cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Metode Karyawisata di Kelompok B TK Al-Khairaat Toaya Vunta Kabupaten Donggala Fatmah, Fatmah
Bungamputi Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.615 KB)

Abstract

Masalah dalam kajian ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan perilaku sosial anak melalui metode karyawisata. Subjeknya adalah anak kelompok B TK Al-Khairaat Toaya Vunta Kabupaten Donggala dengan jumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, pemberian tugas dan dokumentasi, dianalisis menggunakan teknik persentase. Data pra tindakan perilaku akrab, 9,09% kategori BSH, 18,18% kategori MB, dan 72,72% kategori BB. Perilaku sosial simpati, 18,18% kategori BSH, 18,18% kategori MB, dan 63,63% kategori BB. Tolong menolong, 18,18% kategori BSH, 9,09% kategori MB, dan 72,72% kategori BB. Setelah dilakukan tindakan, dapat disimpulkan bahwa metode karyawisata dapat meningkatkan perilaku sosial anak. Terbukti adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Perilaku akrab, kategori BSB, BSH dan MB, dari 45,45% meningkat menjadi 90,9% (45,45%). Perilaku sosial simpati, kategori BSB, BSH dan MB, dari 45,45% meningkat menjadi 90,9% (45,45%). Perilaku sosial saling berbagi, kategori BSB, BSH dan MB, dari 54,54% meningkat menjadi 90,9% (36,36%). Rata-rata peningkatan kategori BSB, BSH dan MB sebesar 48,48%, namun masih ada anak 1 anak atau 9,09% yang belum berkembang.Kata Kunci: Perilaku Sosial; Metode Karyawisata
Penggunaan Pewarna Tumbuh-tumbuhan untuk Mengembangkan Kreativitas Menggambar pada Anak Kelompok B TK Tunas Rimba Palu Darwis, Ria Rezikita
Bungamputi Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.14 KB)

Abstract

masalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan kreativitas anak dalam menggambar? Bagaimana penerapan pewarna dari tumbuh-tumbuhan?, dan Apakah dengan menggunakan pewarna tumbuh-tumbuhan dapat mengembangkan kreativitas anak dalam menggambar?. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak dalam menggambar, menggunakan pewarna tumbuh-tumbuhan, dan penggunaan pewarna dari tumbuh-tumbuhan untuk mengembangkan kreativitas menggambar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah seluruh anak didik di Kelompok B TK Tunas Rimba Palu dengan jumlah 20 orang anak didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, selanjutnya pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian selama bulan November 2015 sampai bulan Desember 2015 menunjukan bahwa penggunaan pewarna dari tumbuh-tumbuhan dapat mengembangkan kreativitas menggambar pada anak di kelompok B TK Tunas Rimba Palu, dimana terdapat 53,3% anak dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 35% anak dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 6,7% anak dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan 5% anak dalam kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan pewarna dari tumbuh-tumbuhan dapat mengembangkan kreativitas menggambar pada anak.Kata Kunci: Pewarna Tumbuh-Tumbuhan, Kreativitas Menggambar
Pengaruh Metode Eksperimen Sains Sederhana terhadap Minat Belajar Anak di Kelompok B5 TK Aisiyah I Palu Afriani, Juwita Nur
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.466 KB)

Abstract

Rumusan masalah pada artikel ini adalah tentang kurangnya minat belajar anak pada saat pembelajaran di dalam kelas. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen sains sederhana terhadap minat belajar anak. Untuk menjawab masalah diatas, peneliti melakukan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok B5 TK Aisyiyah 1 Palu tahun Ajaran 2015/2016.Subjek pada penelitian berjumlah 20 anak.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengamatan sebelum diberi perlakuan rekapitulasinya diperoleh rata-rata, yaitu rata-rata 0% anak dalam kategori Sangat Tinggi (ST), 3,33% anak dalam kategori Tinggi (T), 13,33% anak dalam kategori Sedang (S), dan 83,33% anak dalam kategori Rendah (R), pada aspek pengamatan rasa ingin tahu, ketertarikan anak dan keterlibatan anak Dan pengamatan setelah diberi perlakuan diperoleh rata-rata 35,28% anak yang tergolong kategori Sangat Tinggi (ST), Selanjutnya untuk kategori Tinggi (T) diperoleh rata-rata 17,61%. Untuk kategori Sedang (S) diperoleh rata-rata 20,28%, dan untuk kategori Rendah (R) diperoleh rata-rata 26,83%, pada aspek pengamatan rasa ingin tahu, ketertarikan anak dan keterlibatan anak.Kata kunci : Metode Eksperimen Sains Sederhana, Minat Belajar Anak
Hubungan Menggambar Bebas Terhadap Kreativitas Anak Di Kelompok B2 Tk Al-Khairaat III Palu Indriwati, Indriwati
Bungamputi Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.28 KB)

Abstract

Masalahan pokok dalam artikel ini adalah kreativitas anak yang belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan menggambar bebas terhadap kreativitas anak di kelompok B2 TK A-Khairaat III Palu. Metode penelitian ini adalah kualitatif jenisnya deskriptif. Subyeknya adalah anak kelompok B2 yang berjumlah 20 yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian pada pengamatan minggu ke I mewarnai gambar 1 anak (5%) BSB, ada 2 anak (10%) BSH, ada 3 anak (15%) MB, dan 14 anak (70%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar persegi terdapat 1 anak (5%) BSB, ada 2 anak (10%) BSH, ada 1 anak (5%) MB, dan ada 16 anak (80%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar lingkaran terdapat 1 anak (5%) BSB, ada 2 anak (10%) BSH, ada 3 anak (15%) MB14 anak (70%) BB. Selanjutnya pada pengamatan minggu ke VI terjadi peningkatan yang signifikan, mewarnai gambar 5 anak (25%) BSB, ada 9 anak (45%) BSH, ada 3 anak (15%) MB, dan 3 anak (15%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar persegi 4 anak (20%) BSB, ada 8 anak (40%) BSH, ada 6 anak (30%) MB, dan ada 2 anak (10%) BB. Menggambar bebas dari bentuk dasar lingkaran 5 anak (25%) BSB, ada 9 anak (45%) BSH, ada 3 anak (15%) MB, dan ada 3 anak (15%) BB. Dari penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan menggambar bebas terhadap kreativitas anak di kelompok B2 TK Al-Khairaat III Palu yang terbukti adanya peningkatan pada minggu ke VI.
Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Anak Berbahasa di Kelompok B TK Al-Khairaat Boya Baliase Kecamatan Marawola Nurlinda, Nurlinda
Bungamputi Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.034 KB)

Abstract

Masalah pokok dalam artikel ini adalah kemampuan anak berbahasa belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan anak berbahasa di kelompok B tk AL-Khairaat Boya Baliase Kecamatan Marawola yang berkumlah 20 anak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya dan kemudian disimpulkan. Adapun teknik observasi dan teknik dokumentasi. Selanjutnya, pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan persentase. Peningkatan dilihat dari minggu pertama 6,66% dalam kategori BSB, 13,33 kategori BSH, 35% kategori MB, dan 45% kategori BB. Selanjutnya pada pengamatan minggu ke empat terdapat kategori BSB 35%, kategori BSH 26%, kategori MB 26%, dan ketegori BB 12%.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita memiliki pengaruh terhadap kemampuan anak berbahasa di kelompok B TK AL-Khairaat Boya Baliase Kecamatan Marawola.
Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Kemampuan Anak Berkomunikasi di Kelompok B TK Tunas Rimba Palu Timur Fitriani, Fitriani
Bungamputi Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.379 KB)

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan anak berkomunikasi belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh metode bermain peran terhadap kemampuan anak berkomunikasi. Setting dan subyek penelitian ini adalah Kelompok B TKTunas Rimba Palu Timur yang berjumlah 16 anak, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 6 anak perempuan, terdaftar pada tahun ajaran 2016. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu serta mengamati kemampuan anak berkomunikasi setiap minggunya. Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan dari minggu pertama hingga minggu keenam. Kemampuan anak berkomunikasi secara lisan, 75% anak berkembang sangat baik (BSB) , 12,5% anak (BSH), 6,25% anak (MB), dan hanya 6,25% anak (BB). Untuk aspek penggunaan kosa kata, 68,75% anak BSB, 18,75% anak BSH, 6,25% anak MB dan 6,25% anak BB. Untuk aspek menjawab pertanyaan, sejumlah 62,5% anak BSB, 18,75% anak BSH, 12,5% anak MB, dan 12,5% anak BB. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa metode bermain peran memiliki pengaruh terhadap kemampuan anak berkomunikasi di Kelompok B TKTunas Rimba Palu Timur.
Pengaruh Alat Permainan Edukatif Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak di Kelompok B3 TK Aisyiyah V Palu Rizki D Kandupi, Arifah Ananda
Bungamputi Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.353 KB)

Abstract

Masalah pokok dalam tulisan ini adalah perkembangan motorik halus anak yang belum berkembang sesuai harapan. Sehubungan dengan masalah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh alat permainan edukatif terhadap perkembangan motorik halus anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, adapun subjek seluruh anak di kelompok B3 TK Aisyiyah V Palu yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, data dianalisis dengan teknik presentase. Data sebelum penelitian, kelenturan jari jemari 7% kategori (BSB), 20% kategori (BSH), 33% kategori (MB), dan 40% kategori (BB). Kecepatan jari jemari, 7% (BSB), 20% (BSH), 20% kategori (MB), 53% kategori (BB). Ketepatan jari jemari, 7% kategori (BSB), 13% kategori (BSH), 20% kategori (MB), dan 60% kategori (BB). Sesudah menggunakan APE ada peningkatkan motorik halus, kelenturan jari jemari 33% kategori (BSB), 53% kategori (BSH), 7% kategori (MB) dan 7% kategori (BB). Kecepatan jari jemari 33% kategori (BSB), 47% kategori (BSH), 13% kategori (MB) dan 7% kategori (BB). Ketepatan jari jemari 33% kategori (BSB), 53% kategori (BSH), 7% kategori (MB) dan 7% kategori (BB). Disimpulkan bahwa ada pengaruh alat permainan edukatif terhadap perkembangan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan rata-rata 40% kategori (BSB), 71% kategori (BSH), 31% kategori (MB), 58% kategori (BB).
Hubungan Media Gambar dengan Motivasi Belajar Anak di Kelompok B TK Nurul Yaqiin Talise Kecamatan Mantikulore -, Masyita -
Bungamputi Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.103 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan media gambar ?Bagaimana motivasi belajar anak?dan apakah ada hubungan media gambar dengan motivasi belajar anak ? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Nurul Yaqiin Talise Kecamatan Mantikulore berjumlah 15 anak.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pertama motivasi belajar anak dalam aspek antusias mengikuti materi pembelajaran terdapat 6 anak (40%) dalam kategoru ST, ada 8 anak (53,33%) dalam kategori T, ada 1 anak (6,67%) dalam kategori S, dan tidak terdapat dalam kategori R. Sedangkan motivasi belajar anak dalam aspek menonjolkan kemampuan diri dikelas terdapat 6 anak (40%) dalam kategori ST, ada 8 anak (53,33%) dalam kategori T, ada 1 anak (6,67%) dalam kategori S dan tidak terdapat dalam kategori R.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar anak dapat meningkat melalui media gambar.Kata Kunci: Media Gambar , Motivasi Belajar.
Meningkatkan Kemampuan Fisik Motorik Kasar Anak Melalui Metode Demonstrasi di Kelompok B TK Negeri Pembina Dolo Lamangkona, Hanim
Bungamputi Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.248 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik kasar anak belum sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki motorik kasar anak melalui metode demonstrasi di kelompok B TK Negeri Pembina Dolo, subyek penelitian ini melibatkan 11 anak yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan cara observasi dokumentasi, dan pemberian tugas, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun anak. Hasil penelitian terbukti adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak pada siklus I untuk kemampuan berlari terdapat 36.36% dari penjumlahan ketiga kategori BSB,BSH, dan MB, kemampuan melompat 63.63% dari penjumlahan ketiga kategori BSB,BSH, dan MB, dan kemampuan yang diamati terahir yaitu kemampaun merayap 63.63% dari penjumlahan ketiga kategori BSB,BSH, dan MB, hasil tersebut diperoleh dari penjumlahan tiga kategori. Pada siklus II menunjukan peningkatan kemampuan berlari meningkat menjadi 72,72% kategori berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan, kemudian pada kegiatan melompat meningkat menjadi yaitu 81.81% dengan kategori berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan, sedangkan kemampuan anak dalam merayap meningkat menjadi 81,81% kategori berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan. Dengan hasil yang diperoleh pada pengamatan kemampuan motorik kasar anak pada siklus II sangat jelas mengalami peningkatan dari masing-masing kemampuan yang diamati dalam kategori sangat baik dan baik.Kata Kunci : Motorik Kasar, Metode Demonstrasi.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok B TK Alkhairaat Maku Kec. Dolo Yondi, Uliyati
Bungamputi Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.142 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya tingkat motorik halus anak. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak di kelompok B TK Alkhairaat Maku Kec. Dolo.Setting penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Alkhairaat Maku Kec. Dolo yang berjumlah 20 anak terdiri dari laki-laki 10 anak dan 10 anak perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dengan 4 kali tindakan dalam 2 siklus. Data dikumpulkan dengan cara observasi, tanya jawab, pemberian tugas dan dokumentasi, serta alat yang digunakan adalah lembar observasi baik untuk aktifitas guru maupun murid. Selanjutnya dianalisa secara persentasi untuk menarik kesimpulan.Kata Kunci : Interaksi sosial anak dan metode kerja kelompok