cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Meningkatkan Penanaman Nilai Agama Anak Melalui Metode Bercerita pada Kelompok B TK PGRI II Kungguma Kecamatan Labuan Anifah, Anifah
Bungamputi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah penanaman nilai agama anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Penelitian dilaksanakan  di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 12 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi dan pemberian tugas selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak melalui metode bercerita  pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Data yang dikumpulkan sebelum penelitian tentang pemahaman nilai agama anak dalam berdoa kategori SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian pemahaman nilai agama anak yang patuh pada guru kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan kemampuan anak yang rajin belajar dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan penanaman nilai agama anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam berdoa kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan patuh pada guru kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 85% (40%), kemampuan rajin belajar kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat nilai agama pada dirinya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Peningkatan Penanaman Nilai Agama Anak, Metode Bercerita
Meningkatkan Kemampuan Anak Mengenal Angka Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok A TK Generasi Bangsa Palolo Nuraino, Nuraino
Bungamputi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan anak mengenal angka? Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan anak angka melalui metode pemberian tugas di kelompok A TK Generasi Bangsa Palolo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah anak kelompok A yang berjumlah 20 anak terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus I 25% meningkat pada siklus II menjadi 45%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak mengenal angka dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas di kelompok A TK Generasi Bangsa Palolo. Kata Kunci: Angka, Metode Pemberian Tugas
Peranan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Di Kelompok B TK Dharma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Setia, Nyoman Deni
Bungamputi Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah masih rendahnya minat belajar anak di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat. Metode demonstrasi yang digunakan pada penelitian ini difokuskan pada permasalahan, yaitu apakah penggunaan metode demonstrasi di PAUD dapat meningkatkan minat belajar anak? Untuk menjawab permasalahan di atas, peneliti melakukan penelitian kelas (penelitian kualitatif) yang terdiri dari kegiatan pengamatan. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Darma Santi Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, tahun ajaran 2012/2013. Subyek penelitian adalah 25 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 16 anak perempuan dengan minat belajar yang masih rendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan/observasi. Kemudian data dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan analisis data maka dapat diketahui terjadi peningkatan minat belajar anak di PAUD terdapat 74% anak yang memiliki minat belajar Tinggi, 21,33% anak yang memiliki minat belajar Sedang, dan 4,67% anak yang memiliki minat belajar Rendah. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, jelas sekali membuktikan bahwa penggunaan metode demonstrasi sangat berperan dalam meningkatkan minat belajar anak.   Kata Kunci: Metode Demonstrasi, Minat Belajar Anak
Pengaruh Permainan Modifikasi Bola Basket Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Di Kelompok B2 TK Al-Khairaat III Palu Wati, Dewi Rahma
Bungamputi Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah yang berkaitan dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah menggunakan permainan modifikasi bola basket dan adakah pengaruh permainan modifikasi bola basket terhadap kemampuan motorik kasar. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebelum dan sesudah diberikan modifikasi permainan bola basket dan adakah pengaruh modifikasi permainan bola basket terhadap kemampuan motorik kasar kelompok B2 TK Alkhairat III Palu. Hasil penelitian sebelum perolehan dari rekapitulasi untuk kategori berkembang sangat baik(BSB) terdapat 0%, untuk kategori berkembang sesuai harapan (BSH) 23%, mulai berkembang (MB) 31%,  dan belum berkembang (BB) 46%. Sedangkan sesudah diberikan perolehan dari rekapitulasi untuk kategori berkembang sangat baik (BSB) terjadi peningkatan 51%, berkembang sesuai harapan (BSH) 39%, mulai berkembang (MB) 10%, belum berkembang (BB) terdapat 0%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, ada pengaruh modifikasi permainan bola basket terhadap kemampuan motorik kasar anak hal ini dapat dilihat dari sebelum dan sesudah diberikan modifikasi permainan bola basket yang berunsurkan permainan seperti Menangkap Bola, Mendribbling Bola, dan Memasukan Bola, Jadi modifikasi permainan bola basket  menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah modifikasi permainan bola basket di kelompok B2 TK Alkhairat III Palu. Kata kunci: Permainan Modifikasi Bola Basket, Kemampuan Motorik Kasar
Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Alat Permainan Edukatif Pada Kelompok B Di TK Buah Hati Nupabomba Mariam, Came
Bungamputi Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The problem in this study is whether creativity can be enhanced through educational toys in TK group B Nupabomba Buah Hati? The experiment was conducted in a Child Tk Nupabomba, involving 15 children consisted of 6 boys and 9 girls enrolled in the academic year 2012/2013 . The design of this research study Kemmis and Mc. Taggart consisting of two cycles. Where on each cycle of meetings held three times in the classroom and each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation , and reflection. Data were collected through observation techniques, assignments, and then analyzed by descriptive documentation of qualitative and quantitative data. Data collected prior to the action being assessed in the aspect of courage Verry Good 6.66%, Excellent 6.66%, Enough 6.66%, and Less 80%, then the curious aspects of the category Verry Good of 6.66%, 13.33% Excellent, Enough 6.66%, Less 73.33%, and the child's ability to produce unique works of Verry Good category 6.66%, Excellent 6.66%, Enough 13.33%, and Less 73.33%. After the action is taken, the results of this study it can be concluded that through educational toys can enhance the creativity of children, there is an increased ability proved from the first cycle to the second cycle in the aspect of courage is excellent and good categories from 26.66% to 73.32% (46,66%), aspect ungin know very well and good categories from 26.66% to 73.32% (46.66%), producing unique works excellent and good categories from 26.66% to 66.66% (40%). In general, an increase in the average 44.44 % of cycle one to cycle two, although there are still children who have not increased their creativity but only about 13.33 % of the aspects of each category observed with less.   Keyword: Childresn’s Creativity, Educational Gaming Device
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Penggunaan Alat Permainan Edukatif Pada Kelompok B Tk Alhidayah Talise Palu Utara Handayani, Sri
Bungamputi Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan utama pada penelitian ini yaitu kurangnya kemampuan motorik halus anak pada kelompok B TK Alhidayah Talese. Penelitian dilaksanakan  di TK Alhidayah Talise Palu Utara, melibatkan 15 orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, dan pemberian tugas kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pengamatan motorik halus anak dalam membuat macam-macam bentuk dari kertas kategori SB 6,66%, B 13,33%, C 26,66%, dan K 53,33%, kemudian motorik halus anak membuat macam-macam bentuk dari plastisin dengan kategori SB  0%, B 13,33%, C 20%, K 66,66%, dan pengamatan menyusun balok menjadi suatu bangunan dengan kategori SB 6,66%, B 6,66%, C 13,33%, K 73,33%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui alat permainan edukuatif dapat meningkatkan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan motorik halus anak dari siklus I ke siklus II  yang diamati dalam membuat macam-macam bentuk dari kertas kategori sangat baik dan baik dari 53,33% menjadi 79,99% (26,66%), peningkatan motorik halus anak dalam membuat macam-macam bentuk dari plastisin kategori sangat baik dan baik dari 46,66% menjadi 80% (33,34%), kemudian yang terakhir pengamatan anak dalam menyusun balok mejadi suatu bangunan kategori sangat baik dan baik dari 53,33% menjadi 86,66% (33,33%). Secara umum terjadi peningkatan dari semua kemampuan yang diukur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan alat permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK Alhidayah Talise Palu Utara.   Kata Kunci :  Peningkatan Motorik Halus Anak, Alat Permainan Edukatif
Pengaruh Media Kartu Huruf Hijaiyyah Terhadap Kemampuan Anak Mengenal Huruf Hijaiyyah Di Kelompok B TK 1 Al-Khairaat Kasimbar Huzaimah, Huzaimah
Bungamputi Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah sebelum dan sesudah menggunakan kartu huruf hijaiyyah, adakah kendala penggunaan kartu huruf hijaiyyah dalam mengenalkan huruf hijaiyyah, adakah pengaruh media kartu huruf hijaiyyah terhadap kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah sebelum dan sesudah menggunakan kartu huruf hijaiyyah, untuk mengetahui kendala dalam penggunaan kartu huruf hijaiyyah dalam mengenalkan huruf hijaiyyah, adanya pengaruh media kartu huruf hijayyah terhadap kemampuan anak mengenal huruf hijaiyyah di kelompok B TK 1 Alkhairaat Kasimbar yang terdaftar pada tahun ajaran 2012-2013. Yang berjumlah 15 anak. Hasil penelitian sebelum penggunaan media kartu huruf hijaiyyah kemampuan menyebutkan huruf hijaiyyah 1-7 dalam kategori BSB tidak ada, kategori BSH terdapat 1 anak (6,67%), kategori MB terdapat 3 anak (20%), kategori BB terdapat 11 anak (73,33%), Menyebutkan huruf hijaiyyah secara acak yang kategori BSB tidak ada, kategori BSH terdapat 1 anak (6,67%), kategori MB terdapat 2 anak (13,33%), kategori BB terdapat 12 anak (80%) sedangkan aspek menyebutkan huruf hijaiyyah secara baik dan benar dalam kategori BSB tidak ada, kategori BSH terdapat 1 anak (6,67%), kategori MB terdapat 1 anak (6,67%), dan kategori BB terdapat 13 anak (86,66%). Sesudah perlakuan menggunakan kartu huruf hijaiyyah, kemampuan menyebutkan huruf hijaiiyah 1-7 untuk kategori (BSB) terdapat 7 anak (46,67%), untuk kategori (BSH) terdapat 2 anak  (13,33%), kategori (MB) terdapat 3anak (20%), dan untuk kategori (BB) terdapat 3 anak (20%). Menyebutkan huruf hijaiyyah secara acak yang kategori BSB terdapat 6 anak (40), kategori BSH terdapat 3 anak (20%), kategori MB terdapat 4 anak (26,67%), kategori BB terdapat 2 anak (13,33%) sedangkan aspek menyebutkan huruf hijaiyyah secara baik dan benar dalam kategori BSB 8 anak (53,33), kategori BSH terdapat 4 anak (26,67%), kategori MB terdapat 2 anak (13,33%), dan kategori BB terdapat 1 anak (6,67%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kendala penggunaan kartu huruf hijaiyyah dikelompok B TK 1 Alkhairaat Kasimbar yaitu seperti anak yang mempunyai kemampuan maksimal guru mengalami kesulitan dalam mengarahkannya karena sering mengganggu teman dan cenderung mengacaukan proses pembelajaran berlangsung, jadi ada pengaruh penggunaan media kartu huruf hijaiyyah karena terbukti adanya peningkatan sebelum penggunaan media kartu huruf hijaiyyah.   Kata Kunci : Huruf Hijaiyah, Media Kartu Huruf.
Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok A TK PKK Kavaya Marana Kec. Sindue Desmayanti, Desmayanti
Bungamputi Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemandirian halus anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok A di TK PKK Kavaya Marana Kec. Sindue”. Penelitian dilaksanakan di TK PKK Kavaya Marana Kec. Sindue”., melibatkan 20orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuanyang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain penelitianKemmis dan McTaggart (Dahlia, 2012:29), yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi dan pemberian tugas, selanjutnya diolah secara deskriptif dengan kriteria penilaian empat bintang (berkembang sangat baik), tiga bintang (berkembang sesuai harapan), dua bintang (mulai berkembang) dan satu bintang (belum berkembang). Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam membentuk plastisin kategori Berkembang Sangat Baik 5%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang 35%, dan Belum Berkembang 50%, kemudian kemampuan anak yang menggambar kategori Berkembang Sangat Baik 5%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang 49%, Belum Berkembang 45%, dan kemampuan anak dalam menyusun puzzle dengan kategori Berkembang Sangat Baik 10%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang 30%, Belum Berkembang 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemandirian anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam membentuk plastisin kategori berkembang sangat baik dan baik dari 55% menjadi 80% (25%), kemampuan dalam menggambar kategori berkembang sangat baik dan baik dari 60% menjadi 85% (40%), kemampuan dalam menyusun puzzle kategori berkembang sangat baik dan baik dari 60% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kemandiriannya tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori belum berkembang. Kata Kunci : Kemandirian,Metode Pemberian Tugas
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok A TK Alkhairaat Sumari Hijrah, Hijrah
Bungamputi Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apakah melalui penggunaan metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak di kelompok A TK Alkhairaat Sumari?. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui metode pemberian tugas di kelompok A TK Alkhairaat Sumari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 di TK Alkhairaat Sumari dengan melibatkan seluruh anak di kelompok A yang berjumlah 14 orang yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 8 orang anak perempuan. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu pra tindakan, siklus I, dan Siklus II untuk melihat sejauh mana perubahan yang ditunjukkan oleh anak tentang peningkatan kemampuan kognitif anak sebelum dan setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Untuk mengukur peningkatan kemampuan kognitif anak melalui penggunaan metode pemberian tugas, dilakukan dengan cara penilaian terhadap kegiatan Menghubungkan benda dengan lambang bilangan, mengelompokkan benda menurut bentuknya, menyusun puzzle.Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan terhadap kemampuan kognitif anak setelah dipergunakan metode pemberian tugas di dalam kelas sebagai metode pembelajaran oleh guru pada anak didik di TK Alkhairaat Sumari. Hal ini dapat dilihat pada perolehan hasil penilaian akhir dari kegiatan penelitian ini, yaitu kategori berkembang sangat baik pada penilaian Menghubungkan benda dengan lambang bilangan ada 9 orang (64,28,00%), mengelompokkan benda menurut bentuknya terdapat 8 orang (57,14%), menyusun puzzle terdapat 8 orang (57,14%). Melihat perolehan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan metode pemberian tugas di dalam proses pembelajaran di kelompok A TK Alkhairaat Sumari dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Kata Kunci : Kemampuan Kognitif, Metode Pemberian Tugas
Meningkatkan Penanaman Nilai-Nilai Agama Melalui Metode Bercerita pada Anak Kelompok A TK Karya Thayyibah II Salumbone Sapni, Sapni
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama pada penelitian ini yaitu kurangnya penanaman nilai-nilai agama anak di kelompok A TK KT II Salumbone. Sehingga rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah melalui metode bercerita dapat meningkatkan penanaman nilai-nilai agama anak pada kelompok A TK KT II Salumbone? Penelitian ini dilaksanakan di TK TK KT II Salumbone, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 17 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi dan pemberian tugas, selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengetahui Penanaman nilai-nilai agama anak melalui metode bercerita pada kelompok A di TK TK KT II Salumbone. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan yaitu aspek nilai-nilai agama anak yang mampu berdoa dengan kategori SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian anak yang berakhlak dengan kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan anak yang mampu bersyukur dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan nilai-nila agama anak, terbukti ada peningkatan nilai-nilai agama anak dari siklus I ke siklus II pada aspek anak yang mampu berdoa dengan kategori sangat baik dan baik dari 55% menjadi 80% (25%), pada aspek anak yang berakhlak dengan kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 85% (40%), pada aspek anak yang mampu bersyukur kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat nilai-nilai agamanya tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci : Nilai-Nilai Agama,Metode Bercerita