cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14124505     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit pada bulan Maret dan September setiap tahun serta nomor suplemen bila dimungkinkan. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan matematika dan atau pembelajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 PALU Fitrianti, Fitrianti; Bakri, Bakri; Linawati, Linawati
AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palu yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling, jumlah siswa yang menjadi sampel sebanyak 44 orang. Pengumpulan data menggunakan dua instrumen yaitu, kuisioner kecerdasan emosional dan dokumentasi prestasi belajar dari nilai rapor. Hasil analisis data dengan menggunakan uji korelasi product moment diperoleh nilai korelasi r = 0,417. Nilai rtabel = 0,297 untuk N = 44 dengan taraf signifikansi 5%. Nilai rhitung (0,417) > rtabel (0,297) maka diputuskan menerima hipotesis alternatif (H1) dan menolak hipotesis awal (H0). Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palu.Kata kunci: Kecerdasan Emosional dan Prestasi Belajar Matematika
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS I IMOGIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) BERDASARKAN PENDEKATAN GAYA BELAJAR KOLB Rumasoreng, Muhammad Irfan; Mahayati, Meta
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa klasifikasi gaya belajar siswa berdasarkan gaya belajar Kolb dan mendeskripsikan hasil analisa kemampuan pemecahan masalah siswa untuk setiap gaya belajar pada model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan mixed methods. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Imogiri tahun penelitian 2017/2018 yang berjumlah 27 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket gaya belajar Kolb, tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Seluruh siswa kelas XI IPS 11Imogiri dipetakan tipe gaya belajarnya dengan menggunakan angket gaya belajar Kolb. Data kemampuan pemecahan masalah dianalsis dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah kemudian dilakukan triangulasi dengan data wawancara. Subjek wawancara terdiri dari 8 yang terbagi kedalam 2 siswa untuk masing-masing tipe gaya belajar. Analisis data kuantitatif dengan mengkategorikan gaya belajar. Analisis kualitatif dilakukan dengan tahap-tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gaya belajar Diverger paling banyak jumlahnya di kelas XI IPS 1, 2) Siswa dengan gaya belajar Konverger, Diverger, dan Akomodator mampu memahami masalah, merencanakan langkah penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan dengan baik. Siswa dengan gaya belajar Asimilator mampu melaksanakan tahap memahami masalah, merencanakan langkah penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian dengan baik, dan dinilai cukup dalam menarik kesimpulan. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Missouri Mathematics Project, Gaya Belajar Kolb
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME BALOK DAN KUBUS DI KELAS VIII SMP NEGERI 18 PALU Rancendo, Hernita; Hamid, Abd.; Tandiayuk, Marinus Barra
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model Pembelajaran Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Luas Permukaan serta Volume Balok dan Kubus di kelas VIII  SMP N 18 Palu. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc.Taggart, yang terdiri dari 4 komponen yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VIII  SMP N 18  Palu yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti fase-fase: 1) informasi, 2) orientasi terarah, 3) uraian, 4) orientasi bebas, dan 5) integrasi.Kata Kunci: model Pembelajaran Van Hiele, Hasil Belajar, Luas Permukaan serta Volume Balok dan Kubus.
Karakteristik Intuisi Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika dan Perbedaan Gender Usudo, Budi
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik intuisi siswa SMA dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah dari Polya ditinjau dari kemampuan matematika dan perbedaan gender. Subjek penelitian adalah siswa SMA 1 Sragen, Jawa Tengah. Hasil penelitian ini adalah: (1) dalam memahami masalah matematika; subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi, sedang dan  rendah menggunakan intuisi afirmatori yang bersifat langsung, yaitu langsung dipahami dari teks soal, subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam memahami masalah matematika tidak menggunakan intuisi, (2) dalam membuat rencana penyelesaian;  subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi, sedang menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global, yaitu subjek menggunakan rumus barisan yang diperolehnya dari pemahaman teks soal secara langsung dan subjek tidak dapat menjelaskan secara rinci mengapa menggunakan rumus barisan, subjek laki-laki berkemampuan matematika rendah. Subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global dan subjek perempuan berkemampuan matematika rendah tidak menggunakan intuisi dalam membuat rencana penyelesaian, (3) dalam melaksanakan rencana penyelesaian: semua subjek penelitian tidak menggunakan intuisi dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah matematika, (4) dalam memeriksa jawaban masalah; subjek berkemampuan matematika tinggi dan sedang baik laki-laki dan perempuan tidak menggunakan intuisi, subjek laki-laki berkemampuan matematika rendah dalam memeriksa jawaban menggunakan intuisi antisipatori yang mempunyai karakteristik bertentangan dengan dugaan pada umumnya dan berupa pemikiran induktif. Kata Kunci : Karakteristik intuisi, masalah matematika, afirmatori, antisipator, gender
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Fase-Fase Polya untuk Meningkatkan Kompetensi Penalaran Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Sukayasa, Sukayasa
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakekatnya penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Development Research) dengan tujuan untuk menghasilkan suatu model pembelajaran berbasis fase-fase Polya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka jenis penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe prototypical studies melalui tiga tahap pengembangan yaitu: (1) fase analisis hulu hilir dengan menggunakan studi pustaka dan lapangan serta datanya  dianalisis melalui expert jugment; (2) fase pengembangan melalui kegiatan validasi oleh pakar dan uji coba I dan; (3) fase penilaian melalui kegiatan uji coba II dengan rancangan ?Quasi Eksprimen? serta datanya akan dianalisis dengan Anacova. Produk yang telah dihasilkan melalui penelitian ini adalah suatu model pembelajaran berbasis fase-fase Polya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Sintak model pembelajaran ini terdiri atas empat tahap yakni Tahap I :Pengantar, Tahap II: Memberikan Contoh Memecahkan Masalah Matematika, Tahap III: Latihan Memecahkan Masalah Matematika dan Tahap IV: Penutup. Selain itu juga telah dihasilkan perangkat- perangkat pembelajaran yang berkualitas valid, praktis dan efektif. Terdapat beberapa kendala dalam pengimplementasian model pembelajaran ini antara lain: (a) kesulitan guru mengubah kebiasaan pola mengajar; (b) siswa pada umumnya kurang terlatih memecahkan soal-soal matematika yang bersifat problem solving (pemecahan masalah); (c) keterbatasan waktu yang tersedia
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY Sumampou, Petra C.M; Ismaimuza, Dasa; Hadjar, Ibnu
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa yang terdiri dari 36 siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry dan 36 siswa kelas X MIA 5 yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning. Materi yang dipelajari oleh siswa yaitu Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel, Relasi dan Fungsi. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis untuk ? = 0,05 diperoleh p> ? untuk semua hipotesis, sehingga H1 ditolak dan H0 diterima untuk semua hipotesis. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah.Kata Kunci : perbedaan, hasil belajar, discovery learning, inquiry, sistem persamaan linear tiga variabel, relasi dan fungsi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN ANTAR GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII SMP NEGERI 12 PALU Wisnawati, Ni Luh Putu Juni; Tandiayuk, Marinus B.; Anggraini, Anggraini
Aksioma Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri 12 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 12 Palu yang berjumlah 17 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri 12 Palu, yaitu dengan fase-fase: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) menyampaikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, 4) membantu kerja tim, 5) mengevaluasi dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaan.Kata kunci:  numbered heads together,  hasil belajar, hubungan antar garis dan sudut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA Pratama, Pratama; Rizal, Muh.; Linawati, Linawati
Aksioma Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi barisan dan deret aritmatika di kelas X TKJ A SMK Negeri 1 Poso Pesisir Utara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ A yang berjumlah 20 siswa, terbagi atas 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempua serta di pilih 3 siswa sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 14 siswa dengan persentase ketuntasan 70% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 17 siswa dengan persentase ketuntasan 85%. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada  pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan  mengalami  peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TKJ A SMK Negeri 1 Poso Pesisir Utara pada materi barisan dan deret aritmatika, dengan enam komponen yaitu: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Detect, 5) Expand, 6) Review.Kata Kunci: Kooperatif Tipe MURDER; Hasil Belajar; Barisan dan Deret Aritmatika
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP OPERASI PECAHAN BENTUK ALJABAR SISWA KELAS VIII MTs BINA POTENSI SIS ALJUFRI TATURA PALU Syamsudin, Syamsudin; Awuy, Evie; Sukayasa, Sukayasa
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemahaman konsep operasi pecahan bentuk aljabar siswa kelas VIII MTs Bina Potensi Sis Aljufri Tatura Palu. Jenis penelitian ini adalah pene­litian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil dari penelitian ini yaitu saat menyajikan masalah, subjek berkemampuan tinggi, sedang dan  rendah menuliskan hal-hal yang diketahui, ditanyakan dan menyajikanya kedalam bentuk matematika, namun subjek berkemampuan rendah salah dalam  memahami masalah disebabkan karena kurangnya ketelitian dalam memahami masalah. Selanjutnya dalam mengklasifikasi pecahan bentuk aljabar, subjek berkemampuan tinggi dan subjek berkemampuan sedang mengelompokkan pecahan yang memiliki variabel dan pecahan yang tidak memiliki variabel. Kemudian dalam memberi contoh pecahan bentuk aljabar dan non-contoh dari pecahan bentuk aljabar, subjek berkemampuan tinggi menjelaskan jenis pecahan bentuk aljabar yaitu memiliki variabel dan koefisien, jika tidak memiliki variabel subjek berkemampuan tinggi menyata­kan hanya berbentuk pecahan biasa. Selain hal tersebut subjek berkemampuan tinggi juga menunjukkan dengan tepat yang merupakan pecahan bentuk aljabar. Kemudian dalam menangkap makna suatu masalah subjek berkemampuan tinggi, subjek berkemampuan sedang, menangkap suatu makna operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan suku-suku sejenis, dan subjek berkemampuan rendah menangkap makna penjumlahan dan perkalian pecahan serta subjek berkemampuan tinggi juga menangkap makna hukum kanselasi (penghapusan). Setelah menangkap makna, subjek menjelaskan kembali objek-objek, sifat-sifat dan fakta serta operasi-operasi tertentu yang digunakan atau dimanfaatkan. Subjek berkemampuan tinggi menjelaskan operasi yang digunakan disertai dengan alasannya dengan baik. Subjek berkemampuan sedang menjelaskan kembali operasi perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar yang digunakan walaupun dalam proses pelaksanaannya subjek berkemampuan sedang masih belum memahami dengan baik konsep dari perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar.Kata Kunci:                                                                               Profil Pemahaman Konsep; Indikator pemahaman konsep; Operasi pecahan bentuk aljabar;
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VII SMP NEGERI 22 PALU Nurfidiya, Nurfidiya; Ismaimuza, Dasa; Hadjar, Ibnu
Aksioma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 22 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 22 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah subjek penelitian ini adalah 27 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa dari hasil observasi guru dan siswa pada siklus I pada kategori baik dengan persentase aktivitas guru 79,41 % dan aktivitas siswa 73,53 % sedangkan hasil observasi guru dan siswa pada siklus II pada kategori sangat baik dengan persentase aktivitas guru 94,12 % dan aktivitas siswa 85,29 % sehingga hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di SMP Negeri 22  Palu dengan melibatkan 7 komponen utama, yaitu : (1) constructivism (konstruktivisme), (2) questioning  (bertanya), (3) inquiry (menemukan), (4) learning community (masyarakat belajar),   (5) modelling (pemodelan), (6) reflection (refleksi), dan (7) authentic assessment (penilaian autentik).Kata kunci: contextual teaching and learning, hasil belajar, perbandingan