahwa tobs lebih tinggi dari tcv yaitu 2,225> 2,008 (ɑ = 0,05). Selanjutnya hipotesa melalui uji t-test mengungkapkan jika ada pengaruh dari Sustained Silent Reading terhadap pemahaman membaca siswa dengan hasil effect size sedang 0.58 (t=2.225, df=55, p < .05¬). Kata Kunci : Sustained Silent Reading, Pemahaman Membaca, Whole Language Approach. The purpose of this study was to discover whether or not there is an effect of the implementation of Sustained Silent Reading toward students’ reading comprehension. This study was quasi-experimental study with post-test only control group design. The population of this study was all eighth grade students in SMP Negeri 1 Sukasada, while the sample of this study was 57 students consisting of 28 students from VIII E as experimental group and 29 students from VIII F as control group. The sample was gathered by using random sampling technique on the intact groups. The data were collected through post-test in form of multiple choice test. The obtained data were analysed descriptively and inferentially. The result of this shows that mean score for experimental group (79.00) is higher than the mean score for control group (75.65). Furthermore, inferential statistical analysis through independent sample test revealed that tobs is higher than tcv which is 2.225 > 2.008 (ɑ = 0,05¬). Moreover the hypothesis through independent sample test revealed that there is an effect of Sustained Silent Reading toward students’ reading comprehension with the moderate effect size 0.58 (t=2.225, df=55, p < .05¬)keyword : Sustained Silent Reading, Reading Comprehension, Whole Language Approach.
The Effect of Colored Comic Strips Technique on Writing Competency of the Eleventh Grade Students at SMA Negeri 2 Singaraja ., I Putu Duara; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak penggunaan teknik komik strip berwarna dalam penulisan paragraf naratif pada siswa kelas sebelas di SMA Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental yang menggunakan desain Post-test kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah 309 siswa kelas sebelas yang terbagi dalam 10 kelas. Dengan menggunakan teknik pengambilan acak, dipilihlah dua kelas yang berisi 24 siswa sebagai sampel dari penelitian ini. Kemudian, sampel dibagi secara acak sebagai kelompok eksperimental (yang diajar menggunakan teknik komik strip berwarna) dan kelompok kontrol ( yang diajar menggunakan menggunakan metode konventional). Data dalam penelitian ini diperoleh lewat Post-test pada kompetensi menulis. Lalu data tersebut dianalisa secara deskriptif dan inferensial menggunakan t-test yang dibantu oleh aplikasi SPSS 16.0. Hasil statistik deskriptif menunjukan bahwa nilai rerata dari kelompok eksperimental adalah 81,54 yang mana menunjukan nilai yang lebih besar dari nilai rerata milik kelompok kontrol yang hanya 76,91. Hasil dari t-test juga menunjukan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,000. Dan karena nilai signifikansi (2-tailed) dibawah 0,05, maka hipotesis nihilnya (H0) ditolak dan hipotesis alternatifnya (Ha) diterima. Ini berarti bawha terdapat dampak signifikan yang diberikan oleh tekni komik strip berwarna dalam penulisan paragraf naratif pada murid kelas sebelas di SMA Negeri 2 Singaraja. Oleh karena itu, siswa yang diajar menggunakan teknik komik strip berwarna memiliki pencapainan menulis yang lebih baik ketimbang siswa yang diajar menggunakan metode konventional. Kata Kunci : Teknik komik strip berwarna, menulis, SMAN 2 Singaraja This study aimed at investigating the effect of colored comic strips technique in writing narrative paragraph on the eleventh grade students at SMA Negeri 2 Singaraja. This study was an experimental research which used Post-Test only Control Group Design. The population of this study were 309 of the eleventh grade who were divided into 10 classes. By using cluster random sampling technique, there were two classes each consisting of 24 students which were determined as the samples of the study. The samples then were randomly selected as the experimental group ( taught by using colored comic strips technique) and as the control group ( taught by using conventional method). The data were collected by using writing competency post-test. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially by using t-test assisted with SPSS 16.0. the result of the descriptive statistics showed that the mean score of the experimental group was 81.54. This was higher than the mean score of the control group which was 76.91. The result of the t-test also showed that the value og Sig. (2-tailed) was 0.000. Since the value of Sig. (2-tailed) was below 0.05, the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It means that there was a significant effect of colored comic strips technique on the eleventh grade students’ writing narrative paragraph at SMA Negeri 2 Singaraja. Hence the students taught by using colored comic strips technique achieved better writing achievement rahter than students taught by using conventional method.keyword : Colored Comic Strips Technique, writing competency
AN ANALYSIS OF SPEECH ACT USED IN AN INDONESIAN MOVIE ENTITLED "5CM" ., Ika Yogi Wirawan Putra; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16821

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kasifikasi dari tindak tutur yang terjadi dalam dialog film Indonesia berjudul 5cm. Penelitian ini dilakukan secara deskrptif kualitatif. Data dianalisa sesuai dengan teori dari konteks yang di jabarkan oleh Leech (1983) dan Januarsdi (2012). Sedangkan Penganalisaan dari klasifikasi tindak tutur menggunakan teori yang di usulkan oleh Searle (1969) yang terdiri dari, representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklarasi. Penelitian ini menemukan adanya 42 ujaran dianalisa dimana representative memperoleh 7 ujaran (17%), direktif 17 ujaran (40%), komisif 6 ujaran (14%), ekspresif 11 ujaran ( 26%) dan terakhir deklaratif 1 ujaran (2%). Selanjutnya penelitian ini menunjukan lima tipe konteks yang ditemukan ada 84 konteks dianalisa dimana konteks situasi memperoleh 42 (100%), konteks psikologi 38 (90%), konteks hubungan memperoleh 2(5%), dan konteks lingkungan dan konteks budaya memperoleh masing-masing hanya 1(2%). Implikasi dari penelitian ini adalah untuk mempelajari studi tentang pragmatik, khususnya tindak tutur agar dapat memahami maksud pembicara ketika mereka memproduksi ujaran dan untuk mengurangi salah paham tentang makna sehingga komunikasi menjadi lebih mudah dilakukan.Kata Kunci : Konteks, klasifikasi tindak tutur, analisa, film 5 cm ABSTRACT The aimed of this study to analyze the classification of speech acts and the context occurred in the dialogue of Indonesian movie entitled 5cm. This study was a descriptive qualitative. The data were analyzed based on theory of context proposed by Leech (1983) and Januarisdi (2012).Classifications of speech act proposed by Searle (1969) which consist of representative, directive, commissives, expressive and declaration. Findings of this study showed the five classification of speech acts found that there were 42 utterances analyzed where representative were 7 utterances (17%), directives 17 utterances (40%), commissives 6 utterances (14%), expressive 11 utterances (26%) and the last declaration 1 utterance (2%).Furthermore finding of this study showed five types of context that found there were 84 context analyzed where situational context were 42 (100%), psychological context were 38 (90%), relational context were 2 (5%), and environmental context and cultural context each of them only 1 (2%). The implication of this study to learn pragmatic especially speech act in order to understand the speaker’s intention when they produce utterances and to decrease miss understanding about the meaning so that communication will be easier to do. keyword : context,Classifications of speech act, analysis, 5cm movie
A Comparison of EFL Teachers Use of ICT as Learning Media Seen from Gender and Age ., I Gusti Ngurah Indradhikara; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan untuk menggunakan atau tidak menggunakan TIK dalam proses pembelajaran bahasa inggris. Sebanyak 54 guru dilibatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain concurrent triangulation. Penelitian ini menggunakan sebuah instrumen, yait kuesioner terbuka. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif, baik guru laki-laki maupun perempuan, dan guru dari generasi X maupun Y sadar akan pentingnya TIK dalam proses pembelajaran bahasa inggris juga keterbatasan mereka dalam menggunakan TIK dalam mengajar. Pengembangan lebih lanjut disarankan kepada pemerintah, guru bahasa inggris, dan peneliti lainya untuk meningkatkan penggunaan TIK dalam mengajar. Kata Kunci : TIK, Gender, Umur. This study aimed to identify the reasons implementing or not implementing ICT in the process of English teaching and learning. There were 54 of English teachers employed in this research. This research integrated mix method concurrent triangulation design. There was an instrument used in this research, namely open ended questionnaire. The quantitative data showed there were differences of ICT use across gender and ages. Based on the qualitative data analysis, both male and female, and, X and Y generations of English teachers seemed to realize the importance of ICT in English teaching and learning, including their limitation in employing ICT in teaching and learning process. Further works suggested for the government, English teachers, and other researchers to improve the number of ICT integration in teaching.keyword : ICT, Gender, Ages
THE EFFECT OF MIND MAPPING STRATEGY ON THE STUDENTS' SPEAKING COMPETENCE OF SMPN 1 SUKASADA ., Ade Putra Sujana Mahardikha; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah penerapan strategi pemetaan pikiran dengan jenis web laba-laba memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap kompetensi berbicara siswa kelas 8. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dalam bentuk post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMPN 1 Sukasada pada tahun akademik 2017/2018. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, dengan 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan hasilnya dianalisis secara deskriptif serta inferensial. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 77,32 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,10. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t yang diamati lebih tinggi dari nilai kritis yaitu 2,089> 2,0040 (α = 0,05). yang menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa yang belajar dengan strategi pemetaan pikiran mencapai kompetensi berbicara yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang belajar di lingkungan belajar tradisional. Studi lebih lanjut disarankan untuk menganalisis penggunaan strategi pemetaan pikiran pada berbagai keterampilan belajar seperti menulis, membaca atau mendengarkan. Kata Kunci : Pemetaan pikiran, Berbicara, Strategy pembelajaran This study aimed at investigating whether or not the implementations of mind mapping strategy with spider web types gave any significantly different effect on the 8th grade students’ speaking competency. The research used experimental design in the form of post-test only control group design. The population of the study was grade 8 of SMPN 1 Sukasada at the academic years of 2017/2018. Samples were chosen using cluster random sampling technique, with 2 classes as samples of the study. The data were collected using tests and the results were analyzed descriptively as well as inferentially. The result of descriptive statistics showed that the mean score of the experimental group was 77.32 while the mean score of control group was 73.10. The result of t-test showed that the value of t observed is higher than t critical value which is 2.089 > 2.0040 (α = 0.05). Which indicated that there was a significant mean difference between experimental group and control group. Thus, it can be concluded that the students who learnt with mind mapping strategy achieved better speaking competency compared to those who learnt in traditional learning environment. Further study is suggested to analyze the use of mind mapping strategy on different learning skills such as writing, reading or listening. keyword : Mind Mapping, Speaking, Learning strategy
Morphological Process in Kei Dialect ., Servasius. Tawurutubun; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16991

Abstract

MORPHOLOGICAL PROCESS IN KEI DIALECT A DESCRITIVE STUDY BY SERVASIUS TAWURUTUBUN 1212021132 ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis proses morfologis, awalan dan akhiran, serta bagaimana imbuhan dalam membangun kata-kata dan apa jenis makna afiksasi yang terjadi dalam Dialek Kei. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dua sampel informan dari Dialek Kei dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: observasi,mendengarkan, mencatat dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga belas kata awalan, dan sepuluh akhiran yang ada di Kei Dialect. Awalannya adalah {naf-}, {nef-}, {nar-}, {ner}, {ha-}, {nga-} {kaf}, {ma-}, {mar-}, {var-}, {nam-} {nat-} {a-} dan Sufiks adalah {-n}, {-an}, {- ang}, {-am}, {im-} {-um], {-ar}, {-he} , {-ir}, {-ab}. Ada enam jenis reduplikasi seperti reduplikasi dasar, reduplikasi variatif dan reduplikasi awalan, reduplikasi sufiks, reduplikasi parsial, dan reduplikasi kuasi dan semuanya ada dalam dialek Kei. Kata Kunci : Kata Kunci: Affiksasi,Morfologi,Kata kata rduplicative,Kei Dialects MORPHOLOGICAL PROCESS IN KEI DIALECT A DESCRITIVE STUDY BY SERVASIUS TAWURUTUBUN 1212021132 ABSTRACT This study aimed at describing kinds of morphological process, prefixes and suffixes ,and how affixes construct the words and what kinds of affixation meaning occur in Kei Dialect. This research was a descriptive qualitative research. Two informant samples of Kei Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation,{listening, noting} and interview technique. The results of the study show that there are tweleve prefixes, and ten suffixes which existed in Kei Dialect. The prefixes are {naf-}, {nef-}, {nar-}, {ner}, {ha-}, {nga-} {kaf}, {ma-}, {mar-}, {var-}, {nam-} {nat-} and The suffixes are {-n}, {-an},{-ang}, {-am}, {im-} {-um], {-ar}, {-he}, {-ir}, {-ab}. There were six kinds of reduplication such as base reduplication, variative reduplication and prefix reduplication, suffix reduplication, partial reduplication and quasi reduplication and all of them existed in Kei dialect. . keyword : Keyword: Affixation, Morpholology, reduplicative words,Kei Dialects
Morphological Process in Kei Dialect ., Servasius. Tawurutubun; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16992

Abstract

MORPHOLOGICAL PROCESS IN KEI DIALECT A DESCRITIVE STUDY BY SERVASIUS TAWURUTUBUN 1212021132 ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis proses morfologis, awalan dan akhiran, serta bagaimana imbuhan dalam membangun kata-kata dan apa jenis makna afiksasi yang terjadi dalam Dialek Kei. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dua sampel informan dari Dialek Kei dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: observasi,mendengarkan, mencatat dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga belas kata awalan, dan sepuluh akhiran yang ada di Kei Dialect. Awalannya adalah {naf-}, {nef-}, {nar-}, {ner}, {ha-}, {nga-} {kaf}, {ma-}, {mar-}, {var-}, {nam-} {nat-} {a-} dan Sufiks adalah {-n}, {-an}, {- ang}, {-am}, {im-} {-um], {-ar}, {-he} , {-ir}, {-ab}. Ada enam jenis reduplikasi seperti reduplikasi dasar, reduplikasi variatif dan reduplikasi awalan, reduplikasi sufiks, reduplikasi parsial, dan reduplikasi kuasi dan semuanya ada dalam dialek Kei. Kata Kunci : Kata Kunci: Affiksasi,Morfologi,Kata kata rduplicative,Kei Dialects MORPHOLOGICAL PROCESS IN KEI DIALECT A DESCRITIVE STUDY BY SERVASIUS TAWURUTUBUN 1212021132 ABSTRACT This study aimed at describing kinds of morphological process, prefixes and suffixes ,and how affixes construct the words and what kinds of affixation meaning occur in Kei Dialect. This research was a descriptive qualitative research. Two informant samples of Kei Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation,{listening, noting} and interview technique. The results of the study show that there are tweleve prefixes, and ten suffixes which existed in Kei Dialect. The prefixes are {naf-}, {nef-}, {nar-}, {ner}, {ha-}, {nga-} {kaf}, {ma-}, {mar-}, {var-}, {nam-} {nat-} and The suffixes are {-n}, {-an},{-ang}, {-am}, {im-} {-um], {-ar}, {-he}, {-ir}, {-ab}. There were six kinds of reduplication such as base reduplication, variative reduplication and prefix reduplication, suffix reduplication, partial reduplication and quasi reduplication and all of them existed in Kei dialect. . keyword : Keyword: Affixation, Morpholology, reduplicative words,Kei Dialects
An Analysis of Translation Strategies in the Short Story Entitled In Twilight Born by John H. McGlynn ., Fadhila Rizki Ariyanti; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16994

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis strategi terjemahan yang sering dan jarang digunakan dalam cerita pendek yang berjudul In Twilight Born oleh John. H. McGlynn. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan checklist dan rubrik sebagai instrumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan translation by paraphrase using unrelated word sebagai strategi yang paling sering digunakan dan Translation using loan word or loan word plus explanation sebagai strategi yang paling jarang digunakan. Terdapat 11 kata yang termasuk strategi translation by paraphrase using unrelated word dan 4 kata termasuk strategi translation using a loan word or loan word plus explanation. Selain itu, kualitas terjemahan yang dimiliki dalam cerita pendek yaitu akurat, berterima, dan mudah dibaca. Dalam aspek keakuratan, ditemukan data sebanyak 254 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan akurat, 47 kalimat termasuk terjemahan kurang akurat, dan 1 kalimat termasuk terjemahan tidak akurat. Dalam aspek keberterimaan, ditemukan sebanyak 272 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan berterima, 30 kalimat termasuk terjemahan kurang berterima, dan 1 kalimat termasuk terjemahan tidak berterima. Dalam aspek keterbacaan, ditemukan sebanyak 279 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan terbaca, 14 kalimat termasuk terjemahan kurang terbaca, dan 0 kalimat termasuk terjemahan tidak terbaca. Dengan demikian, penelitian ini bermanfaat untuk para penerjemah dapat memberikan hasil terjemahan yang lebih baik melalui penggunaan strategi dalam menerjemahkan teks dan meningkatkan kualitas terjemahan. Selanjutnya, peneliti lain diharapkan bisa menggunakan jenis strategi lain dan teks yang berbeda.Kata Kunci : terjemahan, strategi terjemahan, kualitas terjemahan, cerita pendek This study was aimed at analyzing translation strategies in the short story entitled In Twilight Born by John H. McGlynn. This study is qualitative research that used checklist and rubric as the instruments. It was found that translation by paraphrase using unrelated word as a strategy that mostly used and the translation using loan word or loan word plus explanation as a strategy that rarely used. There were 11 words in translation by paraphrase using unrelated word and 4 words in translation using a loan word or loan word plus explanation. Moreover, the quality of short story translation was accurate, acceptable, and readable. In accuracy aspect, there were 254 sentences categorized as an accurate translation, 47 sentences as less accurate translation, and 1 sentence as an inaccurate translation. In acceptable aspect, there were 272 sentences categorized as an acceptable translation, 30 sentences as less acceptable translation, and 1 sentence as an inacceptable translation. In readability aspect, there were 279 sentences categorized as a high readability, 14 sentences as a medium readability, and 0 sentence as a low readability. Thus, it is beneficial for other translators to conduct better translation result by applying the strategies and improving the quality of translation as well as it is as the reflection for the other researchers to apply other strategies and use other text sources.keyword : translation, translation strategy, quality of translation, short story
An Analysis of Lexical Borrowing Used By The Eighth Semester Students of English Language Education in Social Media ., Ni Kadek Yuni Artini; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis peminjaman leksikal dan untuk menyelidiki makna dari setiap penggunaan pinjaman leksikal di media sosial terutama di grup Line oleh mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah smartphone. Data dikumpulkan dengan mengambil tangkapan layar dari percakapan online yang mengandung leksikal borrowing. Data kemudian diururtkan, diklasifikasi, dianalisis, didiskusikan dan disimpulkan berdasarkan klasifikasi teori yang diusulkan oleh Capuz. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis peminjaman leksikal dari 50 jenis kata dari peminjaman leksikal yang dihasilkan oleh mahasiswa semester delapan. 30 jenis kata termasuk importation, 18 jenis kata termasuk loanblend dan 2 jenis kata termasuk loan translation. Peminjaman leksikal tetap memiliki makna secara harfiah dan beberapa memiliki makna secara tersirat. Kata Kunci : Sosial Media, Jenis Peminjaman Leksikal, Makna Peminjaman leksikal This study aimed at identifying the types of lexical borrowing and to investigate the meaning of each lexical borrowing in social media especially in Line group chatting by the eighth semester students of English Language Education. This study was descriptive qualitative research. The subjects of this study were the eighth semester students of English Language Education. The instrument used in this study was mobile phone. The data were collected by taking the screenshot of any conversation containing lexical borrowing. The data were listed, classified, analyzed, discussed and summarized based on the theory classification proposed by Capuz. The result of this study showed that there were three types of lexical borrowing from fifty (50) words of lexical borrowing produced by the eighth semester students. Thirty (30) words belong to importation, eighteen (18) words belong to loanblend, and two (2) words belong to loan translation. The lexical borrowing still have their literal meaning and some have their implied meaning. keyword : Social Media, Lexical Borrowing Types, Lexical Borrowing MeaninG