Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Meningkatkan Penanaman Nilai Agama Anak Melalui Metode Bercerita pada Kelompok B TK PGRI II Kungguma Kecamatan Labuan Anifah, Anifah
Bungamputi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah penanaman nilai agama anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Penelitian dilaksanakan  di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 12 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi dan pemberian tugas selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak melalui metode bercerita  pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Data yang dikumpulkan sebelum penelitian tentang pemahaman nilai agama anak dalam berdoa kategori SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian pemahaman nilai agama anak yang patuh pada guru kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan kemampuan anak yang rajin belajar dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan penanaman nilai agama anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam berdoa kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan patuh pada guru kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 85% (40%), kemampuan rajin belajar kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat nilai agama pada dirinya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Peningkatan Penanaman Nilai Agama Anak, Metode Bercerita
Meningkatkan Penanaman Nilai Agama Anak Melalui Metode Bercerita pada Kelompok B TK PGRI II Kungguma Kecamatan Labuan Anifah, Anifah
Bungamputi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah penanaman nilai agama anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Penelitian dilaksanakan  di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 12 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi dan pemberian tugas selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak melalui metode bercerita  pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Data yang dikumpulkan sebelum penelitian tentang pemahaman nilai agama anak dalam berdoa kategori SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian pemahaman nilai agama anak yang patuh pada guru kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan kemampuan anak yang rajin belajar dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan penanaman nilai agama anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam berdoa kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan patuh pada guru kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 85% (40%), kemampuan rajin belajar kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat nilai agama pada dirinya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Peningkatan Penanaman Nilai Agama Anak, Metode Bercerita
ALUR PROSES KOGNITIF DAN REAKSI NON-VERBAL KETIKA BERBOHONG Hutahaean, Erik Saut H; Supriyadi, Tugimin; Anifah, Anifah; Putra, Trias Fachman
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.338 KB) | DOI: 10.30587/psikosains.v14i1.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara proses kognitif yang terjadi ketika seseorang memodifikasi informasi dan mengenali reaksi non-verbal yang muncul secara bersamaan ketika individu berbohong. Subjek dari penelitian ini terbagi menjadi dua, yang pertama adalah 25 orang dewasa dengan jenis kelamin pria dan wanita kami libatkan untuk mendapatkan sistematika proses kognitif berbohong, serta 20 orang dewasa yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok untuk melihat reaksi-reaksi yang muncul saat seseorang berbohong, yakni kelompok eksperimen dan kelompok control. Metode analisis yang kami gunakan adalah koefisien reprodisibilitas model skala Guttman, Serta metode eksperimen laboratorium untuk menganalisa reaksi-reaksi yang muncul saat seseorang berbohong. Hasil hitung koefisien reprodisibilitas mendapatkan ada lima tahapan kognitif yang sistematis. Hasil hitung komparasi antara kelompok yang mengatakan sebenarnya, dan yang tidak mengatakan sebenarnya, menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemunculan reaksi alis, mata yang mengarah ke sebelah kiri, reaksi menarik bibir, muncul senyuman, dan terjadi jeda sebelum melontarkan jawaban.
PENGEKANGAN PENGGUNAAN SENJATA API SEBAGAI AKSES BAGI BEBAN KERJA UNTUK MEMPENGARUHI BERFIKIR IDE BUNUH DIRI MENGGUNAKAN SENJARA API Supriyari, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah; Kurniawan, Reny
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.855 KB) | DOI: 10.30587/psikosains.v14i1.929

Abstract

Kepolisian sudah mempunyai regulasi yang mengatur penggunaan senjata api pada personilnya. Penggunaannya menjadi sebuah tema yang diperhatikan serius, karena sangat berkaitan dengan tindak kekerasan. Terlebih lagi kekerasan terhadap diri sendiri yang tercermin melalui kejadian bunuh diri anggota polisi. Penelitian bermaksud menggali faktor langsung dan tidak langsung, untuk mendapatkan penjelasannya. Sebanyak 219 anggota kepolisian dilibatkan menjadi responden dan mengisi skala pengukuran; beban kerja, pengekangan senjata api, dan berfikir ide bunuh diri. Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa beban kerja dapat berperan sebagai faktor langsung yang membentuk munculnya pikiran bunuh diri. Penelitian ini terbatas dalam lingkup sudut pandang personil dalam menilai keadaan-keadaan yang ada pada dirinya, kedepannya diperlukan perluasan linkupnya hingga sudut pandang organisasi. Seperti misalnya cara pemimpin mengelola beban kerja personilnya, tindakan organisasi dalam menangani masalah beban kerja personilnya dan melindungi personilnya dari resiko penyimpangan penggunaan senjata api.
ANALISIS BEBAN KERJA DAN STRES TRAUMATIK PADA ANGGOTA POLISI UNIT KRIMINAL Supriyadi, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants? traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Analisis Beban Kerja dan Stres Traumatik pada Anggota Polisi Unit Kriminal Supriyadi, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants’ traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Respon Masyarakat Terhadap Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil yang Berbasis Computer Assisted Test di Distrik Sausapor Kabupaten Tambrauw Hidaya, Nur; Banggu, Masni; Anifah, Anifah
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v6i2.1377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil yang berbasis CAT, upaya menyempurnakan penggunaan CAT dan hambatan dalam rekrutmen CPNS berbasis CAT di distrik Sausapor Kabupaten Tambrauw. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan tujuan untuk memberi gambaran mengenai situasi yang terjadi dengan menggunakan analisa kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat sebagian besar setuju jika pelaksanaan rekrutmen CPNS dilakukan secara online dikarenakan dapat mengetahui apa itu sistem Computer Assisted Test, bisa mengikuti perkembangan zaman yang sudah modern dan lebih mengetahui ilmu pengetahuan teknologi yang sedang berkembang. Ada sebagian kecil dari masyarakat yang tidak setuju jika pelaksanaan tes ini dilakukan secara online dikarenakan kurang adanya sosialisai terhadap masyarakat terkait Rekruitmen CPNS yang berbasis Computer Assisted Test dan masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang teknologi.
Analisis Metode Saw Dan WP Untuk Pemilihan Tanaman Keladi Di Masa Pandemi Anita, Anita; Anifah, Anifah
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Sains Dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/saintek.v4i2.802

Abstract

Merancang dan membangun sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat dalam memilih tanaman talas. Masalah. Analisis Perbandingan Metode SAW dan WP Pada Pemilihan Tanaman Caladium Pada Masa Pandemi di Website berdasarkan jenis tanaman talas yang telah ditentukan. Untuk merancang sistem, terlebih dahulu perlu ditentukan jenis tanaman talas yang dibandingkan dengan menggunakan metode SAW dan WP. Metode SAW memerlukan proses normalisasi matriks keputusan menjadi skala yang dapat dibandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Kriteria kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan. Hasil akhir diperoleh dari proses perangkingan yaitu penambahan perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga dipilih nilai terbesar sebagai alternatif terbaik sebagai solusi. Metode Weighted Product menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan terlebih dahulu ke bobot atribut yang bersangkutan dan prosesnya sama dengan normalisasi
Pengaruh Pelaksanaan Program Kampung Keluarga Berencana (KB) Terhadap Penurunan Angka Kelahiran Di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Anifah, Anifah; Emi, Chiara
Learning Community : Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5 No 2 (2021): Learning Community: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jlc.v5i2.30814

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan tingginya angka kelahiran di Desa Tanjung Rejo kec. Percut Sei Tuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelaksanaan program kampung KB terhadap penurunan angka kelahiran di Desa Tanjung Rejo Kec. Percut Sei Tuan dengan menggunakan jenis penelitian metode deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 83 keluarga dan 500 keluarga sebagai populasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan formula regresi linier sederhana dan Uji t untuk uji hipotesis. Berdasarkan pengolahan data dengan regresi linier sederhana diperoleh persamaan regresi linier adalah Y=12,84 + 5,144X. Hasil uji hipotesis menunjukkannilai > yaitu 3,512>1,663. Dan berdasarkan uji linearitas terdapat pengaruh pelaksanaan program kampung KB terhadap penurunan angka kelahiran di Desa Tanjung Rejo Kec. Percut Sei Tuan
Analisis Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK melalui Pelatihan Pengolahan Ubi Menjadi Olahan Aneka Makanan di Desa Saribu Raja Kec. Balige Sipahutar, Lawrence Nathanael; Anifah, Anifah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui pelatihan pengolahan ubi menjadi aneka olahan makanan di Desa Sariburaja, Kec.Balige. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 4 orang, yakni kepala desa, ketua ibu PKK, dan 2 anggota ibu PKK. Adapun objek penelitian tertuju pada pengembangan keterampilan pemberdayaan perempuan melalui program kewirausahaan. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber dengan teknik pengumpulan data yang beragam (triangulasi). Tahapan dalam menganalisis data penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan pengolahan ubi di Desa Saribu Raja berhasil meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial masyarakat pedesaan. Ibu-ibu PKK tidak hanya belajar teknik pengolahan ubi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang gizi, keamanan pangan, dan manajemen usaha kecil. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kepercayaan diri para peserta, menumbuhkan semangat kewirausahaan, dan mengubah persepsi mereka terhadap potensi sumber daya lokal. Meskipun masih ada kendala seperti keterbatasan peralatan, modal, dan tantangan dalam pemasaran, program ini telah berhasil memunculkan unit usaha mikro dan diversifikasi pendapatan keluarga.