cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Melipat Kertas di TK Dharma Wanita Labuan Panimba Faizah, Faizah
Bungamputi Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.623 KB)

Abstract

Masalah yang dikaji dalam tulisan ini adalah rendahnya kemampuan motorik halus yang disebabkan oleh berbagai faktor. Upaya mengatasi masalah tersebut telah dilakukan PTK melalui kegiatan melipat kertas. Subyek dan settingnya anak kelompok B TK Dharma wanita Labuan Panimba yang berjumlah 20 anak, Rancanganya adalah tindakan kelas yang dimulai dari perenanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara persentasi. Data yang dikumpulkan saat pra tindakan kemampuan motorik melipat kertas menjadi bentuk pesawat kategori BSH, MB dan BB 20%, melipat kertas menjadi bentuk perahu BSB, BSH, MB dan BB 20%. melipat kertas menjadi bentuk baju BSH, MB dan BB 15% dan kecepatan menyelesikan tugas BSH, MB dan BB 15%. Setelah dilakukan tindakan , disimpulkan melalui kegiatan melipat kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik anak terbukti ada peningkatan kemampuan motorik dari siklus I ke siklus II . Melipat kertas menjadi bentuk pesawat dari 45% menjadi 80% kategori BSB, BSH dan MB, melipat kertas menjadi bentuk perahu kategori BSB, BSH dan MB dari 45% menjadi 85% , melipat kertas menjadi bentuk baju kategori BSB, BSH dan MB dari 40% menjadi 85% kecepatan melipat kertas menjadi aneka bentuk dari 40% menjadi 80%. Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 40% dari siklus I ke siklus II. Meskipun masih ada anak yang belum meningkat kemampuan motorik halusnya atau kategori BB 17,5 % .Kata Kunci : Motorik halus, melipat kertas
Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok B TK PKK Langaleso Nisma, Nisma
Bungamputi Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.93 KB)

Abstract

Masalah pokok penelitian ini adalah proses pembelajaran yang kurang efektif yang disebabkan guru dalam proses pembelajaran kurang menerapkan penggunaan metode pemberian tugas yang berdampak pada rendahnya kreativitas anak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kreativitas anak melalui metode pemberian tugas.Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK PKK Langaleso yang berjumlah 23 anak terdiri dari laki-laki 15 anak dan 8 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid.Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Kreativitas anak dan metode pemberian tugas
Pengaruh Kegiatan Mewarnai Gambar Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Di Kelompok B2 Tk Bustanul Athfal Aisyiyah III Palu Haryati, Lily
Bungamputi Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.087 KB)

Abstract

Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak di kelompok Kelompok B2 TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian yang disesuaikan dengan prosedur penelitian kependidikan. Sampel penelitian ini adalah 16 anak di Kelompok B2 TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dari analisi deskriptif, yaitu terdapat 11 anak (54,17 %) berada dalam kategori berkembang sangat baik, terdapat 3 anak (27,08%) berada dalam kategori berkembang sesuai harapan, terdapat 2 anak (18,75 %) dalam kategori mulai berkembang , dan tidak terdapat anak dalam kategori belum berkembang. Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh kegiatan mewarnai gambar terhadap kemampuan motorik halus anak.
Meningkatakan Moral Anak Melalui Metode Pemberian Tugas pada Kelompok A TK Negeri Pembina Sindue Jana, MIftahul
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.86 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok A Di negeri Pembina sindue, melibatkan 16 orang anak terdiri atas 9 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Tagart yang terdiri atas dua siklus. Dimana Pada Setiap Siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencenaan, pelaksanaan observasi, dan refleksi data yang dikumpulkan melalui observasi dan pemebrian tugas. Selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan criteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuntitatif, untuk mengetahui peningkatan moral anak melalui metode pemberian tugas pada kelompok A di TK negeri Pembina sindue. Data yang di kumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak yang saling menghargai ketegoti SB 6,25%, B 12,5%, dan K 50%, Kemudian moral anak dalam membantu teman kategori SB 6,25%, B 12,5%, C 25%, K26m25%, dan moral anak yang saling berbagi dengan kategori SB 6,25% B 18,75%, C 18,75%, K 50% setelah di lakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan moral anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam aspek saling menghargai kategori sangat baik dan baik dari 31,25% menjadi 81,25% (50%), moral anak dalam membantu teman kategori sangat baik dan baik dari 56,25% menjadi 81,25% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ad anak yang belum meningkat moralnya tetapi hanya berkisar 8,33% dari masing-masing
Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Perkembangan Moral Anak di Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu H Muda, Siti Gamar
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.172 KB)

Abstract

Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya nilai moral anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 15 anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu. Teknik Pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara, dari hasil penelitian dari analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian rekapitulasi sebelum dan sesudah metode demonstrasi bahwa perkembangan nilai moral anak sudah berkembang sesuai harapan dalam masing-masing aspek yang diamati yaitu menggosok gigi, membuang sampah dan mencuci tangan, diperoleh hasil rekapiulasi sebelum metode demonstrasi terdapat 1 anak (20,01%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 1 anak(26,67%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 2 anak (40%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB) dan 11 anak (213,32%) dalam kategori Belum Berkembang (BB). Selanjutnya hasil rekapitulasi sesudah metode demonstrasi terdapat 3 anak (20%) dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 8 anak (51,11%) dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), terdapat 4 anak (28,89%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan tidak terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB). Demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode demonstrasi dalam perkembangan nilai moral anak di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Palu.
Peranan Metode Pemberian Tugas Terhadap Peningkatan Kemandirian Anak di Kelompok B2 TK Al-Khairaat Tatura Palu Silfana, Silfana
Bungamputi Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.772 KB)

Abstract

Masalah dalam tulisan ini adalah kemandirian anak yang masih rendah.Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan metode pemberian tugas terhadap peningkatan kemandirian anak.Metode penelitian ini adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif.Subyeknya seluruh anak di Kelompok B2 TK Al-Khairaat Tatura Palu yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi dan pemberian tugas, selanjutnya dianalisis dengan teknik persentase.Hasil penelitian minggu pertama bertanggung jawab kategori sangat tinggi 0%,tinggi 5%,sedang 20%,rendah 75%.Keterampilan bantu diri sangat tinggi 5%,tinggi 10%,sedang 20%,rendah 65%,Kemandirian intelektual sangat tingg10%,tinggi 15%,sedang 20%,rendah 55%. Selanjutnya minggu keenam mengalami perkembangan yang signifikan,Bertanggung jawab kategori sangat tinggi 40%,tinggi 25%,sedang 10%,rendah 25%,Keterampilan bantu diri sangat tinggi 40%,tinggi 35%,sedang 10%,rendah 15%,Kemandiriaan intelektual sangat tinggi 40%,tinggi 30%,sedang 15%, rendah 15%. Dapat disimpulkan bahwa ada peranan metode pemberian tugas terhadap peningkatan kemandirian anak terbukti adanya peningkatan dari minggu pertama sampai minggu keenam dalam semua aspek rata- rata kategorisangat tinggi 40%, tinggi 30%, sedang 12% walaupun masih ada masih yang belum berkembang yaitu pada kategori rendah 18 %.
Pengaruh Kegiatan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak di Kelompok B TK Permataku Desa Lenju Kecamatan Sojol Utara Kabupaten Donggala Anita, Anita
Bungamputi Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.161 KB)

Abstract

Masalah dalam artikel ini adalah kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menggambar bebas terhadap kreativitas anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, subyeknya yaitu anak kelompok B TK Permataku berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis teknik persentase. Data sebelum diberi perlakuan kemampuan menggambar sesuai gagasannya, kategori BSB (6,25%), BSH (12,5%), MB (31,25%), dan BB (50%), kemampuan bertanya dan menjawab pertayaan, kategori BSB (6,25%), BSH (12,5%), MB (37,5%), dan BB (43,75%), dan hasil karya, kategori BSB (6,25%), BSH (12,5%), MB (31,25%), dan BB (50%). Selanjutnya,data sesudah diberi perlakuan, kemampuan menggambar sesuai gagasannya, kategori BSB (18,75%), BSH (37,5%), MB (25%), dan BB (18,75%), kemampuan bertanya dan menjawab pertayaan, BSB (18,75%), BSH (37,5%), MB (25%), dan BB (18,75%), dan hasil karya, BSB (18,75%), BSH (37,5%), MB (25%), dan BB (18,75%). Disimpulkan ada pengaruh kegiatan menggambar bebas terhadap kreativitas anak, terbukti adanya peningkatan rata-rata, kategori BSB 18,75%, BSH 37,5%, MB 25%.
Pengaruh Pola Asuh Primisif terhadap Perilaku Sosial Anak di Kelompok B PAUD Kartika XX-32 Palu Istiqomah, Ainur
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.647 KB)

Abstract

Masalah dalam tulisan ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun subyeknya adalah orang tua dari 8 anak di kelompok B1 PAUD Kartika XX-32 Palu. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perilaku sosial kemurahan hati kategori BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 2 anak (25%), MB ada 2 anak(25%), dan BB ada 3 anak (37,5%). Sedangkan perilaku sikap tidak mementingkan diri sendiri BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 1 anak (12,5%), MB ada 3 anak (37,5%), dan BB ada 3 anak (37,5%). Selanjutnya perilaku hasrat akan penerimaan sosial BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 2 anak (25%), MB ada 2 anak (25%), dan BB ada3 anak (37,5%). Dengan demikian dapat diketahui ada pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak, pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan dalam hal kemurahan hati, sikap tidak mementingkan diri sendiri dan hasrat akan penerimaan sosial.Kata kunci : Pola Asuh Permisif, Perilaku Sosial
Pengaruh Metode Bercerita Menggunakan Buku Cerita Bergambar Terhadap Keterampilan Anak Berbicara di TK Bethel Kecamatan Lore Selatan Mangela, Deisy Rolinda
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.63 KB)

Abstract

Masalah dalam artikel ini adalah keterampilan anak berbicara belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap keterampilan anak berbicara. Metode penelitian adalah kualitatif sedangkan jenisnya deskriptif, subyeknya seluruh anak Kelompok B TK Bethel Kecamatan Lore Selatan yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis teknik presentase. Hasil penelitian sebelum penggunaan metode bercerita kemampuan menyebutkan kosa kata kategori BSB 5%, BSH 5%, MB 10%, BB 80%, kemampuan mengajukan pertanyaan kategori BSB 5%, BSH 5%, MB 15%, BB 75%, menjawab pertanyaan kategori BSB 10%, BSH 10%, MB 5%, BB 75%, dan bercerita kategori BSB 5%, BSH 10%, MB 10%, BB 75%. Selanjutnya setelah penggunaan metode bercerita mengalami perkembangan kemampuan menyebutkan kosa kata kategori BSB 20%, BSH 45%, MB 25%, BB 10%, kemampuan mengajukan pertanyaan kategori BSB 15%, BSH 40%, MB 30%, BB 15%, aspek menjawab pertanyaan kategori BSB 15%, BSH 45%, MB 35%, BB 10%, dan bercerita kategori BSB 20%, BSH 40%, MB 30%, BB 10%. Secara umum, terjadi peningkatan keterampilan anak berbicara setelah penggunaan metode bercerita dalam semua aspek rata-rata kategori BSB 17,5%, BSH 42,5%, MB 28,75%, walaupun masih ada yang belum berkembang yaitu pada kategori BB 11,25%.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Minat Belajar Anak di Kelompok B TK Kartini Lalundu Kecamatan Rio Pakava Martini, Ni Made Dwi
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.404 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk pola asuh yang diterapkan orang tua? Bagaimana minat belajar anak? Apakah ada hubungan anatara pola asuh orang tua dengan minat belajar anak? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B TK Kartini Lalundu Kecamatan Rio Pakava yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan Melalui observasi, angket dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan dengan teknik persentase, yaitu dalam aspek Perhatian, Aspek Ketertarikan dan Apek Rasa Suka. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis deskriptif, Dalam Aspek Perhatian Terdapat 4 anak (27%) dalam kategori Sangat Tinggi, ada 10 anak (66%) dalam kategori Tinggi, ada 1 Anak (7%) dalam kategori Sedang . Aspek Ketertarikan terdapat 8 anak (54%)dalam Kategori Sangat Tinggi, ada 7 anak (46%) dalam kategori Tinggi, Aspek Rasa Suka terdapat 6 anak (40%) dalam kategori Sangat Tinggi, ada 9 anak (60%) dalam kategori Tinggi dan tidak terdapat anak dalam kategori Sedang maupun Rendah Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Minat Belajar anak dapat Meningkat Melalui Pola Asuh Orang Tua. Oleh karena itu, ada Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Minat Belajar Anak.Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Minat Belajar