cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23883011     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 5 (2013)" : 23 Documents clear
INVENTARISASI ARTHROPODA PADA PERMUKAAN TANAH DI PERTANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) Latoantja, Ardiansah S.; B, Hasriyanti; Anshary, Alam
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan untuk menginventarisasi Arthropoda yang berada pada ekosistem pertanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Desa Lolu Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi telah berlangsung sejakbulan Februari sampai dengan April 2012.  Penelitian ini dilakukan pada tiga hamparan  pertanaman cabai yang berbeda umur (yakni : 20, 40, dan 70 hari setelah tanam, hst).  Pengambilan sampel menggunakan teknik  alat perangkap sumuran Pitt fall trap dan piring umpan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada setiap periode pengamatan jumlah individu Arthoropoda berbeda berdasarkan umur tanaman.  Jumlah individu Arthropoda pada pengamatan ketiga lebih banyak di bandingkan denganpada pengamatan pertama dan kedua. Tinggi rendahnya populasi Arthropoda tersebut berkesesuaian dengan fase tumbuh tanaman yang menyediakan sumber makanan bagi pertumbuhan dan perkembangan Arthropoda.
PENGARUH KUANTITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR ANTOSIANIN DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC) SECARA IN VITRO Ariany, Septian Palma; Sahiri, Nirwan; Syakur, Abdul
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kuantitas cahaya yang berbeda pada kultur in vitro menghasilkan pertumbuhan dan kandungan antosianin tertinggi dari tanaman Daun Dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan serta setiap perlakuan terdapat 2 botol tanaman sehingga seluruhnya terdapat 40 unit botol kultur tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah Perlakuan A = Intensitas cahaya (1156 lux, 107 fc), Perlakuan B = Intensitas cahaya (1818 lux, 167 fc), Perlakuan C = Intensitas cahaya (2500 lux, 213 fc), Perlakuan D = Intensitas cahaya (2850 lux, 302 fc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya nyata meningkatkan semua peubah pertumbuhan dan memberi rata-rata konstribusi kadar antosianin tertinggi.  Perlakuan A intensitas cahaya 1156 lux, 107 fc dengan suhu 240C memberikan hasil pertumbuhan terbaik pada 15 MST yaitu tinggi tunas (5.2 cm), jumlah tunas (20 tunas) dan jumlah daun (81.6 helai).  Kadar antosianin tertinggi dicapai oleh perlakuan A intensitas cahaya 1156 lux, 107 fc (0.92%), selanjutnya diikuti oleh perlakuan C intensitas cahaya 2500 lux, 213 fc (0.85%), perlakuan B 1818 lux, 167 fc (0.75%)  dan kadar antosianin terkecil terdapat pada perlakuan D intensitas cahaya 2850 lux, 302 fc (0.72%).
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI S., Yatno; Pasaru, Flora; Wahid, Abd
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Arthropoda pada pertanaman Kakao pada bagian  tajuk (Sweep net) dan permukaan tanah (pitfall trap). Penelitian dilaksanakan pada pertanaman kakao. di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi dan kegiatan identifikasi Arthropoda dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan metode purposive sampling atau ditentukan secara sengaja, dilakukan pada lahan seluas 1 Ha yang dibagi dalam 5 hamparan pertanaman yang dijadikan pengamatan, dengan total  25 perangkap, dilakukan setiap 7 hari sekali, pengamatan selama 3 kali. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan jaring serangga dan  perangkap jebakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 ordo yang terdiri dari 21 famili dan 307 populasi untuk arthropoda tajuk (Sweep net) sedangkan arthropoda permukan tanah terdapat 5 ordo yang terdiri dari 6 famili dan 871 populasi.Analisis indeks keragaman menunjukkan bahwa pengamatan arthropoda tajuk berpengaruh terhadap keanekaragaman (H’), kemelimpahan (N1), kemelimpahan populasi sangat melimpah (N2), sedangkan pada pengamatan arthropoda tanah tidak berpengaruh, disebabkan oleh faktor habitat dan rantai makanan, sehingga jumlah ordo, populasi lebih sedikit.
PERUBAHAN SIFAT FISIKA TANAH PADA BERBAGAI INTERVAL PEMBERIAN AIR, PELUMPURAN DAN PENGAPURAN PADA ENTISOL GUNTARANO Alamsyah, Fajerun
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman untuk tegak dan tumbuh. Tanah yang produktif adalah tanah yang dapat menyediakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan akar tanaman seperti ketersediaan air, temperatur, aerasi dan struktur yang baik disamping sebagai penyedia unsur hara. Ketersediaan air dan bahan organik yang rendah merupakan masalah pada tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan sifat fisika Entisol Guntarano sebagai pengaruh perlakuan interval pemberian air, pelumpuran dan pengapuran. Tempat pelaksanaan penelitian di Rumah Kaca dan untuk analisis tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu tanah Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Universitas Tadulako, Palu. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Maret 2012 sampai September 2012.  Bahan-bahan yang digunakan adalah tanahdari Desa Guntarano, Kecamatan Tana Ntovea. Benih bawang merah lokal palu, Pupuk urea 0,5 g pot-1 dan sejumlah zat-zat kimia di laboratorium. Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi cangkul, ayakan, pot, loyang, benang, label, spidol, penetrometer, mistar, alat tulis menulis serta seperangkat alat-alat laboraturium.  Penelitian rumah kaca ini menggunakan rancangan petak terbagi terpecah (split-split plot design) pola faktorial dengan tiga perlakuan yaitu pelumpuran, pengapuran dan interval pemberian air. Berdasarkan hasil Perlakuan pelumpuran 2 kali dengan pemberian kapur satu kali setara 50 g pot-1 memperoleh nilai tertinggi pada pengamatan bulk density yaitu 1,427 (kg dm-3), Perlakuan interval pemberian air 2 hari tanpa pelumpuran memperoleh nilai tertinggi pada pengamatan konduktifitas hidrolik yaitu 10,332 (cm jam-1).
PENGARUH BAHAN ORGANIK PADA TAILING EMAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TRANSLOKASI MERKURI (Hg) PADA SAWI (Brassica parachinensis L.) DAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Ainun, Nur; Tjoa, Aiyen; Samudin, Sakka
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan emas yang menggunakan metode arsenik dan merkuri dalam proses pemurnian akan selalu menimbulkan dampak lingkungan. Sisa tanah hasil penambangan (tailing) akan dibuang atau didepositkan, dan akan menimbulkan masalah lingkungan dan juga mencemari pangan. Tanaman yang ditumbuhkan pada lahan terkontaminasi dapat bersifat adaptif terhadap kontaminan tetapi tidak mentranslokasikan, ataupun bersifat adaptif dan mentranslokasikan dengan dan tanpa translokasi kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat adaptif/toleran Sawi dan Tomat jika ditanam pada tanah tercemar merkuri dan juga kemampuan translokasi merkuri. Total 6 perlakuan dengan 3 kali pengulangan ditentukan untuk setiap jenis tanaman supaya dapat menarik kesimpulan penelitian, seperti perlakuan tanah tailing saja, tanah tailing campur pupuk (100 mg N, 50 mg P, dan 50 mg K),  tanah tailing dengan kotoran ayam, tanah tailing dengan campuran rumput laut, tanah tailing dengan dosis pupuk rendah (50 mg N, 25 mg P dan 25 mg K), dan tanah non tailing yang dicampur pupuk N,P,K dosis rendah. Untuk sawi dan tomat digunakan masing-masing 18 unit percobaan untuk tomat.  Dosis rumput laut maupun kotoran ayam adalah 5g kering angin kg-1 tanah. Statistik mengunakan analisa Anova 1 arah dengan uji lanjut BNJ. Sawi yang tumbuh pada tanah tailing terkontaminasi 85.700 ηg g-1 mentranslokasikan Hg hingga 17.477 ηg g-1 dan hanya 6.281 ηg g-1 pada tomat.  Efisiensi Sawi sangat tinggi untuk membersihkan kontaminan Hg, minimal 68 kali lebih efisien dari tomat. Pemberian N, P, K pada tanah tailing berkontribusi negatif pada pertumbuhan tanaman berbeda dengan pemberian bahan organik asal kotoran ayam yang memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan sawi maupun tomat, juga menurunkan  penyerapan Hg.
KARAKTERISASI GENOTIP PADI GOGO LOKAL ASAL KABUPATEN BANGGAI A., Supriadin; Ete, Andi; Made, Usman
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakter kualitatif dan kuantitatif agar dapat ditemukan sifat-sifat genetik yang  baik pada padi gogo lokal asal Kabupaten Banggai. Karakterisasi dilakukan di Kebun Percobaan Sidondo, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan genotip yaitu genotip Habo, Ranta, Sampara dan Landae’o, setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian karakter kualitatif seperti warna lidah daun, warna leher daun, warna helai daun, warna batang dan ruas batang tidak terdapat perbedaan antara genotip padi gogo lokal asal Kabupaten Banggai yang diamati dan masing-masing genotip mempunyai keungulan di karakter kuantitatif antara lain genotip Habo (panjang daun dan persentase gabah berisi), genotip Ranta (jumlah anakan dan lebar daun), genotip Sampara (panjang malai, tinggi tanaman terpendek dan bobot 1000 biji) dan genotip Landae’o (umur tanaman terpendek). Karakter kuantitatif yang diamati relatif seragam dengan tingkat keragaman genetik yang rendah kecuali lebar daun (cukup tinggi) sehingga menyulitkan untuk dilakukan koleksi. Akan tetapi, nilai heritabilitas yang bervariasi memungkinkan genotip padi gogo lokal asal Kabupaten Banggai untuk dilakukan perbaikan sifat.
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA TEPUNG TAPIOKA PADA PERUSAHAAN CV. MENTARI SIGI DI DESA KALEKE KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI Cahyani, Anin Nihannoor
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek pengembangan usaha tepung tapioka pada perusahaan CV. Mentari Sigi. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Mentari Sigi yang beralamat di Jalan Adhiaksa, Desa Kaleke, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, pada bulan Maret 2013 sampai dengan April 2013.  Mengambil sebanyak 5 responden dengan menggunakan metode secara sengaja (purposive). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi prospek pengembangan usaha tepung tapioka CV. Mentari Sigi berada pada kuadran I (satu). Kuadran ini menggambarkan situasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha tepung tapioka. Perusahaan memiliki kekuatan dan peluang, sehingga dapat memaksimalkan kekuatan dengan memanfaatkan peluang yang ada.  Jadi, strategi yang dapat diterapkan adalah strategi SO yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif, sehingga perusahaan dapat mencapai kemajuan yang maksimal.
STRATEGI PENGEMBANGAN KERIPIK SINGKONG BALADO PADA UKM “PUNDI MAS” DI KOTA PALU Pele, Arni Tirsa; Lamusa, Arifuddin; Tangkesalu, Dance
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi alternatif yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan keripik singkong balado pada UKM “Pundi Mas” di Kota Palu. Jumlah responden 7 orang yang terdiri dari        1 pimpinan dan 6 orang karyawan pada UKM “Pundi Mas”.  Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Total nilai yang diperoleh Tabel IFAS yaitu sebesar 3,01 dengan skor kekuatan 2,20 dan skor kelemahan sebesar 0,81. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan UKM “Pundi Mas” lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan total nilai yang diperolah dari EFAS yaitu sebesar 3,03 dengan skor peluang 2,29 dan skor ancaman sebesar 0,74. Hal ini menunjukkan faktor peluang yang dimiliki oleh UKM “Pundi Mas” lebih besar dari faktor ancaman. Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai rating dan bobot faktor internal strategi pengembangan usaha keripik singkong balado pada UKM  “Pundi Mas” sebagai sumbu X yaitu 1,39, sedangkan faktor eksternal  pada UKM “Pundi Mas” sebagai sumbu Y yaitu 1,55. Strategi alternatif yang tepat untuk UKM “Pundi Mas” adalah strategi SO.  Strategi SO merupakan strategi yang dapat digunakan UKM “Pundi Mas” dalam menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ABON IKAN MELALUI PENDEKATAN MARKETING MIX PADA INDUSTRI “RAJA BAWANG” DI KOTA PALU Khatimah, Husnul; Mappatoba, Marhawati; Rauf, Rustam Abd.
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Raja Bawang merupakan salah satu industri yang memproduksi abon ikan, dimana abon ikan ini banyak diminati oleh konsumen karena memiliki cita rasa yang khas,  namun volume produksi abon ikan masih dalam jumlah sedikit, sehingga tidak dapat memenuhi semua permintaan konsumen,  promosi yang dilakukan belum efektif,  harga  yang ditawarkan kepada konsumen relatif mahal, dan pelayanan yang diberikan kurang memuaskan,  sehingga melihat masalah tersebut, peneliti bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang akan dikembangkan dalam rangka pengembangan usaha abon ikan melalui pendekatan  marketing mix.  Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), dengan  jumlah responden sebanyak 5 orang terdiri dari 1 pimpinan perusahaan, 3 konsumen yang berbelanja abon ikan, dan 1 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Analisis yang digunakan yaitu Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan usaha abon ikan melalui pendekatan marketing mix adalah menggunakan strategi SO (Strength – Opportunity),  yaitu mempertahankan kualitas produk, memanfaatkan hubungan kerjasama dan dukungan pemerintah, memperluas daerah distribusi dengan membuka jaringan distribusi diluar daerah, memanfaatkan reputasi merk pada pasar, dan menciptakan pengembangan produk.
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PEDAGANG KELAPA MUDA DI KELURAHAN TATURA UTARA DENGAN KELURAHAN TALISE KOTA PALU Mertha, I Nyoman; Rauf, Rustam Abd.; Alam, Max Nur
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh dan tingkat perbedaan pendapatan pada pedagang kelapa muda di Kelurahan Tatura Utara dan Kelurahan Talise Kota Palu. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tatura Utara dan Kelurahan Talise Kota Palu, pada bulan Agustus sampai dengan September 2012. Penentuan responden menggunakan metode Sensus, Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan dan Analisis Perbandingan Uji t. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh pedagang kelapa muda di Kelurahan Tatura Utara sebesar Rp. 5.952.660, atau dalam 1 bulan sebesar   Rp. 2.976.330, sedangkan rata-rata pendapatan pedagang kelapa muda di Kelurahan Talise sebesar Rp. 5.590.025, atau dalam satu bulan sebesar Rp. 2.793.013. Hasil Uji t membuktikan bahwa perbedaan pendapatan antara pedagang kelapa muda di Kelurahan Tatura Utara dengan pedagang kelapa muda di Kelurahan Talise berbeda tidak nyata yaitu nilai t-hitung sebesar 0,155 t-tabel pada  0,05 (2,093).

Page 1 of 3 | Total Record : 23